Headlines

Powered by Blogger.
Showing posts with label sains. Show all posts
Showing posts with label sains. Show all posts

0 Saintis Berhasil Menemukan Sumber Sinyal Radio Misterius setelah 20 Tahun Pencarian Sebuah Bintang Vampire dan Korbannya:

 

Ilustrasi sebuah lingkaran besar berwarna oranye di kiri atas. Ada sebuah lingkaran ungu berukuran kecil di kanan bawah. Kedua lingkaran itu dihubungkan oleh sebuah pita biru berwarna terang

Pertemuan medan magnetik dari sebuah bintang putih mini (white dwarf star) dan sebuah bintang kecil merah (red dwarf star) di dekatnya adalah sumber sinyal-sinyal dari ruang angkasa yang masih terus menjadi teka-teki selama lebih dari 20 tahun, menurut temuan para ahli astronom radio Australia.

Sinyal-sinyal tersebut, atau transien radio (radio transient) jangka panjang, adalah sekelas emisi radio selestial yang ditemukan pada tahun 2005. Kebanyakan benda-benda yang menghasilkan radio mengeluarkan ledakan yang berlangsung selama beberapa detik atau kurang, namun transien radiso jangka panjang, ada sekitar selusin yang dikenal, menghasilkan gelombang-gelombang radio dalam pancaran yang berlangsung selama beberapa menit hingga lebih dari satu jam.

Berbagai spekulasi telah berfokus pada getaran-getaran magnetik tinggi yang disebut magnetars sebagai asal usul dari pancaran gelombang radio ini, namun kini, sebuah peneitian baru yang dupimpin oleh Kevi Rose dari University of Sydney, dengan menggunakan teleskop milik Peneusur SKA Australia (ASKAP), telah menunjukkan bahwa sistem biner simbiosis (symbiotic binaries) adalah penyebab timbulnya paling sedikit beberapa transien radio jangka panjang.

Biner simbiosis adalah benda berbentuk padat—biasanya kecil berwarna putih, yang merupakan sisa inti dari sebuah bintang yang menyerupai matahari—yang mencuri materi dari sebuah bintang pendamping yang dekat. Skenario ini sering kali menyebabkan timbulnya ledakan nova ketika terlalu banyak materi terakumulasi di atas permukaan dari bintang kecil berwarna putih tersebut.

“Transien radio jangka panjang telah menjadi teka-teki bagi para ahli astonomi selama bertahun-tahun,” kata Rose, yang merupakan seorang mahasiswa pascasarjana, dalam sebuah pernyataannya. “Sekarang kita telah mampu menunjukkan bahwa sumber dari salah satu transien-transien ini berasal dari sebuah bintang kecil berwarna putih yang secara aktif menarik material dari sebuah bintang sahabat.”

Sistem yang dimaksud di sini telah dimasukkan dalam katalog sebagai ASKAP JI745-5051, dan menggambarkan sebuah bintang kecil warna putih yang berukuran diameter sama dengan bumi namun memiliki massa yang serupa dengan massa matahari, yang mengumpulkan materi dari bintang kecil berwarna merah berukuran sepersepuluh ukuran massa matahari.

Apa yang membuat ASKAP JI745-5051 berbeda adalah bahwa dia tidak hanya memproduksi pancaran gelombang radio jangka panjang, tapi dia juga menghasilkan pancaran sinar-X.

“Emisi-emisi ini semuanya berkaitan dengan gerakaan orbital dari sistem tersebut,” kata Rose,” “Namun, yang menarik, sinyal-sinyal radio dan sinar-X yang dihasilkannya tidak memuncak pada waktu yang sama, yang memberi tahu kita bahwa sinyal-sinyal radio dan sinar-X tersebut tersebut diproduksi di wilayah-wilayah berbeda dari sistem tersebut.”

Sinar-X tersebut dihasilkan ketika materi memutar dalam formasi spiral dari bintang kecil berwarna merah ke bintang kecil berwarna putih. Ketika bintang kecil berwarna merah ini berada lebih dekat dengan si bintang putih, gravitasi membuatnya melonjak ke atas, friksi yang ditimbulkannya kemudian membuat temperatur melonjak hingga mencapai ratusan ribu, atau bahkan jutaan derajat, yang cukup panas untuk menghasilkan sinar-X. tempat tepatnya di mana bintang tersebut melonjak ke atas tergantung pada posisi relatif dari si bintang putih dan si bintang merah.

Asal mula gelombang radio adalah lebih kompleks. Baik Bintang kecil putih maupun Bintang kecil merah memiliki medan magnit intrinsik mereka sendiri. Mereka mengorbit di satu sama lain, yang hanya memakan waktu 14 jam sekali putar. Orbitnya tidak melingkar melainkan berbentuk sangat eliptik, yang berarti pada satu waktu tertentu kedua objek ini lebih berdekatan satu sama lain dibandingkan pada waktu yang lain. Ketika mereka berdekatan, medan magnet keduanya berbenturan, melepas partikel-partikel bermuatan (charged particles) dari masing-masing permukaan mereka. Partikel bermuatan ini kemudian memutari garis-garis medan magnet dan melepas sebentuk gelombang radio aktif yang dikenal sebagai radiasi sinkroton (synchroton radiation). Pancaran gelombang radio tersebut berlangsung selama durasi ketika medan-medan magnet saling kontak, setiap 1,4 jam sekali.

Meski fenomena ini bisa menjelaskan ASKAP J1745-5051, tapi tidak dengan serta merta menjelaskan semua transien-transien radio periode jangka panjang. Sebagai contoh, hanya satu di antara transien-transien radio tersebut yang telah terbukti memproduksi sinar-X. dengan demikian adalah mungkin bahwa transien radio jangka panjang yang lain memiliki asal muasal berbeda. Akan tetapi, Rose berharap bahwa riset terbaru ini akan bisa membantu membedakan antara tipe-tipe radio transien yang berbeda.

“Sistem ini memberi kita sebuah cara untuk membaca sinyal-sinyal tersebut,” katanya. “Ini bisa membantu kita menentukan apakah transien-transien jangka panjang lainnya lebih menyerupai pulsar atau menyerupai sistem bintang kecil putih, yang bertingkah laku seperti sebuah bintang Rosetta Stone. (Keith Cooper)

Temuan ini diterbitkan pada tanggal 1 Juni 2026 dalam jurnal Nature Astronomy.

https://www.yahoo.com/news/science/articles/scientists-locate-source-mysterious-radio-210000586.html

Read more

0 Kemungkinan Asteroid Berbahaya Menghantam Bumi Lebih Besar dari yang Kita Perkirakan: ilmuwan


 

Don’t look up.

Seorang ilmuwan NASA terkemuka mengingatkan bahwa ancaman asteroid raksasa akan menabrak Bumi jauh lebih menakutkan dari yang semula kita perkirakan.

Mengambil kata-kata dari James Carvin, ilmuwan kepala dari Pusat Penerbangan Ruang Angkasa Goddard NASA, “peristiwa itu berada dalam ruang lingkup bencana serius.”

Garvin—yang mempresentasikan penelitian baru tentang masalah tersebut dalam Konferensi Sains Planet dan Bulan di Woodlands, Texas—memiliki kekhawatiran yang kuat bahwa dampak kerusakan dari kejatuhan asteroid yang terdahulu sebenarnya beberapa puluh kilometer lebih luas dari yang dipercaya sebelumnya, menurut Science.org.

Dia juga berspekulasi bahwa masing-masing peristiwa jatuhnya asteroid ke Bumi secara substansial juga lebih keras. Terjadinya tubrukan tersebut boleh jadi sepuluh kali lebih destruktif daripada bom nuklear terbesar yang pernah diledakkan, begitu menurut situs tersebut.

“Data topografik yang kita punya memungkinkan dilakukannya evaluasi ulang tentang dampak-dampak terjadinya tabrakan asteroid ke Bumi dalam sejarah Bumi terbaru dan membawa implikasi terhadap Pertahanan Planet,” kata laporan tersebut.

Gambar beresolusi tinggi terbaru telah digunakan untuk meneliti empat kawah yang terbentuk dalam beberapa juta tahun terakhir ini—kawah Pantasma di Nikaragua, kawah Bosumtwi di Ghana, kawah Iturralde di Bolivia, dan kawah Zhamanshin di Kazakhtan—dalam upaya memetakan kawah-kawah tersebut dalam bentuk tiga dimensi

Kemudian algoritma yang digunakan Garvin untuk penelitian permukaan planet Mars telah digunakan pula untuk menentukan lebih jauh tentang topografi kawah-kawah tersebut.

Algoritma tersebut sering kali mengidentifikasi wilayah serupa cincin yang berada jauh lebih juh dari yang selama ini ditafsirkan sebagai pusat dampak.

Kawah Pantasma memiliki luas 14, 8 km hingga 35,2 km menurut perhitungan tersebut.

Namun, Sebagian dari komunitas ilmiah belum siap untuk ambil peran dalam serial “Armageddon.”

“Fitur-fitur tersebut sedemikian subtil sehingga saya pikir mereka tidak mengatakan ‘wilayah struktural serupa cincin,’ kata Gordon Osinski, sorang ilmuwan planet di Western University.

Brandon Johnson, seorang ilmuwan planet dari Purdue Univeristy, berani mengatakan bahwa perluasan kawah yang mereka maksud boleh jadi merupakan puing-puing yang timbul dari dampak tabrakan tersebut, menurut Science.org.

Namun demikian, Garvin mengatakan bahwa “di Bumi, segala sesuatunya menjadi berantakan, khususnya ketika Anda  melemparkan banyak energi kepadanya,” yang mengimplikasikan bahwa puing-puing seperti itu tidak akan terlihat jelas setelah adanya erosi selama jutaan tahun.

Namun harus diakui, lebih banyak penelitian dibutuhkan dalam hal ini sebelum sampai pada kesimpulan tentang adanya bebatuan ruang angkasa yang akan jatuh ke Bumi.

“Kita belum berhasil membuktikan apapun,” kata Garvin. (Story by Alex Mitchell)

 

https://www.msn.com/en-us/news/technology/devastating-asteroid-hitting-the-earth-more-likely-than-previously-thought-scientist/ar-AA18UAEF

Read more

0 Palsu: Klaim Bahwa Penampakan Bulan di Siang Hari adalah Bukti Bahwa Bumi Datar

  The full moon rises near the summit of Mount Diablo before the lighting of the beacon as photographed from Moraga, Calif., on Wednesday, Dec. 7, 2022. Tonight's full moon is also called the Cold Moon. The lighting of the beacon pays tribute to the lives that were lost at Pearl Harbor and also honors the surviving veterans of that day. (Jose Carlos Fajardo/) ORG XMIT: CAJOS601

Cek fakta: Klaim palsu bahwa penampakan bulan di siang hari adalah bukti bahwa Bumi ini datar.

Video di Instagram tanggal 3 Januari (Jan. 3 Instagram video) menunjukkan sesuatu yang tampaknya merupakan video yang diambil melalui HP yang menggambarkan matahari dan bulan di langit yang bersih tak berawan di siang hari.

“Matahari tidak menyinari bulan. Bulan mempunyai cahayanya sendiri, keduanya berada di atas di ketinggian yang sama, di atas level plane kita,” begitu bunyi keterangannya. “(Bulan) yang semestinya berada di di sisi Bumi yang lain, di tempat yang tampak gelap itu, tapi seperti yang bisa kita lihat, bulan ternyata berada di sini di dekat matahari.”

Start the day smarter. Get all the news you need in your inbox each morning.

Video tersebut kemudian berpindah ke beberapa diagram yang menunjukkan bagaimana matahari berputar mengelilngi bagian selatan khatulistiwa pada bulan Januari dan bagian baratnya pada bulan Juni, di bawah teks yang berbunyi, “Bumi bukanlah bola yang berputar.”

Caption dari video tersebut berbunyi, “Ayo Kembali ke AKAL SEHAT di tahun 2023 ini. BANGUNLAH DARI TIDUR!”

Penilaian kami: Palsu

Bumi tidak datar, tapi berbentuk bulat, seperti yang diperlihatkan dalam foto ruang angkasa dan sejumlah observsi dan kalkulasi yang bisa dilakukan dari Bumi. Para ilmuwan planet mengatakan bahwa penampakan bulan dan matahari di siang hari tidaklah membuktikan bahwa Bumi ini datar—tapi hanyalah merupakan sebuah refleksi dari gerakan matahari, bulan dan Bumi di ruang angkasa, bersama-sama dengan rotasi Bumi. Bulan juga tidak memancarkan cahayanya sendiri.

Penampakan bulan di siang hari adalah konsisten dengan Bumi bulat.

Ada banyak bukti bahwa Bumi ini berbentuk bulat, termasuk foto-foto Bumi yang diambil dari ruang angkasa. (photographs of the planet taken from space.) 

Namun kalim bahwa Bumi ini datar terus menyebar di sosial media. Klaim ini, seperti klaim-klaim lain yang pernah dimentahkan oleh USA Today, (others USA TODAY has previously debunked,) tidak menunjukkan bukti-bukti cukup bahwa Bumi ini datar.

Sebaliknya, pola penyinaran dari matahari secara nyata dijelaskan oleh pergerakan matahari, bulan dan Bumi.

Ada kalanya ketika bulan – dan, dengan teleskop, benda-benda langit lainnya – bisa dilihat di siang hari, kata Mark Sykes, direktur Planetary Science Institute, sebuah Lembaga riset nonprofit yang berbasis di Tucson, Arizona pada USA TODAY.

Penampakan bulan di siang hari adalah konsisten dengan “Bumi yang relatif berbentuk bulat berputar pada porosnya,” katanya.

Alasan mengapa ada malam dan siang itu dikarenakan  Bumi berputar pada porosnya setiap 24 jam sekali, kata Jaahnavee Venkatraman, seorang peneliti pasca sarjana pada jurusan Bumi, planet dan sains ruang angkasa UCLA. Bulan hanya berputar mengelilingi Bumi sebulan sekali.

“Ini berarti bahwa setiap harinya, bulan tidak pernah terlihat oleh mata kita berada di langit pada saat yang sama dengan hari sebelumnya,” kata Venkatraman.

Fact check: NASA says Earth is a globe, uses 'flat and non-rotating' model in equations

Penampakan bulan tidak ada hubungannya dengan waktu tertentu di siang hari karena waktu selama bulan muncul dan menghilang terus menerus berubah, kata Venkatraman. Dan karena bulan tidak mengeluarkan cahayanya sendiri, maka dia hanya bisa dilihat ketika dia berada di atas horizon dan sedang disinari oleh matahari.

“Peristiwa ini wajar terjadi kapan saja di siang atau malam hari, dan itu berarti kita sering kali melihat bulan yang cantik di atas horizon di langit di siang hari ketika ada matahari yang menyinarinya,” katanya. “Itu juga berarti bahwa kita sering kehilangan bulan di siang hari karena keadaannya kabur oleh cahaya matahari.”

Bulan bisa terlihat di siang hari dalam berbagai tahap kecuali masih berusia sehari dua hari, karena sisi bulan yang terkena cahaya matahari membelakangi Bumi, dan bulan purnama, ketika dia berada di bawah horizon di siang hari, menurut NASA.

Video tersebut juga mendapat tantangan logis lainnya.

Jim Lattis, direktur Space Place University of Wisconsin, menegaskan bahwa hanya sebagian dari bulan yang terlihat dalam video tersebut. Ini bertetangan dengan klaim si narator video yang mengatakan bulan mempunyai cahayanya sendiri, karena, kalau menurut skenario yang demikian, bulan akan selalu muncul sebagai sebuah lingkaran penuh seperti halnya matahari.

Lattis juga mengatakan bahwa tidaklah jelas bagaimana mungkin penampakan bulan di siang hari adalah bukti bahwa Bumi ini datar.

“’Argumen’ tersebut menurut pemahaman saya tidaklah relevan dengan apakah Bumi ini bulat atau datar,” katanya.

USA TODAY menggapai para pengguna media sosial yang men-share postingan tersebut untuk mendapatkan komen.

Reuters juga membantah klaim tersebut.

https://www.msn.com/en-us/news/technology/fact-check-false-claim-moon-visible-during-daytime-is-proof-of-flat-earth/ar-AA16kmd6?ocid=EMMX&cvid=6c61d698217a471dbd5765a4e8f2493d

Read more

0 JWST Hampir Siap untuk Membuat Anda Terpukau

Home stretch.

Setelah menjelajah sejauh lebih dari satu juta mil dari Bumi, sekarang hanya tinggal dua bulan lagi bagi James Webb Space Telescope (JWST) untuk memulai operasi-operasi ilmiah. NASA mengumumkan pada tanggal 28 April bahwa pesawat ruang angkasa yang berkekuatan tersebut hampir menyelesaikan persiapan tahap akhirnya, sebuah proses yang disebut science instrument commissioning (verifikasi dan dokumentasi instrumen terpasang).

Meski JWST telah mencapai tahap akhir yang krusial dalam proses persiapannya, namun masih ada sejumlah tahap dan standarisasi (benchmarks) yang harus dilakukan sebelum penangkapan data ruang angkasa secara resmi itu dimulai.

JWST bukanlah sekedar sebuah telespkop yang memotret gambar-bambar—namun juga merupakan sebuah kotak perabotan ilmiah. Meski JWST baru-baru ini telah sepenuhnya selaras dengan segmen-segment cermin 18 heksagonalnya—sebuah tonggak penting (milestone) yang yang memungkinkan sebuah teleskop ruang angkasa mengambil gambar luar angkasa yang lebih jelas, lebih tajam—namun banyak dari intrumen-instrumennya yang masih belum selesai disetel, kata Klaus Pontoppidan, ilmuwan proyek untuk JWST di Institut Ilmu Ruang Angkasa (Space Telescope Science Institute)

“Para ahli astonomi adalah sebuah kelompok kuantitatif,” kata Pontoppidan. “Mereka menginginkan lebih dari sekedar gambar-gambar bagus, mereka berniat membuat pengukuran kuantitatif yang sebenarnya.”

Dalam persiapan tahap baru ini nanti akan dilakukan konfirmasi terhadap fungsi dari masing-masing instrumen, evaluasi performa dari masing-masing instrumen tersebut, dan kalibrasi terhadap sistem dari instrumen-instrumen tersebut untuk memastikan bahwa rangkaian operasi esensial nantinya bisa dilaksanakan secara tuntas. Tahap ini krusial untuk memastikan semua proses pengumpulan data nantinya berjalan lancar. “Semua orang ingin langsung masuk ke sains secepat mungkin, namun kita terlebih dahulu harus memastikan bahwa intsrumen-instrumen tersebut benar-benar bisa diandalkan untuk mengusung sains tersebut,” kata Pontoppidan.

Sebagian dari daftar evaluasi terhadap JWST termasuk uji target bergerak yang akan digunakan untuk melacak asteroid di semesta ruang angkasa, dan memastikan bahwa teleskop tersebut bisa mengenali tanda-tanda adanya planet-planet lain di luar sistem tata surya kita, atau yang disebut eksoplanet. Test lainnya yaitu tentang mengarahkan teleskop tersebut pada porsi-porsi langit yang berbeda , khususnya Awan Magelanik Besar (Large Magellanic Cloud), untuk mengukur dan mengoreksi adanya distorsi-distorsi optik yang mungkin terdapat dalam isntrumen-instrumen yang ada dalam teleskop tersebut.

 These are the preliminary test results of the Large Magellanic cloud, a small satellite galaxy of the Milky Way. The sizes and positions of the images shown here depict the relative arrangement of each of the instruments in the telescope’s focal plane, each pointing at a slightly offset part of the sky relative to one another.

Gambar di atas adalah hasil-hasil test pendahuluan terhadap Large Magellanic Cloud, yaitu sebuah galaksi satelit yang kecil dalam Sistem Tata Surya kita (Milky Way). Ukuran-ukuran dan posisi-posisi dari gambar-gambar yang ditunjukkan di sini menunjukkan adanya susunan relatif dari masing-masing instrumen yang ada dalam bidang fokus (focal plane) teleskop tersebut, yang masing-masing mengarah pada bagian langit yang agak meleset (slightly offset) yang relatif terhadap satu sama lain.

Teleskop tersebut dilengkapi dengan empat instrumen, yang masing-masing dirancang untuk melakukan pengumpulan data spesifik. Rangkaian kamera dan sensor-sensor spektografi dikalibrasi untuk menangkap gelombang-gelombang elektromagnetik di tengah dan di dekat jangkauan inframerah—gelombang-gelombang ini dipancarkan oleh objek-objek kosmik di kejauhan yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia. Ketika test ini telah selesai dilakukan, maka instrumen-instrumen tersebut akan mendeteksi dan mengambil gambar-gambar dari galaksi-galaksi yang jauh dan bintang-bintang yang baru terbentuk, dan juga akan mendapatkan massa, temperatur, komposisi kimia dan properti-properti fisik dari benda-benda langit lainnya.

Sebagian dari alat-alat ini telah mengirim gambar-gambar awal. Dalam beberapa bulan masa uji, pengukuran-pengukuran yang dilakukan oleh JWST tidak akan digunakan dalam riset, kata Scott Friedman, seorang ilmuwan observatorium di Telescope Science Insitute yang juga merupakan seorang ilmuwan penguji untuk misi JWST. Namun, hasil-hasil tersebut akan digunakan untuk memastikan bahwa semua sistem, sebagaimana kata mereka, siap untuk digunakan.

[Related: A fully aligned James Webb Space Telescope captures a glorious image of a star]

Persiapan tahap akhir ini telah berjalan selama kira-kira empat bulan dari enam bulan proses keseluruhannya. Meski hanya tinggal beberapa hari lagi sebelum apa yang dikatakan oleh Friedman bahwa, jika segala sesuatunya berjalan lancar sesuai jadwal, pesawat ruang angkasa tersebut akan siap melaksanakan tanggung jawab sains untuk tahun pertamanya pada bulan Juni depan. Namun seperti halnya sistem-sistem yang baru, para anggota tim dan teleskop itu sendiri memiliki banyak tantangan untuk dipelajari lebih lanjut.

“Kita telah membuat sebuah rencana yang sangat rinci untuk jangka waktu yang cukup lama tentang bagaimana dan apa saja yang akan kita lakukan dalam langkah-langkah kita ke depannya,” kata Fiedman. “Memang belum semuanya sempurna, tapi secara garis besar, segala sesuatunya telah berjalan lebih baik dari yang kita perkirakan sebelumnya.”

Dengan sisa waktu hanya tinggal beberapa minggu lagi ini, tentunya para ahli astronomi dan juga mereka yang non-ilmuwan sangat menunggu-nunggu temuan-temuan apa saja yang akan didapat oleh teleskop ruang angkasa tersebut ketika jika uji kesiapan (instrument commissioning) ini sudah selesai. Pontoppidan berencana merayakan hal ini dengan mengeluarkan gambar-gambar berwarna terbaru tentang alam semesta ini pada publik.

“Saya selalu merasa bahwa dengan melaksanakan eksperimen-eksperiman astronomi yang besar ini akan memberi kita inti dari apa yang membuat kita ini menjadi manusia,” katanya, “untuk menemukan dunia, untuk menemukan dari mana kita berasal [dan] ke mana kita akan pergi dengan wahana yang sama sekali baru.”

Microsoft may earn an Affiliate Commission if you purchase something through recommended links in this article.

https://www.msn.com/en-us/news/technology/the-james-webb-space-telescope-is-almost-ready-to-start-blowing-our-minds/ar-AAWZcXp?ocid=EMMX&cvid=6673f82cd01949ec9329be15c94edefe

 

Read more

0 Menjadi Pelupa Berarti Otak Bekerja dengan Benar



Cerita yang sedang heboh sekarang adalah bahwa menjadi pelupa boleh jadi merupakan sebuah tanda bahwa otak Anda bekerja dengan dengan benar. Tidak mengingat rincian-rincian kecil boleh jadi sebenarnya adalah tanda-tanda bahwa otak Anda lebih baik dalam hal memilah-milah mana yang penting dan yang tidak penting.

Ini adalah ide yang pernah diperdebatkan sebelumnya, namun sebuah penelitian terbaru, yang dilaksanakan oleh University of Toronto di Kanada dan diterbitkan dalam jurnal Neuron, mendukung pernyataaan tersebut.

Mereka menemukan bahwa pertumbuhan neuron-neuron baru di dalam hippocampus, bagian dari otak kita yang berhubungan dengan memori, tampaknya berperan dalam membuat kita menjadi pelupa ini. Tujuannya adalah untuk menyediakan ruang bagi informasi yang lebih penting, dan membuang informasi yang kurang penting.

“Kita selalu mengidolakan orang yang hebat dalam trivia game (permainan mengingat-ingat rincian peristwa), namun tujuan dari memori bukanlah untuk mampu mengingat siapa pemenang kejuaraan Stanley Cup tahun 1972,” kata Professor Blake Richards dari University of Toronto, kepala penulis dalam penelitian tersebut, dalam sebuah pernyataannya.

“Tujuan dari memori adalah untuk membuat Anda menjadi seorang intelijen yang bisa membuat keputusan sesuai dengan keadaan, dan sebuah aspek penting dalam membantu Anda melakukan hal ini adalah mampu melupakan beberapa informasi.”

Ini adalah sesuatu yang pernah dikemukakan sebelumnya. Pada tahun 2007, para peneliti menggunakan fMRI (functional magnetic resonance imaging) untuk memonitor otak dari 20 orang dewasa ketika mereka sedang menjalani sebuah test memori sederhana. Hasilnya menunjukkan bahwa orang lebih baik dalam mengingat informasi yang mengandung konflik, daripada mengulang informasi atau informasi yang mudah.

“Proses melupakan mempunyai tujuan fungsional yang baik,” kata Michael Anderson dari University of Oregon pada New Scientist waktu itu. “Apa yang telah dilakukan para peneliti tersebut jelas membangun basis neurobiologis bagi proses tersebut.”

Penelitian Richards yang lebih baru, bersama koleganya Paul Franklad, tidak menghasilkan bukti eksperimental apapun. Melainkan, me-review paper-paper yang terbit terdahulu untuk membuat kesimpulan. Dan mereka menemukan banyak bukti yang mendukung ide bahwa menjadi pelupa itu bermanfaat.

Ada beberapa manfaat akan hal ini. Khususnya, otak ingin menghilangkan informasi-informasi lama yang tak berguna, seperti sebuah password lama. Jika otak secara konstan membangkitkan kembali hal-hal lama yang tidak lagi Anda butuhkan, maka akan lebih sulit untuk membuat sebuah keputusan konkret. Juga, akan lebih mudah bagi kita untuk menggeneralisasi peristiwa-peristiwa terdahulu, seperti kunjungan berulang-ulang ke sebuah toko, daripada mengingat-ingat setiap rincian spesifik dari masing-masing kunjungan tersebut.

Salah satu contoh catatan Richards dan Frankland adalah sebuah eksperimen di mana tikus-tikus percobaan mencari jalan keluar dari sebuah labirin. Jika jalan keluar tersebut dipindahkan, tikus-tikus tersebut akan lebih cepat menemukannya jika mereka diberi obat untuk melupakan lokasi dari jalan keluar yang lama.

Jadi lain kali Anda berjuang di pub quiz, jangan takut. Otak Anda boleh jadi sedang menunggu informasi yang lebih penting. (By Jonathan O’Callaghan)

Read more

0 Ejakulasi Lebih Banyak Turunkan Resiko Terkena Kanker Prostat, Kata Penelitian


Sebuah penelitian yang masif menunjukkan adanya hubungan antara interval ejakulasi, usia, dan perkembangan kanker prostat  (PC) pada pria. Kanker prostat (PC) adalah gangguan kesehatan yang serius bagi kebanyakan pria. Jadi jangan ketawa dulu.

Pada tahun 1992, para peneliti mengikuti 32.000 orang (kebanyakan dari ras Kaukasia) pria berusia duapuluhan, dan mereka baru menyelesaikan proyek tersebut 18 tahun kemudian, yaitu pada tahun 2010. Selama masa proyek penelitian ini berlangsung, hampir 4.000 orang partisipan (1/8 dari jumlah seluruhnya) terdiagnosa mengalami kanker prostat (PC).

Semua partisipan menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang kesehatan seksual dan frekuensi ejakulasi mereka. Mereka juga menyerahkan berbagai catatan medis dan test-test laboratorium yang mereka punya, untuk menentukan partisipan mana saja yang terdiagnosa tumor prostat.

Setelah segala sesuatunya ditinjau ulang, inilah yang didapat dari angka-angka itu:

Di kalangan pria yang berejakulasi tiga kali sebulan ditemukan 192 kasus kanker prostat.

Pada kalangan pria yang berejakulasi empat hngga tujuh kali sebulan ditemukan 1.041 kasus kanker prostat.

Pada pria yang berejakulasi delapan hingga duabelas kali sebulan ditemukan 1.509 kasus kanker prostat.

Di kalangan pria yang berejakulasi duabelas hingga duapuluh kali sebulan ditemukan 807 kasus kanker prostat.

Pada pria yang berejakulasi duapuluh satu kali sebulan ditemukan 290 kasus kanker prostat.

Meski temuan kami ini masih harus dikonfirmasi dalam penelitian-penelitian yang mengevaluasi mekanisme-mekanisme biologis potensial yang mendasari kejadian tersebut,” tulis penulis utama penelitian tersebut, Jennifer Ruder,  dalam kata pengantarnya. Dia melanjutkan dengan, “Hasil penelitian kami mengisyaratkan bahwa ejakulasi dan aktivitas seksual yang aman semasa usia dewasa bisa jadi merupakan strategi yang bermanfaat dalam mengurangi resiko terkena kanker prostat.” Source Associated Press
 
Untuk membantu memperjelas trend dan kemungkinan-kemungkinan tersebut, di bawah ini adalah rekap sederhananya. Pria yang berejakulasi sekurangnya 21 kali sebulan, ketika mereka di usia duapuluhan, 18 persen lebih kecil kemungkinannya terdiagnosa penyakit kanker prostat dibandingkan dengan pria yang berejakulasi hanya lebih dari tujuh kali sebulan. Pria yang sering berejakulasi dan terus berejakulasi hingga usia 40-an 22 persen lebih kecil kemungkinannya akan terdiagnosa kanker prostat.

Konsensus dasarnya tampaknya seperti ini, berejakulasilah sekurangnya 21 kali sebulan ketika Anda sedang berusia 20-an. Ketika usia Anda bertambah, teruslah berjakulasi hingga usia 40-an untuk menurunkan resiko terkena kanker prostat.

Solusi yang sederhana, alami, dan murah untuk menurunkan resiko terkena kanker prostat ini, tidak bisa disarankan tanpa mendengarkan pendapat yang bertentangan. Komplain yang paling sering terdengar adalah yang dikemukan oleh Siobban Sutcliffe, seorang peneliti di Washington University School of Medicine di St. Louis. Dia tidak terlibat di dalam penelitian tersebut. Namun dia mengingatkan kepada siapa saja bahwa, “Aktivitas seksual bisa menimbulkan akibat yang buruk bagi kesehatan, seperti memperoleh penyakit menular seksual.”

Okelah kalau begitu. Gunakan alat kontrasepsi yang ampuh untuk menghindari ancaman tersebut, Anda bisa menghindari masalah itu sama sekali, seks tidak berarti ejakulai. Sutcliffe dalam hal ini mengacu pada efek negatif yang tidak sepenuhnya menentang keabsahan dari temuan-temuan dalam penelitian tersebut. Lebih banyak penelitian lagi diperlukan untuk memahami reaksi tersebut secara lebih mendalam, dan memberi kepastian akan akibat tersebut  dengan para pasien lain yang berbeda dengan kondisi-kondisi yang variabel-variabel yang berbeda-beda pula. Ini bisa jadi merupakan permulaan yang hebat bagi kesehatan pria.

http://www.higherperspectives.com/ejaculating-1770078249.html?xrs=RebelMouse_fb
Read more

0 "Sinyal Kuat' dari Sebuah Bintang Menyerupai Matahari Timbulkan Spekulasi Adanya Makhluk Ruang Angkasa


(CNN) Para ahli astronomi yang terlibat dalam proyek pencarian makhluk cerdas dari angkasa luar, (search for extraterrestrial intelligence) (SETI), kini sedang mencoba peralatan mereka untuk melacak sebuah bintang yang berada sekitar 94 tahun cahaya jauhnya dari Bumi setelah sebuah sinyal yang sangat kuat berhasil dideteksi oleh sebuah teleskop Rusia.

Sebuah kelompok peneliti internasional kini sedang menguji sinyal radio dan bintang tersebut, HD 164595, yang digambarkan di dalam sebuah paper oleh seorang ahli astronomi Italia Claudio Maccone sebagai sebuah “calon SETI yang kuat”—dengan harapan bisa menemukana asal-usul bintang tersebut.

“Sinyal dari HD 164595 itu menarik, karena datangnya dari sekitar sebuah bintang yang menyerupai matahari, dan jika sinyal tersebut artifisial, maka kekuatannya adalah cukup besar dan pasti dibuat oleh sebuah peradaban dengan kapabibiltas yang jauh melampaui manusia,” kata ahli astronomi Douglas Vakoch, presiden METI international, yang bertugas mencari tanda-tanda kehidupan di luar Bumi, tulis CNN.

Peradaban yang maju?

Paul Glister dari Tau Zero Foundation, yang melakukan penelitian interstellar, mengatakan bahwa jika sinyal tersebut artifisial adanya, maka kekuatannya mengisyaratkan bahwa sinyal tersebut berasal dari sebuah peradaban yang lebih maju daripada peradaban kita.

Dyson swarm (pictured) or Dyson spheres are proposed technologies for capturing all energy emitted by a star.
Dyson's Sphere
Peradadan yang sedemikian bisa jadi tergolong pada skala Kardashev Tipe II. Skala Kardashev adalah sebuah upaya dari ahli astrononi Soviet yang bernama Kardashev untuk mengategorikan berbagai tahapan teknologi peradaban. Di masa sekarang, spesies kita manusia berada di sekitar Tahap I dari skala tersebut, di mana sebuah peradaban mampu mengolah semua energi yang ada di planetnya sendiri, termasuk energi matahari, angin, gempa bumi dan bahan bakar lainnya.

Sebuah peradaban Tipe II akan mampu mengelola semua energi yang dikeluarkan oleh bintangnya, yang bermiliar-miliar watt adanya.

Untuk melakukan itu, diperlukan pengerahan daya upaya yang kolosal, menyerupai konstruksi sejenis superstruktur, seperti sebuah lingkup atau bola raksasa terdiri dari panel-panel surya yang super maju yang dipopulerkan oleh ahli astronomi Freeman Dyson, yang bisa menangkap dan menyimpan semua radiasi yang dikeluarkan oleh matahari. Para ilmuwan percaya bahwa superstruktur mungkin merupakan peluang terbaik kita manusia untuk mendeteksi kehidupan makhluk angkasa luar kecuali kalau mereka secara aktif mencoba berkomunikasi dengan kita.

Bola raksasa Dyson (Dyson sphere) merupakan salah satu solusi yang disarankan untuk melacak fluktuasi cahaya yang aneh yang terdeteksi di sekitar Bintang Tabby (Tabby’s Star), yang menimbulkan kegembiraan luar biasa ketika cahaya terdeteksi tahun lalu. Bintang yang redup itu tetap menjadi misteri, tapi tampaknya tidak disebabkan oleh komet.

Apa yang terjadi dengan HD 164595?

Dalam sebuah pernyataan, Seth Shostak, seorang ahli astronomi senior dari SETI Institute, mengatakan bahwa “sulit dipahami kenapa makhluk luar angkasa ingin mencapai sistem tata surya kita dengan sebuah sinyal yang kuat.” Sistem bintang ini sangatlah jauh sehingga mereka belum bisa menangkap TV atau radar kita yang akan memberi tahu mereka keberadaan kita di sini,” katanya menambahkan.

METI Internasional akan mengamati bintang tersebut dari Boquete Optical SETI Observatory di Panama, kata Vakoch, “mencari denyut-denyut laser yang singkat yang boleh jadi mengirim sebuah tanda dari makhluk angkasa luar yang maju.”

Dia menekankan pentingnya semua masyarakat anggota SETI mengikuti sebuah sinyal yang terdeteksi oleh salah seorang anggotanya.

“Tanpa adanya pembenaran dari pengamatan independen, sebuah sinyal terduga dari makhluk angkasa luar tidak mempunyai banyak kredibilitas.”

SETI Insititue juga mengamati HD 164595, dengan menggunakan Allen Telescope Array di Kalifornia. Sejauh ini, tim tersebut belum nenemukan sinyal apapun untuk dicocokkan dengan sinyal-sinyal yang terdeteksi pertama kalinya oleh teleskop Rusia tersebut, namun Shostak mencatat bahwa “kami belum menemukan frekuensi dalam jangkauan penuh di mana sinyal tersebut bisa terdapat.”

“Sebuah deteksi, tentu saja, akan segera memicur komunitas radio astronomi dan SETI untuk melakukan tindak lanjut observasi.”

Menurut Vakoch, “Jika ini benar merupakan sebuah sinyal dari makhluk angkasa luar, maka kami perlu menyurvei bintang tersebut dengan sebanyak mungkin sprektrum elektromagnetik yang kami bisa.”

Makhluk angkasa luarkah itu?

Mungkin bukan, kata Vakoch. Dia mensinyalir adanya ikut campur teknologi atau amplifikasi melalui pelensaan gravitasional, di mana sebuah sinyal di belakang sebuah planet atau objek besar lainnya tampak jauh lebih kuat dari yang sebenarnya, sebagai kemungkinan penyebab.

“Keterbatasan terbesar dari sinyal bulan Mei 2015 adalah bahwa sinyal tersebut belum direplikasikan. Sebelum kita bisa memberi kepercayaan apapun kepada sebuah sinyal sebagai berasal dari makhluk angkasa luar, kita perlu melihat sinyal tersebut berulang-ulang untuk memastikan bahwa itu bukanlah sekedar sebuah fenomena transient (sementara),” katanya.

“Diperlukan sekurangnya beberapa jam pengamatan oleh para peneliti SETI pada lokasi-lokasi lainnya untuk memastikan kita tidak kehilangan sebuah kesempatan untuk melakukan kontak pertama, betapapun jauhnya.”

Jika sinyal itu terbukti sebagai transient dan tak bisa dijelaskan, maka HD 164595 bisa menjadi sebuah “sinyal Wow!,” yang membuat penasaran dan sekaligus misterius.

Shostak menulis bahwa “tentu saja (hal itu) mungkin” bahwa sinyal tersebut berasal dari sebuah peradaban makhluk angkasa luar, tapi tanpa adanya konfirmasi, kita hanya bisa mengatakan bahwa fenomena itu sebagai sesuatu yang “menarik.” (By James Griffiths, CNN)

http://edition.cnn.com/2016/08/30/health/seti-signal-hd-164595-alien-civilization/index.html
Read more

0 Berbicara dengan Diri Sendiri Menunjukkan Kejeniusan


Terbukti, berbicara dengan diri sendiri, bukan hanya hal gila tapi juga merupakan tanda seseorang itu jenius.

Sebagian orang paling cerdas di dunia ini berbicara dengan diri mereka sendiri.

Albert Einstetin berbicara dengan dirinya sendiri—Einstein.org melaporkan bahwa Einstein “terbiasa mengulangi kalimat-kalimatnya kepada dirinya sendiri dengan lembut.

Berbicara dengan diri sendiri sering kali dihubungkan dengan kesehatan mental, khususnya skizofrenia, tapi kelakukan itu juga bisa jadi sangat positif dan sehat. Dalam sebuah artikel di Elite Daily, sang penulis Gigi Engle, berbicara tentang bagaimana berbicara dengan diri sendiri merupakan sebuah tanda jenius.

Dia berkata, “Orang paling cerdas di dunia ini sering berbicara dengan diri mereka sendiri. Perhatikan inner monolog dari para pemikir besar. Lihatlah puisi! Lihatlah sejarah!”

Berbicara dengan diri sendiri membantu dalam hal:
*Berbicara dengan diri sendiri membuat otak Anda bekerja dengan lebih efisien.          
 *Berbicara keras-keras dengan diri sendiri hanya membantu jika Anda tahu apa yang Anda butuhkan.                                                                                                                                    
 *Ketika kanak-kanak, Anda belajar dengan berbicara dengan diri sendiri.                                       *Berbicara dengan diri sendiri membantu Anda mengorganisir pikiran.                                  
 *Berbicara dengan diri sendiri membantu Anda mencapai tujuan.                                         
 *Berbicara dengan diri sendiri membantu rasa percaya diri Anda.

Berbicara sendiri membuat otak Anda bekerja dengan lebih efisien.
Dalam salah satu penelitian, psikolog Daniel Swigley dan Gary Lupyan berhipotesis bahwa berbicara dengan diri sendiri sebenarnya menguntungkan.

Dalam salah satu eksperimennya, Swigley dan Lupya memberikan nama sebuah objek kepada 20 orang (seperti sepotong roti atau sebuah apel), yang kemudian mereka disuruh mencarinya di supermarket. Dalam rangkaian percobaan pertama, para partisipan masih diam. Dalam rangkaian kedua, mereka mengulangi menyebut nama benda tersebut keras-keras ketika mereka mencarinya di toko.

Para subjek uji coba tersebut menemukan objek yang mereka cari dengan kemudahan yang sangat ketika mereka berbicara dengan diri mereka sendiri sambil mereka mencari benda tersebut. Menyebutkan nama-nama sesuatu bisa membangkitkan memori. Hal itu akan membuat akhir permainan menjadi solid dan membuatnya menjadi nyata. Tapi berbicara dengan keras dengan diri sendiri hanya bisa membantu jika Anda tahu apa yang Anda butuhkan itu. Dalam hal ini, mengucapkan nama benda tersebut dengan keras hanya berguna jika Anda mengenal penampilan benda tersebut.

Menurut Lupyan: berbicara dengan diri sendiri tidaklah selalu bermanfaat—jika Anda tidak benar-benar mengetahui seperti apa rupanya objek yang Anda cari itu, menyebutkan nama benda tersebut tidak mempunyai efek apa-apa atau malah akan membuat Anda menjadi lebih lambat. Jika, di sisi lain, Anda tahu bahwa pisang itu kuning dan mempunyai bentuk tertentu, dengan menyebutkan pisang, maka Anda mengaktifasi properti visual ini di dalam otak Anda untuk membantu Anda mencari benda-benda tersebut.

Berbicara sendiri meningkatkan ketahanan memori
Ketika Anda berbicara keras-keras, hal itu akan menstimulasi lebih banyak saluran sensorik dibandingkan jika Anda hanya berbisik. Dengan berbicara keras Anda mendengar suara-suara dan Anda melibatkan emosi Anda.

Berbicara dengan diri sendiri membantu Anda mencapai tujuan
Membuat daftar tujuan (goals) dan membuat usaha untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut boleh jadi sulit dilakukan. Hal itu bisa membuat Anda kewalahan. Berbicara dengan diri sendiri tentang tujuan-tujuan tersebut adalah cara yang lebih mantap untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Jika Anda berbicara dengan diri Anda sendiri di sepanjang proses-proses tersebut, maka masing-masing langkah akan tampak menjadi lebih mudah dan lebih ringkas. Segalanya akan tampak bisa dilaksanakan, dan Anda akan terasa lebih ringan dalam menyelami masalah tersebut.

Seperti yang dikatakan Sapadin, “Menyebutkan (tujuan-tujuan Anda) dengan keras membuat perhatian Anda menjadi fokus, menguatkan pesan, mengontrol pelarian emosi Anda dan mengatasi gangguan.” Dengan demikian segala sesuatunya berada dalam persfektif dan membuat Anda mantap.

Berbicara dengan diri sendiri berarti Anda mandiri. Seperti Albert Einstetin, yang “sangat berbakat dan mempunyai kemampuan mengeksploitasi bakat-bakatnya sejak usia dini.” Orang-orang yang berbicara dengan diri sendiri sangat cakap dan hanya mengandalkan diri mereka sendiri dalam mereka-reka kebutuhan mereka.

Berbicara dengan diri sendiri memotivasi Anda
Khususnya jika Anda menggunakan kata “kamu” bukannya “saya”. Berbicara sendiri telah terbukti lebih efektif jika Anda menggunakan kata ganti orang kedua. “Kamu bisa melakukan ini” akan lebih berhasil daripada “Saya bisa melakukan ini.” Dr. Sanda Dolcos, seorang peneliti di University of Illinois di Urbana-Champaign mengatakan, “Menasehati diri sendiri dengan menyebut “Kamu” mungkin akan membuat orang mampu mengadopsi presfektif yang lebih luas.”

http://www.the-open-mind.com/science-says-people-who-talk-to-themselves-are-geniuses/
Read more

0 Kehidupan di Bumi ini Boleh Jadi Terjadi Secara Instan

early proto earth life began nasa
Anda mungkin cenderung berpikir bahwa sesuatu yang serumit kehidupan ini mestilah langka adanya, dan boleh jadi diperlukan waktu yang sangat-sangat lama bagi sesuatu ini untuk eksis.

Tapi dua bukti temuan baru mengisyaratkan bahwa kehidupan di luar Bumi boleh jadi mempunyai kemungkinan yang lebih luas dari yang kita kira, dan bahwa kehidupan dimulai di Bumi hampir secara instan, tak lama setelah Bumi terbentuk—sekurangnya pada skala waktu geologis.

Bulan lalu, para ilmuwan menemukan bukti bahwa kehidupan muncul di Bumi 300 juta tahun lebih awal dari yang kita perkirakan. Mereka menemukan fosil-fosil di Australia Barat yang berasal dari 4,1 miliar tahun yang lalu.

Itu berarti bahwa setelah Bumi ini terbentuk, hanya diperlukan waktu selama 400 juta tahun bagi kehiduan untuk mulai bergolak. Empat ratus juta tahun hanyalah satu kedipan mata dibandingkan dengan usia planet ini yang mencapai 4,5 miliar tahun.

“Kehidupan di Bumi boleh jadi dimulai secara instan,” kata salah seorang peneliti utama, Mark Harrison, dalam sebuah press release. “Dengan ingredients yang tepat, kehidupan tampaknya terbentuk dengan sangat cepat.

Dan berbicara tentang ingredients yang tepat tersebut, para ilmuwan baru saja menemukan bukti-bukti bahwa planet kita ini telah mengandung air sejak masa sangat awal. Air adalah esensial bagi kehidupan—di mana saja ditemukan air di Bumi ini, pasti pula ditemukan kehidupan.

Sangatlah penting diketahui bahwa banyak ahli astronomi menggunakan mantra “mengkuti air” untuk memandu mereka dalam pencarian akan kehidupan di luar Bumi. Itulah sebabnya mengapa para ilmuwan kini melakukan lebih banyak misi ke Europa dan Enceladus—dua bulan yang kita ketahui mempunyai air, dan dengan demikian boleh jadi mendukung adanya kehidupan.

Namun asal-usul air di Bumi masih menjadi misteri bagi para ilmuwan. Teori yang populer menyebutkan bahwa air dibawa ke Bumi oleh asteroid-asteroid yang menghantam Bumi dan menimbulkan banyak kawah di bulan sekitar 3,9 miliar tahun yang lalu, menurut NASA. Namun temuan baru tampaknya mementahkan teori tersebut sebagai asal-usul air di Bumi.

Temuan baru tersebut diterbitkan di dalam jurnal Science pada tanggal 13 November 2015.
Sebuah tim peneliti meneliti lahar yang muncul dari lapisan terdalam Bumi di Pulau Baffin di Kanada dan ladang lahar Holuhraun di Islandia untuk mencari tanda-tanda adanya air.

Ketika erupsi terjadi, aliran lahar bisa memunculkan bungkahan batu dari kedalaman Bumi ke permukaan. Aliran lahar tersebut mengeras dengan cepat, dan para ilmuwan mampu mempelajari komposisi dari lahar tersebut. 

Lahar yang mengalir di Pulau Baffin membangkitkan bebatuan dari dalam perut Bumi dari 4,5 miliar tahun yang lalu. Kandungan kimia bebatuan tersebut tersimpan dengan aman jauh di bawah tanah, sehingga bebatuan tersebut merupakan rekaman asli dari material yang pertama kali membentuk Bumi.

Dalam hal ini, para peneliti mencari bebatuan yang mengandung hidrogen dan deuterium—jenis hidrogen yang pebih berat. Keberadaan hidrogen dan deuterium adalah tanda-tanda awal adanya air, dan rasio keduanya bisa membantu para peneliti melacak asal-usul air. Di dalam bebatuan yang diuji oleh para peneliti, ternyata rasio hidrogen dan deuterium-nya mendekati apa yang kita lihat dalam bungkahan asteroid yang mengandung air. 

Ini berarti bahwa Bumi boleh jadi terbentuk dengan cara yang sama dengan terbentuknya asteroid. Para ilmuwan sudah tahu bahwa terdapat air di dalam gumpalan debu (cloud of dust) yang membentuk sistem tata surya kita. Para ilmuwan mengira bahwa debu (dust) yang mengandung air menyatu dan mengeras dan kemudian membentuk asteroid dan kemudian membentuk planet. Jadi sebagian air mungkin telah terdapat di Bumi sejak pertama kali Bumi terbentuk. 

Jika disatukan, hasil-hasil temuan ini mempunyai implikasi penting bagi kemungkinan terciptanya keidupan di luar Bumi.

Hal ini mengisyaratkan bahwa boleh jadi lebih mudah bagi kehidupan untuk timbul daripada yang semula diperkirakan. Dan sebagian planet-planet yang lain di dalam sistem tata surya kita dan di luar Bima Sakti mungkin juga terbentuk dari debu (dust) yang mengandung air. Hal ini berarti bahwa semua planet-planet tersebut mempunyai kandungan terpenting bagi terciptanya kehidupan sejak masa sangat awal.
Sebagian ilmuwan skeptis tentang hasil penelitian terbaru ini, tapi benar, “hasil penelitian ini akan membuat dunia-dunia yang bisa dihuni lainnya menjadi lebih memungkinkan,” kata Horst Marschall, soerang ahli geosains di Woods Hole Oceanographic Institution, pada New Scientist. (By Kelly Dickerson, Tech Insider)
Read the original article on Tech Insider. Follow Tech Insider on Facebook and Twitter. Copyright 2015.
More from Tech Insider:
http://www.businessinsider.com/earth-life-started-instantaneously-2015-11?IR=T&r=US&IR=T
Read more
 
© Hasim's Space | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger