Headlines

Powered by Blogger.

0 Ejakulasi Lebih Banyak Turunkan Resiko Terkena Kanker Prostat, Kata Penelitian


Sebuah penelitian yang masif menunjukkan adanya hubungan antara interval ejakulasi, usia, dan perkembangan kanker prostat  (PC) pada pria. Kanker prostat (PC) adalah gangguan kesehatan yang serius bagi kebanyakan pria. Jadi jangan ketawa dulu.

Pada tahun 1992, para peneliti mengikuti 32.000 orang (kebanyakan dari ras Kaukasia) pria berusia duapuluhan, dan mereka baru menyelesaikan proyek tersebut 18 tahun kemudian, yaitu pada tahun 2010. Selama masa proyek penelitian ini berlangsung, hampir 4.000 orang partisipan (1/8 dari jumlah seluruhnya) terdiagnosa mengalami kanker prostat (PC).

Semua partisipan menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang kesehatan seksual dan frekuensi ejakulasi mereka. Mereka juga menyerahkan berbagai catatan medis dan test-test laboratorium yang mereka punya, untuk menentukan partisipan mana saja yang terdiagnosa tumor prostat.

Setelah segala sesuatunya ditinjau ulang, inilah yang didapat dari angka-angka itu:

Di kalangan pria yang berejakulasi tiga kali sebulan ditemukan 192 kasus kanker prostat.

Pada kalangan pria yang berejakulasi empat hngga tujuh kali sebulan ditemukan 1.041 kasus kanker prostat.

Pada pria yang berejakulasi delapan hingga duabelas kali sebulan ditemukan 1.509 kasus kanker prostat.

Di kalangan pria yang berejakulasi duabelas hingga duapuluh kali sebulan ditemukan 807 kasus kanker prostat.

Pada pria yang berejakulasi duapuluh satu kali sebulan ditemukan 290 kasus kanker prostat.

Meski temuan kami ini masih harus dikonfirmasi dalam penelitian-penelitian yang mengevaluasi mekanisme-mekanisme biologis potensial yang mendasari kejadian tersebut,” tulis penulis utama penelitian tersebut, Jennifer Ruder,  dalam kata pengantarnya. Dia melanjutkan dengan, “Hasil penelitian kami mengisyaratkan bahwa ejakulasi dan aktivitas seksual yang aman semasa usia dewasa bisa jadi merupakan strategi yang bermanfaat dalam mengurangi resiko terkena kanker prostat.” Source Associated Press
 
Untuk membantu memperjelas trend dan kemungkinan-kemungkinan tersebut, di bawah ini adalah rekap sederhananya. Pria yang berejakulasi sekurangnya 21 kali sebulan, ketika mereka di usia duapuluhan, 18 persen lebih kecil kemungkinannya terdiagnosa penyakit kanker prostat dibandingkan dengan pria yang berejakulasi hanya lebih dari tujuh kali sebulan. Pria yang sering berejakulasi dan terus berejakulasi hingga usia 40-an 22 persen lebih kecil kemungkinannya akan terdiagnosa kanker prostat.

Konsensus dasarnya tampaknya seperti ini, berejakulasilah sekurangnya 21 kali sebulan ketika Anda sedang berusia 20-an. Ketika usia Anda bertambah, teruslah berjakulasi hingga usia 40-an untuk menurunkan resiko terkena kanker prostat.

Solusi yang sederhana, alami, dan murah untuk menurunkan resiko terkena kanker prostat ini, tidak bisa disarankan tanpa mendengarkan pendapat yang bertentangan. Komplain yang paling sering terdengar adalah yang dikemukan oleh Siobban Sutcliffe, seorang peneliti di Washington University School of Medicine di St. Louis. Dia tidak terlibat di dalam penelitian tersebut. Namun dia mengingatkan kepada siapa saja bahwa, “Aktivitas seksual bisa menimbulkan akibat yang buruk bagi kesehatan, seperti memperoleh penyakit menular seksual.”

Okelah kalau begitu. Gunakan alat kontrasepsi yang ampuh untuk menghindari ancaman tersebut, Anda bisa menghindari masalah itu sama sekali, seks tidak berarti ejakulai. Sutcliffe dalam hal ini mengacu pada efek negatif yang tidak sepenuhnya menentang keabsahan dari temuan-temuan dalam penelitian tersebut. Lebih banyak penelitian lagi diperlukan untuk memahami reaksi tersebut secara lebih mendalam, dan memberi kepastian akan akibat tersebut  dengan para pasien lain yang berbeda dengan kondisi-kondisi yang variabel-variabel yang berbeda-beda pula. Ini bisa jadi merupakan permulaan yang hebat bagi kesehatan pria.

http://www.higherperspectives.com/ejaculating-1770078249.html?xrs=RebelMouse_fb
Read more

0 "Sinyal Kuat' dari Sebuah Bintang Menyerupai Matahari Timbulkan Spekulasi Adanya Makhluk Ruang Angkasa


(CNN) Para ahli astronomi yang terlibat dalam proyek pencarian makhluk cerdas dari angkasa luar, (search for extraterrestrial intelligence) (SETI), kini sedang mencoba peralatan mereka untuk melacak sebuah bintang yang berada sekitar 94 tahun cahaya jauhnya dari Bumi setelah sebuah sinyal yang sangat kuat berhasil dideteksi oleh sebuah teleskop Rusia.

Sebuah kelompok peneliti internasional kini sedang menguji sinyal radio dan bintang tersebut, HD 164595, yang digambarkan di dalam sebuah paper oleh seorang ahli astronomi Italia Claudio Maccone sebagai sebuah “calon SETI yang kuat”—dengan harapan bisa menemukana asal-usul bintang tersebut.

“Sinyal dari HD 164595 itu menarik, karena datangnya dari sekitar sebuah bintang yang menyerupai matahari, dan jika sinyal tersebut artifisial, maka kekuatannya adalah cukup besar dan pasti dibuat oleh sebuah peradaban dengan kapabibiltas yang jauh melampaui manusia,” kata ahli astronomi Douglas Vakoch, presiden METI international, yang bertugas mencari tanda-tanda kehidupan di luar Bumi, tulis CNN.

Peradaban yang maju?

Paul Glister dari Tau Zero Foundation, yang melakukan penelitian interstellar, mengatakan bahwa jika sinyal tersebut artifisial adanya, maka kekuatannya mengisyaratkan bahwa sinyal tersebut berasal dari sebuah peradaban yang lebih maju daripada peradaban kita.

Dyson swarm (pictured) or Dyson spheres are proposed technologies for capturing all energy emitted by a star.
Dyson's Sphere
Peradadan yang sedemikian bisa jadi tergolong pada skala Kardashev Tipe II. Skala Kardashev adalah sebuah upaya dari ahli astrononi Soviet yang bernama Kardashev untuk mengategorikan berbagai tahapan teknologi peradaban. Di masa sekarang, spesies kita manusia berada di sekitar Tahap I dari skala tersebut, di mana sebuah peradaban mampu mengolah semua energi yang ada di planetnya sendiri, termasuk energi matahari, angin, gempa bumi dan bahan bakar lainnya.

Sebuah peradaban Tipe II akan mampu mengelola semua energi yang dikeluarkan oleh bintangnya, yang bermiliar-miliar watt adanya.

Untuk melakukan itu, diperlukan pengerahan daya upaya yang kolosal, menyerupai konstruksi sejenis superstruktur, seperti sebuah lingkup atau bola raksasa terdiri dari panel-panel surya yang super maju yang dipopulerkan oleh ahli astronomi Freeman Dyson, yang bisa menangkap dan menyimpan semua radiasi yang dikeluarkan oleh matahari. Para ilmuwan percaya bahwa superstruktur mungkin merupakan peluang terbaik kita manusia untuk mendeteksi kehidupan makhluk angkasa luar kecuali kalau mereka secara aktif mencoba berkomunikasi dengan kita.

Bola raksasa Dyson (Dyson sphere) merupakan salah satu solusi yang disarankan untuk melacak fluktuasi cahaya yang aneh yang terdeteksi di sekitar Bintang Tabby (Tabby’s Star), yang menimbulkan kegembiraan luar biasa ketika cahaya terdeteksi tahun lalu. Bintang yang redup itu tetap menjadi misteri, tapi tampaknya tidak disebabkan oleh komet.

Apa yang terjadi dengan HD 164595?

Dalam sebuah pernyataan, Seth Shostak, seorang ahli astronomi senior dari SETI Institute, mengatakan bahwa “sulit dipahami kenapa makhluk luar angkasa ingin mencapai sistem tata surya kita dengan sebuah sinyal yang kuat.” Sistem bintang ini sangatlah jauh sehingga mereka belum bisa menangkap TV atau radar kita yang akan memberi tahu mereka keberadaan kita di sini,” katanya menambahkan.

METI Internasional akan mengamati bintang tersebut dari Boquete Optical SETI Observatory di Panama, kata Vakoch, “mencari denyut-denyut laser yang singkat yang boleh jadi mengirim sebuah tanda dari makhluk angkasa luar yang maju.”

Dia menekankan pentingnya semua masyarakat anggota SETI mengikuti sebuah sinyal yang terdeteksi oleh salah seorang anggotanya.

“Tanpa adanya pembenaran dari pengamatan independen, sebuah sinyal terduga dari makhluk angkasa luar tidak mempunyai banyak kredibilitas.”

SETI Insititue juga mengamati HD 164595, dengan menggunakan Allen Telescope Array di Kalifornia. Sejauh ini, tim tersebut belum nenemukan sinyal apapun untuk dicocokkan dengan sinyal-sinyal yang terdeteksi pertama kalinya oleh teleskop Rusia tersebut, namun Shostak mencatat bahwa “kami belum menemukan frekuensi dalam jangkauan penuh di mana sinyal tersebut bisa terdapat.”

“Sebuah deteksi, tentu saja, akan segera memicur komunitas radio astronomi dan SETI untuk melakukan tindak lanjut observasi.”

Menurut Vakoch, “Jika ini benar merupakan sebuah sinyal dari makhluk angkasa luar, maka kami perlu menyurvei bintang tersebut dengan sebanyak mungkin sprektrum elektromagnetik yang kami bisa.”

Makhluk angkasa luarkah itu?

Mungkin bukan, kata Vakoch. Dia mensinyalir adanya ikut campur teknologi atau amplifikasi melalui pelensaan gravitasional, di mana sebuah sinyal di belakang sebuah planet atau objek besar lainnya tampak jauh lebih kuat dari yang sebenarnya, sebagai kemungkinan penyebab.

“Keterbatasan terbesar dari sinyal bulan Mei 2015 adalah bahwa sinyal tersebut belum direplikasikan. Sebelum kita bisa memberi kepercayaan apapun kepada sebuah sinyal sebagai berasal dari makhluk angkasa luar, kita perlu melihat sinyal tersebut berulang-ulang untuk memastikan bahwa itu bukanlah sekedar sebuah fenomena transient (sementara),” katanya.

“Diperlukan sekurangnya beberapa jam pengamatan oleh para peneliti SETI pada lokasi-lokasi lainnya untuk memastikan kita tidak kehilangan sebuah kesempatan untuk melakukan kontak pertama, betapapun jauhnya.”

Jika sinyal itu terbukti sebagai transient dan tak bisa dijelaskan, maka HD 164595 bisa menjadi sebuah “sinyal Wow!,” yang membuat penasaran dan sekaligus misterius.

Shostak menulis bahwa “tentu saja (hal itu) mungkin” bahwa sinyal tersebut berasal dari sebuah peradaban makhluk angkasa luar, tapi tanpa adanya konfirmasi, kita hanya bisa mengatakan bahwa fenomena itu sebagai sesuatu yang “menarik.” (By James Griffiths, CNN)

http://edition.cnn.com/2016/08/30/health/seti-signal-hd-164595-alien-civilization/index.html
Read more

0 Pelajaran dari Suku Bugis yang Menganut Lima Jenis Kelamin

Pada tanggal 13 Juni 2016 lalu, ketika seorang hakim di Oregon, AS, mengijinkan seseorang untuk secara sah tidak memilih salah satu jenis kelamin (sex) dan digolongkan sebagai “non-biner”, para aktivis transgender menyambutnya dengan sepenuh suka cita. Keputusan tersebut dianggap merupakan keputusan yang pertama dari yang sejenisnya yang, hingga sekarang, mengharuskan orang memilih jenis kelamin “pria” atau “wanita” pada dokumen identitas mereka.  

Kemenangan kecil ini muncul setelah disyahkannya sebuah undang-undang baru yang kontroversial di North Carolina yang mencegah orang transgender menggunakan WC umum yang tidak sesuai dengan jenis kelamin pada akta kelahiran mereka. 

Konflik yang timbul akibat kebijakan-kebijakan baru ini tidaklah sama sekali baru; selama bertahun-tahun orang telah menanyakan tentang apakah jenis “kelamin” (“sex”)yang kita miliki sejak lahir harus menentukan segala sesuatu seperti fasilitas publik yang mana yang mesti kita gunakan, apa yang mesti di-centang di dalam aplikasi paspor kita dan siapa yang berhak bermain di dalam tim olahraga tertentu.

Tapi bagaimana jika jenis kelamin (gender) itu dipandang dengan cara yang sama dengan pandangan yang terkenal yang digambarkan oleh peneliti jenis kelamin (sex researcher) Alfred Kinsey tentang seksualitas—yaitu sebagai sesuatu yang diukur menurut mistar hitung (something along a sliding scale)?

Nyatanya, ada sekelompok etnik di Sulawesi Selatan, Indonesia—Bugis—yang memandang jenis kelamin (gender) dengan cara ini. Untuk penelitian Ph.D saya, saya telah tinggal di Sulawesi Selatan pada akhir tahun 1990-an untuk mempelajari lebih jauh tentang berbagai cara dalam memahami jenis kelamin (sex) dan gender di dalam suku bangsa Bugis. Saya pada akhirnya merinci konseptualisasi ini di dalam buku saya yang berjudul “Gender Diversity in Indonesia.”

Apakah masyarakat menentukan ‘gender’ kita? 

Bagi banyak pemikir, seperti teoris gender Judith Butler, mengharuskan seseorang memilih antara toilet “wanita” dan “pria” adalah absurd karena tidak ada yang namanya jenis kelamin ketika kita memulai kehidupan ini.

Menurut aliran pemikiran ini, jenis kelamin (sex) tidak berarti apa-apa sampai kita dimunculkan (engendered) dan mulai menunjukkan jenis kelamin melalui pakaian kita, cara kita berjalan, cara kita berbicara. Dengan kata lain, mempunyai penis saja tidak ada artinya sebelum masyarakat mengatakan pada Anda bahwa jika kamu punya penis kamu tidak seharusnya mengenakan rok (kecuali kilt, tentu saja). 

Meski demikian, kebanyakan pembicaraan tentang jenis kelamin (sex) seolah-olah semua orang diplanet ini dilahirkan sebagai pria atau wanita. Teoris gender seperti Butler akan berpendapat bahwa manusia jauh lebih kompleks dan berbeda-beda untuk memungkinkan kita yang jumlahnya tujuh miliar ini dibagi secara merata di dalam kua kamp.

Contoh paling jelas adalah bagaimana para dokter memperlakukan anak-anak yang jenis kelaminnya tidak jelas (seperti mereka yang dilahirkan dengan sindrom sensitivitas androgen, hypospadias atau sindrom Klinefelter).  Dalam hal jenis kelamin seorang anak tidak bisa ditentukan, para dokter biasanya hanya mengukur apendiks untuk mengetahui apakah klitorisnya terlalu panjang—dan dengan demikian harus digolongkan sebagai penis—atau sebaliknya. Tindakan seperti ini akan memaksa seorang anak berada di bawah payung salah satu jenis kelamin, bukannya membiarkan si anak tumbuh secara alami dengan keadaan tubuh mereka.

Gender adalah sebuah spektrum

Mungkin cara yang lebih bermanfaat untuk memahami tentang jenis kelamin adalah dengan memandang jenis kelamin (sex) sebagai sebuah spektrum.

Meski semua masyarakat sangat dan terbagi-bagi secara gender, dengan peran-peran spesifik untuk pria dan wanita, namun ada juga masyarakat-masyarakat tertentu—atau, paling tidak, individual-individual di dalam masyakarat—yang mempunyai nuansa pemahaman yang tersendiri akan hubungan antara jenis kelamin (tubuh-tubuh fisik kita), gender (apa yang dibuat oleh budaya terhadap tubuh-tubuh itu) dan seksualitas (tubuh yang mana yang kita ingini).

Indonesia boleh jadi menjadi sorotan media akan serangan-serangan teror dan hukuman mati, namun sebenarnya Indonesia adalah negara yang sangat toleran. Faktanya, Indonesia adalah negara demokrasi terbesar keempat dunia, dan lebih dari itu, tidak seperti North Carolina, Indonesia akhir-akhir ini tidak mempunyai masalah kebijakan anti-LGBT. Lebih-lebih lagi, orang Indonesia bisa memilih transgender (waria) pada kartu identitas mereka (meski dengan adanya gelombang kekerasan baru yang menentang LGBT baru-baru ini, hal ini bisa saja berubah).

Suku bangsa Bugis adalah kelompok etnik terbesar di Sulawesi Selatan, dengan jumlah sekitar tiga juta orang. Kebanyakan orang Bugis adalah Muslim, namun masih ada ritual-ritual pra-Islam yang masih terus dihormati di dalam budaya Bugis, termasuk perbedaan pandangan tentang gender dan seksualitas. 

Bahasa mereka menawarkan lima istilah untuk mengacu pada berbagai kombinasi jenis kelamin (sex), gender, dan seksualitas: makkunrai (“wanita asli”), oroani (“pria asli”), calalai (“pria tapi wanita”), calabai (“wanita tapi pria”) and bissu (“pendeta transgender”). Definisi ini tidaklah tepat benar, namun cukup memadai.

Selama masa awal penelitian Ph.D saya, saya telah berbicara dengan seseorang yang, meski tidak memiliki pendidikan formal, merupakan seorang pemikir sosial yang krtitis.

Ketika saya masih bingung tentang cara bagaimana orang Bugis mengonsepsi jenis kelamin (sex), gender dan seksualitas, dia mengatakan pada saya bahwa saya salah jika mengira bahwa hanya ada dua jenis kelamin yang berlainan, wanita dan pria. Melainkan, dia mengatakan bahwa kita semua berada dalam sebuah spektrum.

Bayangkan seseorang sedang berada di sini di ujung barisan ini dan bahwa mereka, adalah orang-orang yang Anda sebut sebagai, XX, dan kemudian Anda berjalan-jalan di sepanjang barisan ini hingga Anda tiba di ujung barisan yang lain, dan itulah YY. Tapi di sepanjang barisan ini adalah semua jenis manusia dengan semua jenis dandanan dan karakter berbeda.

Spektrum jenis kelamin (sex) ini merupakan cara yang baik dalam berpkir tentang kompleksitas dan diversitas manusia. Ketika jenis kelamin (sex) dipandang melalui lensa ini, maka undang-undang North Carolina yang melarang orang memilih toilet yang mana saja yang mereka maui tampaknya secara sewenang-wenang, memaksa orang harus masuk ke ruang yang boleh jadi bertentangan dengan identitas mereka (By Sharyn Graham Davies)

http://theconversation.com/what-we-can-learn-from-an-indonesian-ethnicity-that-recognizes-five-genders-60775
Read more

0 Lima Hal yang Membedakan Anak Cerdas dengan Anak Biasa




Apa yang Membedakan anak-anak cerdas (gifted) dengan anak-anak lain? Pertanyaan ini telah menjadi perdebatan panjang. Akan tetapi, sebagai pendidik, memahami bagaimana anak gifted belajar dibandingkan dengan teman-teman mereka adalah perlu untuk keberhasilan belajar mengajar dan kemampuan Anda berhubungan dengan mereka melalui pembelajaran. 

Selama sebagian besar abad ke-20, kecerdasan (giftedness) ditentukan dengan menguji IQ seorang murid. Ketika program pendidikan khusus menjadi lebih maju, test-test untuk mengukur ketidakmampuan tertentu berkembang, metode-metode alternatif untuk mengidentifikasi giftedness bermunculan. Sebagian psikolog pendidikan percaya bahwa giftedness berbeda secara mencolok dengan bakat (talent); mereka mendefinisikan giftedness sebagai kecakapan yang tinggi dalam belajar dalam bidang tertentu dan mendefinisikan talent sebagai sebuah level penguasaan yang tinggi dalam sebuah bidang atau skill.

Yang lain mengklaim ada dua jenis giftedness: murid-murid yang mempertunjukkan kemampuan akademik alami tingkat tinggi, dan mereka yang menunjukkan motivasi dan kreativitas tingkat tinggi. Definisi giftedness ini memberi murid-murid lebih banyak tanggung jawab untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar berminat dalam hal mengembangkan kemampuan mereka dan akan memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan pada mereka jika mereka terplih untuk sebuah gifted program (semacam kelas unggulan). Karena keterbatasn finansial dalam kebanyakan sekolah negeri, gifted program ini seringkali sangat kompettif.

Pemerintah federal AS mendeinisikan murid gifted (cerdas) dan talented (berbakat) sebagai mereka yang berhasil mencapai tingkat tinggi dalam bidang-bidang tertentu, termasuk matematika, kepemimpinan, menulis, atau pencapaian-pencapaian kreatif. Murid gifted juga harus menunjukkan kebutuhan akan program khusus dan layanan khusus yang akan membantu mereka mewujudkan cita-cita mereka di dalam bidang atau bidang-bidang yang mereka minati. Ketika menyeleksi murid-murid untuk dimasukkan dalam layanan khusus giftedness, kriteria kelayakannya biasanya termasuk nilai test, rekomendasi guru, kecepatan si murid dalam belajar, dan atribut-atribut lain yang khas anak gifted. Bahkan Persatuan Anak Gifted Amerika ((NAGC) mengalami kesulitan mendefinisikan giftedness. NAGC mengisyaratkan bahwa individual yang gifted menunjukkan atau memiliki potensi untuk menunjukkan performa luar biasa di dalam satu atau sering kali lebih area giftedness.

Ada lima cara bagaimana anak gifted cenderung belajar dengan cara berbeda dengan teman-teman mereka:
  1.  Mereka belajar materi baru dengan lebih cepat.
  2. Mereka mempunyai kemampuan mengingat yang lebih baik tentang apa yang pernah mereka pelajari, yang  dengan demikian mengurangi atau tidak memerlukan review.
  3. Mereka mempunyai kemampuan mengabstraksi pikiran kompleks yang tidak dipunyai oleh teman-teman mereka
  4.   Mereka fokus pada topik-topik tertentu dan sangat tertarik pada topik-topik tersebut hingga cenderung mengabaikan topik-topik dan subjek-subjek lainnya.
  5. Mereka bisa menerima banyak stimuli dalam satu kesempatan, mengetahui apa yang sedang terjadi di sekitar mereka ketika sedang berkonsentrasi pada tugas-tugas yang khusus.

Dengan menggunakan karakteristik-karakteristik di atas sebagai guideline, maka mendekati 6%, atau 3 juta, murid di AS bisa digolongkan sebag gifted. Meski ada sedikit argumen bahwa anak gifted dan talented harus dihadapkan dengan tantangan-tantangan yang bisa memenuhi kebutuhan akademik mereka, tidak ada aturan pemerintah federal AS yang secara khusus mengamanatkan layanan-layanan khsus untuk anak G dan T.

Adalah tantangan bagi para guru untuk mencari jalan untuk menstimulasi anak-anak gifted dan menyediakan bagi mereka sumber-sumber dan instruksi yang akan membuat mereka menguji kemampuan mereka dan tumbuh secara intelektual. Para guru juga tidak mempunyai dukungan berupa bantuan ruang kelas tambahan untuk melayani anak-anak gifted. Banyak guru menggunakan aktivitas pengayaan seperti memberi proyek-proyek independen, investigasi kelompok kecil, dan kompetisi-komptetisi akademik untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan anak-anak gifted yang terdapat di dalam kelas reguler, dan para guru bisa mendesain area-area khusus di dalam ruang kelas untuk memberi kesempatan pada mereka untuk belajar lebih lanjut.

Anak-anak gifted boleh jadi dipisahkan dari kelas reguler dalam jam-jam tertentu untuk belajar pada jenjang yang lebih tinggi, sama dengan cara anak-anak yang kurang mampu dalam belajar dipisahkan dari kelas reguler untuk belajar pada level yang sesuai dengan mereka. Layanan-layanan yang diberikan pada anak-anak gifted pada sekolah menengah atas (seconday school) biasanya adalah berupa kelas pengayaan atau kelas akselerasi. Kedua pendekatan ini berbeda. Kelas pengayaan terjadi di dalam ruang kelas reguler (kelas umum), dengan kurikulum yang diadaptasi untuk menampung minat dan cara-cara belajar dalam jangkauan yang lebih luas. Kelas akselerasi adalah kelas yang memberi kesempatan pada anak-anak untuk melaksanakan pembelajaran yang lebih banyak tuntutan di luar kelas reguler (kelas umum).

Jadi berapa banyak anak gifted yang duduk di dalam ruang kelas kita sekarang? Apakah kita mengajar mereka dengan selayaknya? (By Matthew Lynch Juni 13, 2016)

http://mobile.edweek.org/c.jsp?cid=25920011&item=http%3A%2F%2Fapi.edweek.org%2Fv1%2Fblog%2F155%2F%3Fuuid%3D58754
Read more

0 Minum Bir Bisa Tingkatkan Gigitan Nyamuk


Musim panas adalah waktu yang tepat untuk leyeh-leyeh di udara terbuka di bawah sinar matahari, dengan bir di tangan (jika Anda sudah berumur 21 atau lebih, tentu saja).

Tapi bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa kebiasaan Anda minum bir akan mengundang bagian terburuk dari musim panas? Nyamuk!

Riset telah membuktikan bahwa orang yang minum bir bahkan dalam jumlah paling sedikit sekalipun lebih besar kemungkinan akan digigit nyamuk dibandingkan seseorang yang minum minuman beralkohol lebih tinggi seperti tequila atau bahkan Pinot Grigio. 

Tapi ini tidak berarti menghindari bir akan menjauhkan Anda dari nyamuk sama sekali.

Menurut Smithsonian, 20 persen penduduk masih akan menjadi sasaran nyamuk karena tipe darah mereka.

Sebagian nyamuk akan mencium darah Anda lebih manis dari darah yang lain, itulah sebabnya mengapa bisa jadi Anda akan mengakhiri masa liburan Anda dengan bentol-bentol bekas gigitan nyamuk sedangkan teman Anda yang pergi bersama And tidak.

Cara yang baik menghindari gigitan nyamuk adalah dengan memakai pakaian celana panjang longgar, dengan atasan berlengan panjang. Nyamuk tidak ingin bekerja keras hanya untuk makan, jadi mereka akan meninggalkan Anda dan mencari orang-orang bego yang mengenakan tank top dan celana pendek.

Juga, hindari air tak mengalir. Nyamuk suka mandi sama dengan Anda.

Apapun yang Anda lakukan, jangan terkecoh dengan iklan penjual perangkap nyamuk elektrik “bug zapper”. Alat ini tak benar-benar mempan menghalau nyamuk, dan tubuh Anda tetap akan penuh dengan bentol-bentol bekas gigitan nyamuk, dan Anda akan kehilangan uang secara sia-sia. (By Amanda Kabbabe and Patrick Jones, Buzz60)

http://www.aol.com/article/2016/06/06/beer-can-make-you-a-mosquito-magnet/21390265/?pbx=398&ncid=txtlnkusaolc00000793
Read more
 
© Hasim's Space | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger