Headlines

Powered by Blogger.
Showing posts with label Krui dan Sekitarnya. Show all posts
Showing posts with label Krui dan Sekitarnya. Show all posts

0 Pemkab Pesisir Barat Harus Terbitkan Perda tentang Bangunan Pinggir Pantai


Wilayah pinggir pantai Krui dari pantai Labuhan Jukung hingga Walur diproyeksikan menjadi kawasan wisata. Di sepanjang pantai ini diperkirakan akan berdiri bangunan-bangunan hotel, surf camp, dan penginapan lainnya untuk menampung wisatawan. Sekarang saja sudah tampak beberapa bangunan berdiri, baik penginapan maupun wisma peristirahatan pribadi, bungalow.

Sayangnya, dari bangunan-bangunan yang sudah ada, beberapa di antaranya, khususnya penginapan diberi pagar tembok tinggi, tak tembus pandang, sebagai tanda peringatan dilarang masuk.

Pemasangan pagar tembok tinggi hingga menghalangi pemandangan ke arah laut ini tentu saja merusak keindahan pantai, dan mengganggu wisatawan yang ingin menikmati pantai. Berada di dekat bangunan seperti ini sama sekali tidak terasa seperti sedang berada di dekat pantai.

Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan keberadaan pantai sebagai tujuan wisata seperti yang dicita-citakan oleh pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. Kalau hal ini dibiarkan, jangan heran kalau kunjungan wisata ke Krui akan menurun, bukannya meningkat. Sekarang saja sudah terdengar banyak keluhan wisatawan yang berkunjung ke pantai Tanjung Setia karena di pantai ini nyaris tidak ada lagi akses ke laut, sepanjang jalannya sudah dipenuhi oleh bangunan-bangunan berpagar tembok. Akankah kawasan wisata sepanjang pantai Labuhan Jukung hingga Walur bernasib sama? Tentu kita tidak menginginkan hal itu terjadi.

Pembangunan di kawasan pantai Tanjung Setia (Karang Nyimbur) adalah contoh buruk dari perkembangan objek wisata. Kawasan ini sekarang hanya menarik bagi wisatawan selancar yang harus berada di dekat ombak. Sedangkan wisatawan yang bukan peselancar tak akan tertartik tinggal di kawasan ini.

Idealnya, kawasan sepanjang seratus meter dari tepi laut dibiarkan terbuka, sebagai ruang publik yang bisa diakses siapa saja, sebagai jalan menuju laut, karena laut adalah milik bersama, dan sebagai pangkalan para nelayan. Bangunan-bangunan hanya boleh berdiri di belakang pantai, dalam jarak sekitar seratus meter atau lebih dari bibir pantai. 

Tapi kalau kalau sudah terlanjur berdiri bangunan di sana, dan tak mungkin dimusnahkan, tak lain yang bisa dilakukan kecuali menata ulang bangunan-bangunan yang sudah ada tersebut. 

Pagar tembok yang tinggi yang merusak pemandangan harus diganti dengan pagar BRC atau pagar besi yang transparan. Di samping itu, bangunan tidak boleh terlalu rapat, setiap dua ratus meter harus disdiakan akses menuju pantai paling tidak selebar empat meter.  

Untuk itu pemerintah Kabupaten Pesisir Barat hendaknya menyusun perda yang mengatur bangunan pinggir pantai. Jangan biarkan bangunan pinggir pantai tumbuh liar hingga tak terkendali.

Kawasan pinggir pantai sejatinya adalah kawasan bersama, ruang publik yang terbuka bagi siapa saja, tidak boleh dikuasai secara pribadi, mendirikan bangunan-bangunan pribadi atau bangunan komersial. Kawasan pinggir pantai harus terbuka tidak boleh ditutupi dengan pagar tembok yang tinggi, yang di samping merusak keindahan, juga menutup akses masyarakat menuju pantai.

Bayangkan jika nantinya daerah pantai sepanjang jalan dari Labuhan Jukung menuju Walur dipenuhi oleh bangunan-bangunan berpagar tembok tinggi tentu akan merusak keindahan, dan bukannya menjadi tujuan wisata, kawasan ini akan menjadi pusat bisnis yang membosankan, panas, dan tidak menarik.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat yang akan datang hendaklah memikirkan hal ini. Jangan biarkan bangunan-bangunan di sepanjang pantai tumbuh seenaknya, liar dan tanpa aturan, dan tidak mendukung visi terciptanya Krui sebagai daerah tujuan wisata.
Read more

0 Penerbangan ke Krui Sibuk


Penerbangan perintis dari dan ke Krui dengan Susi Air kini tergolong sibuk. Calon penumpang yang tidak memesan tempat duduk terlebih dahulu bisa-bisa tidak terangkut oleh pesawat Susi Air yang hanya memiliki kapasitas 12 tempat duduk tersebut.

Sebagaimana yang kita ketahui penerbangan dari dan ke Krui adalah bagian dari penerbangan perintis yang disubsidi oleh pemerintah pusat. Susi Air adalah penyelenggara yang ditunjuk pemerintah pusat untuk menyelenggarakan penerbangan perintis dengan rute Bengkulu-Krui PP, Krui-Bandarlampung PP. Penerbangan perintis yang dimulai tanggal 13 Juli 2013 ini sejauh ini baru bisa diselenggarakan tiga kali seminggu, yaitu pada hari Selasa, Rabu, dan Sabtu, dengan masing-masing satu kali penerbangan.

Dalam perkembangannya, jalur penerbangan Krui-Bandarlampung dan Bandarlampung-Krui ternyata lebih diminati daripada jalur Bengkulu-Krui dan sebaliknya. Hal ini tentu tidak lepas dari kenyataan bahwa Krui merupakan daerah tujuan wisata, yang akhir-akhir ini semakin menarik minat wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan selancar. Terbukti, penumpang penerbangan Bandarlampung-Krui dan sebaliknya sejauh ini sebagian besar merupakan wisatawan asing.

Kebijakan Susi Air yang telah mengubah ongkos barang bawaan menjadi lebih murah adalah faktor lain yang menyebabkan jalur Bandarlampung-Krui dan sebaliknya ini menjadi makin sibuk. Jika sebelumnya Susi Air menetapkan harga Rp.1.100.000 untuk setiap papan selancar yang dibawa penumpang, kini para penumpang cukup hanya membayar Rp.10.000 untuk setiap kilogram kelebihan barang bawaan, jika barang bawaan mereka tersebut melebihi 10 kg. Sedangkan barang bawaan yang hanya 10 kg tidak dikenai biaya.

Salah seorang petugas di bandara Krui yang saya temui mengatakan kini setiap penerbangan dari Krui ke Bandarlampung dan sebaliknya selalu penuh terutama pada hari Sabtu. Sedangkan pada hari Selasa dan Rabu  penumpangnya agak lebih longgar. Di lain pihak, penumpang penerbangan Bengkulu-Krui dan sebaliknya tidak terlalu ramai, meskipun juga tidak pernah kosong, kata petugas tersebut.

Ketika saya sedang berada di bandara, ada enam orang wisatawan dari Chili yang hendak memesan penerbangan pada hari Sabtu, tanggal 21 September 2013. Sayangnya petugas di bandara Krui tidak bisa memberi kepastian bahwa mereka dapat terbang pada hari tersebut karena pada hari itu semua bangku sudah dipesan. “Kami tidak bisa memastikan. Kecuali ada pesawat tambahan,” kata salah seorang petugas.

Sayangnya, kadang-kadang penerbangan pada hari tertentu terpaksa ditiadakan karena faktor teknis dan lain hal. Dan jika hal ini terjadi, biasanya penerbangan tersebut dialihkan pada hari lain sehingga pada hari-hari tertentu dilaksanakan dua kali penerbangan.

Calon penumpang yang penerbangannya ditunda bisa mengambil kembali ongkos yang telah mereka bayar atau mengikuti penerbangan di hari lain.

Read more

0 'Si Bolang' di Labuhan Jukung


Ada yang beda di Pantai Labuhan Jukung pagi tadi. Biasanya pada hari Minggu pantai ini memang lebih ramai oleh anak-anak yang berenang di pinggir laut. Tapi kali ini tidak ada anak-anak yang berenang, melainkan berselancar. Ya, berselancar menggunakan papan seperti yang biasa digunakan para peselancar mancanegara itu. Memang bukan kali ini saja saya melihat anak-anak berselancar. Tapi yang kali ini anak-anak itu lebih rapi dan terorganisir, seperti ada yang mengatur.

Awalnya saya tidak begitu tertarik dan tidak peduli, dan tak hendak mencari tahu. Tapi ketika saya menghidupkan sepedamotor dan melaju meninggalkan pantai, pandangan saya tertumpu pada sekerumunan orang dewasa dan anak-anak. Mereka mereka sedang menonton sesuatu. Saya lihat ada tiga orang anak kecil berseragam pramuka lengkap dengan baret dan tongkat sedang melakoni sebuah adegan. Di depan mereka, dalam jarak sekitar lima meter, seorang kameramen tengah membidik, dan seorang pengatur laku. Di belakang juru, kamera dan pengatur laku, dan dari kejauhan, banyak anak-anak dan orang dewasa mengamati.    


Saya menghentikan laju sepedamotor dan ikut mengamati dari kejauhan. Adegan berjalan sambil bercakap-cakap itu diulang beberapa kali. Sang pengatur laku terlihat memberi pengarahan. Dan ketiga anak-anak berseragam pramuka itu beberapa kali harus kembali ke tempat semula, dan berjalan sambil berbincang lagi, mengulang perbuatan yang tadi sudah mereka lakukan. Saya kira ada kesalahan yang menurut pengatur laku harus diperbaiki. Saya perhatikan salah satu dari anak-anak berseragam pramuka itu mengenakan tas dengan merk Trans TV. Tidak bertanya-tanya lagi, saya langsung menduga mereka pasti sedang syuting Si Bolang.

Dan ternyata dugaan saya tidak salah. Mereka memang sedang syuting Si Bolang, program anak-anak di Trans TV yang banyak penggemarnya itu. Sebelumnya, sudah beberapa kali saya mendengar ada syuting Si Bolang di Krui, tapi baru kali ini saya melihat dengan mata kepala saya sendiri.

Entah apa skenario Si Bolang yang mengambil tempat di Pantai Labuhan Jukung kali ini. Saya tidak menanyakan itu pada kru syuting. Tapi yang pasti, anak-anak yang sedang berselancar di laut itu adalah bagian dari cerita.

Dari pengamatan saya selama syuting berlangsung, saya mereka-reka cerita bahwa Si Bolang, si bocah petualang itu, dan teman-temannya sedang melakukan kegiatan pramuka di lapangan dekat pantai, dan ketika kegiatan sedang break, mereka bermain di pantai. Pada saat itu beberapa orang teman mereka sedang bermain selancar. Tak lama kemudian, salah seorang teman mereka yang bermain selancar mengalami kecelakaan terkilir dan terdampar di tepi pantai. Si Bolang dan teman-temannya datang memberi pertolongan; menggotong si teman tersebut ke pinggir dan mengurut kakinya. Sebuah cerita yang menarik dan mengandung pesan moral yang bagus.

Tapi ada satu yang saya sayangkan. Tokoh Si Bolang, dan dua temannya itu, tidak diperankan oleh anak-anak Krui, Kabupaten Pesisir Barat, melainkan oleh anak-anak dari Luwas, Lampung Barat.

Saya menduga kisah Si Bolang kali ini memang tidak hanya berfokus di Krui, melainkan gabungan dari Luwas, Lampung Barat dan Krui, Pesisir Barat.

Dugaan saya itu berdasarkan pengalaman saya menonton salah satu episode Si Bolang beberapa waktu yang lalu, yang mengambil latar belakang di Krui dan Liwa. Sesuatu yang kontras menurut saya, mengingat Krui dan Liwa berjarak cukup jauh untuk sebuah petualangan bocah seperti Si Bolang ini.

Seandainya Si Bolang kali ini fokus di Krui saja, dan menampilkan sisi orisinil anak-anak Krui, tentu ceritanya akan lebih seru lagi. Seandainya kru Si Bolang mengaudisi anak-anak Krui yang pandai bermain selancar (yang jumlahnya tentu banyak) untuk dijadikan tokoh utama Si Bolang, dan fokus pada kegiatan bermain selancar sebagai inti cerita, tentu akan menjadi sebuah episode yang bukan saja menarik, tetapi juga orisinil dan unik, yang khas Krui, yang beda dengan episode-episode Si Bolang yang lain.

Sayang kru Si Bolang tidak menangkap hal itu. Mungkin lain kali ya….  
Read more

0 Pejabat Eselon II Dilantik

 
Gubernur Lampung Sjahroedin Z.P. melantik 21 pejabat di lingkungan Kabupaten Pesisir Barat, Kamis, 25 April 2013.

Ke-21 pejabat yang dilantik dalam acara yang mengambil tempat di lapangan sepakbola Labuhan Jukung tersebut adalah para pejabat eselon II yang akan melaksanakan tugas menjalankan roda pemerintahan di kabupaten yang baru terbentuk tersebut.

Adapun Penjabat Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Kherlani, telah dilantik sebelumnya, pada tanggal 22 April 2013 oleh Menteri Dalam Negeri, di Jakarta.

Jabatan eselon II yang dilantik tersebut adalah, sekretaris kabupaten, 3 asisten, 1 sekretaris DPRD, 10 kepala dinas, dan 6 kepala lembaga teknis.

Selain Gubernur Lampung, acara tersebut dihadiri pula oleh Sekretaris Provinsi Lampung Berlian Tihang, Bupati Kapupaten Lampung Barat Mukhlis Basri, Penjabat Bupati Pesisir Barat Kherlani, para pejabat di lingkungan Kabupaten Pesisir Barat, Camat se-Kabupaten Pesisir Barat, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

Dalam keterangan pers-nya setelah acara pelantikan usai, Kherlani mengatakan bahwa roda pemerintahan Kabupaten Pesisir Barat langsung mulai bergerak pada hari itu juga. Tetapi ia berterus terang bahwa sekurangnya diperlukan waktu satu bulan agar pemerintahan bisa berjalan efektif. Kherlani berharap agar masyarakat Pesisir Barat bersatu padu dengan Pemerintah Kabupaten untuk bekerja sama dalam menggali semua potensi yang ada untuk kemajuan. “Melihat potensi yang ada, bukannya tidak mungkin Krui ini akan menjadi kota internasional,” katanya.

Selain itu, Kherlani juga mengingatkan kembali bahwa Gubernur telah menjanjikan akan membantu membangun rumah sakit untuk kabupaten bungsu di provinsi Lampung ini.

Acara pelantikan yang berlangsung dalam cuaca panas tersebut dimeriahkan dengan pesta rakyat yang diselenggrakan di Pantai Labuhan Jukung.

Selengkapnya, para pejabat yang dilantik tersebut adalah:
  • Sekretaris Daerah (Sekda): Drs. Sobri, M.M.
  • Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat: Drs. Juaini Eka Putra
  • Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan: Ir. Widiatno, M.T.
  • Asisten Bidang Administrasi Umum: Syahlani, S.H., M.H.
  • Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga: Drs. Gunawan, M.Si.
  • Kepala Dinas Kesehatan: Bambang Purwanto, S.K.M. M.Kes.
  • Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, Transmigrasi, Kependudukan, dan Catatan Sipil: Drs. Benkeda
  • Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi: Alzairi Sabki, S.E., M.M.
  • Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Drs. Guntur Panjaitan
  • Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi: Isnawardi Ibrahim, S.T., M.T.
  • Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan: Drs. Marzuki, S.Ag., S.Pd., M.Pd.
  • Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan: Ir. Nurmala Lingga Kesuma
  • Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah: Supriyanto, S.Sos.
  • Inspektur Kabupaten Pesisir: Audi Marpi
  • Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda): Ir. Priyanto Putro
  • Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana, dan Pemerintahan Desa: Drs. Azhari, M.M.
  • Plt. Kepala Dinas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan: Syaifullah, S.Pi.

Read more

0 Pantai Tebakak



Pantai Tebakak atau orang Krui sering menyebutnya Tembakak adalah sebuah pantai yang terletak agak ke luar dari kota Krui. Jaraknya dari kota Krui sekitar 20 km ke arah utara atau di jalan raya menuju Pugung Tampak, kecamatan Pesisir Utara. Pantai Tembakak merupakan bagian dari Kecamatan Karya Penggawa yang berbatasan dengan Kecamatan Pesisir Utara, Lampung Barat. Namun dengan terbentuknya daerah otonomi baru, pantai ini sekarang merupakan bagian dari Kabupaten Pesisir Barat, sebagaimana wilayah Pesisir Krui lainnya.  

Pantai Tembakak berbeda dengan pantai-pantai lain di sekitar kota Krui. Kalau pantai-pantai lain mempunyai pasir putih atau abu-abu, pantai ini khas dengan bebatuan hitam besar-besar yang bertebaran di sana-sini yang menutupi sebagian besar wilayah pantai. Pemandangan di pantai ini didominasi oleh batu-batu hitam besar dan kecil nan romantis dan spektakuler ketika ombak memecah. Hanya sedikit wilayah pantai yang berpasir.

Pantai ini berhadapan dengan Pulau Pisang, satu-satunya pulau yang ada di wilayah Krui. Jarak antara Pulau Pisang dengan pantai ini kurang dari satu kilometer. Masyarakat Krui dan sekitarnya menjadikan pantai ini sebagai pelabuhan untuk menyeberang dari dan ke Pulau Pisang. Selain itu pantai ini juga terkenal sebagai tempat peristirahatan para travelers yang melalui Jalan Lintas Barat Sumatera antara Krui dan Bengkulu.
Read more

0 Angin Kencang Nelayan Tak Berani Melaut



Hujan disertai angin kencang yang turun sejak pagi dini hari, Rabu, 9 Januari 2013 menyebabkan banjir kecil di sungai-sungai yang ada di wilayah Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dan sekitarnya. Meski hujan tidak terlalu deras, namun karena berlangung terus menerus tanpa henti dari pagi hingga siang dan baru berhenti sekitar pukul 15:00, tak ayal menyebabkan volume air di beberapa sungai meningkat, meski tidak sampai menggenangi rumah warga.

Selain itu, banjir dan angin kencang juga menyebabkan air laut meradang dan berubah warna. Air laut yang biasanya berwarna biru berubah menjadi cokelat pada bagian pinggirnya. Dan suasana laut yang damai seperti  biasanya berubah menjadi angker dan menakutkan. Tidak ada nelayan yang berani melaut. Perahu-perahu yang ditambatkan di dermaga terombang-ambing dihempas ombak. Angin kencang yang mengoyang pepohonan membuat suasana jadi tambah mencengkam. Tidak ada hasil tangkapan nelayan untuk hari ini. Ikan-ikan yang dijual di pasar adalah hasil tangkapan beberapa hari yang lalu.
Read more

0 Pembangunan Jangan Merusak Keindahan Alam

Jangan biarkan sawah yang indah ini menjadi tempat permukiman

Pembentukan Kabupaten Pesisir Barat yang baru saja ditetapkan oleh DPR RI tanggal 25 Oktober 2012 lalu tentu membawa konsekuensi pembangunan. Dan pembangunan tentu saja membawa konsekuensi kerusakan lingkungan. Sangat disayangkan bila hal ini terjadi nanti di kabupaten yang dikenal dengan keindahan alamnya ini. Apalagi kabupaten ini mengandalkan industri wisata yang tentunya sangat tergantung pada keindahan alam.

Dan konsekuensi paling nyata dari kerusakan alam lingkungan adalah bencana. Bencana banjir dan tanah longsor yang beruntun menimpa kabupaten ini baru-baru ini tentu akibat dari penggundulan hutan, atau alih fungsi lahan. Pohon-pohon damar yang dibabat untuk diganti dengan tanaman sawit atau untuk diambil kayunya telah menimbulkan banjir dan tanah longsor di mana-mana di wilayah kabupaten ini yang menimbulkan korban jiwa dan juga harta benda yang tidak sedikit.

Pemerintah yang akan dibentuk nanti hendaknya bisa menjaga keseimbangan antara membangun  dan menjaga keutuhan dan keindahan alam wilayah ini. Wilayah-wilayah tertentu yang disukai wisatawan karena keindahan dan kesejukan alamnya hendaknya dipertahankan. Sawah-sawah yang menghampar luas yang merupakan  andalan sektor wisata hendaknya dipertahankan sebagai sawah, jangan dialihfungsikan menjadi lahan permukiman atau wilayah industri karena jika ini terjadi tentu akan menjadi bencana bagi industri wisata di daerah ini.

Wilayah permukiman dan industri hendaknya dikonsentrasikan pada lahan yang selama ini tidak produktif atau lahan tidur. Wilayah sekitar pantai hendaknya dieksplorasi secara optimal untuk kepentingan wisata. Jangan menjadikan wilayah sekitar pantai sebagai pusat perkantoran atau industri.

Pemerintahan yang terbentuk nanti harus mempunyai visi menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan karena sektor inilah yang secara nyata bisa diandalkan sebagai sumber penghasilan asli daerah, jangan berspekulasi dalam sektor lain yang belum tentu potensinya.

Repong damar yang sudah terkenal karena reputasinya sebagai salah satu pola dalam konservasi alam hendaknya dilestarikan dan  dikembangkan lebih luas lagi. Jangan ada lagi alihfungsi repong damar menjadi perkebunan sawit atau perkebunan apapun lainnya. Repong damar adalah ikon masyarakat pesisir; identitas dan kebanggaan tradisional masyarakat pesisir yang sudah terkenal di mana-mana. Keberadaan dan kelestarian repong damar harus dijaga. Jangan sampai masyarakat pesisir kehilangan identitas dan kebanggaan tradisionalnya yang selama ini dijaga turun temurun hingga ratusan tahun.  

Pembangunan Kabupaten Pesisir Barat ke depan hendaknya merupakan pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Read more

0 Masyarakat Pesisir Krui Gelar Syukuran DOB KPB


Masyarakat pesisir Krui melakukan acara syukuran atas terbentuknya DOB Kabupaten Peisir Barat di lapangan sepakbola pekon Way Napal, Senin, 10 Desember 2012. Sebagaimana yang kita ketahui DOB Kabupaten Pesisir Barat telah disahkan oleh DPR pada tanggal 25 Oktober 2012 lalu seperti yang tertuang dalam UU No.22 tahun 2012.

Acara yang meriah tersebut dihadiri oleh gubernur Lampung Drs. Sjachroedin ZP, beserta ribuan masyarakat pesisir dan tokoh-tokoh adat setempat yang datang dengan beraneka pakaian adat. Turut hadir pula tokoh masyarakat pesisir Krui yang kondang sebagai pengacara di Jakarta yaitu Henry Yosodiningrat beserta istri, adik ketua MPR Taufik Kiemas Ir Nazarudin Kiemas, tokoh masyarakat Krui  yang pernah mencalonkan diri sebagai bupati lampung Barat dalam pilkada tahun 2007 Agus Istiqlal, dll.

 
Selain itu, turut pula hadir kapolda Lampung brigjen Heru Winarko, komandan lanal Lampung, bupati lampung Selatan Rycko Menoza, anggota DPD RI H. Aryodhia Febriansyah, beserta beberapa pejabat lainnya.

Kepala P3KPB Drs Aidin Adlan dalam kata sambutannya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah turut serta berpartisipasi dalam pembentukan Kabupaten Pesisir Barat. Beliau menyebutkan beberapa tokoh yang sangat berjasa dalam pembentukan kabupaten tersebut seperti Taufik Kiemas, gubernur Lampung Sjachroedin ZP, bupati Lampung Barat Drs Mukhlis Basri, dll.

Sedangkan bupati Lampung Barat, dalam kata sambutannya yang dibacakan oleh wakilnya Drs. Makmur Azhari, yang baru dilantik pada hari itu juga, selain mengucapkan syukur atas terbentuknya kabupaten yang baru tersebut juga mengajak masyarakat pesisir Krui agar bekerja sama membangun daerahnya agar Kabupaten Pesisir Barat kelak menjadi daerah yang maju. “Bahkan lebih maju dari kabupaten-kabuaten yang lainnya,” katanya.

Di lain pihak, gubernur Lampung, dalam sambutannya yang meriah dan menggebu-gebu mengatakan wilayah Kabupaten Pesisir Barat membentang mulai dari ujung utara di Pugung hingga Bengkunat Belimbing di ujung selatan. “Seluruh kekayaan alam yang ada di wilayah ini adalah milik Kabupaten Pesisir Barat; lautnya, ikan hiunya, ikan pausnya, serta belut-belutnya semuanya milik Kabupaten Pesisir Barat,” kelakarnya, yang mendapat sambutan meriah dari hadirin.

Dalam kata sambutannya yang memegang teks namun tidak dia bacakan tersebut, Sjachroedin juga mengatakan bahwa dia mendukung sepenuhnya pembangunan Pesisir Barat. “Pemerintah provinsi Lampung siap menganggarkan dana 5 milyar dalam tahun anggaran 2013 mendatang untuk pembangunan Pesisir Barat,” katanya. Selain itu, Sjachroedin juga mengatakan dia berencana akan membangun rumah sakit, rumah adat, dan pelabuhan di kabupaten tersebut.

Acara yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat pesisir tersebut sempat tertunda selama beberapa jam dari jadwal yang direncanakan. Menurut rencana acara akan dibuka pukul 11:00, namun gubernur Lampung yang ditunggu-tunggu beserta rombongan baru tiba pada pukul 14:00. Masyarakat Krui yang telah hadir di tempat acara sejak pukul 10 terpaksa harus sabar menunggu.

Tiba di tempat acara gubernur Lampung beserta Ibu Truly Sjachroedin disambut dengan tata cara adat setempat, yaitu dengan dimasukkan ke dalam alam gemiser dan diarak dengan iringan hadra.
Read more

0 Festival Teluk Stabas XV

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tahun ini kembali menyelenggarakan Festival Teluk Stabas. Penyelenggaraan festival yang dimaksudkan untuk menarik kunjungan wisatawan ini tahun ini adalah yang ke-15. Kalau tahun-tahun sebelumnya Festival ini selalu diselenggarakan di ibukota kabupaten Liwa, tahun ini untuk yang pertama kalinya diselenggarakan di wilayah pesisir yaitu di Kecamatan Pesisir Tengah, Krui.

Penyelenggaraan Festival ini akan berlangsung empat hari, mulai tanggal 28 November hingga 1 Desember 2012. Festival tersebut akan menyelenggarakan berbagai lomba, yaitu lomba bola voli pantai, lomba lagu Lampung, lomba layang-layang, lomba bedikegh, lomba butetah, lomba tari kreasi, lomba foto, lomba hahiwang, lomba ngehahedo, serta lomba gambus tunggal.

Festival yang meriah ini dibuka dengan iring-iringan pawai budaya yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Barat. Pawai dimulai dari kawasan Tugu Tuhuk, Pasar Krui, Rabu, 28 November 1012, sekitar pukul 14:00, bergerak menuju lapangan sepakbola Labuhan Jukung di mana festival ini dipusatkan.  Selain pawai budaya dari masing-masing kecamatan, pawai ini juga dimeriahkan oleh marching band anak-anak MAN Krui, dan tapis carnival.

Acara pembukaan yang juga dihadiri oleh para undangan dari kabupaten tetangga ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Gatot Hudi Utomo disertai Bupati Lampung Barat Drs. Mukhlis Basri MM serta unsur pimpinan Kapupaten Lampung Barat lainnya.

Dalam kata sambutannya yang ringkas, ringan, dan tanpa teks Mukhlis Basri mengatakan Festival Teluk Stabas yang ke-15 ini sengaja diselenggarakan di wilayah pesisir, sekaligus sebagai ucapan perpisahan karena mulai tahun depan wilayah pesisir akan menyelenggarakan pemerintahannya sendiri, yaitu Kabupaten Pesisir Barat. Selain itu beliau juga mengatakan tahun depan Kabupaten Pesisir Barat akan menyelenggarakan festival ini sendiri.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Gatot dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf Gubernur Lampung karena beliau tidak bisa menghadiri acara tersebut. Gubernur Lampung dalam sambutannya, yang dibacakan Gatot, mengatakan Lampung Barat kaya akan objek wisata yang perlu dikembangkan lebih jauh.

Acara pembukaan tersebut dimeriahkan pula oleh hahiwang atau segata, pertunjukan musik lagu Lampung yang dibawakan oleh mahasiswa ISI Yogyakarta, serta Tarian Keris Aria Istinja Darah yang dibawakan oleh sanggar seni Setiwang sebagai penutup. Rangkaian acara pembukaan yang meriah yang berakhir pada pukul 17:00 tersebut sempat terganggu oleh turunnya hujan.

Acara pembukaan tersebut dimeriahkan pula oleh seorang para layang yang terbang berputar-putar membawa spanduk bertuliskan 'Festival Teluk Stabas XV' di atas lapangan sepakbola Labuhan Jukung.
Read more

2 Selamat Datang Kabupaten Pesisir Barat

Peta Kabupaten Pesisir Barat

Dengan disahkannya UU DOB pada sidang paripurna DPR tanggal 25 Oktober kemarin, kini Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, yang mencakup wilayah pesisir Krui dan sekitarnya, telah resmi ditetapkan sebagai daerah otonom baru, sebuah kabupaten tersendiri yang terpisah dari kabupaten induknya, yaitu Kabupaten Lampung Barat. Selain Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dalam sidang paripurna tersebut ikut pula disahkan UU pembentukan empat daerah otonom lainnya, yaitu Provinsi Kalimantan Utara di Kalimantan, Kabupaten Pangandaran di Jawa Barat, Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kabupaten Pegunungan Arfak, keduanya di Provinsi Papua Barat.

Dengan demikian, kini terbayarlah sudah kerja keras dan perjuangan masyarakat Krui dan sekitarnya selama ini. Terwujud sudah apa yang selama mereka impi-impikan. Tercapai sudah apa yang selama mereka cita-citakan, yaitu mempunyai pemerintahan kabupaten tersendiri.

Sudah sejak sepuluh tahun lalu aspirasi masyarakat Krui dan sekitarnya ini coba disalurkan. Dan wujud nyata dari perjuangan itu adalah diikutsertakannya Kabupaten Pesisir Barat dalam usulan RUU DOB tahun 2008, bersama tiga aspirasi DOB lainnya di provinsi Lampung, yaitu Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Mesuji. Namun apa daya, tiga kabupaten lain tersebut berhasil terbentuk sedangkan masyarakat pesisir Krui dan sekitarnya harus gigit jari.

Namun, dengan tidak putus asa, masyarakat pesisir Krui dan sekitarnya kembali mengusulkan diri sebagai DOB pada tahun-tahun berikutnya. Dan lagi, perjuangan tersebut kembali terhambat karena pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan moratorium pembentukan DOB, sehingga masyarakat Krui dan sekitarnya harus kembali menunggu. Walhasil, baru setelah sepuluh tahun berjuang masyarakat Pesisir Barat, Krui, bisa menikmati hasilnya.

Aspirasi masyarakat Krui dan sekitarnya untuk membentuk kabupaten tersendiri ini kiranya mudah dimengerti. Betapa tidak, secara geografis dan kultural  daerah ini memang terpisah dari kabupaten induknya, yaitu Kabupaten Lampung Barat. Di samping itu, jumlah penduduk dan potensi sumber daya alam yang dimilikinya juga sudah cukup sebagai modal untuk membentuk kabupaten baru.

Wilayah pesisir barat, Krui dan sekitarnya, memerlukan konsenstrasi penuh dari pemerintah daerah kabupaten setempat untuk mengembangkan berbagai sumber daya alam yang ada di dalamnya. Satu-satunya cara agar pemerintah daerah terkonsenstrasi pada pembangunan wilayah pesisir ini adalah dengan membentuk kabupaten tersendiri. Wilayah Kabupaten Lampung Barat yang ada selama ini memang terlalu luas, sehingga menyulitkan pemerintah kabupaten setempat dalam pengelolaannya.

Salah satu potensi besar yang tersimpan di wilayah ini adalah pariwisata. Dewasa ini pariwisata di daerah pesisir Krui dan sekitarnya berkembang secara alami, nyaris tanpa campur tangan pemerintah daerah kabupaten. Pun demikian, terdapat kemajuan yang pesat di dalam sektor ini, yang nyata terlihat dengan mata kepala, dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dari waktu ke waktu. Apatah lagi jika kelak ada pemerintahan tersendiri yang lebih terkonsenstrasi, yang menjadi motor pengerak dalam eksploitasi dan pengelolaannya.   

Wilayah ini sudah memiliki bandara yang sewaktu-waktu bisa dioperasikan secara komersial. Jika pemerintah daerah ini kelak pandai mengelolanya, tak ayal bandara tersebut akan menjadi sarana pendukung yang sangat potensial bagi perkembangan sektor wisata di daerah ini. Kelak, pemerintah daerah in harus mempunyai visi untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan untuk memajukan daerah. Jika pemerintah daerah pandai-pandai mengelolanya, bukannya tidak mungkin Kabupaten Pesisir Barat akan menjadi salah satu kabupaten yang benar-benar bisa berdiri sendiri, yang bisa menghidupi dirinya sendiri tanpa harus tergantung pada pemerintah pusat.

Sektor perkebunan dan perikanan juga harus diberi perhatian khusus. Pemerintah daerah kabupaten ini kelak harus bisa menemukan cara-cara baru untuk lebih memberdayakan petani dan nelayan. Di bidang perkebunan, repong damar yang selama ini sudah menjadi ikon masyarakat Krui dan sekitarnya, dan telah dianggap sebagai sebuah metode ampuh bagi konservasi alam, hendaknya dipertahankan dan lebih dikembangkan lagi sehingga bisa mempertahankan fungsinya sebagai sektor andalan untuk menopang perekonomian masyarakat.

Daerah pesisir sebenarnya mempunyai nilai plus yang tidak dipunyai daerah pedalaman. Dengan terbukanya akses, baik darat, laut, maupun udara berarti daerah pesisir lebih terbuka kesempatannya untuk berkembang. Pemerintah daerah harus pandai-pandai memanfaatkan akses ini untuk investasi dan perdagangan.

Pembentukan daerah otonom baru ini adalah amanat rakyat. Kelak pemerintah daerah kabupaten ini  harus pandai-pandai menjalankan amanat tersebut. Aparat pemerintahnya harus punya integritas dan dedikasi yang tinggi untuk membangun daerah. Jangan menjadi pemerintah yang hanya ingin menguasai aset-aset pembangunan dan politik semata tanpa menjunjung tinggi amanat rakyat, agar pembentukan kabupaten baru ini tidak sia-sia, atau lebih banyak membawa mudaratnya dibandingkan manfaatnya.***
Read more

0 Pemda Lampung Barat Bangun 'Cottage'



Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kini sedang membangun cottage di wilayah pesisir. Sarana akomodasi yang nantinya diperuntukkan bagi wisatawan yang berkunjung ke pantai Krui tersebut terletak di Pantai Labuhan Jukung. Untuk tahap pertama cottage yang dibangun terdiri dari tiga unit dan terletak di bibir pantai, tepat menghadap ombak yang biasa dikunjungi para peselancar mancanegara.

Ini adalah investasi Pemda Lampung Barat yang pertama bagi pengembangan wisata wilayah pesisir. Meski agak terlambat, dan sudah didahului oleh investor swasta, diharapkan investasi Pemda ini merupakan pertanda awal yang baik akan perkembangan wisata wilayah pesisir di masa yang akan datang.


Wisata wilayah Pesisir Lampung Barat selama ini berkembang nyaris tanpa campur tangan pemerintah. Sarana akomodasi yang kini banyak bermunculan di pinggir pantai di sepanjang wilayah pesisir adalah murni investasi swasta.

Semestinya Pemda Lampung Barat sudah sejak dahulu merintis pengembangan wisata wilayah pesisir ini karena potensi PAD yang tersimpan di dalamnya cukup menggiurkan, apalagi mengingat Pemda memiliki tanah yang luas di Pantai Labuhan Jukung, di tempat yang strategis yang justru menjadi incaran investor swasta. Melihat perkembangan kunjungan wisatawan ke wilayah pesisir akhir-akhir ini yang demikian pesat, tidak diragukan Pemda akan mendapatkan sebuah sumber baru untuk meningkatkan penghasilan daerah. Seandainya sejak dulu Pemda Lampung Barat menamkan modal tentu sekarang mereka sudah memetik hasilnya. Dan semestinyalah sekarang adalah masa menuai bagi Pemda, bukan lagi masa menanam.   
Read more

0 Karnaval



Satu-satunya penanda peringatan HUT RI di Krui, Lampung Barat, yang harus ada setiap tahunnya, selain upacara peringatan detik-detik proklamasi, adalah pawai budaya atau karnaval. Turnamen olahraga atau lomba seni boleh jadi tidak diselenggarakan, namun pawai budaya atau karnaval tentu tidak boleh ditinggalkan.


Selain dengan karnaval, penanda yang mesti ada lainnya adalah lomba baris berbaris. Namun tahun ini lomba baris berbaris tidak diselenggarakan karena kebanyakan waktu penyelenggaraan yang semestinya bertepatan dengan bulan Ramadan. Tahun 2012 ini bulan Ramadan dimulai tanggal 20 Juli dan berakhir pada tanggal 19 Agustus sehingga membuat panitia peringatan HUT RI Krui kesulitan dalam menentukan waktu perlombaan yang tepat, yang tidak bertepatan dengan bulan puasa.  

Namun demikian, pelaksanaan upacara peringatan detik-detik proklamasi tetap diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus, meski bertepatan dengan bulan puasa dan sekolah sedang libur.


Dan tahun ini, seperti halnya tahun lalu, karnaval HUT RI yang biasanya diselenggarakan sekitar tanggal 15 atau 16 Agustus terpaksa diundur ke tanggal 28 Agustus, hari kedua sekolah masuk kembali setelah libur Idu Fitri. Namun hal itu tentu tidak mengurangi kemeriahan acara yang selalu berhasil mengundang ribuan penonton memenuhi sisi jalan sepanjang  jalan raya di kota ini. Seperti yang sudah-sudah, karnaval kali ini, yang berlangsung dalam susana mendung setelah turun hujan, pun dimeriahkan oleh para peserta dengan berbagai atraksi dan busana, mulai dari siswa-siswi PAUD hingga sekolah menegah atas.  

Ada yang unik dari penyelenggaraan karnaval kali ini. Sekitar dua jam sebelum acara dimulai, hujan deras mengguyur kota Krui. Namun hujan berhenti ketika acara akan diselenggarakan. Dan anehnya, hujan turun kembali setelah acara selesai.


Read more

1 KPB? Tunggu Sebulan Lagi!


Anggota DPD RI Anang Prihantono, bupati Lampung Barat Mukhlis Basrie, 
Ketua Panitia Kerja Pembentukan DOB Ganjar Pranowo, wakil bupati Lampung 
Barat Dimyati Amin, dan anggota DPR RI  daerah pemilihan Tanggamus dan 
Lampung Barat Ismayatun dalam acara dengar pendapat dengan wakil 
masyarakat soal pembentukan DOB Kapupaten Pesisir Barat di 
gedung wanita kecamatan Pesisir Tengah, siang tadi. 

Cita-cita masyarakat Pesisir Barat untuk segera memiliki kabupaten tersendiri, terpisah dari kabupaten Lampung Barat, tampaknya belum akan terwujud, setidaknya dalam beberapa bulan ke depan. Setelah menunggu sekian lama, dan setelah mengeluarkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Setelah mengalami kekecewaan demi kekecewaan. Dan setelah beribu pertanyaan timbul; mengapa kabupaten Pesisir Barat tidak kunjung terbentuk, sedangkan DOB-DOB kabupaten lain di Lampung yang pembentukannya diusulkan dalam waktu bersamaan dengan pembentukan DOB Kabupaten Pesisir Barat sudah terbentuk. Dan setelah timbul kecurigaan dan saling tuding di sana-sini, hingga kini pun masyarakat pesisir masih diliputi serba ketidakpastian.

Ganjar mendapat kalungan selendang tapis alam acara penyambutan

Untuk menjernihkan karut marut dan serba ketidakpastian ini, pemerintah kabupaten Lampung Barat mengundang ketua Panitia Kerja Pembentukan daerah Otonomi Baru DPR RI Ganjar Pranowo untuk memberi penjelasan langsung di depan masyarakat pesisir, dengan harapan masyarakat akan mendapat penjelasan langsung dari tangan pertama soal proses pembentukan Kabupaten Pisisir Barat yang terkatung-katung tersebut.

Ganjar Pranowo, Danang Prihantono, Ismayatun sesaat setelah penyembutan

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Wanita kecamatan Pesisir Tengah pada tanggal 30 April 2012 siang tadi , Ginanjar menjelaskan bahwa pembentukan sebuah Daerah Otonomi Baru harus ditetapkan dengan Undang-Undang. Sedangkan untuk membentuk Undang-Undang, ada 5 tahapan yang mesti dilalui, yaitu:

  1. Pembuatan RUU: inisiatif DPR atau Presiden
  2. Penetapan RUU DOB: inisiatif DPR
  3. RUU dikirim ke Presiden
  4. Presiden mengeluarkan Surat Presiden untuk menunjuk Menteri yang akan membahas RUU tersebut dengan DPR
  5. Pengesahan RUU menjadi UU dalam rapat paripurna DPR

Ganjar menjelaskan, hingga saat ini pembentukan DOB Kabupaten Pesisir Barat baru menyelesaikan tahap ke dua. Artinya bola panas itu kini berada di tangan Presiden. Di tangan Presidenlah kini nasib Pesisir Barat berada. “Mudah-mudahan (RUU tersebut) sudah sampai di meja Presiden,” kata Ginanjar. “Dan jika sudah di tangan Presiden, dan Presiden sudah mengeluarkan Surat Perintah kepada Menteri untuk membahas RUU tersebut dengan DPR, maka DPR akan melakukan sidang paripurna penetapan UU pada bulan Juni 2012 nanti. Dan jika dalam sidang paripurna bulan Juni nanti tidak berhasil menetapkan UU, maka DPR akan bersidang kembali pada Oktober,” katanya melanjutkan.

Dengan demikian, masyarakat pesisir kembali diliputi ketidakpastian. Rasa khawatir sidang paripurna DPR akan gagal menelurkan UU DOB bagi Kabupaten pesisir barat tetap ada. Apalagi menurut Ganjar, jika dalam dua kali sidang paripurna, DPR gagal menetapkan sebuah RUU menjadi UU, maka RUU tersebut tidak pernah akan dibahas lag, alias masuk kotak. “Tapi jangan khawatir,” katanya. “Pembentukan DOB Kabupaten Pesisir Barat ini menjadi prioritas.”

Pada bagian lain, bupati Lampung Barat menegaskan bahwa dia tidak pernah bermaksud menghalang-halangi pembentukan Kabupaten Pisisir Barat; Dia mendukung pembentukan Kabupaten Lampung Barat. “Alangkah indahnya kalau UU pembentukan Kabupaten Pesisir Barat ini bisa lahir sebelum pilkada 27 september 2012, karena dengan demikian akan mengurangi cost pilkada,” katanya.

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam setengah tersebut juga dihadiri oleh anggota DPD RI Anang Prihantono, anggota DPR RI daerah pemilihan Tanggamus dan Lampung Barat Ismayatun, wakil bupati Lampung Barat Dimayati Amin, para anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat yang berasal dari wilayah pesisir, serta unsur pimpinan daerah pesisir.   
Read more

0 Tahun Baru di Krui



Ribuan orang memadati lapangan sepakbola di pantai Labuhan Jukung, Krui, Lampung Barat, pada malam tahun baru, 31 Desember 2011 untuk menyaksikan acara pertunjukan musik dan untuk sekedar menikmati keramaian, merayakan malam tahun baru.

Untuk memeriahkan acara penyambutan tahun baru 2012, di pantai Labuhan Jukung diadakan acara live musik yang disponsori salah satu merk sepedamotor. Pertunjukan musik pop dan hip-hop tersebut ditingkahi dengan permainan kembang api di udara yang  mendapat sambutan meriah dari masayarakat Krui. Meski mereka tidak dapat sepenuhnya menikmati musik yang disuguhkan malam itu—berbeda  dengan pertunjukan musik dangdut, misalnya—namun tak ayal penonton tetap membludak. Display kembang api di udara merupakan salah satu daya tarik tersendiri yang tidak kalah dengan musik.

Di samping menikmati pertunjukan musik dan kembang api, sebagian masyarakat lain, terutama anak-anak muda, asik dengan acara mereka masing-masing, di pinggir pantai. Ada yang membakar api unggun dan memanggan ikan, ada yang memainkan kembang api, dan tentu saja ada yang hanya duduk-duduk saja di pinggir pantai menikmati keramaian.


Rencananya, acara pentas musik tersebut akan diselenggarakan mulai pukul 10.00 pagi, namun karena cuaca tidak memungkinkan, maka acara siang hari ditiadakan. Beruntung pada malam harinya cuaca begitu cerah dan mendukung sehingga acara bisa diselenggarakan dengan meriah sebagaimana mestinya.

Ini bukanlah kali pertamanya masyarakat Krui merayakan acara menyambut tahun baru dengan begitu meriah. Jika cuaca mengijinkan, setiap tahun masyarakat Krui selalu merayakan malam tahun baru dengan pelbagai acara yang biasanya dipusatkan di pantai Labuhan Jukung.

Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya pula, kemeriahan acara malam tahun baru kali ini diwarnai dengan kontroversi, dengan adanya pendapat sebagian orang yang tidak setuju dengan penyelenggaraan acara untuk memeriahkan tahun baru Masehi. Sebagian orang melarang—bahkan ada pula yang mengatakan haram—umat Islam memeriahkan acara tahun baru Masehi, dengan alasan bahwa umat Islam mempunyai tahun barunya sendiri, yaitu 1 Muharam.   

Kenyataan bahwa tahun baru 1 Muharam tidak disambut dengan demikian meriah membuat sebagian pemuka umat Islam keki. Menurut mereka tidak sepantasnya umat Islam merayakan tahun baru Masehi dengan demikian meriah dan melupakan tahun baru  Hijriah yang merupakan acuan penganggalan umat Islam.

Tapi, dalam hal ini, tentu umat Islam tidak bermaksud melupakan penanggalan Hijriah, tidak sama sekali. Perayaan tahun baru hijriah (1 Muharam) masih tetap diselenggarakan setiap tahun, juga dengan meriah. Kalau perayaan tahun baru Masehi terasa lebih meriah, ini adalah masalah proporsi semata. Tidak bisa dipungkiri, dalam kehidupan kita sehari-hari, kita lebih banyak menggunakan penanggalan Masehi daripada penanggalan Hijriah. Kita mencatat tanggal kelahiran kita dengan penanggalan Masehi. Tanggal pernikahan kita juga menggunakan tanggal Masehi. Tanggal kematian demikian pula. Tanggal penerbitan KTP, SIM, Ijazah, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Sertifikat Tanah, Piagam, dll semuanya menggunakan penanggalan Masehi. Bahkan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha pun ditentukan dengan penanggalan Masehi. Penanggalan Hijriah nyaris hanya digunakan selama bulan Ramadan saja.

Read more

0 Duku Krui



Duku adalah buah musiman utama lain dari Krui, Lampung Barat, selain durian. Musim duku biasanya datang setelah musim durian. Tapi kadang-kadang kedua musim ini datang secara bersamaan.

Pohon duku di Krui tumbuh di sela-sela pohon damar dan durian. Biasanya, pohon duku, bersama-sama dengan durian, petai, dan tanaman buah lainnya seperti manggis, hanyalah selingan di antara pohon damar. Tidak ada petani yang hanya menanam durian atau duku di dalam ghepong mereka karena durian dan duku, dan tanaman buah lainnya dianggap tidak mempunyai nilai ekonomis yang tinggi seperti pohon damar.

Mungkin karena sifatnya yang sama dengan pohon durian, pohon duku hanya berbuah ketika pohon durian berbuah, biasanya setelah musim panas. Dan sama dengan pohon durian pula, petani harus berjuang keras menunggui pohon duku mereka sebelum bisa dipanen, sebab kalau tidak, buah duku mereka akan habis dirontokkan oleh hewan pengganggu seperti monyet dan tupai. Tidak jarang petani pemilik pohon hanya bisa gigit jari melihat buah durian dan duku mereka habis dirontokkan hewan-hewan tersebut.

Musim duku kali ini tampaknya bukan merupakan musim besar. Tidak banyak pohon duku yang berbuah, dan yang berbuah pun tidak begitu lebat. Tidak heran jika kali ini tidak banyak duku yang berakhir di pasar, dijual. Dan kalaupun ada harganya cukup tinggi.

Meski kalah bersaing dengan duku dari Sumatera Selatan, namun tidak jarang duku Krui dilirik pedagang antarpulau, terutama jika sedang musim raya, dan terutama pula jika Sumatera Selatan tidak sedang musim.

Pedagang biasanya berdatangan dari luar Krui menggunakan truk. Jika musim raya, tidak jarang petani menjual duku mereka secara ijon, dan pembeli harus mengupah orang lain untuk menunggui pohon-pohon duku tersebut.
Read more

0 Cerita dari Pantai



Kalau Anda berdiri di pantai Krui dan memegang kamera, ada banyak objek yang bisa Anda tangkap. Kalau sedang musim selancar, para peselancar yang sedang membelah dan mencabik-cabik ombak tentu saja merupakan objek yang paling menarik dan sensasional. Musim puncak selancar biasanya mulai Maret hingga Oktober setiap. Selain bulan-bulan itu jarang peselancar terlihat di pantai Krui.


Sebagai gantinya, Anda bisa menangkap objek seperti orang yang sedang berjalan di pasir, misalnya, nelayan yang sedang menepi, atau anak-anak yang sedang mandi. Atau anak-anak yang berlari menghampiri Anda minta dipotret. Dan kalau Anda sedang beruntung, mungkin Anda akan melihat turis berbikini.


Namun di samping semua itu, pemandangan di pantai-pantai Krui adalah merupakan objek yang menarik dengan sendirinya, apalagi jika Anda adalah seorang fotografer profesional dengan kamera yang canggih pula. Waktu terbaik untuk memotret di sini adalah pagi hari sebelum pukul 11.00, bila cuaca sedang cerah.
Read more

0 Konversi ke Kayu



Konversi minyak tanah ke gas tidak secara otomatis membuat semua rumah tangga beralih ke gas. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan ibu-ibu rumah tangga sebelum memutuskan beralih ke gas. Kecelakaan kompor gas yang banyak diberitakan di media nasional beberapa waktu lalu adalah salah satu bahan pertimbangan yang perlu dipikirkan matang, di samping isu soal harga, yang meski secara ekonomis lebih murah dari minyak tanah, tapi tetap saja mahal bagi sebagian masyarakat.

Di Krui, Lampung Barat, konversi minyak tanah ke gas tidak membuat ibu-ibu rumah tangga seluruhnya beralih menggunakan kompor gas, sebagian malah beralih ke kayu. Ironisnya, rumah tangga yang sebelumnya tidak pernah memasak menggunakan kayu, kini beralih menggunakan kayu, justru setelah program konversi tersebut diberlakukan. Sebagian rumah tangga beralih menggunakan kayu secara keseluruhan, sebagian lain menggunakan kayu sebagian, dipadukan dengan kompor gas dan minyak tanah.

Program konversi minyak tanah ke gas menjadi dilema bagi sebagian rumah tangga di wilayah ini. Banyak ibu-ibu rumah tangga yang tidak siap menggunakan kompor gas, dengan alasan keamanan dan kepraktisan. Penggunaan kompor gas yang menuntut ketelitian dan kejelian membuat mereka yang terbiasa ceroboh waswas dan merasa tidak nyaman ketika sedang memasak.

Di samping itu, ketersediaan dan harga gas juga sering kali mengalami kendala pasang surut. Ketika terjadi kelangkaan gas beberapa waktu yang lalu, harga gas 3 kg sempat naik hingga Rp.30.000 dari sebelumnya Rp.18.000, sedangkan harga gas 12 kg melambung menjadi Rp.125.000 dari sebelumnya Rp.90.000.

Wilayah kota Krui dan sekitarnya yang berdekatan dengan hutan damar memungkinkan masyarakat memperoleh kayu bakar dengan mudah dan murah. Setiap hari ada saja dahan mati yang bisa dijadikan kayu bakar. Sebagian masyarakat mencari sendiri kayu bakar ke hutan, sebagian lainnya membelinya dari pengumpul dengan harga yang relatif murah.

Sedangkan masyarakat yang tinggal di pinggir pantai umumnya enggan mencari kayu bakar ke hutan karena jarak hutan relatif jauh dari tempat tinggal mereka. Sebagai gantinya, mereka mencari kayu yang terdampar di pantai, yang hanyut terbawa arus sungai ketika banjir terjadi.
Read more

0 Ada Pesawat Mendarat di Krui



Rasa haru mencekam warga Krui dan sekitarnya ketika pesawat terbang Cessna Caravan milik perusahaan penerbangan Susi Air berhasil mendarat dengan mulus di bandara Seray, Rabu, 28 September 2011, sekitar pukul 11.30. Uji coba penerbangan tersebut memang sudah lama dinanti-nanti oleh warga Krui dan sekitarnya, karena sepanjang sejarah kota ini, yang konon sudah ada sejak sebelum jaman Majapahit, belum pernah ada pesawat yang mendarat di kota ini. Sebagian besar warga kota ini tentu belum pernah melihat pesawat secara langsung dengan mata kepala mereka sendiri.

Meski kemudian yang muncul adalah pesawat yang mungkin tidak sesuai dengan yang mereka bayangkan, namun tak ayal rasa bangga itu muncul jua. Sebagian warga tampak kecewa dengan apa yang mereka saksikan. Mereka mengira akan melihat pesawat berbadan besar seperti MA 60 atau Boeing 737, atau paling tidak sejenis Fokker, tapi yang muncul adalah sebuah pesawat ringan dengan kapasitas penumpang 12 orang. “Pesawat kok seperti perahu,” kata salah seorang penonton menyampaikan kekecewaannya demi melihat apa yang apa yang mereka tunggu-tunggu itu tiba.


Pesawat milik Susi Air tersebut membawa 12 orang penumpang. Tiga orang di antaranya adalah anggota DPR. Dua orang dari perwakilan Departemen Perhubungan. Satu orang investor, dan sisanya pejabat pemda Lampung Barat dan wisatawan.

Sesaat setelah mendarat, rombongan penumpang pesawat tersebut disambut oleh bupati Lampung Barat Drs. Mukhlis Basri, MM dengan kalungan selendang kain tapis. Acara penyambutan tersebut ikut pula dimeriahkan oleh anak-anak SD yang berbaris di kiri-kanan jalan masuk gedung administrasi bandara ini.

Setelah acara penyambutan usai, rombongan dipersilakan mengambil tempat duduk yang telah disediakan panitia, di bawah kanopi, di halaman gedung administrasi bandara, bersama-sama dengan para undangan yang sudah lama menunggu, untuk acara ramah tamah dan mendengarkan pemaparan bupati Lampung Barat. Hadir pula dalam undangan adalah perwakilan dari pemda Kaur, Bengkulu.    

Dalam pemaparannya, Mukhlis Basri mengatakan, pembangunan bandara Seray dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, tahun 2007-2018, dengan panjang landasan 1.400 meter x 23 meter, dirancang untuk tipe pesawat C-130. tahap ke dua, tahun 2018-2027, dengan panjang landasan 2.100 meter x 45 meter, dan dirancang untuk didarati pesawat sejenis Boeing 737/300.

Adapun kondisi bandara saat ini adalah, panjang landasan 974 m x 23 m, apron 90 m x 80 m, taxi way 98 m x 18 m, RESA 90 m x 46 m, jalan menuju bandara sepanjang 1.800 m x 25 m, gedung administrasi, dan rumah dinas sebanyak 3 unit.

Sebelumnya diberitakan, Susi Air telah menyatakan bersedia melayani penerbangan dari dan ke bandara ini, dengan rute utama Krui-Jakarta, Krui-Bandarlampung, Krui-Bengkulu, dan Krui-Palembang, dengan ongkos Rp. 1.100.000 untuk rute Krui-Jakarta, Rp. 485.000 untuk Krui-Bandarlampung, Rp. 875.000 untuk Krui-Bengkulu, dan Rp.975.000 untuk Krui-Palembang.

Namun sementara ini, Susi Air baru bersedia melayani penerbangan carter. Sedangkan untuk penerbangan reguler, mereka membutuhkan persiapan lebih lanjut, yang akan memakan waktu sekitar dua atau tiga bulan ke depan.

Read more

0 Jalan Kesuma

Saya kok kurang sreg dengan nama Kesuma (ada pula yang menulisnya Kusuma) untuk menamai jalan raya yang membelah sebagian kota Krui (Pasar Krui), Lampung Barat. Nama kesuma rasanya kurang pantas untuk menamai jalan raya utama, jalan protokol. Nama kesuma rasanya hanya pantas untuk jalan-jalan dan gang-gang kecil dalam perkampungan. Apalagi jalan ini bersambungan dengan Jalan Merdeka yang membelah bagian lain dari kota ini (Kota Krui). Jalan Merdeka semestinyalah bersambungan dengan Jalan Proklamasi, Jalan Pahlawan, Jalan Juang, misalnya, atau apalah nama lain yang lebih pantas daripada Jalan Kesuma.

Kalau kita perhatikan di kota-kota besar, nama jalan raya atau jalan utama selalu menggunakan nama-nama pahlawan, seperti Jalan Gatot Soebroto, Jalan Soedirman, Jalan Soekarno-Hatta, dan lain-lain. Pengunaan nama-nama pahlawan tentu bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan tersebut, agar tidak mudah dilupakan. Penggunaan nama-nama pahlawan untuk jalan-jalan besar sangat tepat sebagai media pelajaran sejarah, agar sebuah bangsa tidak melupakan sejarahnya. Ada unsur pendidikan pula dalam hal ini.

Saya tidak tahu bagaimana sejarahnya sehingga jalan raya di kota Krui (Pasar Krui) ini dinamakan Jalan Kesuma. Mungkin kesuma mempunyai makna tersendiri bagi kota ini. mungkin kesuma adalah sesuatu yang istimewa bagi kota ini. Tapi saya bertanya-tanya apakah makna itu. Apakah sesuatu yang istimewa itu. Apakah arti penting kesuma bagi kota ini. Seumur hidup saya di Krui, saya tidak pernah mendengar nama kesuma disebut-sebut dalam konteks kesejarahan kota ini. Yang saya tahu, sejak saya kecil jalan raya di kota ini sudah dinamai Jalan Kesuma.  

Kesuma atau Kusuma artinya bunga. Nama ‘kesuma’ sering kali dipasangkan dengan ‘wijaya’ sehingga timbul nama ‘wijaya kesuma’. Wijaya Kesuma adalah nama sejenis bunga, nama latinnya adalah epiphyllum anguliger. Wijaya Kesuma adalah bunga keagungan. ‘Wijaya’ sendiri artinya ‘menang’. Bunga wijaya kesuma adalah bunga kemenangan.

Konon, bunga wijaya kesuma banyak dihubung-hubungkan dengan hal-hal yang berbau mistis. Ada kepercayaan bila wijaya kesuma berbunga, maka keluarga yang memilikinya akan mendapatkan rezeki yang besar, seperti kenaikan pangkat, atau mendapat uang banyak.

Konon pula, bunga wijaya kesuma mengandung mustika. Menurut cerita pewayangan... mustika wijaya kusuma dimiliki oleh Shri Kresna (Bathara Wisnu) yang salah satunya digunakan untuk membangkitkan Harjuna yang telah satu kali mengalami kematian akibat dari peperangan sebelum Baratha Yudha.

Apakah mitos di balik bunga wijaya kesuma ini ada pula hubungannya dengan kota Krui, atau apakah hanya ‘kesuma’ saja (bukan wijaya kesuma), saya tidak tahu pasti. Kalau ‘kesuma’ saja berarti bunga, hanya bunga. Kesuma bisa jadi sembarang bunga, bunga apa saja bisa disebut kesuma. Kesuma apakah yang sempat identik dengan kota ini di masa lampau masih menjadi tanda tanya bagi saya. Kalau wijaya kesuma tampaknya tidak pernah menjadi ciri-ciri kota ini. Sangat jarang wijaya kesuma ditemukan di kota ini.

Saya kira banyak pula orang lain yang bertanya-tanya mengapa jalan ini dinamakan Jalan Kesuma. Bukankah pemberian nama jalan utama biasanya menggunakan nama-nama pahlawan yang utama pula, yang kiranya setara dengan keutamaan jalan raya tersebut, atau menggunakan nama-nama lain yang menunjukkan kebesaran historis daerah itu.
Bunga Wijaya Kusuma
Bunga Wijaya Kusuma/ http://prasutan.blogspot.com
Read more

0 Kersing Si Rendah yang Terangkat

Melihat keberadaannya yang begitu sepele, yang liar, dan ada dimana-mana di setiap sela-sela terumbu karang, rumput laut jenis ini tampaknya diberi derajat yang paling rendah dibandingkan dengan rumput laut jenis lainnya. Mungkin tidak ada yang menyangka kalau rumput laut jenis ini bisa disulap menjadi uang.

Kersing, atau ghesing dalam bahasa Krui, adalah salah satu jenis rumput laut berwarna cokelat yang tumbuh di sela-sela terumbu karang di laut yang dangkal. Keberadaan rumput ini nyaris tidak pernah menjadi perhatian masyarakat Krui. Setiap hari ada saja potongan-potongan rumput ini yang berserakan di tepi pantai, di sapu ombak, namun tidak ada yang mempedulikannya. Keberadaannya malah dianggap sebagai sampah yang mengganggu pemandangan.

Kini kersing bisa mendatangkan uang. Masyarakat Krui kini bisa memungut kersing yang berserakan di pinggir laut, atau memetiknya dari sela-sela terumbu karang untuk dijual pada penampung.

tidak sama dengan kades, dan jenis rumput laut lainnya, yang biasa digunakan untuk membuat agar-agar itu, kersing merupakan komoditas baru dalam bisnis hasil laut di wilayah pesisir Krui. Sebelumnya tidak ada yang berniaga kersing di wilayah ini.

Konon, kersing adalah salah satu sumber hayati laut yang bermanfaat sebagai bahan untuk mebuat makanan. Seiring dengan menguatnya gerakan kembali ke alam, penggunaan rumput laut sebagai bahan makanan banyak digunakan sebagai pengganti bahan baku kimia sintetis yang membahayakan manusia dan lingkungan hidup. Untuk itulah kersing kini ramai diburu.



Di Krui sudah ada pedagang penampung yang siap menampung kersing dalam jumlah besar untuk diekspor. Namun karena belum banyak masyarakat yang mengetahui hal ini, dan karena belum ada orang yang membudidayakan rumput kersing, volume ekspor perdagangan rumput ini belum begitu besar.

Sementara ini kersing dikumpulkan dari masyarakat dalam keadaan kering dengan kadar air sekitar 70%, dengan harga sekitar Rp.700 per kilogram. Pedagang pengumpul kemudian menjualnya kepada penampung. Oleh pedagang penampung kersing kering tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung dan diangkut ke pulau Jawa untuk diekspor.


“Sejauh ini kita masih dalam keadaan awal. Kita baru mau melakukan pengiriman yang pertama. Jadi kami belum bisa memperkirakan berapa jumlah yang bisa kita kirim setiap bulannya. Gudang ini saja masih sementara. Kalau segalanya berjalan lancar, dan suplai semakin banyak, mungkin kita perlu membangun gudang yang lebih besar,” kata Armen pegawai saya temui sedang mengarungkan kersing kering.

Tapi jika dilihat perkembangannya yang cukup cepat, bukan mustahil tidak lama lagi bisnis ini akan membesar. Dan kersing tidak lagi berada di samping.

Kini jika Anda jalan-jalan ke pantai Krui, Anda akan melihat banyak pencari kersing bertebaran ketika laut surut. Kegiatan ini telah pula mengubah pemandangan di pantai Krui dan sekitarnya. Kini, ketika laut surut, bukan hanya para pemancing yang menguasai laut, bersama-sama dengan para pencari siput, kijing, dan gurita, melainkan para pencari kersing telah pula menjejakkan kakinya, mencoba peruntungan bersama yang lain, menambah warna baru kehidupan laut yang memang sudah semarak.

Salah seorang pencari kersing, pak Nurman, mengatakan dia dan anaknya bisa mengumpulkan 2 hingga 3 kuintal kersing basah setiap harinya. “Kalau dijual basah, harganya hanya Rp.100 per kilogram. Tapi kalau dijual kering bisa mencapai Rp.1.000 per kg,” katanya. Tapi berat kersing menyusut secara dramatis ketika kering. 10 kilogram kersing basah bisa menyusut menjadi hanya 2 kilogram ketika kering. Jika sehari pak Nurman bisa mengumpulkan 3 kuintal kersing basah, berarti dia bisa menghasilkan kersing kering sebanyak 60 kg. Jika harga kersing kering Rp.1.000 per kg, dia bisa mendapatkan penghasilan yang cukup untuk menghidupi keluarganya.*** 
Read more
 
© Hasim's Space | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger