“Sekarang saya bisa haid kapan saja,” kata Kerry Sharples.
PERLU ANDA KETAHUI
- Seorang Wanita berusia 54 tahun menyatakan bahwa dia “menyesal” telah melakukan suntikan pencegah kehamilan setelah dia didiagnosis mengalami empat jenis kanker otak.
- Dokter mengatakan bahwa meningioma yang dialami wanita tersebut bisa jadi berhubungan dengan kebiasaan si wanita tersebut menggunakan suntikan kontraseptif—yang telah dia lakukan secara teratur selama 21 tahun, guna menghindari datang bulan.
- “Haid saya bisa datang kapan saja sekarang, kata Kerry Sharples
Kerry Sharples mengatakan pada para dokter selama kunjungan rutin pada tahun 2025 bahwa dia mengalami telinga berdenyut di telinga sebelah kanannya, menurut Kennedy News.
Sharples, 45, mengatakan bahwa dokter memintanya melakukan scan beberapa kali dan test darah untuk berjaga-jaga, dan kemudian dia mendapat berita mengejutkan: dia mengalami empat jenis tumor jinak, yang juga dikenal sebagai meningioma. (Yang terbesar dari keempat tumor tersebut berada di belakang mata kanannya dan berukuran sekitar 1,4 inci).
Wanita itu mengatakan bahwa pada titik itulah dokter menganjurkan dia berhenti melakukan suntikan hormon pencegah kehamilan—yang telah dia lakukan secara teratur selama 21 tahun, guna menghindari haid setiap bulan.
“Saya menyesal telah melakukan suntik ini,” kata Sharples. “Kedengarannya bodoh sekali sekarang, bahwa saya tidak ingin haid dan terus menerus begitu. Dan sekarang saya mengalami empat jenis kanker otak. Sekarang haid saya bisa datang kapan saja. Ini benar-benar gila.”
Menurut Sharples, yang merupakan ibu dari dua orang anak, dokter yang dia temui menjelaskan padanya setelah dia menyadari keempat jenis kanker otak tersebut bahwa ada bukti yang relatif baru yang menunjukkan adanya hubungan kecil antara suntikan kontraseptik yang dia terima dengan diagnosis tersebut.
The woman said that, had she known of a link, however small, between the shots and meningiomas beforehand, she likely would have made a different decision about her personal health plan.
Wanita tersebut mengatakan bahwa, jika dia telah mengetahui bahwa ada hubungan, antara suntikan tersebut dengan meningioma, betapapun kecilnya, tentu dia akan mengambil tindakan yang berbeda untuk mencegah kehamilan.
“Saya tahu banyak wanita yang mengalami efek samping tertentu, namun sejauh yang saya ketahui, saya baik-baik saja. Saya pikir, ‘Mengapa saya harus menghentikan sesuatu yang tak menimbulkan kerusakan?’ Jika dokter dulu mengatakan ada resiko seperti ini [tumor otak], tentu saya akan ambil tindakan berbeda,” kata Sharples, dari Cheshire, Inggris.
“Saya agak naif untuk [tidak] tidak mencari tahu hal ini,” katanya menambahkan. “Tapi jika Anda mendapatkan suntikan itu dari dokter, tentu Anda akan menganggap itu akan baik-baik saja.”
Sharples tidak memberi tahu nama khusus dari suntikan pencegah kehamilan yang dia lakukan selama ini.
Melihat ke belakang, Sharples mengatakan bahwa dia “sangat terkejut” atas diagnosis tersebut. Dia menambahkan bahwa dia masih belum sepenuhnya menerima hal ini.
“Saya adalah [tipe orang] siap menerima dan menjalankan sesuatu, tapi kadang-kadang perasaan tidak siap menerima itu timbul,” katanya.
Sharples—yang kini khawatir dia akan menjadi buta, atau mati, jika dokter tidak memerintahkannya melakukan test—melanjutkan tentang tumor otak yang dialaminya: “Semoga tumor ini menciut, atau tidak menjadi lebih besar, sekarang saya berhenti [memakai suntikan hormon].
Sharples berharap dengan berbagi cerita seperti ini, lebih banyak wanita akan tersadar akan resiko suntikan pembatas kehamilan sintetis berbasis progesterone.
“Saya tidak ingin menakut-nakuti orang [atau] membuat mereka takut akan Tuhan, tapi mereka harus sadar akan penyebab yang mungkin ditimbulkan [suntikan] itu,” katanya.
“Pikirkan kembali dan lakukan penelitian sendiri. Ada banyak pilihan lain yang bisa Anda lakukan,’ katanya menambahkan.
Menurut National Institutes of Health (NIH), data menunjukkan bahwa secara keseluruhan resiko klinis terkena meningioma akibat suntikan hormon pencegah kehamilan itu kecil saja.
Read the original article on People
https://www.yahoo.com/news/articles/woman-45-took-birth-control-090000288.html

Post a Comment