// API callback
labelthumbs({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386"},"updated":{"$t":"2020-05-25T15:12:13.114+07:00"},"category":[{"term":"Kesehatan"},{"term":"Surfs in Krui"},{"term":"Humaniora"},{"term":"sains"},{"term":"fenomena"},{"term":"teknologi"},{"term":"Unik"},{"term":"Media"},{"term":"Krui dan Sekitarnya"},{"term":"More about Krui"},{"term":"Pendidikan"},{"term":"Hijau"},{"term":"Peristiwa"},{"term":"Sejarah"},{"term":"lifestyle"},{"term":"Bahasa Kita"},{"term":"luar negeri"},{"term":"Krui and Around"},{"term":"psikologi"},{"term":"Buku"},{"term":"Film"},{"term":"Body Care"},{"term":"Musik"},{"term":"Meet People"},{"term":"Mr. Grammar"},{"term":"selebriti"},{"term":"Cerpen"},{"term":"Cerpen Lampung"},{"term":"Olahraga"},{"term":"Where to stay and eat"},{"term":"tips"},{"term":"art"},{"term":"Kuliner"},{"term":"SMKN 1 Pesisir Tengah"},{"term":"What's hot"},{"term":"ekonomi"},{"term":"fitness"},{"term":"internasional"},{"term":"Sastra"},{"term":"Politik"},{"term":"diet"},{"term":"opini"},{"term":"adat budaya"},{"term":"games"},{"term":"bisnis"},{"term":"tps"}],"title":{"type":"text","$t":"Hasim's Space"},"subtitle":{"type":"html","$t":"For surfers and friends"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/-\/Krui+dan+Sekitarnya?alt=json-in-script\u0026orderby=updated"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/search\/label\/Krui%20dan%20Sekitarnya"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/-\/Krui+dan+Sekitarnya\/-\/Krui+dan+Sekitarnya?alt=json-in-script\u0026start-index=26\u0026max-results=25\u0026orderby=updated"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"55"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"25"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-3890743287850476228"},"published":{"$t":"2015-10-04T13:35:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2015-10-04T13:37:09.174+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Pemkab Pesisir Barat Harus Terbitkan Perda tentang Bangunan Pinggir Pantai"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"\u003EWilayah pinggir pantai Krui dari pantai Labuhan Jukung hingga Walur diproyeksikan menjadi kawasan wisata. Di sepanjang pantai ini diperkirakan akan berdiri bangunan-bangunan hotel, \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003Esurf camp\u003C\/i\u003E, dan penginapan lainnya untuk menampung wisatawan. Sekarang saja sudah tampak beberapa bangunan berdiri, baik penginapan maupun wisma peristirahatan pribadi, \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003Ebungalow\u003C\/i\u003E.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"\u003ESayangnya, dari bangunan-bangunan yang sudah ada, beberapa di antaranya, khususnya penginapan diberi pagar tembok tinggi, tak tembus pandang, sebagai tanda peringatan dilarang masuk.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"\u003EPemasangan pagar tembok tinggi hingga menghalangi pemandangan ke arah laut ini tentu saja merusak keindahan pantai, dan mengganggu wisatawan yang ingin menikmati pantai. Berada di dekat bangunan seperti ini sama sekali tidak terasa seperti sedang berada di dekat pantai.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"\u003EHal ini tentu saja bertolak belakang dengan keberadaan pantai sebagai tujuan wisata seperti yang dicita-citakan oleh pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. Kalau hal ini dibiarkan, jangan heran kalau kunjungan wisata ke Krui akan menurun, bukannya meningkat. Sekarang saja sudah terdengar banyak keluhan wisatawan yang berkunjung ke pantai Tanjung Setia karena di pantai ini nyaris tidak ada lagi akses ke laut, sepanjang jalannya sudah dipenuhi oleh bangunan-bangunan berpagar tembok. Akankah kawasan wisata sepanjang pantai Labuhan Jukung hingga Walur bernasib sama? Tentu kita tidak menginginkan hal itu terjadi.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"\u003EPembangunan di kawasan pantai Tanjung Setia (Karang Nyimbur) adalah contoh buruk dari perkembangan objek wisata. Kawasan ini sekarang hanya menarik bagi wisatawan selancar yang harus berada di dekat ombak. Sedangkan wisatawan yang bukan peselancar tak akan tertartik tinggal di kawasan ini.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"\u003EIdealnya, kawasan sepanjang seratus meter dari tepi laut dibiarkan terbuka, sebagai ruang publik yang bisa diakses siapa saja, sebagai jalan menuju laut, karena laut adalah milik bersama, dan sebagai pangkalan para nelayan. Bangunan-bangunan hanya boleh berdiri di belakang pantai, dalam jarak sekitar seratus meter atau lebih dari bibir pantai.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"\u003ETapi kalau kalau sudah terlanjur berdiri bangunan di sana, dan tak mungkin dimusnahkan, tak lain yang bisa dilakukan kecuali menata ulang bangunan-bangunan yang sudah ada tersebut.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"\u003EPagar tembok yang tinggi yang merusak pemandangan harus diganti dengan pagar BRC atau pagar besi yang transparan. Di samping itu, bangunan tidak boleh terlalu rapat, setiap dua ratus meter harus disdiakan akses menuju pantai paling tidak selebar empat meter.\u003Cspan style=\"mso-spacerun: yes;\"\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"\u003EUntuk itu pemerintah Kabupaten Pesisir Barat hendaknya menyusun perda yang mengatur bangunan pinggir pantai. Jangan biarkan bangunan pinggir pantai tumbuh liar hingga tak terkendali.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"\u003EKawasan pinggir pantai sejatinya adalah kawasan bersama, ruang publik yang terbuka bagi siapa saja, tidak boleh dikuasai secara pribadi, mendirikan bangunan-bangunan pribadi atau bangunan komersial. Kawasan pinggir pantai harus terbuka tidak boleh ditutupi dengan pagar tembok yang tinggi, yang di samping merusak keindahan, juga menutup akses masyarakat menuju pantai.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"\u003EBayangkan jika nantinya daerah pantai sepanjang jalan dari Labuhan Jukung menuju Walur dipenuhi oleh bangunan-bangunan berpagar tembok tinggi tentu akan merusak keindahan, dan bukannya menjadi tujuan wisata, kawasan ini akan menjadi pusat bisnis yang membosankan, panas, dan tidak menarik.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"\u003EPemerintah Kabupaten Pesisir Barat yang akan datang hendaklah memikirkan hal ini. Jangan biarkan bangunan-bangunan di sepanjang pantai tumbuh seenaknya, liar dan tanpa aturan, dan tidak mendukung visi terciptanya Krui sebagai daerah tujuan wisata. \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/3890743287850476228\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2015\/10\/pemkab-pesisir-barat-harus-terbitkan.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/3890743287850476228"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/3890743287850476228"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2015\/10\/pemkab-pesisir-barat-harus-terbitkan.html","title":"Pemkab Pesisir Barat Harus Terbitkan Perda tentang Bangunan Pinggir Pantai"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-4626869509866474277"},"published":{"$t":"2013-09-18T15:08:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2013-09-21T13:56:07.249+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Penerbangan ke Krui Sibuk"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-F7BBKJ5RcTQ\/UjlhMv9YbSI\/AAAAAAAAI7M\/u3VaGR-BL7s\/s1600\/IMG_9493.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-F7BBKJ5RcTQ\/UjlhMv9YbSI\/AAAAAAAAI7M\/u3VaGR-BL7s\/s400\/IMG_9493.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EPenerbangan perintis dari dan ke Krui dengan Susi Air kini tergolong sibuk. Calon penumpang yang tidak memesan tempat duduk terlebih dahulu bisa-bisa tidak terangkut oleh pesawat Susi Air yang hanya memiliki kapasitas 12 tempat duduk tersebut.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESebagaimana yang kita ketahui penerbangan dari dan ke Krui adalah bagian dari penerbangan perintis yang disubsidi oleh pemerintah pusat. Susi Air adalah penyelenggara yang ditunjuk pemerintah pusat untuk menyelenggarakan penerbangan perintis dengan rute Bengkulu-Krui PP, Krui-Bandarlampung PP. Penerbangan perintis yang dimulai tanggal 13 Juli 2013 ini sejauh ini baru bisa diselenggarakan tiga kali seminggu, yaitu pada hari Selasa, Rabu, dan Sabtu, dengan masing-masing satu kali penerbangan.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EDalam perkembangannya, jalur penerbangan Krui-Bandarlampung dan Bandarlampung-Krui ternyata lebih diminati daripada jalur Bengkulu-Krui dan sebaliknya. Hal ini tentu tidak lepas dari kenyataan bahwa Krui merupakan daerah tujuan wisata, yang akhir-akhir ini semakin menarik minat wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan selancar. Terbukti, penumpang penerbangan Bandarlampung-Krui dan sebaliknya sejauh ini sebagian besar merupakan wisatawan asing. \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKebijakan Susi Air yang telah mengubah ongkos barang bawaan menjadi lebih murah adalah faktor lain yang menyebabkan jalur Bandarlampung-Krui dan sebaliknya ini menjadi makin sibuk. Jika sebelumnya Susi Air menetapkan harga Rp.1.100.000 untuk setiap papan selancar yang dibawa penumpang, kini para penumpang cukup hanya membayar Rp.10.000 untuk setiap kilogram kelebihan barang bawaan, jika barang bawaan mereka tersebut melebihi 10 kg. Sedangkan barang bawaan yang hanya 10 kg tidak dikenai biaya.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESalah seorang petugas di bandara Krui yang saya temui mengatakan kini setiap penerbangan dari Krui ke Bandarlampung dan sebaliknya selalu penuh terutama pada hari Sabtu. Sedangkan pada hari Selasa dan Rabu \u003Cspan style=\"mso-spacerun: yes;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003Epenumpangnya agak lebih longgar. Di lain pihak, penumpang penerbangan Bengkulu-Krui dan sebaliknya tidak terlalu ramai, meskipun juga tidak pernah kosong, kata petugas tersebut.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKetika saya sedang berada di bandara, ada enam orang wisatawan dari Chili yang hendak memesan penerbangan pada hari Sabtu, tanggal 21 September 2013. Sayangnya petugas di bandara Krui tidak bisa memberi kepastian bahwa mereka dapat terbang pada hari tersebut karena pada hari itu semua bangku sudah dipesan. “Kami tidak bisa memastikan. Kecuali ada pesawat tambahan,” kata salah seorang petugas. \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESayangnya, kadang-kadang penerbangan pada hari tertentu terpaksa ditiadakan karena faktor teknis dan lain hal. Dan jika hal ini terjadi, biasanya penerbangan tersebut dialihkan pada hari lain sehingga pada hari-hari tertentu dilaksanakan dua kali penerbangan.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ECalon penumpang yang penerbangannya ditunda bisa mengambil kembali ongkos yang telah mereka bayar atau mengikuti penerbangan di hari lain.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/4626869509866474277\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2013\/09\/penerbangan-ke-krui-sibuk.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/4626869509866474277"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/4626869509866474277"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2013\/09\/penerbangan-ke-krui-sibuk.html","title":"Penerbangan ke Krui Sibuk"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-F7BBKJ5RcTQ\/UjlhMv9YbSI\/AAAAAAAAI7M\/u3VaGR-BL7s\/s72-c\/IMG_9493.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-5421870730700456564"},"published":{"$t":"2010-06-09T12:13:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2013-07-02T17:54:45.231+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Melongok Pusat Penangkaran Penyu di Lampung Barat"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-AotDgzJmD2M\/UdKtwwUmyeI\/AAAAAAAAIpY\/5aBIeikOzOY\/s1600\/IMG_3458dua.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-AotDgzJmD2M\/UdKtwwUmyeI\/AAAAAAAAIpY\/5aBIeikOzOY\/s400\/IMG_3458dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EPENYU terancam punah. Jumlahnya, dari waktu ke  waktu, cenderung menyusut. Hal ini terjadi karena karena adanya  perburuan penyu oleh manusia, untuk dimakan dagingnya, atau telurnya.  Kebiasaan penyu mengubur telurnya di pasir, di pinggir laut, memudahkan  masyarakat menemukannya. Apalagi, belakangan ini, jumlah penduduk yang  tinggal di dekat pantai, semakin banyak.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EData tahun 2006 menunjukan, empat jenis penyu  yang biasa mendarat di pesisir Lampung Barat tinggal 165 ekor saja, yang  terdiri atas penyu hijau 30 ekor, Penyu sisik 30 ekor, penyu belimbing  15 ekor, dan penyu lekang 90 ekor. (\u003Ci\u003Etribunlampung.co.id\/26 Juli 2009\u003C\/i\u003E).\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EKepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Barat Imam Pujono mengatakan, hasil survei tahun 2008, populasi penyu indukan di sepanjang pantai pesisir Lampung Barat hanya tinggal 400 ekor. (\u003Ca href=\"http:\/\/www.lampungpost.com\/cetak\/berita.php?id=2011011323433532\"\u003E\u003Ci\u003ELampung Post\u003C\/i\u003E, Kamis, 14 januari 2011\u003C\/a\u003E).\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EUntuk itu, pemerintah telah mendirikan Balai  Konservasi Laut Daerah Kabupaten Lampung Barat, yang salah satu  tujuannya adalah untuk melindungi penyu dari kepunahan. Di samping itu,  Balai Konservasi Laut ini juga bertugas melindungi lumba-lumba, terumbu  karang, dan ekowisata bahari.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EDari 7 jenis penyu yang ada di dunia, 5 di  antaranya hidup dan berkembang biak di Kabupaten Lampung Barat. Kelima  jenis penyu ini adalah 1) Penyu Sisik (\u003Ci\u003EErethmochelys Imbricata\u003C\/i\u003E)  2) Penyu Hijau (\u003Ci\u003EChelonia Mydas\u003C\/i\u003E) 3) Penyu Belimbing (\u003Ci\u003EDermochelys  Coreacea\u003C\/i\u003E) 4) Penyu Lekang (\u003Ci\u003ELepidochelys Olivaceae\u003C\/i\u003E) 5)  Penyu Tempayan (\u003Ci\u003ECaretta Caretta\u003C\/i\u003E).\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EKelima jenis penyu inilah yang coba dilindungi  oleh Balai Konservasi Laut, Kabupaten Lampung Barat. Untuk itu Balai Konservasi tersebut telah membentuk sebuah sebuah Kelompok Penangkar Penyu yang berafiliasi dengan mereka, yang anggotanya terdiri dari masyarakat setempat.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-AV9y8KxOhnM\/UdKu5zcHZEI\/AAAAAAAAIpo\/o9wOsZKu-Bc\/s1600\/IMG_3463dua.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-AV9y8KxOhnM\/UdKu5zcHZEI\/AAAAAAAAIpo\/o9wOsZKu-Bc\/s400\/IMG_3463dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EMenurut Pak Akhyar  ketua Kelompok Penangkar dan Pelestari Penyu, Pekon Sukamaju, Muara  Tembulih, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Lampung Barat, yang berafiliasi  dengan Balai Konservasi ini, sejauh ini mereka hanya mengusahakan menangkar tiga jenis penyu. Penyu Hijau dan Penyu Belimbing agak sulit  ditangkar karena kedua jenis penyu ini tidak mau makan pur seperti  penyu-penyu lainnya. “Penyu Hijau dan Penyu Belimbing cuma mau makan  ikan yang dipotong kecil-kecil”, katanya. “Kita kewalahan kalau setiap  hari harus menyediakan ikan untuk penyu-penyu itu”, tambahnya. “Itulah  sebabnya, dalam kolam penangkaran ini hanya ada Penyu Lekang, karena  penyu ini mau makan pur, jadi tidak terlalu sulit menangkarnya,” katanya. Sedangkan Penyu Tempayan dan Penyu Sisik waktu itu masih kosong.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"wp-caption aligncenter\" id=\"attachment_160722\" style=\"width: 310px;\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"wp-caption-text\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EDi dalam kolam penampungan penyu itu, memang cuma  terdapat Penyu Lekang, terpisah dalam dua bak. Beberapa ekor Penyu  Lekang umur dua bulan, dalam satu kolam, dan dua ekor Penyu Lekang umur  sepuluh bulan, di dalam kolam yang berbeda. “Penyu Sisik dan Penyu  Tempayan sudah kami lepas. Sedianya penyu-penyu ini siap dilepas pada  umur enam bulan. Tapi dua ekor yang berumur sepuluh bulan ini sengaja  saya tahan, sebagai contoh”, kata Pak Akhyar.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003ETernyata penyu umur sepuluh bulan itu tidaklah  terlalu besar, cuma sebesar telapak tangan orang dewasa. Entah bagaimana  perkembangannya kalau mereka hidup di alam bebas.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EKolam penangkaran ini terletak dalam gedung  khusus yang dikunci, supaya aman dari tangan-tangan jahil.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003ETak jauh dari gedung penangkaran ini, di pasir  pantai, terdapat dua petak berpagar bambu kira-kira berukuran 2 x 3  meter, tempat menetaskan telu-telur penyu.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-8Fs5UaBoFFQ\/UdKvbkk9MAI\/AAAAAAAAIpw\/PLR7N_UGCTc\/s1600\/Tukik+umur+1+minggu.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-8Fs5UaBoFFQ\/UdKvbkk9MAI\/AAAAAAAAIpw\/PLR7N_UGCTc\/s400\/Tukik+umur+1+minggu.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-S-yTahNsULE\/UdKvyoObDsI\/AAAAAAAAIp4\/hlHQWpmL2fw\/s1600\/Tukik+umur+2+bulan.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-S-yTahNsULE\/UdKvyoObDsI\/AAAAAAAAIp4\/hlHQWpmL2fw\/s400\/Tukik+umur+2+bulan.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita mengharapkan  partisipasi masyarakat”, kata Pak Akhyar. Pak Akhyar dan kelompoknya  mengharapkan kesadaran masyarakat untuk menyerahkan telur-telur penyu  yang mereka temukan pada kelompoknya, untuk ditetaskan dan ditangkar.  Untuk itu, sebagai penghargaan, Pak Akhyar dan kelompoknya akan membeli  separuh dari telur-telur penyu itu seharga Rp.2.000 sebutir, sedangkan  separuh sisanya diminta kesediaan masyarakat untuk memberikannya secara gratis sebagai bentuk partisipasi mereka.  “Tanpa ada kesadaran masyarakat yang demikian, sulit untuk melestarikan penyu-penyu  ini”, tambahnya.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EDari mana Pak Akhyar dan kelompoknya mendapatkan  dana untuk membeli telur-telur itu, dan untuk memberi makan penyu-penyu  yang ada dalam penangkaran, inilah yang menarik. Selama ini Pak Akhyar  dan kelompoknya mendapat suntikan dana dari Dinas Kelautan dan Perikanan  Provinsi Lampung. Tapi mulai tahun 2010 ini dana itu distop.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E“Mereka mengharapkan kita mandiri”, katanya.  Mandiri berarti mereka harus mencari dana sendiri, dengan memberdayakan  fasilitas yang ada, atau bila perlu, merogoh kantong sendiri, sebuah  cara yang miris mengingat Pak Akhyar dan anggota kelompoknya yang lain  bukanlah orang-orang berduit. Pak Akhyar adalah seorang pensiunan guru,  sedangkan anggota kelompoknya yang lain hanyalah petani biasa.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EDi dalam kompleks Balai Konservasi seluas 2.164  meter persegi ini, memang ada sebuah penginapan yang terdiri dari empat  kamar, yang bisa disewakan, untuk para peneliti, turis, atau siapa saja  yang berminat mengisi liburannya di sini. Tarifnya tidak mahal, hanya  Rp.50.000 untuk satu kamar pribadi, dan Rp.100.000 untuk satu kamar  berombongan. Tapi jarang sekali ada orang mau menginap di sini. Kalau  tidak ada rombongan peneliti, tidak ada yang menginap. Menurut Pak  Akhyar, belum tentu sebulan sekali ada yang menginap di sini. Oleh karena itu Pak Akhyar dan kelompoknya mengharapkan uluran tangan para dermawan yang peduli lingkungan atau siapa saja yang berminat untuk menyumbang, selain tentu saja mengharapkan partisipasi masyarakat untuk menyerahkan telur-telur penyu yang mereka temukan secara cuma-cuma.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003ENamun partisipasi masyarakat saat ini masih  sangat kecil. Belum ada masyarakat yang secara sukarela menyerahkan  telur-telur penyu di sini secara gratis.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EKasi Konservasi Dinas Kelautan dan Perikanan  Provinsi Lampung, Marintan, yang saya hubungi melalui telepon, tadi  pagi, mengatakan bahwa Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi tidak  berhak menghentikan anggaran untuk Balai Konservasi Laut Kabupaten  Lampung Barat. Itu semua kebijakan dari pusat. Mungkin dana itu  dialihkan untuk kepentingan lain, katanya.***\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.vhrmedia.com\/2010\/lari.php?.ke=http:\/\/network.vhrmedia.com\/\u0026amp;.d=869\" target=\"_blank\" title=\"Beatblog - Writing Contest\"\u003E\u003Cimg src=\"http:\/\/www.vhrmedia.com\/2010\/resize.php?image=\/2010\/ngadimin\/form\/kakafile\/PotretKomik\/banner\/beatblog_WritingContest.jpg\u0026amp;new_width=220\" style=\"border: none;\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/5421870730700456564\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2010\/06\/melongok-pusat-penagkaran-penyu-di.html#comment-form","title":"3 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/5421870730700456564"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/5421870730700456564"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2010\/06\/melongok-pusat-penagkaran-penyu-di.html","title":"Melongok Pusat Penangkaran Penyu di Lampung Barat"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-AotDgzJmD2M\/UdKtwwUmyeI\/AAAAAAAAIpY\/5aBIeikOzOY\/s72-c\/IMG_3458dua.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"3"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-8575385132794110927"},"published":{"$t":"2013-05-12T17:15:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2013-05-12T17:50:04.379+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"'Si Bolang' di Labuhan Jukung"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-X6lqhplhnio\/UY9vY9Ud6JI\/AAAAAAAAIcg\/yo9t-vlllxk\/s1600\/IMG_2017dua.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-X6lqhplhnio\/UY9vY9Ud6JI\/AAAAAAAAIcg\/yo9t-vlllxk\/s400\/IMG_2017dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EAda yang beda di Pantai Labuhan Jukung pagi tadi. Biasanya pada hari Minggu pantai ini memang lebih ramai oleh anak-anak yang berenang di pinggir laut. Tapi kali ini tidak ada anak-anak yang berenang, melainkan berselancar. Ya, berselancar menggunakan papan seperti yang biasa digunakan para peselancar mancanegara itu. Memang bukan kali ini saja saya melihat anak-anak berselancar. Tapi yang kali ini anak-anak itu lebih rapi dan terorganisir, seperti ada yang mengatur.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EAwalnya saya tidak begitu tertarik dan tidak peduli, dan tak hendak mencari tahu. Tapi ketika saya menghidupkan sepedamotor dan melaju meninggalkan pantai, pandangan saya tertumpu pada sekerumunan orang dewasa dan anak-anak. Mereka mereka sedang menonton sesuatu. Saya lihat ada tiga orang anak kecil berseragam pramuka lengkap dengan baret dan tongkat sedang melakoni sebuah adegan. Di depan mereka, dalam jarak sekitar lima meter, seorang kameramen tengah membidik, dan seorang pengatur laku. Di belakang juru, kamera dan pengatur laku, dan dari kejauhan, banyak anak-anak dan orang dewasa mengamati. \u003Cspan style=\"mso-spacerun: yes;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"mso-spacerun: yes;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"mso-spacerun: yes;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-Z0wlSXiRiek\/UY9zJ314hrI\/AAAAAAAAIcw\/hTbxcK-B8PU\/s1600\/IMG_2004dua.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-Z0wlSXiRiek\/UY9zJ314hrI\/AAAAAAAAIcw\/hTbxcK-B8PU\/s400\/IMG_2004dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESaya menghentikan laju sepedamotor dan ikut mengamati dari kejauhan. Adegan berjalan sambil bercakap-cakap itu diulang beberapa kali. Sang pengatur laku terlihat memberi pengarahan. Dan ketiga anak-anak berseragam pramuka itu beberapa kali harus kembali ke tempat semula, dan berjalan sambil berbincang lagi, mengulang perbuatan yang tadi sudah mereka lakukan. Saya kira ada kesalahan yang menurut pengatur laku harus diperbaiki. Saya perhatikan salah satu dari anak-anak berseragam pramuka itu mengenakan tas dengan merk \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003ETrans TV\u003C\/i\u003E. Tidak bertanya-tanya lagi, saya langsung menduga mereka pasti sedang syuting \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003ESi Bolang\u003C\/i\u003E. \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EDan ternyata dugaan saya tidak salah. Mereka memang sedang syuting \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003ESi Bolang\u003C\/i\u003E, program anak-anak di Trans TV yang banyak penggemarnya itu. Sebelumnya, sudah beberapa kali saya mendengar ada syuting \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003ESi Bolang\u003C\/i\u003E di Krui, tapi baru kali ini saya melihat dengan mata kepala saya sendiri.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EEntah apa skenario \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003ESi Bolang\u003C\/i\u003E yang mengambil tempat di Pantai Labuhan Jukung kali ini. Saya tidak menanyakan itu pada kru syuting. Tapi yang pasti, anak-anak yang sedang berselancar di laut itu adalah bagian dari cerita.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EDari pengamatan saya selama syuting berlangsung, saya mereka-reka cerita bahwa \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003ESi Bolang\u003C\/i\u003E, si bocah petualang itu, dan teman-temannya sedang melakukan kegiatan pramuka di lapangan dekat pantai, dan ketika kegiatan sedang \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003Ebreak\u003C\/i\u003E, mereka bermain di pantai. Pada saat itu beberapa orang teman mereka sedang bermain selancar. Tak lama kemudian, salah seorang teman mereka yang bermain selancar mengalami kecelakaan terkilir dan terdampar di tepi pantai. \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003ESi Bolang\u003C\/i\u003E dan teman-temannya datang memberi pertolongan; menggotong si teman tersebut ke pinggir dan mengurut kakinya. Sebuah cerita yang menarik dan mengandung pesan moral yang bagus.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ETapi ada satu yang saya sayangkan. Tokoh \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003ESi Bolang\u003C\/i\u003E, dan dua temannya itu, tidak diperankan oleh anak-anak Krui, Kabupaten Pesisir Barat, melainkan oleh anak-anak dari Luwas, Lampung Barat.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESaya menduga kisah Si Bolang kali ini memang tidak hanya berfokus di Krui, melainkan gabungan dari Luwas, Lampung Barat dan Krui, Pesisir Barat.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EDugaan saya itu berdasarkan pengalaman saya menonton salah satu episode \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003ESi Bolang\u003C\/i\u003E beberapa waktu yang lalu, yang mengambil latar belakang di Krui dan Liwa. Sesuatu yang kontras menurut saya, mengingat Krui dan Liwa berjarak cukup jauh untuk sebuah petualangan bocah seperti \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003ESi Bolang\u003C\/i\u003E ini.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESeandainya \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003ESi Bolang\u003C\/i\u003E kali ini fokus di Krui saja, dan menampilkan sisi orisinil anak-anak Krui, tentu ceritanya akan lebih seru lagi. Seandainya kru \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003ESi Bolang\u003C\/i\u003Emengaudisi anak-anak Krui yang pandai bermain selancar (yang jumlahnya tentu banyak) untuk dijadikan tokoh utama \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003ESi Bolang\u003C\/i\u003E, dan fokus pada kegiatan bermain selancar sebagai inti cerita, tentu akan menjadi sebuah episode yang bukan saja menarik, tetapi juga orisinil dan unik, yang khas Krui, yang beda dengan episode-episode Si Bolang yang lain. \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESayang kru \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003ESi Bolang\u003C\/i\u003E tidak menangkap hal itu. Mungkin lain kali ya…. \u003Cspan style=\"mso-spacerun: yes;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/8575385132794110927\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2013\/05\/si-bolang-di-labuhan-jukung.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/8575385132794110927"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/8575385132794110927"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2013\/05\/si-bolang-di-labuhan-jukung.html","title":"'Si Bolang' di Labuhan Jukung"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-X6lqhplhnio\/UY9vY9Ud6JI\/AAAAAAAAIcg\/yo9t-vlllxk\/s72-c\/IMG_2017dua.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-847570175515667899"},"published":{"$t":"2010-04-17T13:57:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2013-05-10T20:30:29.282+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Pesisir Krui Nan Menawan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-RVr2ARwydjg\/UYz2EXNy9pI\/AAAAAAAAIaw\/Kkk_CtfGWtU\/s1600\/rsz_merge2.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-RVr2ARwydjg\/UYz2EXNy9pI\/AAAAAAAAIaw\/Kkk_CtfGWtU\/s400\/rsz_merge2.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!--[if gte mso 9]\u003E\u003Cxml\u003E \u003Cw:WordDocument\u003E  \u003Cw:View\u003ENormal\u003C\/w:View\u003E  \u003Cw:Zoom\u003E0\u003C\/w:Zoom\u003E  \u003Cw:TrackMoves\/\u003E  \u003Cw:TrackFormatting\/\u003E  \u003Cw:PunctuationKerning\/\u003E  \u003Cw:ValidateAgainstSchemas\/\u003E  \u003Cw:SaveIfXMLInvalid\u003Efalse\u003C\/w:SaveIfXMLInvalid\u003E  \u003Cw:IgnoreMixedContent\u003Efalse\u003C\/w:IgnoreMixedContent\u003E  \u003Cw:AlwaysShowPlaceholderText\u003Efalse\u003C\/w:AlwaysShowPlaceholderText\u003E  \u003Cw:DoNotPromoteQF\/\u003E  \u003Cw:LidThemeOther\u003EEN-US\u003C\/w:LidThemeOther\u003E  \u003Cw:LidThemeAsian\u003EX-NONE\u003C\/w:LidThemeAsian\u003E  \u003Cw:LidThemeComplexScript\u003EX-NONE\u003C\/w:LidThemeComplexScript\u003E  \u003Cw:Compatibility\u003E   \u003Cw:BreakWrappedTables\/\u003E   \u003Cw:SnapToGridInCell\/\u003E   \u003Cw:WrapTextWithPunct\/\u003E   \u003Cw:UseAsianBreakRules\/\u003E   \u003Cw:DontGrowAutofit\/\u003E   \u003Cw:SplitPgBreakAndParaMark\/\u003E   \u003Cw:DontVertAlignCellWithSp\/\u003E   \u003Cw:DontBreakConstrainedForcedTables\/\u003E   \u003Cw:DontVertAlignInTxbx\/\u003E   \u003Cw:Word11KerningPairs\/\u003E   \u003Cw:CachedColBalance\/\u003E  \u003C\/w:Compatibility\u003E  \u003Cw:BrowserLevel\u003EMicrosoftInternetExplorer4\u003C\/w:BrowserLevel\u003E  \u003Cm:mathPr\u003E   \u003Cm:mathFont m:val=\"Cambria Math\"\/\u003E   \u003Cm:brkBin m:val=\"before\"\/\u003E   \u003Cm:brkBinSub m:val=\"\u0026#45;-\"\/\u003E   \u003Cm:smallFrac m:val=\"off\"\/\u003E   \u003Cm:dispDef\/\u003E   \u003Cm:lMargin m:val=\"0\"\/\u003E   \u003Cm:rMargin m:val=\"0\"\/\u003E   \u003Cm:defJc m:val=\"centerGroup\"\/\u003E   \u003Cm:wrapIndent m:val=\"1440\"\/\u003E   \u003Cm:intLim m:val=\"subSup\"\/\u003E   \u003Cm:naryLim m:val=\"undOvr\"\/\u003E  \u003C\/m:mathPr\u003E\u003C\/w:WordDocument\u003E\u003C\/xml\u003E\u003C![endif]--\u003E Kalau\u0026nbsp;Anda melintas di jalur lintas barat Sumatera, cobalah mampir di pesisir Krui, Lampung Barat. Di sana Anda bisa melepas lelah sambil duduk-duduk di tepi pantai, di batu-batu karang nan romantis, atau di bawah rindang pohon nyiur, di tepi pantai berpasir putih yang berkilau dijilat ombak. Atau jika Anda pandai berselancar, Anda bisa mencobanya di \u003Ci\u003Esurf\u003C\/i\u003E Tanjung Setia, jangan mau kalah dengan peselancar mancanegara. Jika Anda punya banyak waktu, Anda bisa mencoba \u003Ci\u003Ehiking\u003C\/i\u003E atau \u003Ci\u003Ejungle run\u003C\/i\u003E ke hutan damar, sambil menikmati pesona sungai-sungainya yang dangkal berbatu dengan gemercik air yang jernih.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EJarak pesisir Krui dari Bandarlampung sekitar 250 km dengan melewati Kota Agung di teluk Semangka. Sedangkan jarak dari Kota Agung ke Krui kurang lebih 150 km. Kalau Anda melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi, pesisir Krui adalah tempat persinggahan yang tepat untuk melepas lelah, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam dari Bandarlampung.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-_zdgXbcuiBY\/UYzSYIAHr0I\/AAAAAAAAIac\/kYbeXQJbOxA\/s1600\/rsz_merge1.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"220\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-_zdgXbcuiBY\/UYzSYIAHr0I\/AAAAAAAAIac\/kYbeXQJbOxA\/s400\/rsz_merge1.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EKrui adalah nama sebuah kota kecil di pesisir barat provinsi Lampung, sedangkan pesisir Krui adalah sebutan untuk daerah sepanjang pesisir barat provinsi ini. Sebutan pesisir Krui hanya untuk mempermudah orang mengingat daerah ini karena Krui adalah kota terbesar dan terletak di tengah-tengah daerah, dan karena Krui sudah dikenal sejak lama, jauh sebelum orang mengenal nama-nama lain di sepanjang pesisir ini.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDi provinsi Lampung, Krui dikenal sebagai daerah penghasil damar mata kucing. Damar mata kucing adalah sejenis getah yang dihasilkan oleh pohon damar (\u003Ci\u003Eshorea javanica\u003C\/i\u003E). Damar mata kucing ini merupakan sebuah komoditas hasil perkebunan yang unik karena hanya ada di daerah ini, atau karena mutunya yang berbeda dari damar-damar yang ada di daerah lain. Sampai saat ini, krui adalah daerah penghasil damar mata kucing terbesar di Indonesia, bahkan mungkin di dunia.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDalam dekade terkahir ini, nama Krui mencuat di dunia internasional karena pariwisatanya, khususnya wisata selancar. Khusus wisata selancar ini, Krui sudah banyak diekspos oleh majalah-majalah selancar mancanegara. Diharapkan, dalam waktu yang tidak lama lagi, Krui akan melejit menjadi daerah tujuan wisata selancar utama di Indonesia selain Bali, Lombok, dan kepulauan Mentawai.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESelain wisata selancar, Krui juga menawan untuk tujuan wisata air lainnya seperti berenang, memancing, dan menyelam. Hamparan air laut yang jernih dan bebas polusi di daerah ini menggoda siapa saja untuk terjun ke dalamnya, atau sekedar berjalan menikmati jilatan ombak di tepi pantai.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EJika Anda tidak bisa berselancar, tapi suka melihat orang berselancar, singgahlah di Tanjung setia. Di sana, Anda akan disambut oleh ombak-ombak besar yang seolah tiada henti, jika musim selancar tiba. Menonton orang berselancar sambil duduk-duduk di balai-balai, dibawah pohon yang\u0026nbsp; rindang, adalah kenikmatan tersendiri. Kalau Anda tidak bisa berselancar, Anda bisa berenang di tepian, atau mencoba memancing di terumbu karang, ketika laut surut, bersama penduduk setempat.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKalau Anda kelelahan dan perlu istirahat semalam, di Tanjung Setia banyak terdapat \u003Ci\u003Ecottage \u003C\/i\u003Eatau pondok-pondok dengan fasilitas yang lumayan. Sedianya cottage dan pondok-pondok ini untuk para peselancar, jika musim selancar tiba, tapi ketika musim selancar sudah habis, biasanya pondok-pondok ini juga disewakan untuk umum.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003Ejika Anda lebih suka tempat yang agak ramai, Anda bisa singgah di kota Krui, sekitar 22 km dari Tanjung Setia. Di sini Anda bisa menikmati keindahan pantai Labuhan Jukung yang terkenal itu, hanya sekitar 1 km dari pusat kota. Di pantai Labuhan jukung, Anda bisa berenang, memancing, atau menyelam. Jika musim selancar tiba, Anda juga bisa berselancar di sini. Dalam waktu-waktu tertentu, terdapat tanda larangan berenang di beberapa titik di pantai ini, untuk menjaga keselamatan pengunjung.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESekitar 17 km dari Krui ke arah utara, terdapat sebuah tempat yang tidak kalah elok, yang bernama Tembakak. Berhadapan dengan sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Pisang, Tembakak adalah sebuah tempat yang menawan untuk melepas lelah. Tempat ini adalah tempat singgah para pengendara yang melintasi jalur lintas barat Sumatera. Di sini, Anda bisa duduk-duduk di atas batu-batu, sembari menyaksikan ribuan batu-batu besar lain yang berserak di sana sini, yang bergeming diamuk ombak.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBosan dengan laut, Anda bisa mencoba wisata alam. Hutan damar di Krui adalah sebuah tempat yang menarik untuk dikunjungi. Di sana Anda bisa menyaksikan bagaimana petani setempat \u003Ci\u003Engunduh damar\u003C\/i\u003E. \u003Ci\u003ENgunduh damar \u003C\/i\u003Eadalah sebuah pemandangan unik bagi yang belum pernah menyaksikannya. Atau, kalau tidak, bercanda dengan monyet-monyet yang berayun-ayun di dahan pohon juga tidak kalah nikmat. Atau anda bisa menikmati sejuknya sungai berbatu yang banyak terdapat di sela-sela hutan damar ini. Mandi di sungai berbatu dengan airnya yang sejuk dan jernih adalah sebuah sensasi tersendiri yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.***\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003C!--[if gte mso 9]\u003E\u003Cxml\u003E \u003Cw:LatentStyles DefLockedState=\"false\" DefUnhideWhenUsed=\"true\"   DefSemiHidden=\"true\" DefQFormat=\"false\" DefPriority=\"99\"   LatentStyleCount=\"267\"\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"0\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"Normal\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"9\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"heading 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"9\" QFormat=\"true\" Name=\"heading 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"9\" QFormat=\"true\" Name=\"heading 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"9\" QFormat=\"true\" Name=\"heading 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"9\" QFormat=\"true\" Name=\"heading 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"9\" QFormat=\"true\" Name=\"heading 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"9\" QFormat=\"true\" Name=\"heading 7\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"9\" QFormat=\"true\" Name=\"heading 8\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"9\" QFormat=\"true\" Name=\"heading 9\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"39\" Name=\"toc 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"39\" Name=\"toc 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"39\" Name=\"toc 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"39\" Name=\"toc 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"39\" Name=\"toc 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"39\" Name=\"toc 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"39\" Name=\"toc 7\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"39\" Name=\"toc 8\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"39\" Name=\"toc 9\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"35\" QFormat=\"true\" Name=\"caption\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"10\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"Title\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"1\" Name=\"Default Paragraph Font\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"11\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"Subtitle\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"22\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"Strong\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"20\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"Emphasis\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"59\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Table Grid\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Placeholder Text\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"1\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"No Spacing\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"60\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light Shading\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"61\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light List\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"62\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light Grid\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"63\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Shading 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"64\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Shading 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"65\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium List 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"66\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium List 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"67\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"68\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"69\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"70\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Dark List\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"71\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful Shading\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"72\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful List\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"73\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful Grid\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"60\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light Shading Accent 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"61\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light List Accent 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"62\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light Grid Accent 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"63\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Shading 1 Accent 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"64\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Shading 2 Accent 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"65\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium List 1 Accent 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Revision\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"34\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"List Paragraph\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"29\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"Quote\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"30\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"Intense Quote\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"66\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium List 2 Accent 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"67\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 1 Accent 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"68\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 2 Accent 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"69\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 3 Accent 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"70\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Dark List Accent 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"71\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful Shading Accent 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"72\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful List Accent 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"73\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful Grid Accent 1\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"60\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light Shading Accent 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"61\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light List Accent 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"62\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light Grid Accent 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"63\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Shading 1 Accent 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"64\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Shading 2 Accent 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"65\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium List 1 Accent 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"66\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium List 2 Accent 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"67\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 1 Accent 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"68\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 2 Accent 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"69\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 3 Accent 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"70\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Dark List Accent 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"71\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful Shading Accent 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"72\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful List Accent 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"73\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful Grid Accent 2\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"60\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light Shading Accent 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"61\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light List Accent 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"62\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light Grid Accent 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"63\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Shading 1 Accent 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"64\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Shading 2 Accent 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"65\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium List 1 Accent 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"66\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium List 2 Accent 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"67\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 1 Accent 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"68\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 2 Accent 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"69\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 3 Accent 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"70\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Dark List Accent 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"71\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful Shading Accent 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"72\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful List Accent 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"73\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful Grid Accent 3\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"60\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light Shading Accent 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"61\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light List Accent 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"62\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light Grid Accent 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"63\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Shading 1 Accent 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"64\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Shading 2 Accent 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"65\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium List 1 Accent 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"66\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium List 2 Accent 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"67\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 1 Accent 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"68\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 2 Accent 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"69\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 3 Accent 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"70\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Dark List Accent 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"71\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful Shading Accent 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"72\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful List Accent 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"73\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful Grid Accent 4\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"60\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light Shading Accent 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"61\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light List Accent 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"62\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light Grid Accent 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"63\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Shading 1 Accent 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"64\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Shading 2 Accent 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"65\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium List 1 Accent 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"66\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium List 2 Accent 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"67\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 1 Accent 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"68\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 2 Accent 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"69\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 3 Accent 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"70\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Dark List Accent 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"71\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful Shading Accent 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"72\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful List Accent 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"73\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful Grid Accent 5\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"60\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light Shading Accent 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"61\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light List Accent 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"62\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Light Grid Accent 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"63\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Shading 1 Accent 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"64\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Shading 2 Accent 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"65\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium List 1 Accent 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"66\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium List 2 Accent 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"67\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 1 Accent 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"68\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 2 Accent 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"69\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Medium Grid 3 Accent 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"70\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Dark List Accent 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"71\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful Shading Accent 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"72\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful List Accent 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"73\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" Name=\"Colorful Grid Accent 6\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"19\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"Subtle Emphasis\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"21\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"Intense Emphasis\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"31\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"Subtle Reference\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"32\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"Intense Reference\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"33\" SemiHidden=\"false\"    UnhideWhenUsed=\"false\" QFormat=\"true\" Name=\"Book Title\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"37\" Name=\"Bibliography\"\/\u003E  \u003Cw:LsdException Locked=\"false\" Priority=\"39\" QFormat=\"true\" Name=\"TOC Heading\"\/\u003E \u003C\/w:LatentStyles\u003E\u003C\/xml\u003E\u003C![endif]--\u003E\u003C!--[if gte mso 10]\u003E\u003Cstyle\u003E \/* Style Definitions *\/  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:\"Table Normal\";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:\"\";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:\"Calibri\",\"sans-serif\";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:\"Times New Roman\";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} \u003C\/style\u003E\u003C![endif]--\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/847570175515667899\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2010\/04\/pesisir-krui-nan-elok.html#comment-form","title":"5 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/847570175515667899"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/847570175515667899"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2010\/04\/pesisir-krui-nan-elok.html","title":"Pesisir Krui Nan Menawan"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-RVr2ARwydjg\/UYz2EXNy9pI\/AAAAAAAAIaw\/Kkk_CtfGWtU\/s72-c\/rsz_merge2.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"5"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-6232094124053217815"},"published":{"$t":"2013-04-25T14:52:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2013-04-30T11:47:30.010+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Pejabat Eselon II Dilantik"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg class=\"uw xO\" height=\"266\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-fJ09VxNakNU\/UXnyYTNrjqI\/AAAAAAAAH60\/Zl3KcMEe8Hc\/w743-h495\/IMG_1262dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EGubernur Lampung Sjahroedin Z.P. melantik 21 pejabat di lingkungan Kabupaten Pesisir Barat, Kamis, 25 April 2013.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKe-21 pejabat yang dilantik dalam acara yang mengambil tempat di lapangan sepakbola Labuhan Jukung tersebut adalah para pejabat eselon II yang akan melaksanakan tugas menjalankan roda pemerintahan di kabupaten yang baru terbentuk tersebut.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EAdapun Penjabat Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Kherlani, telah dilantik sebelumnya, pada tanggal 22 April 2013 oleh Menteri Dalam Negeri, di Jakarta.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cimg class=\"uw xO\" height=\"266\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/-WWPOih0LE7U\/UXnzhAHEB3I\/AAAAAAAAH7Q\/BM-C1qBeOGA\/w743-h495\/IMG_1264dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cimg class=\"uw xO\" height=\"266\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-3cfY3OhmIFk\/UXn0zRx5KMI\/AAAAAAAAH74\/1Fr-FyvzRyg\/w743-h495\/IMG_1300dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EJabatan eselon II yang dilantik tersebut adalah, sekretaris kabupaten, 3 asisten, 1 sekretaris DPRD, 10 kepala dinas, dan 6 kepala lembaga teknis.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESelain Gubernur Lampung, acara tersebut dihadiri pula oleh Sekretaris Provinsi Lampung Berlian Tihang, Bupati Kapupaten Lampung Barat Mukhlis Basri, Penjabat Bupati Pesisir Barat Kherlani, para pejabat di lingkungan Kabupaten Pesisir Barat, Camat se-Kabupaten Pesisir Barat, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EDalam keterangan pers-nya setelah acara pelantikan usai, Kherlani mengatakan bahwa roda pemerintahan Kabupaten Pesisir Barat langsung mulai bergerak pada hari itu juga. Tetapi ia berterus terang bahwa sekurangnya diperlukan waktu satu bulan agar pemerintahan bisa berjalan efektif. Kherlani berharap agar masyarakat Pesisir Barat bersatu padu dengan Pemerintah Kabupaten untuk bekerja sama dalam menggali semua potensi yang ada untuk kemajuan. “Melihat potensi yang ada, bukannya tidak mungkin Krui ini akan menjadi kota internasional,” katanya.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESelain itu, Kherlani juga mengingatkan kembali bahwa Gubernur telah menjanjikan akan membantu membangun rumah sakit untuk kabupaten bungsu di provinsi Lampung ini. \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EAcara pelantikan yang berlangsung dalam cuaca panas tersebut dimeriahkan dengan pesta rakyat yang diselenggrakan di Pantai Labuhan Jukung.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESelengkapnya, para pejabat yang dilantik tersebut adalah:\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESekretaris Daerah (Sekda): Drs. Sobri, M.M.\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EAsisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat: Drs. Juaini Eka Putra\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EAsisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan: Ir. Widiatno, M.T.\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EAsisten Bidang Administrasi Umum: Syahlani, S.H., M.H.\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga: Drs. Gunawan, M.Si.\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKepala Dinas Kesehatan: Bambang Purwanto, S.K.M. M.Kes.\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, Transmigrasi, Kependudukan, dan Catatan Sipil: Drs. Benkeda \u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi: Alzairi Sabki, S.E., M.M.\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Drs. Guntur Panjaitan\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi: Isnawardi Ibrahim, S.T., M.T.\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan: Drs. Marzuki, S.Ag., S.Pd., M.Pd.\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan: Ir. Nurmala Lingga Kesuma\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah: Supriyanto, S.Sos.\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EInspektur Kabupaten Pesisir: Audi Marpi\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda): Ir. Priyanto Putro\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana, dan Pemerintahan Desa: Drs. Azhari, M.M.\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EPlt. Kepala Dinas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan: Syaifullah, S.Pi. \u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/6232094124053217815\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2013\/04\/pejabat-eselon-ii-dilantik.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/6232094124053217815"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/6232094124053217815"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2013\/04\/pejabat-eselon-ii-dilantik.html","title":"Pejabat Eselon II Dilantik"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-3030231152076069918"},"published":{"$t":"2013-03-05T12:08:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2013-03-05T12:32:13.723+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Pantai Tebakak"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-CSwfETNpvhw\/UTV9ch3xbtI\/AAAAAAAAHtQ\/rIAgVOcnGj8\/s1600\/IMG_0527.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-CSwfETNpvhw\/UTV9ch3xbtI\/AAAAAAAAHtQ\/rIAgVOcnGj8\/s400\/IMG_0527.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EPantai Tebakak atau orang Krui sering menyebutnya Tembakak adalah sebuah pantai yang terletak agak ke luar dari kota Krui. Jaraknya dari kota Krui sekitar 20 km ke arah utara atau di jalan raya menuju Pugung Tampak, kecamatan Pesisir Utara. Pantai Tembakak merupakan bagian dari Kecamatan Karya Penggawa yang berbatasan dengan Kecamatan Pesisir Utara, Lampung Barat. Namun dengan terbentuknya daerah otonomi baru, pantai ini sekarang merupakan bagian dari Kabupaten Pesisir Barat, sebagaimana wilayah Pesisir Krui lainnya. \u003Cspan style=\"mso-spacerun: yes;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-cnU_2V1UI40\/UTV_SB0D7OI\/AAAAAAAAHtg\/iNAJ4I54hFU\/s1600\/IMG_0510dua.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-cnU_2V1UI40\/UTV_SB0D7OI\/AAAAAAAAHtg\/iNAJ4I54hFU\/s400\/IMG_0510dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-PZkmml1hOzk\/UTWCLtR8OuI\/AAAAAAAAHtw\/P2DgYxyDQn8\/s1600\/IMG_0505.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-PZkmml1hOzk\/UTWCLtR8OuI\/AAAAAAAAHtw\/P2DgYxyDQn8\/s400\/IMG_0505.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EPantai Tembakak berbeda dengan pantai-pantai lain di sekitar kota Krui. Kalau pantai-pantai lain mempunyai pasir putih atau abu-abu, pantai ini khas dengan bebatuan hitam besar-besar yang bertebaran di sana-sini yang menutupi sebagian besar wilayah pantai. Pemandangan di pantai ini didominasi oleh batu-batu hitam besar dan kecil nan romantis dan spektakuler ketika ombak memecah. Hanya sedikit wilayah pantai yang berpasir.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EPantai ini berhadapan dengan Pulau Pisang, satu-satunya pulau yang ada di wilayah Krui. Jarak antara Pulau Pisang dengan pantai ini kurang dari satu kilometer. Masyarakat Krui dan sekitarnya menjadikan pantai ini sebagai pelabuhan untuk menyeberang dari dan ke Pulau Pisang. Selain itu pantai ini juga terkenal sebagai tempat peristirahatan para \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003Etravelers\u003C\/i\u003E yang melalui Jalan Lintas Barat Sumatera antara Krui dan Bengkulu.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/3030231152076069918\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2013\/03\/pantai-tebakak.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/3030231152076069918"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/3030231152076069918"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2013\/03\/pantai-tebakak.html","title":"Pantai Tebakak"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-CSwfETNpvhw\/UTV9ch3xbtI\/AAAAAAAAHtQ\/rIAgVOcnGj8\/s72-c\/IMG_0527.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-180773145670904033"},"published":{"$t":"2010-04-03T10:55:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2013-03-04T11:03:54.412+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Gua matu, Gua Mistis"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-1SLSVKTpZYE\/ToG5kho0hAI\/AAAAAAAABSo\/FUWUyPaE4gw\/s1600\/P2230062.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"300\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-1SLSVKTpZYE\/ToG5kho0hAI\/AAAAAAAABSo\/FUWUyPaE4gw\/s400\/P2230062.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EPengantar\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EGua Matu adalah sebuah gua yang terletak di desa Way Sindi, kecamatan Karya Penggawa, Krui, Lampung Barat. Salah satu mulut gua ini terletak di tepi pantai. Bagi masyarakat Krui, gua Matu dikenal lebih dari sekedar gua biasa. Dia adalah sebuah simbol dari sebuah tatanan masyarakat lain, selain manusia, yang tidak kasat mata. Berbagai cerita  mistis sering dihubungkan dengan gua ini. Hampir semua masyarakat Krui mengenal gua ini, bukan karena mereka pernah mengunjunginya, tapi karena cerita-cerita mistis itu, juga karena ritual mistis yang sering dilakukan orang di gua ini. Di sisi lain, zona gua Matu merupakan salah satu DTW kabupaten Lampung Barat yang menarik untuk dikunjungi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EI.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EJarak dari Krui ke gua Matu lebih kurang 11 km. Tetapi jarak yang bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor hanya lebih kurang 10 km, selebihnya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.  \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPukul sembilan pagi kami berempat, saya, Sapta, Mus dan Dir, siap-siap berangkat. Perjalanan dengan sepedamotor dari hotel Sempana Lima menuju sebuah desa kecil yang bernama Campang, di mana kami bisa menitipkan kendaraan, kami tempuh lebih kurang 15 menit. Campang sebenarnya bukanlah sebuah desa seperti desa pada umumnya. Di situ hanya ada beberapa rumah kayu yang bercecer di pinggir jalan dengan jarak yang cukup berjauhan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDi Campang, kami menitipkan dua unit sepedamotor yang kami gunakan pada sebuah warung kecil yang menjual makanan kecil dan air mineral. Tepat di samping warung ini ada akses berupa jalan setapak menuju gua Matu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EJarak dari Campang menuju gua Matu lebih kurang 1 km. Karena desa Campang terletak di atas bukit, sedangkan gua Matu terletak di pinggir laut, maka kami harus berjalan kaki menuruni bukit kurang lebih setinggi 30 m, menuju pantai. Dari pinggir jalan raya, jalan setapak menuruni bukit ini tidak terlihat karena tertutup oleh tumbuh-tumbuhan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESetelah menitipkan sepedamotor di warung, kami berangkat. Laki-laki yang duduk di depan warung mewanti-wanti agar kami membakar kemenyan terlebih dahulu sebelum memasuki gua Matu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPerjalanan menuruni jalan setapak menuruni bukit ini cukup nikmat karena jalan ini tertutup oleh rindangnya pepohonan, sementara, kira-kira separuh dari ketinggian bukit ini dialiri oleh sebuah sungai kecil yang airnya jernih berlarian menuruni batang sungai dengan batu-batu besar, dengan suara gemercik yang menimbulkan sensasi kesejukan. Kalau penat menuruni bukit, kita bisa istirahat duduk di batu-batu yang tersebar di sana-sini, sambil menikmati sejuknya air bukit yang jernih memanjakan kaki. Perjalanan menuruni lereng bukit ini adalah sensasi tersendiri sebelum tiba di gua Matu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESetibanya di ujung sungai, kami disambut oleh hamparan pasir kelabu yang luas di sepanjang pantai, terpisah sepanjang garis lurus dengan pasir berwarna kecoklatan yang mengkilap karena jilatan ombak. Pantai dengan hamparan pasir yang luas sepanjang kurang lebih 200 meter ini dipagari oleh bukit cadas di kiri kanannya, membentuk zona seperti huruf U. Di sebelah kiri, terdapat karang terjal dan tajam yang biasa digunakan penduduk setempat untuk memancing. Sedangkan di sebelah kanan, terdapat tembok batu berlapis setinggi kurang lebih 25 meter, sebagiannya tertutup oleh pepohonan. Di sanalah gua matu berada.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPantai kecil berpasir kelabu ini sangat sedap dipandang mata. Tapi jangan coba-coba mandi di laut, ombaknya besar-besar dan mengerikan. Penduduk setempat hanya berani memancing dari pinggir, dari atas batu karang.\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-KEEXcJDTHDI\/ToG55jRDJXI\/AAAAAAAABSs\/uu6pe3USVgw\/s1600\/P2230015.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"300\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-KEEXcJDTHDI\/ToG55jRDJXI\/AAAAAAAABSs\/uu6pe3USVgw\/s400\/P2230015.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-4vKRTEkOpR4\/ToG6N_kkTEI\/AAAAAAAABSw\/yjg5weeRg3c\/s1600\/P2230011.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"300\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-4vKRTEkOpR4\/ToG6N_kkTEI\/AAAAAAAABSw\/yjg5weeRg3c\/s400\/P2230011.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EII.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKarena kami tidak yakin di mana lubang pintu masuk gua Matu, kami bertanya pada penduduk setempat yang kami lihat dari kejauhan sedang memancing di atas batu cadas terjal dan tajam, disebelah kiri. Dari pengamatan kami dari kejauhan kira-kira 10 meter, kami tidak melihat ada lubang pintu masuk gua ini.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EUntuk menemui pak Mirzan, kami harus memanjat tebing cadas terjal yang bagian bawahnya dihempas ombak-ombak besar. Sekilas, perjalanan itu seperti mustahil kami lakukan, tapi karena niat sudah bulat, dan tekad sangat kuat, kami beranikan diri untuk memanjat. Dir memutuskan untuk menunggu di bawah.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDari Tanya jawab dengan pak Mirzan, kami belum juga mendapat gambaran yang jelas.\u003Cbr \/\u003EAkhirnya, pak Mirzan bersedia mengantar kami, meninggalkan kegiatan memancingnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ETernyata pintu masuk gua Matu memang tidak kelihatan dari tempat kami berdiri tadi, tertutup oleh pohon dan beberapa lapis batu-batu besar. “Kalian beruntung. Kalian datang pada waktu air laut sedang surut. Kalau laut sedang pasang, jalan menuju pintu gua tertutup oleh air laut. Kalau mau masuk, kalian harus memanjat di dinding bukit itu”, kata pak Mirzan menunjuk ke dinding batu vertikal yang kokoh, dirambati oleh akar-akar pohon. Membayangkan diri merambat di dinding batu yang radikal seperti itu, dengan resiko terjatuh di telan oleh air laut pasang, aku jadi ngeri. “Kalau air laut sedang pasang, biasanya tidak ada yang berani memasuki gua”, lanjut pak Mirzan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPintu masuk gua Matu ternyata berbeda dengan bayangan saya. Saya membayangkan sebuah lubang lebar menganga berbentuk bulat, leluasa dimasuki oleh manusia. Tapi yang kami temui adalah sebuah lubang nyaris berbentuk segitiga memanjang ke atas, dengan lebar pada bagian alasnya sekitar 60 cm. Lubang pintu masuk ini terkesan seperti celah yang timbul ketika dua potong batu raksasa di rekatkan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Sekarang sih enak keluar masuk gua ini”, kata pak Mirzan. “Dulu, pintu masuk ini dijaga oleh ular besar yang melingkar di dalam lubang itu”, pak Mirzan menunjuk sebuah lubang besar bertingkat di atas pintu masuk. Melihat dari bentuknya, lubang itu memang seperti dirancang untuk tempat ular bersarang. “Dulu, diperlukan nyali lebih besar lagi untuk masuk gua ini”, kata pak Mirzan.” Karena, kadang-kadang, badan ular itu tersentuh oleh kepala kita.” \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDi depan pintu masuk kami menemui abu bekas pembakaran kemenyan, sepertinya sisa tadi malam. Di dekatnya, ada beberapa batang rokok seperti dijemur karena basah, di atas anyaman bambu kecil persegi empat. “Itu bekas orang tadi malam”, kata pak Mirzan. “Orang sering berkunjung ke sini ya, Pak?”, tanyaku. “Ya, cukup sering.” “Orang dari mana saja?”, tanyaku lagi. “Dari mana-mana. Ada yang dari Jawa. Ada juga orang sekitar sini.” “Apa saja tujuan mereka, Pak?’, kejarku. “Macam-macam pula”. Jawab pak Mirzan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-KhTosYH70Kg\/ToG6gYGsBFI\/AAAAAAAABS0\/0vFIyTvNWTw\/s1600\/P2230064.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"300\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-KhTosYH70Kg\/ToG6gYGsBFI\/AAAAAAAABS0\/0vFIyTvNWTw\/s400\/P2230064.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-4mq8TUkMpLE\/ToG6uyv9-mI\/AAAAAAAABS4\/PBL7HQLSQsc\/s1600\/P2230066.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"300\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-4mq8TUkMpLE\/ToG6uyv9-mI\/AAAAAAAABS4\/PBL7HQLSQsc\/s400\/P2230066.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EIII.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMemasuki gua Matu seperti memasuki alam lain. Begitu kaki melangkah ke dalam, rasanya seperti terputus dari dunia luar. Ruangan di dalam gua Matu ternyata lega dan lapang sehingga kami leluasa bergerak. Aroma mistis mulai terasa sejak langkah pertama, melewati lubang pintu masuk itu. Suasana seperti mencekam. Kami seperti terkepung dalam suasana mistis. Kami berempat berjalan dengan pikiran masing-masing. Tidak ada yang banyak bicara. Cuma pak Mirzan yang menjadi guide kami yang bicara, membeberkan sepenuh pengetahuannya tentang gua ini. Cerita-cerita mistis soal gua Matu yang kami dengar selama ini seperti mendapat penguatannya ketika kami berada di dalam gua ini. “Jangan sekali-kali berkata-kata atau berbuat kotor di dalam gua ini”, kata pak Mirzan. “Dan jangan pula berkata-kata yang sifatnya melecehkan atau tidak percaya”, katanya lagi. “Pernah ada orang sekitar sini yang berkata melecehkan, ’Masuk gua seperti ini nggak ada permisi-permisian’, katanya. Beberapa menit kemudian, dia pingsan. Terpaksa kami harus menggendongnya keluar”, cerita pak Mirzan. “Pernah pula ada yang membunuh seekor ular di dalam gua ini. Tak lama kemudian, dia jatuh sakit selama satu bulan.” Mendengar cerita pak Mirzan, kami jadi ciut. “Jangan pula kencing di dalam gua ini”, katanya menambahkan. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKalau mau dihimpun semua, banyak sekali cerita-cerita pak Mirzan soal gua Matu. Pesan yang tersirat dari cerita-cerita itu, agar kita jangan sekali-sekali meremehkan soal mistifikasi gua Matu. “Orang paling berani sekali pun, yang berani makan daging manusia mentah-mentah, menjerit memasuki gua ini”, katanya. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBeberapa langkah dari pintu masuk, aroma kotoran kelelawar mulai menyergap. Selanjutnya, bau kotoran kelelawar ini setia menemani kami di setiap sudut bagian dalam gua. Bau kotoran kelelawar adalah ciri khas yang tak terpisahkan dari gua Matu ini.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBagian dalam gua Matu terdiri dari dua bagian, bagian entrance dan lobi, sebutlah begitu. Bagian entrance adalah sebuah lorong selebar kurang lebih 3 meter, menghubungkan pintu masuk dengan lobi, dengan ketinggian atap sekitar 4 meter. Sedangkan lobi adalah sebuah ruangan bulat lebar seperti kubah mesjid dilihat dari dalam, dengan ketinggian atap sekitar 8 meter, dengan luas lebih kurang 200 meter persegi. Memasuki lobi, kami disambut oleh ribuan, jutaan menurut pak Mirzan,  kelelawar yang bermanuver di sekitar langit-langit gua. Ribuan kelelawar yang terbang membabi buta itu kadang-kadang menabrak manusia yang lewat di dekatnya. Jumlah kelelawar di dalam lobi sebenarnya tidak terlalu banyak, tapi jika kita masuk lorong lebih ke dalam lagi, jumlahnya semakin banyak. Menurut pak Mirzan, saking banyaknya kelelawar berterbangan di lorong gua ini, timbul angin kencang seperti badai. “Kalau kita membawa obor, apinya meliuk-liuk seperti kena angin badai”, katanya. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Ada sarang burung walet nggak di dalam gua ini?”, tanya Sapta. “Jangan pernah berpikir Anda akan mendapatkan sarang burung walet di dalam gua ini”, jawab pak Mirzan. “Gua Matu bukan tempat untuk mencari benda-benda seperti itu.” Menilik dari kepribadian pak Mirzan yang bersahaja, kami percaya dengan kejujurannya. Dia yang sehari-harinya keluar masuk gua ini, baik siang maupun malam hari, tidak pernah mendapatkan apa-apa dari dalamnya. Kalau di dalam gua ini ada harta karun, atau sarang burung walet, tentu dia sudah jadi orang kaya sejak dulu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Untunglah kita masuk ketika matahari belum lewat. Kalau matahari sudah lewat lubang itu, keadaan di sekitar sini gelap gulita”, pak Mirzan menunjuk lubang yang cukup besar di dinding  gua, di belakang kami. Lubang yang dia sebut jendela itu memancarkan cahaya matahari ke dalam gua, sehingga suasana di dalam lobi tidak terlalu gelap. “Sore hari, kita harus membawa lampu senter untuk masuk sini”, katanya. Saya tengok jam di HP, pukul 10.52.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDari lobi ini, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menyusuri lorong-lorong kecil yang semakin jauh semakin semakin rendah atapnya, sampai titik di mana kita tidak bisa lagi berdiri. Membayangkan perjalanan menyusuri lorong gelap yang sempit dengan berjalan duduk, kami jadi ciut. Akhirnya, kami mundur setelah mencoba beberapa langkah. Lorong-lorong cabang dari lobi ini ter bagi ke dalam cabang-cabang lagi, sehingga menyerupai labirin. Salah-salah, kita bisa tersesat tidak menemukan jalan keluar.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Orang sering menginap di sini ya, Pak?”, tanyaku pada pak Mirzan. “Iya, sering. Mereka tidur di sekitar sini”, katanya menunjuk ke dinding lobi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESetelah berada di dalam gua kurang lebih satu jam, kami keluar. Untunglah di antara kami berempat tidak ada yang bertingkah macam-macam, sehingga kami bisa keluar dengan selamat. Kami bersyukur apa yang diceritakan pak Mirzan tadi tidak terjadi pada kami.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-8jHRGkWirsg\/ToG64ho_rhI\/AAAAAAAABS8\/Yayz_A9-UbQ\/s1600\/P2230059.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"300\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-8jHRGkWirsg\/ToG64ho_rhI\/AAAAAAAABS8\/Yayz_A9-UbQ\/s400\/P2230059.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-77rQNK1Jz0Q\/ToG7CpLi8zI\/AAAAAAAABTA\/a5FMDRqp5NM\/s1600\/P2230061.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"300\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-77rQNK1Jz0Q\/ToG7CpLi8zI\/AAAAAAAABTA\/a5FMDRqp5NM\/s400\/P2230061.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EIV.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKeluar dari mulut gua, pak Mirzan menunjuk ke sebuah bukit karang kecil menyerupai sebuah pulau karena berada di mulut sungai, di muara, di pinggir pantai berpasir kelabu itu. “Konon, itulah mesjid mereka”, katanya. Kami berempat langsung nyambung siapa yang dimaksud dengan ‘mereka’ oleh pak Mirzan. Kami maklum. Tidak ada di antara kami yang bertanya lebih jauh. Cerita-cerita soal gua Matu yang pernah kami dengar sudah cukup merupakan referensi bagi kami untuk memahami apa yang dimaksud pak Mirzan,  sebuah ‘dunia lain’ yang  tidak kasat mata. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKami harus kembali ke warung di desa Campang di mana kami menitipkan sepedamotor tadi, dengan berjalan mendaki bukit yang tadi kami turuni. Ternyata perjalanan mendaki lebih melelahkan daripada menurun. Dengan nafas tersengal-sengal, akhirnya kami tiba juga di warung tempat kami menitipkan sepedamotor. Ternyata bapak yang tadi duduk di depan warung masih ada di situ. Dari omong-omong dengannya, kami peroleh keterangan bahwa dia berasal dari Bengkunat. Sudah tiga malam dia menginap di gua Matu, dan dia akan menginap selama empat hari lagi. “Ada niat apa, Pak?”, tanya kami. “Ya, sekedar untuk meminta kelancaran usaha”, jawabnya.***"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/180773145670904033\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2010\/04\/gua-matu-gua-mistis.html#comment-form","title":"5 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/180773145670904033"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/180773145670904033"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2010\/04\/gua-matu-gua-mistis.html","title":"Gua matu, Gua Mistis"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-1SLSVKTpZYE\/ToG5kho0hAI\/AAAAAAAABSo\/FUWUyPaE4gw\/s72-c\/P2230062.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"5"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-7085237270169287144"},"published":{"$t":"2013-01-09T17:38:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2013-01-09T17:42:34.086+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Angin Kencang Nelayan Tak Berani Melaut"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-bOhB6l_HqeQ\/UO1IG5FERyI\/AAAAAAAAHmo\/Y8sQU1_c43U\/s1600\/IMG_0372dua.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-bOhB6l_HqeQ\/UO1IG5FERyI\/AAAAAAAAHmo\/Y8sQU1_c43U\/s400\/IMG_0372dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EHujan disertai angin kencang yang turun sejak pagi dini hari, Rabu, 9 Januari 2013 menyebabkan banjir kecil di sungai-sungai yang ada di wilayah Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dan sekitarnya. Meski hujan tidak terlalu deras, namun karena berlangung terus menerus tanpa henti dari pagi hingga siang dan baru berhenti sekitar pukul 15:00, tak ayal menyebabkan volume air di beberapa sungai meningkat, meski tidak sampai menggenangi rumah warga.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-hxoz5B1H7i0\/UO1I99ULokI\/AAAAAAAAHm0\/GUf77uMUnT8\/s1600\/IMG_0344dua.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-hxoz5B1H7i0\/UO1I99ULokI\/AAAAAAAAHm0\/GUf77uMUnT8\/s400\/IMG_0344dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESelain itu, banjir dan angin kencang juga menyebabkan air laut meradang dan berubah warna. Air laut yang biasanya berwarna biru berubah menjadi cokelat pada bagian pinggirnya. Dan suasana laut yang damai seperti \u003Cspan style=\"mso-spacerun: yes;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003Ebiasanya berubah menjadi angker dan menakutkan. Tidak ada nelayan yang berani melaut. Perahu-perahu yang ditambatkan di dermaga terombang-ambing dihempas ombak. Angin kencang yang mengoyang pepohonan membuat suasana jadi tambah mencengkam. Tidak ada hasil tangkapan nelayan untuk hari ini. Ikan-ikan yang dijual di pasar adalah hasil tangkapan beberapa hari yang lalu.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/7085237270169287144\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2013\/01\/angin-kencang-nelayan-tak-berani-melaut.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/7085237270169287144"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/7085237270169287144"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2013\/01\/angin-kencang-nelayan-tak-berani-melaut.html","title":"Angin Kencang Nelayan Tak Berani Melaut"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-bOhB6l_HqeQ\/UO1IG5FERyI\/AAAAAAAAHmo\/Y8sQU1_c43U\/s72-c\/IMG_0372dua.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-4122923513076810481"},"published":{"$t":"2012-12-22T16:15:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2012-12-22T16:15:03.787+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Pembangunan Jangan Merusak Keindahan Alam"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cimg height=\"266\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/-2DCZ2Sy3Agw\/UNV5YBDly6I\/AAAAAAAAHf0\/ig43xQdts6Y\/s400\/IMG_0304tiga.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EJangan biarkan sawah yang indah ini menjadi tempat permukiman\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EPembentukan Kabupaten Pesisir Barat yang baru saja ditetapkan oleh DPR RI tanggal 25 Oktober 2012 lalu tentu membawa konsekuensi pembangunan. Dan pembangunan tentu saja membawa konsekuensi kerusakan lingkungan. Sangat disayangkan bila hal ini terjadi nanti di kabupaten yang dikenal dengan keindahan alamnya ini. Apalagi kabupaten ini mengandalkan industri wisata yang tentunya sangat tergantung pada keindahan alam.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EDan konsekuensi paling nyata dari kerusakan alam lingkungan adalah bencana. Bencana banjir dan tanah longsor yang beruntun menimpa kabupaten ini baru-baru ini tentu akibat dari penggundulan hutan, atau alih fungsi lahan. Pohon-pohon damar yang dibabat untuk diganti dengan tanaman sawit atau untuk diambil kayunya telah menimbulkan banjir dan tanah longsor di mana-mana di wilayah kabupaten ini yang menimbulkan korban jiwa dan juga harta benda yang tidak sedikit.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EPemerintah yang akan dibentuk nanti hendaknya bisa menjaga keseimbangan antara membangun \u0026nbsp;dan menjaga keutuhan dan keindahan alam wilayah ini. Wilayah-wilayah tertentu yang disukai wisatawan karena keindahan dan kesejukan alamnya hendaknya dipertahankan. Sawah-sawah yang menghampar luas yang merupakan \u0026nbsp;andalan sektor wisata hendaknya dipertahankan sebagai sawah, jangan dialihfungsikan menjadi lahan permukiman atau wilayah industri karena jika ini terjadi tentu akan menjadi bencana bagi industri wisata di daerah ini. \u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EWilayah permukiman dan industri hendaknya dikonsentrasikan pada lahan yang selama ini tidak produktif atau lahan tidur. Wilayah sekitar pantai hendaknya dieksplorasi secara optimal untuk kepentingan wisata. Jangan menjadikan wilayah sekitar pantai sebagai pusat perkantoran atau industri.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EPemerintahan yang terbentuk nanti harus mempunyai visi menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan karena sektor inilah yang secara nyata bisa diandalkan sebagai sumber penghasilan asli daerah, jangan berspekulasi dalam sektor lain yang belum tentu potensinya.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ERepong damar yang sudah terkenal karena reputasinya sebagai salah satu pola dalam konservasi alam hendaknya dilestarikan dan \u0026nbsp;dikembangkan lebih luas lagi. Jangan ada lagi alihfungsi repong damar menjadi perkebunan sawit atau perkebunan apapun lainnya. Repong damar adalah ikon masyarakat pesisir; identitas dan kebanggaan tradisional masyarakat pesisir yang sudah terkenal di mana-mana. Keberadaan dan kelestarian repong damar harus dijaga. Jangan sampai masyarakat pesisir kehilangan identitas dan kebanggaan tradisionalnya yang selama ini dijaga turun temurun hingga ratusan tahun. \u0026nbsp;\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EPembangunan Kabupaten Pesisir Barat ke depan hendaknya merupakan pembangunan yang berwawasan lingkungan.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/4122923513076810481\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/12\/pembangunan-jangan-merusak-keindahan.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/4122923513076810481"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/4122923513076810481"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/12\/pembangunan-jangan-merusak-keindahan.html","title":"Pembangunan Jangan Merusak Keindahan Alam"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/-2DCZ2Sy3Agw\/UNV5YBDly6I\/AAAAAAAAHf0\/ig43xQdts6Y\/s72-c\/IMG_0304tiga.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-2747569812955250093"},"published":{"$t":"2012-12-10T18:30:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2012-12-10T18:42:31.869+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Masyarakat Pesisir Krui Gelar Syukuran DOB KPB"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cimg height=\"266\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/-fWRYSvkyH8o\/UMXEo6zfKPI\/AAAAAAAAHe8\/3IDoNFTRp1A\/s400\/IMG_0212dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EMasyarakat pesisir Krui melakukan acara syukuran atas terbentuknya DOB Kabupaten Peisir Barat di lapangan sepakbola pekon Way Napal, Senin, 10 Desember 2012. Sebagaimana yang kita ketahui DOB Kabupaten Pesisir Barat telah disahkan oleh DPR pada tanggal 25 Oktober 2012 lalu seperti yang tertuang dalam UU No.22 tahun 2012.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EAcara yang meriah tersebut dihadiri oleh gubernur Lampung Drs. Sjachroedin ZP, beserta ribuan masyarakat pesisir dan tokoh-tokoh adat setempat yang datang dengan beraneka pakaian adat. Turut hadir pula tokoh masyarakat pesisir Krui yang kondang sebagai pengacara di Jakarta yaitu Henry Yosodiningrat beserta istri, adik ketua MPR Taufik Kiemas Ir Nazarudin Kiemas, tokoh masyarakat Krui\u0026nbsp; yang pernah mencalonkan diri sebagai bupati lampung Barat dalam pilkada tahun 2007 Agus Istiqlal, dll.\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,\u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red; font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,\u0026quot;serif\u0026quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cimg height=\"266\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/-rwPbQnC7M3U\/UMXC9khb8cI\/AAAAAAAAHeI\/TE1eiri_r7U\/s400\/IMG_0173dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cimg height=\"266\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/-1sgZ1DIWiJI\/UMXDyaEbI7I\/AAAAAAAAHeg\/QOy541bJEBo\/s400\/IMG_0204dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESelain itu, turut pula hadir kapolda Lampung brigjen Heru Winarko, komandan lanal Lampung, bupati lampung Selatan Rycko Menoza, anggota DPD RI H. Aryodhia Febriansyah, beserta beberapa pejabat lainnya. \u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKepala P3KPB Drs Aidin Adlan dalam kata sambutannya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah turut serta berpartisipasi dalam pembentukan Kabupaten Pesisir Barat. Beliau menyebutkan beberapa tokoh yang sangat berjasa dalam pembentukan kabupaten tersebut seperti Taufik Kiemas, gubernur Lampung Sjachroedin ZP, bupati Lampung Barat Drs Mukhlis Basri, dll.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESedangkan bupati Lampung Barat, dalam kata sambutannya yang dibacakan oleh wakilnya Drs. Makmur Azhari, yang baru dilantik pada hari itu juga, selain mengucapkan syukur atas terbentuknya kabupaten yang baru tersebut juga mengajak masyarakat pesisir Krui agar bekerja sama membangun daerahnya agar Kabupaten Pesisir Barat kelak menjadi daerah yang maju. “Bahkan lebih maju dari kabupaten-kabuaten yang lainnya,” katanya.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EDi lain pihak, gubernur Lampung, dalam sambutannya yang meriah dan menggebu-gebu mengatakan wilayah Kabupaten Pesisir Barat membentang mulai dari ujung utara di Pugung hingga Bengkunat Belimbing di ujung selatan. “Seluruh kekayaan alam yang ada di wilayah ini adalah milik Kabupaten Pesisir Barat; lautnya, ikan hiunya, ikan pausnya, serta belut-belutnya semuanya milik Kabupaten Pesisir Barat,” kelakarnya, yang mendapat sambutan meriah dari hadirin. \u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EDalam kata sambutannya yang memegang teks namun tidak dia bacakan tersebut, Sjachroedin juga mengatakan bahwa dia mendukung sepenuhnya pembangunan Pesisir Barat. “Pemerintah provinsi Lampung siap menganggarkan dana 5 milyar dalam tahun anggaran 2013 mendatang untuk pembangunan Pesisir Barat,” katanya. Selain itu, Sjachroedin juga mengatakan dia berencana akan membangun rumah sakit, rumah adat, dan pelabuhan di kabupaten tersebut.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EAcara yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat pesisir tersebut sempat tertunda selama beberapa jam dari jadwal yang direncanakan. Menurut rencana acara akan dibuka pukul 11:00, namun gubernur Lampung yang ditunggu-tunggu beserta rombongan baru tiba pada pukul 14:00. Masyarakat Krui yang telah hadir di tempat acara sejak pukul 10 terpaksa harus sabar menunggu. \u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Georgia, Times New Roman, serif;\"\u003ETiba di tempat acara gubernur Lampung beserta Ibu Truly Sjachroedin disambut dengan tata cara adat setempat, yaitu dengan dimasukkan ke dalam \u003Ci\u003Ealam gemiser\u003C\/i\u003E dan diarak dengan iringan \u003Ci\u003Ehadra\u003C\/i\u003E.\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"\u003E\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/2747569812955250093\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/12\/masyarakat-pesisir-krui-gelar-syukuran.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/2747569812955250093"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/2747569812955250093"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/12\/masyarakat-pesisir-krui-gelar-syukuran.html","title":"Masyarakat Pesisir Krui Gelar Syukuran DOB KPB"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/-fWRYSvkyH8o\/UMXEo6zfKPI\/AAAAAAAAHe8\/3IDoNFTRp1A\/s72-c\/IMG_0212dua.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-345385807501666433"},"published":{"$t":"2012-11-28T19:36:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2012-12-01T19:31:51.445+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Festival Teluk Stabas XV"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg height=\"265\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/-TOwqbBakBHQ\/ULYDOtEA2II\/AAAAAAAAHYU\/a3W6cKzShSM\/s400\/IMG_9673dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EPemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E \u003C\/span\u003Etahun ini kembali menyelenggarakan Festival Teluk Stabas. Penyelenggaraan festival yang dimaksudkan untuk menarik kunjungan wisatawan ini tahun ini adalah yang ke-15. Kalau tahun-tahun sebelumnya Festival ini selalu diselenggarakan di ibukota kabupaten Liwa, tahun ini untuk yang pertama kalinya diselenggarakan di wilayah pesisir yaitu di Kecamatan Pesisir Tengah, Krui.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg height=\"266\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/-qofi-4T4hGE\/ULYCpjuvOwI\/AAAAAAAAHX4\/WuujctYKRh0\/s400\/IMG_9557dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg height=\"266\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/-PQvt78YgJYg\/ULYD-navBzI\/AAAAAAAAHYs\/UdG7W9afDak\/s400\/IMG_9691dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EPenyelenggaraan Festival ini akan berlangsung empat hari, mulai tanggal 28 November hingga 1 Desember 2012. Festival tersebut akan menyelenggarakan berbagai lomba, yaitu lomba bola voli pantai, lomba lagu Lampung, lomba layang-layang, lomba bedikegh, lomba butetah, lomba tari kreasi, lomba foto, lomba hahiwang, lomba ngehahedo, serta lomba gambus tunggal.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EFestival yang meriah ini dibuka dengan iring-iringan pawai budaya yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Barat. Pawai dimulai dari kawasan Tugu Tuhuk, Pasar Krui, Rabu, 28 November 1012, sekitar pukul 14:00, bergerak menuju lapangan sepakbola Labuhan Jukung di mana festival ini dipusatkan. \u0026nbsp;Selain pawai budaya dari masing-masing kecamatan, pawai ini juga dimeriahkan oleh marching band anak-anak MAN Krui, dan \u003Ci\u003Etapis carnival\u003C\/i\u003E.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg height=\"266\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/-RQUPvTRBjKU\/ULYEqzSlHYI\/AAAAAAAAHZY\/1J9yvEW9J7o\/s400\/IMG_9824dua.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EAcara pembukaan yang juga dihadiri oleh para undangan dari kabupaten tetangga ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Gatot Hudi Utomo disertai Bupati Lampung Barat Drs. Mukhlis Basri MM serta unsur pimpinan Kapupaten Lampung Barat lainnya. \u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EDalam kata sambutannya yang ringkas, ringan, dan tanpa teks Mukhlis Basri mengatakan Festival Teluk Stabas yang ke-15 ini sengaja diselenggarakan di wilayah pesisir, sekaligus sebagai ucapan perpisahan karena mulai tahun depan wilayah pesisir akan menyelenggarakan pemerintahannya sendiri, yaitu Kabupaten Pesisir Barat. Selain itu beliau juga mengatakan tahun depan Kabupaten Pesisir Barat akan menyelenggarakan festival ini sendiri. \u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EKepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Gatot dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf Gubernur Lampung karena beliau tidak bisa menghadiri acara tersebut. Gubernur Lampung dalam sambutannya, yang dibacakan Gatot, mengatakan Lampung Barat kaya akan objek wisata yang perlu dikembangkan lebih jauh.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EAcara pembukaan tersebut dimeriahkan pula oleh hahiwang atau segata, pertunjukan musik lagu Lampung yang dibawakan oleh mahasiswa ISI Yogyakarta, serta Tarian Keris Aria Istinja Darah yang dibawakan oleh sanggar seni Setiwang sebagai penutup. Rangkaian acara pembukaan yang meriah yang berakhir pada pukul 17:00 tersebut sempat terganggu oleh turunnya hujan.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EAcara pembukaan tersebut dimeriahkan pula oleh seorang para layang yang terbang berputar-putar membawa spanduk bertuliskan 'Festival Teluk Stabas XV' di atas lapangan sepakbola Labuhan Jukung.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/345385807501666433\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/11\/festival-teluk-stabas-xv.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/345385807501666433"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/345385807501666433"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/11\/festival-teluk-stabas-xv.html","title":"Festival Teluk Stabas XV"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/-TOwqbBakBHQ\/ULYDOtEA2II\/AAAAAAAAHYU\/a3W6cKzShSM\/s72-c\/IMG_9673dua.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-896726958650831707"},"published":{"$t":"2012-10-26T19:21:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2012-10-27T22:37:13.237+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Selamat Datang Kabupaten Pesisir Barat"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cimg src=\"http:\/\/themi.files.wordpress.com\/2009\/02\/peta-krui1.jpg?w=484\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\" \/\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EPeta Kabupaten Pesisir Barat\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EDengan disahkannya UU DOB pada sidang paripurna DPR tanggal 25 Oktober kemarin, kini Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, yang mencakup wilayah pesisir Krui dan sekitarnya, telah resmi ditetapkan sebagai daerah otonom baru, sebuah kabupaten tersendiri yang terpisah dari kabupaten induknya, yaitu Kabupaten Lampung Barat. Selain Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dalam sidang paripurna tersebut ikut pula disahkan UU pembentukan empat daerah otonom lainnya, yaitu Provinsi Kalimantan Utara di Kalimantan, Kabupaten Pangandaran di Jawa Barat, Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kabupaten Pegunungan Arfak, keduanya di Provinsi Papua Barat.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EDengan demikian, kini terbayarlah sudah kerja keras dan perjuangan masyarakat Krui dan sekitarnya selama ini. Terwujud sudah apa yang selama mereka impi-impikan. Tercapai sudah apa yang selama mereka cita-citakan, yaitu mempunyai pemerintahan kabupaten tersendiri.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESudah sejak sepuluh tahun lalu aspirasi masyarakat Krui dan sekitarnya ini coba disalurkan. Dan wujud nyata dari perjuangan itu adalah diikutsertakannya Kabupaten Pesisir Barat dalam usulan RUU DOB tahun 2008, bersama tiga aspirasi DOB lainnya di provinsi Lampung, yaitu Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Mesuji. Namun apa daya, tiga kabupaten lain tersebut berhasil terbentuk sedangkan masyarakat pesisir Krui dan sekitarnya harus gigit jari.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ENamun, dengan tidak putus asa, masyarakat pesisir Krui dan sekitarnya kembali mengusulkan diri sebagai DOB pada tahun-tahun berikutnya. Dan lagi, perjuangan tersebut kembali terhambat karena pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan moratorium pembentukan DOB, sehingga masyarakat Krui dan sekitarnya harus kembali menunggu. Walhasil, baru setelah sepuluh tahun berjuang masyarakat Pesisir Barat, Krui, bisa menikmati hasilnya.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EAspirasi masyarakat Krui dan sekitarnya untuk membentuk kabupaten tersendiri ini kiranya mudah dimengerti. Betapa tidak, secara geografis dan kultural\u0026nbsp; daerah ini memang terpisah dari kabupaten induknya, yaitu Kabupaten Lampung Barat. Di samping itu, jumlah penduduk dan potensi sumber daya alam yang dimilikinya juga sudah cukup sebagai modal untuk membentuk kabupaten baru.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EWilayah pesisir barat, Krui dan sekitarnya, memerlukan konsenstrasi penuh dari pemerintah daerah kabupaten setempat untuk mengembangkan berbagai sumber daya alam yang ada di dalamnya. Satu-satunya cara agar pemerintah daerah terkonsenstrasi pada pembangunan wilayah pesisir ini adalah dengan membentuk kabupaten tersendiri. Wilayah Kabupaten Lampung Barat yang ada selama ini memang terlalu luas, sehingga menyulitkan pemerintah kabupaten setempat dalam pengelolaannya.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESalah satu potensi besar yang tersimpan di wilayah ini adalah pariwisata. Dewasa ini pariwisata di daerah pesisir Krui dan sekitarnya berkembang secara alami, nyaris tanpa campur tangan pemerintah daerah kabupaten. Pun demikian, terdapat kemajuan yang pesat di dalam sektor ini, yang nyata terlihat dengan mata kepala, dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dari waktu ke waktu. Apatah lagi jika kelak ada pemerintahan tersendiri yang lebih terkonsenstrasi, yang menjadi motor pengerak dalam eksploitasi dan pengelolaannya.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EWilayah ini sudah memiliki bandara yang sewaktu-waktu bisa dioperasikan secara komersial. Jika pemerintah daerah ini kelak pandai mengelolanya, tak ayal bandara tersebut akan menjadi sarana pendukung yang sangat potensial bagi perkembangan sektor wisata di daerah ini. Kelak, pemerintah daerah in harus mempunyai visi untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan untuk memajukan daerah. Jika pemerintah daerah pandai-pandai mengelolanya, bukannya tidak mungkin Kabupaten Pesisir Barat akan menjadi salah satu kabupaten yang benar-benar bisa berdiri sendiri, yang bisa menghidupi dirinya sendiri tanpa harus tergantung pada pemerintah pusat.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESektor perkebunan dan perikanan juga harus diberi perhatian khusus. Pemerintah daerah kabupaten ini kelak harus bisa menemukan cara-cara baru untuk lebih memberdayakan petani dan nelayan. Di bidang perkebunan, repong damar yang selama ini sudah menjadi ikon masyarakat Krui dan sekitarnya, dan telah dianggap sebagai sebuah metode ampuh bagi konservasi alam, hendaknya dipertahankan dan lebih dikembangkan lagi sehingga bisa mempertahankan fungsinya sebagai sektor andalan untuk menopang perekonomian masyarakat. \u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EDaerah pesisir sebenarnya mempunyai nilai plus yang tidak dipunyai daerah pedalaman. Dengan terbukanya akses, baik darat, laut, maupun udara berarti daerah pesisir lebih terbuka kesempatannya untuk berkembang. Pemerintah daerah harus pandai-pandai memanfaatkan akses ini untuk investasi dan perdagangan.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EPembentukan daerah otonom baru ini adalah amanat rakyat. Kelak pemerintah daerah kabupaten ini \u0026nbsp;harus pandai-pandai menjalankan amanat tersebut. Aparat pemerintahnya harus punya integritas dan dedikasi yang tinggi untuk membangun daerah. Jangan menjadi pemerintah yang hanya ingin menguasai aset-aset pembangunan dan politik semata tanpa menjunjung tinggi amanat rakyat, agar pembentukan kabupaten baru ini tidak sia-sia, atau lebih banyak membawa mudaratnya dibandingkan manfaatnya.***\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/896726958650831707\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/10\/selamat-datang-kabupaten-pesisir-barat.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/896726958650831707"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/896726958650831707"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/10\/selamat-datang-kabupaten-pesisir-barat.html","title":"Selamat Datang Kabupaten Pesisir Barat"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"thr$total":{"$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-2822176678032841495"},"published":{"$t":"2012-10-14T15:26:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2012-10-14T19:26:16.145+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Pemda Lampung Barat Bangun 'Cottage'"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-K32g68q2LPs\/UHp2w3GD4GI\/AAAAAAAAGoQ\/w_w_fuOtC-4\/s1600\/IMG_7956.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-K32g68q2LPs\/UHp2w3GD4GI\/AAAAAAAAGoQ\/w_w_fuOtC-4\/s400\/IMG_7956.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EPemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kini sedang membangun \u003Ci\u003Ecottage \u003C\/i\u003Edi wilayah pesisir. Sarana akomodasi yang nantinya diperuntukkan bagi wisatawan yang berkunjung ke pantai Krui tersebut terletak di Pantai Labuhan Jukung. Untuk tahap pertama \u003Ci\u003Ecottage\u003C\/i\u003E yang dibangun terdiri dari tiga unit dan terletak di bibir pantai, tepat menghadap ombak yang biasa dikunjungi para peselancar mancanegara.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EIni adalah investasi Pemda Lampung Barat yang pertama bagi pengembangan wisata wilayah pesisir. Meski agak terlambat, dan sudah didahului oleh investor swasta, diharapkan investasi Pemda ini merupakan pertanda awal yang baik akan perkembangan wisata wilayah pesisir di masa yang akan datang.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-aO5ff54gLqI\/UHp6j6vkwBI\/AAAAAAAAGpA\/6oSGvcBOV74\/s1600\/IMG_7957.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-aO5ff54gLqI\/UHp6j6vkwBI\/AAAAAAAAGpA\/6oSGvcBOV74\/s400\/IMG_7957.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EWisata wilayah Pesisir Lampung Barat selama ini berkembang nyaris tanpa campur tangan pemerintah. Sarana akomodasi yang kini banyak bermunculan di pinggir pantai di sepanjang wilayah pesisir adalah murni investasi swasta. \u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ESemestinya Pemda Lampung Barat sudah sejak dahulu merintis pengembangan wisata wilayah pesisir ini karena potensi PAD yang tersimpan di dalamnya cukup menggiurkan, apalagi mengingat Pemda memiliki tanah yang luas di Pantai Labuhan Jukung, di tempat yang strategis yang justru menjadi incaran investor swasta. Melihat perkembangan kunjungan wisatawan ke wilayah pesisir akhir-akhir ini yang demikian pesat, tidak diragukan Pemda akan mendapatkan sebuah sumber baru untuk meningkatkan penghasilan daerah. Seandainya sejak dulu Pemda Lampung Barat menamkan modal tentu sekarang mereka sudah memetik hasilnya. Dan semestinyalah sekarang adalah masa menuai bagi Pemda, bukan lagi masa menanam. \u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/2822176678032841495\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/10\/pemda-lampung-barat-bangun-cottage.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/2822176678032841495"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/2822176678032841495"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/10\/pemda-lampung-barat-bangun-cottage.html","title":"Pemda Lampung Barat Bangun 'Cottage'"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-K32g68q2LPs\/UHp2w3GD4GI\/AAAAAAAAGoQ\/w_w_fuOtC-4\/s72-c\/IMG_7956.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-2700696939649362430"},"published":{"$t":"2012-08-28T18:12:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2012-08-28T19:05:30.799+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Karnaval"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-C14S59DuZPQ\/UDynQWKKZ_I\/AAAAAAAADO4\/VQN-MAqSI3s\/s1600\/IMG_4544.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-C14S59DuZPQ\/UDynQWKKZ_I\/AAAAAAAADO4\/VQN-MAqSI3s\/s400\/IMG_4544.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESatu-satunya penanda peringatan HUT RI di Krui, Lampung Barat, yang harus ada setiap tahunnya, selain upacara peringatan detik-detik proklamasi, adalah pawai budaya atau karnaval. Turnamen olahraga atau lomba seni boleh jadi tidak diselenggarakan, namun pawai budaya atau karnaval tentu tidak boleh ditinggalkan.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-0_-Bj_yntko\/UDyqRSO2tKI\/AAAAAAAADPg\/bkH7Igoakh8\/s1600\/IMG_4606.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-0_-Bj_yntko\/UDyqRSO2tKI\/AAAAAAAADPg\/bkH7Igoakh8\/s400\/IMG_4606.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-2Zgg6SF6JNE\/UDyuUgCxmlI\/AAAAAAAADQI\/Xao3Ly-xtQA\/s1600\/IMG_4625.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-2Zgg6SF6JNE\/UDyuUgCxmlI\/AAAAAAAADQI\/Xao3Ly-xtQA\/s400\/IMG_4625.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ESelain dengan karnaval, penanda yang mesti ada lainnya adalah lomba baris berbaris. Namun tahun ini lomba baris berbaris tidak diselenggarakan karena kebanyakan waktu penyelenggaraan yang semestinya bertepatan dengan bulan Ramadan. Tahun 2012 ini bulan Ramadan dimulai tanggal 20 Juli dan berakhir pada tanggal 19 Agustus sehingga membuat panitia peringatan HUT RI Krui kesulitan dalam menentukan waktu perlombaan yang tepat, yang tidak bertepatan dengan bulan puasa. \u0026nbsp;\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ENamun demikian, pelaksanaan upacara peringatan detik-detik proklamasi tetap diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus, meski bertepatan dengan bulan puasa dan sekolah sedang libur.\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-h-X2E1D1OTM\/UDyxmYL7KYI\/AAAAAAAADQw\/_uMRFL4YiZg\/s1600\/IMG_4628.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-h-X2E1D1OTM\/UDyxmYL7KYI\/AAAAAAAADQw\/_uMRFL4YiZg\/s400\/IMG_4628.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EDan tahun ini, seperti halnya tahun lalu, karnaval HUT RI yang biasanya diselenggarakan sekitar tanggal 15 atau 16 Agustus terpaksa diundur ke tanggal 28 Agustus, hari kedua sekolah masuk kembali setelah libur Idu Fitri. Namun hal itu tentu tidak mengurangi kemeriahan acara yang selalu berhasil mengundang ribuan penonton memenuhi sisi jalan sepanjang\u0026nbsp; jalan raya di kota ini. Seperti yang sudah-sudah, karnaval kali ini, yang berlangsung dalam susana mendung setelah turun hujan, pun dimeriahkan oleh para peserta dengan berbagai atraksi dan busana, mulai dari siswa-siswi PAUD hingga sekolah menegah atas. \u0026nbsp;\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003EAda yang unik dari penyelenggaraan karnaval kali ini. Sekitar dua jam sebelum acara dimulai, hujan deras mengguyur kota Krui. Namun hujan berhenti ketika acara akan diselenggarakan. Dan anehnya, hujan turun kembali setelah acara selesai. \u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/2700696939649362430\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/08\/karnaval.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/2700696939649362430"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/2700696939649362430"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/08\/karnaval.html","title":"Karnaval"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-C14S59DuZPQ\/UDynQWKKZ_I\/AAAAAAAADO4\/VQN-MAqSI3s\/s72-c\/IMG_4544.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-4041301768185199728"},"published":{"$t":"2012-04-30T19:28:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2012-04-30T19:58:43.683+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"KPB? Tunggu Sebulan Lagi!"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Ctable cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: justify;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-htmGKbRGIgk\/T56FEoVf6sI\/AAAAAAAACAg\/srMnUHTTctg\/s1600\/IMG_3792.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-htmGKbRGIgk\/T56FEoVf6sI\/AAAAAAAACAg\/srMnUHTTctg\/s400\/IMG_3792.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Times New Roman'; font-size: small;\"\u003EAnggota DPD RI Anang Prihantono, bupati Lampung Barat Mukhlis Basrie,\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Times New Roman'; font-size: small;\"\u003EKetua Panitia Kerja Pembentukan DOB Ganjar Pranowo, wakil bupati Lampung\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Times New Roman'; font-size: small;\"\u003EBarat Dimyati Amin, dan anggota DPR RI\u0026nbsp; daerah pemilihan Tanggamus dan\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Times New Roman'; font-size: small;\"\u003ELampung Barat Ismayatun dalam acara dengar pendapat dengan wakil\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Times New Roman'; font-size: small;\"\u003Emasyarakat soal pembentukan DOB Kapupaten Pesisir Barat di\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: 'Times New Roman'; font-size: small;\"\u003Egedung wanita kecamatan Pesisir Tengah, siang tadi.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ECita-cita masyarakat Pesisir Barat untuk segera memiliki kabupaten tersendiri, terpisah dari kabupaten Lampung Barat, tampaknya belum akan terwujud, setidaknya dalam beberapa bulan ke depan. Setelah menunggu sekian lama, dan setelah mengeluarkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Setelah mengalami kekecewaan demi kekecewaan. Dan setelah beribu pertanyaan timbul; mengapa kabupaten Pesisir Barat tidak kunjung terbentuk, sedangkan DOB-DOB kabupaten lain di Lampung yang pembentukannya diusulkan dalam waktu bersamaan dengan pembentukan DOB Kabupaten Pesisir Barat sudah terbentuk. Dan setelah timbul kecurigaan dan saling tuding di sana-sini, hingga kini pun masyarakat pesisir masih diliputi serba ketidakpastian.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-tpmKeORUaOg\/T56Ho4iEF8I\/AAAAAAAACAs\/KA3Lc8PRo_c\/s1600\/IMG_3778.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-tpmKeORUaOg\/T56Ho4iEF8I\/AAAAAAAACAs\/KA3Lc8PRo_c\/s400\/IMG_3778.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EGanjar mendapat kalungan selendang tapis alam acara penyambutan\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EUntuk menjernihkan karut marut dan serba ketidakpastian ini, pemerintah kabupaten Lampung Barat mengundang ketua Panitia Kerja Pembentukan daerah Otonomi Baru DPR RI Ganjar Pranowo untuk memberi penjelasan langsung di depan masyarakat pesisir, dengan harapan masyarakat akan mendapat penjelasan langsung dari tangan pertama soal proses pembentukan Kabupaten Pisisir Barat yang terkatung-katung tersebut.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-0YVO-sZVMjo\/T56LaPrqH5I\/AAAAAAAACA4\/P9NPEjaezAQ\/s1600\/IMG_3780.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-0YVO-sZVMjo\/T56LaPrqH5I\/AAAAAAAACA4\/P9NPEjaezAQ\/s400\/IMG_3780.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EGanjar Pranowo, Danang Prihantono, Ismayatun sesaat setelah penyembutan\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EDalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Wanita kecamatan Pesisir Tengah pada tanggal 30 April 2012 siang tadi , Ginanjar menjelaskan bahwa pembentukan sebuah Daerah Otonomi Baru harus ditetapkan dengan Undang-Undang. Sedangkan untuk membentuk Undang-Undang, ada 5 tahapan yang mesti dilalui, yaitu:\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Col start=\"1\" style=\"margin-top: 0cm;\" type=\"1\"\u003E\u003Cli class=\"MsoNormal\"\u003EPembuatan      RUU: inisiatif DPR atau Presiden\u003C\/li\u003E\u003Cli class=\"MsoNormal\"\u003EPenetapan      RUU DOB: inisiatif DPR\u003C\/li\u003E\u003Cli class=\"MsoNormal\"\u003ERUU      dikirim ke Presiden\u003C\/li\u003E\u003Cli class=\"MsoNormal\"\u003EPresiden      mengeluarkan Surat Presiden untuk menunjuk Menteri yang akan membahas RUU      tersebut dengan DPR\u003C\/li\u003E\u003Cli class=\"MsoNormal\"\u003EPengesahan      RUU menjadi UU dalam rapat paripurna DPR\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\" style=\"margin-left: 18.0pt;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EGanjar menjelaskan, hingga saat ini pembentukan DOB Kabupaten Pesisir Barat baru menyelesaikan tahap ke dua. Artinya bola panas itu kini berada di tangan Presiden. Di tangan Presidenlah kini nasib Pesisir Barat berada. “Mudah-mudahan (RUU tersebut) sudah sampai di meja Presiden,” kata Ginanjar. “Dan jika sudah di tangan Presiden, dan Presiden sudah mengeluarkan Surat Perintah kepada Menteri untuk membahas RUU tersebut dengan DPR, maka DPR akan melakukan sidang paripurna penetapan UU pada bulan Juni 2012 nanti. Dan jika dalam sidang paripurna bulan Juni nanti tidak berhasil menetapkan UU, maka DPR akan bersidang kembali pada Oktober,” katanya melanjutkan.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EDengan demikian, masyarakat pesisir kembali diliputi ketidakpastian. Rasa khawatir sidang paripurna DPR akan gagal menelurkan UU DOB bagi Kabupaten pesisir barat tetap ada. Apalagi menurut Ganjar, jika dalam dua kali sidang paripurna, DPR gagal menetapkan sebuah RUU menjadi UU, maka RUU tersebut tidak pernah akan dibahas lag, alias masuk kotak. “Tapi jangan khawatir,” katanya. “Pembentukan DOB Kabupaten Pesisir Barat ini menjadi prioritas.”\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EPada bagian lain, bupati Lampung Barat menegaskan bahwa dia tidak pernah bermaksud menghalang-halangi pembentukan Kabupaten Pisisir Barat; Dia mendukung pembentukan Kabupaten Lampung Barat. “Alangkah indahnya kalau UU pembentukan Kabupaten Pesisir Barat ini bisa lahir sebelum pilkada 27 september 2012, karena dengan demikian akan mengurangi \u003Ci\u003Ecost \u003C\/i\u003Epilkada,” katanya.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EPertemuan yang berlangsung sekitar dua jam setengah tersebut juga dihadiri oleh anggota DPD RI Anang Prihantono, anggota DPR RI daerah pemilihan Tanggamus dan Lampung Barat Ismayatun, wakil bupati Lampung Barat Dimayati Amin, para anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat yang berasal dari wilayah pesisir, serta unsur pimpinan daerah pesisir. \u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/4041301768185199728\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/04\/kpb-tunggu-sebulan-lagi.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/4041301768185199728"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/4041301768185199728"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/04\/kpb-tunggu-sebulan-lagi.html","title":"KPB? Tunggu Sebulan Lagi!"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-htmGKbRGIgk\/T56FEoVf6sI\/AAAAAAAACAg\/srMnUHTTctg\/s72-c\/IMG_3792.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-2024021794098733919"},"published":{"$t":"2012-01-01T14:38:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2012-01-01T14:45:18.065+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Tahun Baru di Krui"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-yomB8ix5ZSI\/TwANNNYl0FI\/AAAAAAAABsE\/SoLQLkdVGkg\/s1600\/DSCN0159.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"225\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-yomB8ix5ZSI\/TwANNNYl0FI\/AAAAAAAABsE\/SoLQLkdVGkg\/s400\/DSCN0159.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ERibuan orang memadati lapangan sepakbola di pantai Labuhan Jukung, Krui, Lampung Barat, pada malam tahun baru, 31 Desember 2011 untuk menyaksikan acara pertunjukan musik dan untuk sekedar menikmati keramaian, merayakan malam tahun baru. \u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EUntuk memeriahkan acara penyambutan tahun baru 2012, di pantai Labuhan Jukung diadakan acara \u003Ci\u003Elive\u003C\/i\u003Emusik yang disponsori salah satu merk sepedamotor. Pertunjukan musik pop dan hip-hop tersebut ditingkahi dengan permainan kembang api di udara yang \u0026nbsp;mendapat sambutan meriah dari masayarakat Krui. Meski mereka tidak dapat sepenuhnya menikmati musik yang disuguhkan malam itu—berbeda\u0026nbsp; dengan pertunjukan musik dangdut, misalnya—namun tak ayal penonton tetap membludak. \u003Ci\u003EDisplay\u003C\/i\u003E kembang api di udara merupakan salah satu daya tarik tersendiri yang tidak kalah dengan musik.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EDi samping menikmati pertunjukan musik dan kembang api, sebagian masyarakat lain, terutama anak-anak muda, asik dengan acara mereka masing-masing, di pinggir pantai. \u003Cst1:place w:st=\"on\"\u003E\u003Cst1:city w:st=\"on\"\u003EAda\u003C\/st1:city\u003E\u003C\/st1:place\u003Eyang membakar api unggun dan memanggan ikan, ada yang memainkan kembang api, dan tentu saja ada yang hanya duduk-duduk saja di pinggir pantai menikmati keramaian.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-5iDmorYQ0JY\/TwAOLdZfRVI\/AAAAAAAABsQ\/tFA06I1v-rM\/s1600\/DSCN0145.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"225\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-5iDmorYQ0JY\/TwAOLdZfRVI\/AAAAAAAABsQ\/tFA06I1v-rM\/s400\/DSCN0145.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-z3tE8ZpVngU\/TwAO6I9PPTI\/AAAAAAAABsc\/4i9OBX9ulPc\/s1600\/DSCN0152.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"225\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-z3tE8ZpVngU\/TwAO6I9PPTI\/AAAAAAAABsc\/4i9OBX9ulPc\/s400\/DSCN0152.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ERencananya, acara pentas musik tersebut akan diselenggarakan mulai pukul 10.00 pagi, namun karena cuaca tidak memungkinkan, maka acara siang hari ditiadakan. Beruntung pada malam harinya cuaca begitu cerah dan mendukung sehingga acara bisa diselenggarakan dengan meriah sebagaimana mestinya.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EIni bukanlah kali pertamanya masyarakat Krui merayakan acara menyambut tahun baru dengan begitu meriah. Jika cuaca mengijinkan, setiap tahun masyarakat Krui selalu merayakan malam tahun baru dengan pelbagai acara yang biasanya dipusatkan di pantai Labuhan Jukung.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ENamun, seperti tahun-tahun sebelumnya pula, kemeriahan acara malam tahun baru kali ini diwarnai dengan kontroversi, dengan adanya pendapat sebagian orang yang tidak setuju dengan penyelenggaraan acara untuk memeriahkan tahun baru Masehi. Sebagian orang melarang—bahkan ada pula yang mengatakan haram—umat Islam memeriahkan acara tahun baru Masehi, dengan alasan bahwa umat Islam mempunyai tahun barunya sendiri, yaitu 1 Muharam.\u0026nbsp; \u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EKenyataan bahwa tahun baru 1 Muharam tidak disambut dengan demikian meriah membuat sebagian pemuka umat Islam keki. Menurut mereka tidak sepantasnya umat Islam merayakan tahun baru Masehi dengan demikian meriah dan melupakan tahun baru\u0026nbsp; Hijriah yang merupakan acuan penganggalan umat Islam.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ETapi, dalam hal ini, tentu umat Islam tidak bermaksud melupakan penanggalan Hijriah, tidak sama sekali. Perayaan tahun baru hijriah (1 Muharam) masih tetap diselenggarakan setiap tahun, juga dengan meriah. Kalau perayaan tahun baru Masehi terasa lebih meriah, ini adalah masalah proporsi semata. Tidak bisa dipungkiri, dalam kehidupan kita sehari-hari, kita lebih banyak menggunakan penanggalan Masehi daripada penanggalan Hijriah. Kita mencatat tanggal kelahiran kita dengan penanggalan Masehi. Tanggal pernikahan kita juga menggunakan tanggal Masehi. Tanggal kematian demikian pula. Tanggal penerbitan KTP, SIM, Ijazah, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Sertifikat Tanah, Piagam, dll semuanya menggunakan penanggalan Masehi. Bahkan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha pun ditentukan dengan penanggalan Masehi. Penanggalan Hijriah nyaris hanya digunakan selama bulan Ramadan saja. \u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/2024021794098733919\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/01\/tahun-baru-di-krui.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/2024021794098733919"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/2024021794098733919"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2012\/01\/tahun-baru-di-krui.html","title":"Tahun Baru di Krui"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-yomB8ix5ZSI\/TwANNNYl0FI\/AAAAAAAABsE\/SoLQLkdVGkg\/s72-c\/DSCN0159.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-7512739842666747762"},"published":{"$t":"2011-12-16T14:58:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2011-12-16T14:58:22.389+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Duku Krui"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-OKMq5rmNClQ\/Tur5H4F6jTI\/AAAAAAAABoc\/k3m57dlVcyQ\/s1600\/IMG_1127.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-OKMq5rmNClQ\/Tur5H4F6jTI\/AAAAAAAABoc\/k3m57dlVcyQ\/s400\/IMG_1127.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EDuku adalah buah musiman utama lain dari Krui, Lampung Barat, selain durian. Musim duku biasanya datang setelah musim durian. Tapi kadang-kadang kedua musim ini datang secara bersamaan.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EPohon duku di Krui tumbuh di sela-sela pohon damar dan durian. Biasanya, pohon duku, bersama-sama dengan durian, petai, dan tanaman buah lainnya seperti manggis, hanyalah selingan di antara pohon damar. Tidak ada petani yang hanya menanam durian atau duku di dalam \u003Ci\u003Eghepong\u003C\/i\u003E mereka karena durian dan duku, dan tanaman buah lainnya dianggap tidak mempunyai nilai ekonomis yang tinggi seperti pohon damar.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EMungkin karena sifatnya yang sama dengan pohon durian, pohon duku hanya berbuah ketika pohon durian berbuah, biasanya setelah musim panas. Dan sama dengan pohon durian pula, petani harus berjuang keras menunggui pohon duku mereka sebelum bisa dipanen, sebab kalau tidak, buah duku mereka akan habis dirontokkan oleh hewan pengganggu seperti monyet dan tupai. Tidak jarang petani pemilik pohon hanya bisa gigit jari melihat buah durian dan duku mereka habis dirontokkan hewan-hewan tersebut.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EMusim duku kali ini tampaknya bukan merupakan musim besar. Tidak banyak pohon duku yang berbuah, dan yang berbuah pun tidak begitu lebat. Tidak heran jika kali ini tidak banyak duku yang berakhir di pasar, dijual. Dan kalaupun ada harganya cukup tinggi.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EMeski kalah bersaing dengan duku dari Sumatera Selatan, namun tidak jarang duku Krui dilirik pedagang antarpulau, terutama jika sedang musim raya, dan terutama pula jika Sumatera Selatan tidak sedang musim.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EPedagang biasanya berdatangan dari luar Krui menggunakan truk. Jika musim raya, tidak jarang petani menjual duku mereka secara \u003Ci\u003Eijon\u003C\/i\u003E, dan pembeli harus mengupah orang lain untuk menunggui pohon-pohon duku tersebut.\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/7512739842666747762\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2011\/12\/duku-krui.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/7512739842666747762"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/7512739842666747762"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2011\/12\/duku-krui.html","title":"Duku Krui"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-OKMq5rmNClQ\/Tur5H4F6jTI\/AAAAAAAABoc\/k3m57dlVcyQ\/s72-c\/IMG_1127.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-1300892227133560367"},"published":{"$t":"2011-12-05T12:59:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2011-12-05T13:10:47.964+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Cerita dari Pantai"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-RQIhxyJHBmI\/TtxemU_cfBI\/AAAAAAAABnY\/ItyL62_eAf8\/s1600\/IMG_1058.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-RQIhxyJHBmI\/TtxemU_cfBI\/AAAAAAAABnY\/ItyL62_eAf8\/s400\/IMG_1058.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EKalau Anda berdiri di pantai Krui dan memegang kamera, ada banyak objek yang bisa Anda tangkap. Kalau sedang musim selancar, para peselancar yang sedang membelah dan mencabik-cabik ombak tentu saja merupakan objek yang paling menarik dan sensasional. Musim puncak selancar biasanya mulai Maret hingga Oktober setiap. Selain bulan-bulan itu jarang peselancar terlihat di pantai Krui.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-oo9VKZBWIhs\/TtxfZWvqBQI\/AAAAAAAABng\/MkZ1e7umIv0\/s1600\/IMG_1075.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-oo9VKZBWIhs\/TtxfZWvqBQI\/AAAAAAAABng\/MkZ1e7umIv0\/s400\/IMG_1075.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ESebagai gantinya, Anda bisa menangkap objek seperti orang yang sedang berjalan di pasir, misalnya, nelayan yang sedang menepi, atau anak-anak yang sedang mandi. Atau anak-anak yang berlari menghampiri Anda minta dipotret. Dan kalau Anda sedang beruntung, mungkin Anda akan melihat turis berbikini.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-jx67uw0T2lo\/TtxgMJpvH1I\/AAAAAAAABno\/GZ4wW-UwJo8\/s1600\/IMG_1068.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-jx67uw0T2lo\/TtxgMJpvH1I\/AAAAAAAABno\/GZ4wW-UwJo8\/s400\/IMG_1068.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ENamun di samping semua itu, pemandangan di pantai-pantai Krui adalah merupakan objek yang menarik dengan sendirinya, apalagi jika Anda adalah seorang fotografer profesional dengan kamera yang canggih pula. Waktu terbaik untuk memotret di sini adalah pagi hari sebelum pukul 11.00, bila cuaca sedang cerah.\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/1300892227133560367\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2011\/12\/cerita-dari-pantai.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/1300892227133560367"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/1300892227133560367"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2011\/12\/cerita-dari-pantai.html","title":"Cerita dari Pantai"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-RQIhxyJHBmI\/TtxemU_cfBI\/AAAAAAAABnY\/ItyL62_eAf8\/s72-c\/IMG_1058.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-9176198488039988341"},"published":{"$t":"2010-05-10T17:21:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2011-11-19T22:36:57.515+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Membelah Ombak Di Ujung Karang"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-FsMXgpT6o-g\/TsfKutALDrI\/AAAAAAAABmo\/QrvkbklOdfU\/s1600\/karng-nymbr.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"265\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-FsMXgpT6o-g\/TsfKutALDrI\/AAAAAAAABmo\/QrvkbklOdfU\/s400\/karng-nymbr.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"font-size: large;\"\u003EPeselancar\u003C\/span\u003E membelah dan mencabik ombak adalah sebuah pemandangan yang  spektakuler. Sama seperti melihat gambar-gambar peselancar \u003Ci\u003Epro in  action\u003C\/i\u003E di majalah-majalah selancar, menakjubkan. Menyaksikan aksi  para peselancar itu menaklukkan ombak-ombak besar, adalah sebuah  sensasi, sebuah kenikmatan yang hanya bisa dirasakan, sulit diceritakan.  Dan apabila yang kita saksikan adalah para peselancar pro–yang setiap  manuver-nya nyaris sempurna–tidak pernah jatuh–lincah di ombak besar,  maka kesenangannya berlipat-lipat, waktu seperti berjalan begitu cepat,  tak terasa, sudah berjam-jam kita duduk terpaku.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMeliuk-liuk di atas ombak tentu butuh keahlian, sesuatu yang sulit  dilakukan oleh orang yang tidak terlatih. Bukan hanya keberanian  menghadapi ombak yang dibutuhkan, tetapi juga kenekadan, karena ombak  yang bagus biasanya terdapat di \u003Ci\u003Esurf\u003C\/i\u003E yang berkarang,  salah-salah bisa celaka. Tidak jarang para peselancar itu cedera akibat  terjatuh membentur karang.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ENamun, tidak semua \u003Ci\u003Esurf\u003C\/i\u003E terdapat di karang, ada juga \u003Ci\u003Esurf  \u003C\/i\u003Eyang terdapat di pasir, ini yang disebut \u003Ci\u003Ebeachbreak\u003C\/i\u003E. Akan  tetapi, \u003Ci\u003Ebeachbreak\u003C\/i\u003E ini umumnya tidak bagus–ombaknya kurang  berkualitas. Tidak seperti ombak karang yang kebanyakan \u003Ci\u003Esurfable\u003C\/i\u003E,  Jarang ada \u003Ci\u003Ebeachbreak\u003C\/i\u003E yang ombaknya bagus, yang dapat  digunakan oleh peselancar yang sudah mahir, kalaupun ada, tidak  sekonsisten ombak karang. \u003Ci\u003EBeachbreak\u003C\/i\u003E umumnya hanya cocok untuk  peselancar pemula, yang baru belajar.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-CZKX5y1GLgE\/TsfLJbbGcZI\/AAAAAAAABmw\/2LmOJtIb10w\/s1600\/Karang-surf-28-1.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"207\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-CZKX5y1GLgE\/TsfLJbbGcZI\/AAAAAAAABmw\/2LmOJtIb10w\/s400\/Karang-surf-28-1.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"wp-caption alignleft\" id=\"attachment_133591\" style=\"width: 310px;\"\u003E\u003Cdiv class=\"wp-caption-text\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ETempat\u0026nbsp;berselancar di Krui, Lampung Barat, ada banyak, umumnya adalah  ombak karang. Hanya ada satu \u003Ci\u003Ebeachbreak\u003C\/i\u003E di Krui, yaitu di  pantai Mandiri, itu pun kurang populer, karena jarang ada ombak bagus di  sana. Sedangkan ombak karang konsisten bagus selama musim selancar.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDi antara ombak karang itu, yang paling populer adalah Karang  Nyimbor. “Karang Nyimbor” adalah nama nasional dan internasionalnya,  sedangkan masyarakat setempat menyebutnya “Kaghang Nyimbogh”. “Kaghang”  artinya “karang”, sedangkan “nyimbogh” berarti “menciprat”. Kira-kira,  kalau Anda berdiri di karang, Anda akan kecipratan air, maksudnya.  Karang Nyimbor nyaris sudah terkenal di jagad perselancaran di bumi ini.  \u003Ci\u003ESurfing spot\u003C\/i\u003E ini, juga beberapa \u003Ci\u003Espot\u003C\/i\u003E lain di Krui,  seperti Pugung Penengahan (Jimmy’s), Pugung Tampak (Drew’s), dan Labuhan  Jukung, pernah beberapa kali diliput majalah selancar luar negeri.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDari tahun ke tahun, peselancar yang datang ke Karang Nyimbor selalu  bertambah. Mereka umumnya mengetahui tempat ini dari cerita teman-teman  mereka yang pernah berkunjung ke sini. Cerita dari mulut ke mulut ini  terus berkembang, mengalahkan promosi lewat media cetak dan internet.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EHal ini\u0026nbsp;tentu tak luput dari suasana suasana lingkungan yang kondusif, serta dukungan  masyarakat setempat terhadap perkembangan pariwisata di daerahnya, dan  tentu saja, tidak lepas pula dari kualitas \u003Ci\u003Esurf\u003C\/i\u003E di Karang  Nyimbor itu sendiri. “Di sini banyak \u003Ci\u003Efun waves\u003C\/i\u003E. Ada banyak  pilihan ombak, baik bagi yang sudah mahir, maupun bagi pemula. Di  samping itu, air lautnya bersih dan hangat, dan tidak terlalu banyak  peselancar di sini”, kata Lyon peselancar dari Australia, ketika saya  tanya apa perbedaan \u003Ci\u003Esurf\u003C\/i\u003E di Krui dengan di tempat lain yang  pernah dia kunjungi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-IyOXc9MlmfU\/TsfLeBjX6TI\/AAAAAAAABm4\/xB-bwiRt9CM\/s1600\/1f23e09c39bbf54fa5d5c1d1f9ca93b6.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"265\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-IyOXc9MlmfU\/TsfLeBjX6TI\/AAAAAAAABm4\/xB-bwiRt9CM\/s400\/1f23e09c39bbf54fa5d5c1d1f9ca93b6.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EKarang Nyimbor ini pula lah yang paling banyak diliput media, baik  nasional maupun internasional, baik cetak maupun elektronik. Akan tetapi  ternyata liputan media masih kalah dibandingkan dengan cerita dari  mulut ke mulut. Umumnya, peselancar mancanegara yang datang ke Karang  Nyimbor, mengetahui tempat ini dari cerita mulut ke mulut. “Saya tahu  tempat ini dari teman saya yang pernah ke sini tahun lalu”, kata Martin  peselancar dari Australia yang baru pertama kali ke Karang Nyimbor.  “Tadi pagi ombaknya bagus. Biasanya menjelang petang akan lebih bagus  lagi”, katanya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EAda tiga tipe ombak, yang pecah di\u0026nbsp; kiri, yang pecah di kanan, dan  yang pecah di tengah. Ombak pecah di tengah, jarang terdapat. Di Krui  hanya ada satu, yaitu di Way Redak. Peselancar menyembut ombak ini \u003Ci\u003EA-shape\u003C\/i\u003E,  karena bentuknya seperti huruf A. \u003Ci\u003EA-shape \u003C\/i\u003Eyang ada di Way  Redak ini sangat pendek dan singkat, saking pendek dan singkatnya,  mereka menyebutnya \u003Ci\u003Efour seconds\u003C\/i\u003E, karena durasinya cuma beberapa  detik.Tidak banyak yang menyukai ombak ini.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EYang pecah di kiri disebut \u003Ci\u003Elefthander\u003C\/i\u003E dalam istilah  selancar, sedangkan yang pecah di kanan, disebut \u003Ci\u003Erighthander\u003C\/i\u003E.  Ombak di Karang Nyimbor ini, semuanya \u003Ci\u003Elefthander\u003C\/i\u003E, dengan  berbagai ukuran, mulai dari yang kecil, sekitar 6 \u003Ci\u003Efeet\u003C\/i\u003E, sampai  yang terbesar sekitar 14 \u003Ci\u003Efeet\u003C\/i\u003E. Bagi peselancar pemula, ombak  seukuran 6 feet, sangat cocok untuk berlatih. Sedangkan bagi peselancar  pro, lebih cocok ukuran 8 feet ke atas. Namun, kadang-kadang,  ombak-ombak di Karang Nyimbor ini meradang, mencapai lebih dari 14 feet.  Kalau sudah demikian, kebanyakan peselancar pergi mencari tempat lain  yang ukuran ombaknya lebih kecil. Labuhan Jukung adalah tujuan utama  para peselancar, ketika ombak di Karang Nyimbor terlalu besar.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPerkembangan wisata selancar di Karang Nyimbor khususnya, dan di Krui  umumnya, cukup menggembirakan. Setiap tahunnya, ribuan peselancar dan  wisatawan mancanegara berkunjung ke tempat ini, jumlahnya, dari tahun ke  tahun, terus bertambah. Hal ini seiring dengan pertumbuhan jumlah  penginapan yang semakin hari, semakin banyak. Kalau dulu, awal tahun  2000-an, baru ada dua penginapan, sekarang jumlahnya sudah puluhan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPenginapan yang oleh peselancar disebut \u003Ci\u003Esurf camp\u003C\/i\u003E ini  terletak di pinggir pantai, sehingga memudahkan para peselancar mencek  ombak di pagi hari. Para peselancar umumnya memang menyenangi tempat  menginap yang terletak di pinggir pantai, karena, dengan demikian,\u0026nbsp;  mereka tidak perlu repot-repot setiap kali ingin mencek ombak. Di  samping itu, jika tidak sedang berselancar, mereka bisa duduk santai di  atas \u003Ci\u003Eplatform\u003C\/i\u003E, menyaksikan teman mereka berselancar. Surf camps  di Karang Nyimbor umumnya menyediakan \u003Ci\u003Eplatform\u003C\/i\u003E seperti ini  untuk para tamunya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003ESurf camps\u003C\/i\u003E di Karang Nyimbor terdiri dari berbagai tipe,  mulai dari yang sederhana, berdinding papan, sampai yang lumayan,  berdinding tembok permanen. Di tengah rimbun daun dan pepohonan hijau, \u003Ci\u003Esurf  camps\u003C\/i\u003E ini berudara sejuk. Tak perlu AC karena AC alam sudah cukup  untuk menyejukkan udara, di tengah hari bolong sekalipun. Desainnya yang  unik, dan lokasinya yang asri, menimbulkan sensasi kenikmatan, sehingga  pengunjung betah berlama-lama. Tidak heran, turis mancanegara betah  berlama-lama di sini. Bukan hanya seminggu dua minggu, bahkan ada yang  tinggal di sini selama berbulan-bulan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-8bKTMK2LrEo\/TsfLogFZIYI\/AAAAAAAABnA\/OI3drV2--ak\/s1600\/lampung.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"315\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-8bKTMK2LrEo\/TsfLogFZIYI\/AAAAAAAABnA\/OI3drV2--ak\/s400\/lampung.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EKrui, Lamoung Barat (dalam lingkaran)\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cbr \/\u003ESurf camps ini menawarkan tarif yang berbeda-beda, sesuai dengan  kelas dan fasilitasnya, mulai dari 150.000 rupiah per hari, sampai  300.000 rupiah per hari, termasuk 3 kali makan. Surf camps dengan tarif  300.000-an menyediakan fasilitas yang lumayan bagus seperti TV, meja  biliar, dan sarana olahraga. Surf camps yang dikelola oleh orang lokal,  umumnya bertarif rendah, bahkan bisa turun sampai 100.000 rupiah per  hari, termasuk makan 3 kali, jika sedang musim sepi, namun fasilitasnya  minim, dan berjarak relatif jauh dari ombak. Semua surf camps di Karang  Nyimbor ini menyediakan warung yang menjual kebutuhan konsumsi seperti  minuman, rokok, dan snacks.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDi area sekitar surf camps ini, sudah cukup tersedia segala kebutuhan  harian seperti makan dan minum, sehingga Anda tidak perlu repot-repot  pergi ke pasar untuk belanja. Lokasi surf camps ini cukup terisolasi  dari perkampungan penduduk, sehingga suasananya nyaman dan tidak bising,  jauh dari polusi lalu lintas. Namun, jika Anda perlu berjalan-jalan,  atau pergi ke tempat berselancar yang lain, Anda bisa menyewa sepeda  motor, dengan tarif 50.000 rupiah per hari. Berpergian dengan kendaraan  umum, jarang dilakukan turis, karena tidak nyaman, dan banyak makan  waktu.***"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/9176198488039988341\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2010\/05\/membelah-ombak-di-ujung-karang.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/9176198488039988341"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/9176198488039988341"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2010\/05\/membelah-ombak-di-ujung-karang.html","title":"Membelah Ombak Di Ujung Karang"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-FsMXgpT6o-g\/TsfKutALDrI\/AAAAAAAABmo\/QrvkbklOdfU\/s72-c\/karng-nymbr.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-4250185306889181671"},"published":{"$t":"2011-07-23T14:58:00.007+07:00"},"updated":{"$t":"2011-11-12T14:59:49.025+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Kersing Si Rendah yang Terangkat"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg src=\"http:\/\/t1.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcReWrpMpUlO-W7e6NHstX-GBHfc3f4d9bgzyyoI2D_w_JzngAO9blEo6pzM-Q\" \/\u003E\u003C\/div\u003EMelihat keberadaannya yang begitu sepele, yang liar, dan ada dimana-mana di setiap sela-sela terumbu karang, rumput laut jenis ini tampaknya diberi derajat yang paling rendah dibandingkan dengan rumput laut jenis lainnya. Mungkin tidak ada yang menyangka kalau rumput laut jenis ini bisa disulap menjadi uang.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cb style=\"mso-bidi-font-weight: normal;\"\u003EKersing\u003C\/b\u003E, atau \u003Ci style=\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003Eghesing\u003C\/i\u003E dalam bahasa Krui, adalah salah satu jenis rumput laut berwarna cokelat yang tumbuh di sela-sela terumbu karang di laut yang dangkal. Keberadaan rumput ini nyaris tidak pernah menjadi perhatian masyarakat Krui. Setiap hari ada saja potongan-potongan rumput ini yang berserakan di tepi pantai, di sapu ombak, namun tidak ada yang mempedulikannya. Keberadaannya malah dianggap sebagai sampah yang mengganggu pemandangan.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EKini kersing bisa mendatangkan uang. Masyarakat Krui kini bisa memungut kersing yang berserakan di pinggir laut, atau memetiknya dari sela-sela terumbu karang untuk dijual pada penampung.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003Etidak sama dengan \u003Cb\u003Ekades\u003C\/b\u003E, dan jenis rumput laut lainnya, yang biasa digunakan untuk membuat agar-agar itu, kersing merupakan komoditas baru dalam bisnis hasil laut di wilayah pesisir Krui. Sebelumnya tidak ada yang berniaga kersing di wilayah ini.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKonon, kersing adalah salah satu sumber hayati laut yang bermanfaat sebagai bahan untuk mebuat makanan. Seiring dengan menguatnya gerakan kembali ke alam, penggunaan rumput laut sebagai bahan makanan banyak digunakan sebagai pengganti bahan \u003Cst1:city w:st=\"on\"\u003E\u003Cst1:place w:st=\"on\"\u003Ebaku\u003C\/st1:place\u003E\u003C\/st1:city\u003E kimia sintetis yang membahayakan manusia dan lingkungan hidup. Untuk itulah kersing kini ramai diburu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg height=\"224\" src=\"http:\/\/t1.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcTOQwFQKCDfqmbhW3WIuDH-kPStUa-IdfNDze8Qg-rXxrHwPGvjCnFn9mIw-w\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EDi Krui sudah ada pedagang penampung yang siap menampung kersing dalam jumlah besar untuk diekspor. Namun karena belum banyak masyarakat yang mengetahui hal ini, dan karena belum ada orang yang membudidayakan rumput kersing, volume ekspor perdagangan rumput ini belum begitu besar.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ESementara ini kersing dikumpulkan dari masyarakat dalam keadaan kering dengan kadar air sekitar 70%, dengan harga sekitar Rp.700 per kilogram. Pedagang pengumpul kemudian menjualnya kepada penampung. Oleh pedagang penampung kersing kering tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung dan diangkut ke pulau Jawa untuk diekspor.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-X81A5dhBlZg\/ToHQ7S0fuoI\/AAAAAAAABUU\/ZJetanFysjA\/s1600\/DSCN0983.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"225\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-X81A5dhBlZg\/ToHQ7S0fuoI\/AAAAAAAABUU\/ZJetanFysjA\/s400\/DSCN0983.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E“Sejauh ini kita masih dalam keadaan awal. Kita baru mau melakukan pengiriman yang pertama. Jadi kami belum bisa memperkirakan berapa jumlah yang bisa kita kirim setiap bulannya. Gudang ini saja masih sementara. Kalau segalanya berjalan lancar, dan suplai semakin banyak, mungkin kita perlu membangun gudang yang lebih besar,” kata Armen pegawai saya temui sedang mengarungkan kersing kering.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ETapi jika dilihat perkembangannya yang cukup cepat, bukan mustahil tidak lama lagi bisnis ini akan membesar. Dan kersing tidak lagi berada di samping.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EKini jika Anda jalan-jalan ke pantai Krui, Anda akan melihat banyak pencari kersing bertebaran ketika laut surut. Kegiatan ini telah pula mengubah pemandangan di pantai Krui dan sekitarnya. Kini, ketika laut surut, bukan hanya para pemancing yang menguasai laut, bersama-sama dengan para pencari siput, kijing, dan gurita, melainkan para pencari kersing telah pula menjejakkan kakinya, mencoba peruntungan bersama yang lain, menambah warna baru kehidupan laut yang memang sudah semarak.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003ESalah seorang pencari kersing, pak Nurman, mengatakan dia dan anaknya bisa mengumpulkan 2 hingga 3 kuintal kersing basah setiap harinya. “Kalau dijual basah, harganya hanya Rp.100 per kilogram. Tapi kalau dijual kering bisa mencapai Rp.1.000 per kg,” katanya. Tapi berat kersing menyusut secara dramatis ketika kering. 10 kilogram kersing basah bisa menyusut menjadi hanya 2 kilogram ketika kering. Jika sehari pak Nurman bisa mengumpulkan 3 kuintal kersing basah, berarti dia bisa menghasilkan kersing kering sebanyak 60 kg. Jika harga kersing kering Rp.1.000 per kg, dia bisa mendapatkan penghasilan yang cukup untuk menghidupi keluarganya.***\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/4250185306889181671\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2011\/07\/kersing-si-rendah-yang-terangkat.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/4250185306889181671"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/4250185306889181671"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2011\/07\/kersing-si-rendah-yang-terangkat.html","title":"Kersing Si Rendah yang Terangkat"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-X81A5dhBlZg\/ToHQ7S0fuoI\/AAAAAAAABUU\/ZJetanFysjA\/s72-c\/DSCN0983.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-7657704346399358850"},"published":{"$t":"2011-11-08T13:37:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2011-11-08T13:37:45.469+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Konversi ke Kayu"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-OQndZ6NyEDk\/TrjOA7XhdsI\/AAAAAAAABl4\/bFB9EcN6LX4\/s1600\/IMG_1003.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-OQndZ6NyEDk\/TrjOA7XhdsI\/AAAAAAAABl4\/bFB9EcN6LX4\/s400\/IMG_1003.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EKonversi minyak tanah ke gas tidak secara otomatis membuat semua rumah tangga beralih ke gas. \u003Cst1:city w:st=\"on\"\u003E\u003Cst1:place w:st=\"on\"\u003EAda\u003C\/st1:place\u003E\u003C\/st1:city\u003Ebanyak hal yang menjadi pertimbangan ibu-ibu rumah tangga sebelum memutuskan beralih ke gas. Kecelakaan kompor gas yang banyak diberitakan di media nasional beberapa waktu lalu adalah salah satu bahan pertimbangan yang perlu dipikirkan matang, di samping isu soal harga, yang meski secara ekonomis lebih murah dari minyak tanah, tapi tetap saja mahal bagi sebagian masyarakat.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EDi Krui, Lampung Barat, konversi minyak tanah ke gas tidak membuat ibu-ibu rumah tangga seluruhnya beralih menggunakan kompor gas, sebagian malah beralih ke kayu. Ironisnya, rumah tangga yang sebelumnya tidak pernah memasak menggunakan kayu, kini beralih menggunakan kayu, justru setelah program konversi tersebut diberlakukan. Sebagian rumah tangga beralih menggunakan kayu secara keseluruhan, sebagian lain menggunakan kayu sebagian, dipadukan dengan kompor gas dan minyak tanah.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EProgram konversi minyak tanah ke gas menjadi dilema bagi sebagian rumah tangga di wilayah ini. Banyak ibu-ibu rumah tangga yang tidak siap menggunakan kompor gas, dengan alasan keamanan dan kepraktisan. Penggunaan kompor gas yang menuntut ketelitian dan kejelian membuat mereka yang terbiasa ceroboh waswas dan merasa tidak nyaman ketika sedang memasak.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EDi samping itu, ketersediaan dan harga gas juga sering kali mengalami kendala pasang surut. Ketika terjadi kelangkaan gas beberapa waktu yang lalu, harga gas 3 kg sempat naik hingga Rp.30.000 dari sebelumnya Rp.18.000, sedangkan harga gas 12 kg melambung menjadi Rp.125.000 dari sebelumnya Rp.90.000.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EWilayah \u003Cst1:city w:st=\"on\"\u003E\u003Cst1:place w:st=\"on\"\u003Ekota\u003C\/st1:place\u003E\u003C\/st1:city\u003EKrui dan sekitarnya yang berdekatan dengan hutan damar memungkinkan masyarakat memperoleh kayu bakar dengan mudah dan murah. Setiap hari ada saja dahan mati yang bisa dijadikan kayu bakar. Sebagian masyarakat mencari sendiri kayu bakar ke hutan, sebagian lainnya membelinya dari pengumpul dengan harga yang relatif murah.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ESedangkan masyarakat yang tinggal di pinggir pantai umumnya enggan mencari kayu bakar ke hutan karena jarak hutan relatif jauh dari tempat tinggal mereka. Sebagai gantinya, mereka mencari kayu yang terdampar di pantai, yang hanyut terbawa arus sungai ketika banjir terjadi.\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/7657704346399358850\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2011\/11\/konversi-ke-kayu.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/7657704346399358850"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/7657704346399358850"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2011\/11\/konversi-ke-kayu.html","title":"Konversi ke Kayu"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-OQndZ6NyEDk\/TrjOA7XhdsI\/AAAAAAAABl4\/bFB9EcN6LX4\/s72-c\/IMG_1003.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-4149083841701601682"},"published":{"$t":"2010-05-23T20:43:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2011-10-01T19:42:51.458+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Pulau Pisang si Jelita"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: large;\"\u003EPulau Pisang\u003C\/span\u003E adalah sebuah pulau kecil, di wilayah  krui, Lampung Barat. Pulau yang menghadap kota\u003Cspan style=\"color: blue;\"\u003E \u003Ca href=\"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2010\/01\/daily-life-in-krui.html\"\u003EKrui\u003C\/a\u003E\u003C\/span\u003E  ini bisa dicapai dalam tempo lebih kurang 45 menit, dari pelabuhan di  kota Krui, dengan perahu motor, atau sekitar 15 menit dari desa  Tembakak. Tembakak adalah sebuah desa di daratan Sumatera yang terdekat  dengan pulau ini. Jarak Pulau Pisang dengan Tembakak hanya beberapa  ratus meter.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003ELuas Pulau ini sekitar 2.310 hektar, dengan  penduduk kurang dari 2.000 orang. Pulau yang makmur oleh kejayaan  cengkeh pada tahun 1970-an ini, kini nyaris terbengkalai. Ribuan  penduduknya bertransmigrasi ke daratan Sumatera dan ke Pulau Jawa,  seiring dengan matinya pohon-pohon cengkeh pada awal tahun 1980-an.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EDari awal tahun 1970-an hingga awal tahun  1980-an, pulau pisang dikenal sebagai wilayah penghasil cengkeh terbesar  di Lampung Barat. Kejayaan perkebunan cengkeh pada masa itu, membawa  kemakmuran yang signifikan bagi penduduknya. Begitu berjayanya pulau ini  ketika itu, sehingga banyak orang-orang dari daratan Sumatera  berduyun-duyun mendatangi pulau ini, untuk berniaga, atau bekerja  sebagai buruh petik di ladang-ladang cengkeh milik penduduk pulau ini.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"wp-caption aligncenter\" id=\"attachment_145398\" style=\"width: 458px;\"\u003E\u003Cdiv class=\"wp-caption-text\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-kaa5Zk1cGqE\/ToHdSbofrYI\/AAAAAAAABVE\/c7pAo8ysbVQ\/s1600\/IMG_2785.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-kaa5Zk1cGqE\/ToHdSbofrYI\/AAAAAAAABVE\/c7pAo8ysbVQ\/s400\/IMG_2785.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003ESeiring dengan bertambah jayanya perkebunan  cengkeh, bertambah jaya pula penduduknya. Banyak penduduk pulau ini,  yang kebanyakan petani cengkeh, berubah menjadi orang kaya. Rumah-rumah  bagus banyak didirikan. Anak-anak banyak yang dikirim sekolah ke Pulau  Jawa dan Sumatera. Segala kebutuhan harta benda bisa mereka penuhi. Pada  masa itu, banyak petani cengkeh yang menjelma menjadi juragan baru.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EBelakangan, anak-anak yang dikirim orang tuanya  bersekolah di Pulau Jawa dan Sumatera, pada tahun 1970-an lalu itu,  banyak yang menjelma menjadi orang penting, dan menetap di kota-kota  besar di Jawa dan Sumatera, tanpa pernah kembali lagi ke kampung  halamannya, di pulau ini.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"apple-style-span\"\u003E\u003Cspan style=\"color: black; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;\"\u003EKetika pohon-pohon cengkeh itu mati pada awal tahun 1980-an, pulau ini pun seolah berubah menjadi pulau mati. Penduduknya sebagian besar bereksodus ke daratan Sumatera dan Pulau Jawa. Meninggalkan rumah dan ladang mereka. Banyak di antara rumah-rumah yang tergolong mewah itu dijual murah oleh pemiliknya. Sebagian yang tak terjual, terbengkalai tanpa penghuni. Penduduk yang semula cukup ramai, menurun drastis. Yang tinggal hanyalah para petani kelapa dan nelayan.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit; font-size: 11pt;\"\u003E\u003Co:p\u003E\u003C\/o:p\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"wp-caption aligncenter\" id=\"attachment_147220\" style=\"width: 510px;\"\u003E\u003Cdiv class=\"wp-caption-text\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-t4li3Bsd_cc\/ToHd80Es8lI\/AAAAAAAABVI\/3SQydHP_-YA\/s1600\/IMG_2799.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-t4li3Bsd_cc\/ToHd80Es8lI\/AAAAAAAABVI\/3SQydHP_-YA\/s400\/IMG_2799.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EPulau Pisang terdiri dari enam pekon (kampung);  Pekon Lok, Labuhan, Sukadana, Pasar, Sukamarga, dan Bandar Dalam. Di  kampong-kampung ini, masih terdapat rumah-rumah bagus sisa-sisa kejayaan  masa lalu, yang terbengkalai, ditinggal penghuninya.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003ESaat ini, penduduk yang tersisa di pulau ini  mengalami banyak kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tidak  ada pasar atau kalangan di pulau ini. Segala kebutuhan hidup sehari-hari  harus dibeli di daratan Sumatera. Keadaan ini sudah berlangsung lama,  semenjak matinya pohon-pohon cengkeh dan eksodus penduduk pada awal  tahun 80-an.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EOleh karena itu, penduduk pulau ini, yang masih  terobsesi untuk mengembalikan kejayaan di masa lalu, mencoba kembali  menanam pohon-pohon cengkeh. Sekarang pohon-pohon cengkeh itu kembali  tumbuh, siap untuk mengembalikan kejayaan masa lalu yang hilang itu.  “Mudah-mudahan, pohon-pohon cengkeh itu akan berbunga dalam tempo lima  tahun lagi. Sehingga orang-orang yang merantau itu akan kembali lagi”,  kata salah seorang penduduk.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"wp-caption aligncenter\" id=\"attachment_147224\" style=\"width: 510px;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"wp-caption-text\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-OkR3NgZKmNQ\/ToHe77i8dZI\/AAAAAAAABVM\/O151uia-RI0\/s1600\/P7200222.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"300\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-OkR3NgZKmNQ\/ToHe77i8dZI\/AAAAAAAABVM\/O151uia-RI0\/s400\/P7200222.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EPulau Pisang adalah sebuah pulau yang indah  untuk dikunjungi. Pulaunya indah dan pantainya cantik. Di pulau ini Anda  bisa berenang, berperahu, berlayar, menyelam, memancing, memotret, atau  hanya sekedar melihat-lihat. Selancar tidak terlalu bagus di sini.  Jarang ada orang berselancar di pulau ini. Tapi jangan harap Anda akan  mendapat banyak pisang di pulau ini, karena penduduk pulau ini malah  mencari pisang ke daratan Sumatera.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003EUntuk mencapai pulau ini, Anda bisa memulainya  dari pelabuhan kota Krui, atau dari pelabuhan Tembakak. Tembakak adalah  sebuah desa kecil di daratan Pulau Sumatera yang tepat menghadap pulau  ini. Dari Tembakak, Anda bias menumpang perahu nelayan kecil, bersama  penduduk setempat, atau Anda bisa mencarter sebuah perahu. Ongkos  penyeberangan dari Tembakak sekitar Rp.10.000, sedangkan dari Krui  sekitar Rp.20.000. untuk mencarter perahu motor, dari Krui Anda akan  dikenai biaya setidaknya Rp.600.000 untuk seharian penuh.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cspan class=\"Apple-style-span\" style=\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003ETidak ada tempat penginapan di pulau ini. Jika  Anda terpaksa bermalam, Anda harus membawa tenda, atau menumpang di  rumah penduduk. Biasanya penduduk pulau ini tidak keberatan jika ada  turis menginap di rumahnya.***\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/4149083841701601682\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2010\/05\/pulau-pisang-si-jelita.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/4149083841701601682"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/4149083841701601682"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2010\/05\/pulau-pisang-si-jelita.html","title":"Pulau Pisang si Jelita"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-kaa5Zk1cGqE\/ToHdSbofrYI\/AAAAAAAABVE\/c7pAo8ysbVQ\/s72-c\/IMG_2785.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-6939678991369169149"},"published":{"$t":"2011-09-29T12:01:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2011-09-30T16:26:23.303+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Ada Pesawat Mendarat di Krui"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-y5cTM-rGiVE\/ToP6-AY-ECI\/AAAAAAAABaM\/bPe5LDfWFOk\/s1600\/DSCN1258.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"225\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-y5cTM-rGiVE\/ToP6-AY-ECI\/AAAAAAAABaM\/bPe5LDfWFOk\/s400\/DSCN1258.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ERasa haru mencekam warga Krui dan sekitarnya ketika pesawat terbang Cessna Caravan milik perusahaan penerbangan \u003Cb\u003ESusi Air\u003C\/b\u003E berhasil mendarat dengan mulus di bandara Seray, Rabu, 28 September 2011, sekitar pukul 11.30. Uji coba penerbangan tersebut memang sudah lama dinanti-nanti oleh warga Krui dan sekitarnya, karena sepanjang sejarah \u003Cst1:city w:st=\"on\"\u003Ekota\u003C\/st1:city\u003E ini, yang konon sudah ada sejak sebelum jaman Majapahit, belum pernah ada pesawat yang mendarat di \u003Cst1:city w:st=\"on\"\u003E\u003Cst1:place w:st=\"on\"\u003Ekota\u003C\/st1:place\u003E\u003C\/st1:city\u003E ini. Sebagian besar warga \u003Cst1:city w:st=\"on\"\u003E\u003Cst1:place w:st=\"on\"\u003Ekota\u003C\/st1:place\u003E\u003C\/st1:city\u003E ini tentu belum pernah melihat pesawat secara langsung dengan mata kepala mereka sendiri.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EMeski kemudian yang muncul adalah pesawat yang mungkin tidak sesuai dengan yang mereka bayangkan, namun tak ayal rasa bangga itu muncul jua. Sebagian warga tampak kecewa dengan apa yang mereka saksikan. Mereka mengira akan melihat pesawat berbadan besar seperti MA 60 atau Boeing 737, atau paling tidak sejenis Fokker, tapi yang muncul adalah sebuah pesawat ringan dengan kapasitas penumpang 12 orang. “Pesawat kok seperti perahu,” kata salah seorang penonton menyampaikan kekecewaannya demi melihat apa yang apa yang mereka tunggu-tunggu itu tiba.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-L85UWtr5x-M\/ToP7axXQeeI\/AAAAAAAABaQ\/aBxu82Ae4Ko\/s1600\/DSCN1254.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"225\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-L85UWtr5x-M\/ToP7axXQeeI\/AAAAAAAABaQ\/aBxu82Ae4Ko\/s400\/DSCN1254.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EPesawat milik \u003Cb\u003ESusi Air\u003C\/b\u003E tersebut membawa 12 orang penumpang. Tiga orang di antaranya adalah anggota DPR. Dua orang dari perwakilan Departemen Perhubungan. Satu orang investor, dan sisanya pejabat pemda Lampung Barat dan wisatawan.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ESesaat setelah mendarat, rombongan penumpang pesawat tersebut disambut oleh bupati Lampung Barat Drs. Mukhlis Basri, MM dengan kalungan selendang kain tapis. Acara penyambutan tersebut ikut pula dimeriahkan oleh anak-anak SD yang berbaris di kiri-kanan jalan masuk gedung administrasi bandara ini.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ESetelah acara penyambutan usai, rombongan dipersilakan mengambil tempat duduk yang telah disediakan panitia, di bawah kanopi, di halaman gedung administrasi bandara, bersama-sama dengan para undangan yang sudah lama menunggu, untuk acara ramah tamah dan mendengarkan pemaparan bupati Lampung Barat. Hadir pula dalam undangan adalah perwakilan dari pemda Kaur, Bengkulu.\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EDalam pemaparannya, Mukhlis Basri mengatakan, pembangunan bandara Seray dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, tahun 2007-2018, dengan panjang landasan 1.400 meter x 23 meter, dirancang untuk tipe pesawat C-130. tahap ke dua, tahun 2018-2027, dengan panjang landasan 2.100 meter x 45 meter, dan dirancang untuk didarati pesawat sejenis Boeing 737\/300.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EAdapun kondisi bandara saat ini adalah, panjang landasan 974 m x 23 m, apron 90 m x 80 m, taxi way 98 m x 18 m, RESA 90 m x 46 m, jalan menuju bandara sepanjang 1.800 m x 25 m, gedung administrasi, dan rumah dinas sebanyak 3 unit.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ESebelumnya diberitakan, Susi Air telah menyatakan bersedia melayani penerbangan dari dan ke bandara ini, dengan rute utama Krui-Jakarta, Krui-Bandarlampung, Krui-Bengkulu, dan Krui-Palembang, dengan ongkos Rp. 1.100.000 untuk rute Krui-Jakarta, Rp. 485.000 untuk Krui-Bandarlampung, Rp. 875.000 untuk Krui-Bengkulu, dan Rp.975.000 untuk Krui-Palembang.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ENamun sementara ini, Susi Air baru bersedia melayani penerbangan carter. Sedangkan untuk penerbangan reguler, mereka membutuhkan persiapan lebih lanjut, yang akan memakan waktu sekitar dua atau tiga bulan ke depan.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" frameborder=\"0\" height=\"315\" src=\"http:\/\/www.youtube.com\/embed\/plDzDRVR_t4\" width=\"420\"\u003E\u003C\/iframe\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/6939678991369169149\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2011\/09\/ada-pesawat-mendarat-di-krui.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/6939678991369169149"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/6939678991369169149"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2011\/09\/ada-pesawat-mendarat-di-krui.html","title":"Ada Pesawat Mendarat di Krui"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-y5cTM-rGiVE\/ToP6-AY-ECI\/AAAAAAAABaM\/bPe5LDfWFOk\/s72-c\/DSCN1258.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1064907032872969386.post-4425954224712245683"},"published":{"$t":"2011-06-03T14:01:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2011-09-29T19:24:57.756+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Krui dan Sekitarnya"}],"title":{"type":"text","$t":"Musim Durian"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-PgGAiTb71A8\/ToRjVylNsoI\/AAAAAAAABa8\/ebpIyO5RJm4\/s1600\/DSCN0671.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"225\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-PgGAiTb71A8\/ToRjVylNsoI\/AAAAAAAABa8\/ebpIyO5RJm4\/s400\/DSCN0671.JPG\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EKetika musim durian tiba, aroma wangi buah berduri ini merebak ke seluruh pelosok \u003Cst1:place w:st=\"on\"\u003E\u003Cst1:city w:st=\"on\"\u003Ekota\u003C\/st1:city\u003E\u003C\/st1:place\u003E Krui, Lampung Barat. Ke mana saja kaki melangkah, wangi durian selalu mengikuti. Nyaris tak ada tempat di mana kita bisa melupakan sejenak bau menyengat buah beralkohol ini. ketika itu \u003Cst1:place w:st=\"on\"\u003E\u003Cst1:city w:st=\"on\"\u003Ekota\u003C\/st1:city\u003E\u003C\/st1:place\u003E Krui seperti terkepung oleh duri. Pedagang eceran menggelar buah ini di \u003Cst1:place w:st=\"on\"\u003E\u003Cst1:city w:st=\"on\"\u003Esana\u003C\/st1:city\u003E\u003C\/st1:place\u003E sini, mulai dari yang menumpuknya di pasar, di pinggir jalan, hingga yang membuat pondok-pondok kecil di tempat sunyi, di pinggir jalan, menanti pengendara melintas. \u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cst1:place w:st=\"on\"\u003E\u003Cst1:city w:st=\"on\"\u003EAda\u003C\/st1:city\u003E\u003C\/st1:place\u003E dua tipe musim durian seperti yang dikenal masyarakat; musim raya, dan musim local. Musim raya adalah musim ketika pohon durian di mana-mana berbuah. Sedangkan musim lokal adalah musim ketika hanya pohon durian di Krui dan sekitarnya yang berbuah.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EDalam musim lokal, banyak pedagang pemborong berdatangan dari luar Krui, mereka mengangkut hampir semua buah durian yang ada di \u003Cst1:place w:st=\"on\"\u003E\u003Cst1:city w:st=\"on\"\u003Ekota\u003C\/st1:city\u003E\u003C\/st1:place\u003E ini, sehingga membuat harga durian menjadi mahal.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ETapi ketika musim raya, tidak banyak pedagang dari luar yang datang, sehingga buah ini tetap bertahan di Krui, dan dengan demikian, harga menjadi murah. Musim seperti inilah yang dinanti-nanti masayarakat Krui; musim di mana buah durian menjadi terjangkau oleh semua lapisan masyarakat; musim di mana durian menjadi sebuah pesta; musim di mana semua orang bersuka cita; musim di mana durian tidak hanya sekedar aroma.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003ETapi dunggu dulu, kebanyakan makan durian bisa berbahaya. \u003Cst1:place w:st=\"on\"\u003E\u003Cst1:city w:st=\"on\"\u003EAda\u003C\/st1:city\u003E\u003C\/st1:place\u003E temannya teman saya yang menderita gara-gara kebanyakan makan durian. Cerita teman saya, temannya itu merantau ke \u003Cst1:place w:st=\"on\"\u003E\u003Cst1:city w:st=\"on\"\u003EJakarta\u003C\/st1:city\u003E\u003C\/st1:place\u003E dan lama tidak pulang ke Krui. Selama di Jakarta, dia tidak pernah makan durian. Suatu ketika, ketika terjadi musim raya, beliau mendapat kiriman banyak durian dari keluarganya di Krui. Karena sudah lama tidak makan durian, maka kesempatan itu benar-benar dia manfaatkan untuk melepaskan dahaganya akan buah berduri yang wangi itu, sekaligus bernostalgia dengan kampung halamannya, mengenang masa-masa makan durian di desa dulu. Tidak tanggung-tanggung, tiga buah durian habis dilahapnya. Tapi sial baginya, tidak lama setelah selesai makan, dia langsung kolaps, stroke, yang membuat tubuhnya jadi lumpuh, tidak bisa berjalan hingga kini.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003EHati-hati ….*** \u0026nbsp;\u0026nbsp; \u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/feeds\/4425954224712245683\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2011\/06\/musim-durian.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/4425954224712245683"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1064907032872969386\/posts\/default\/4425954224712245683"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/novenrique.blogspot.com\/2011\/06\/musim-durian.html","title":"Musim Durian"}],"author":[{"name":{"$t":"Hasim"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/13544362130473789136"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"26","src":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GI_raquLzBM\/UspV-RVfN-I\/AAAAAAAAJKE\/l6n0LVsrmZ0\/s220\/untitled.bmp"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-PgGAiTb71A8\/ToRjVylNsoI\/AAAAAAAABa8\/ebpIyO5RJm4\/s72-c\/DSCN0671.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});