Michael Jackson boleh jadi sudah meninggal dunia, tapi itu
bukan berarti penghasilannya terhenti. Nama besar Michael Jackson dan hasil
karyanya terus mengeruk dollar hingga sekarang, dalam jumlah yang tidak
sedikit. Apalagi baru-baru ini lagu-lagunya kembali memuncaki tangga lagu-lagu
paling top di dunia, dan film biopic-nya yang berjudul Michael meledak
di pasaran, dan menjadi film biopic terlaris sepanjang masa, menghasilkan
uang yang berjumlah triliunan jika dirupiahkan.
Dan, tentu saja, Michael Jackson tidak bisa lagi menikmati
semua itu. Lalu, kemanakan uang itu mengalir sekarang?
Semenjak Michael Jackson meninggal pada tahun 2009, semua
penghasilan anumerta—termasuk royalti box office dan biaya lisensi dari
film biografi Michael—langsung masuk ke The Michael Jackson Estate.
The Michael Jackson Estate adalahbadan hukum
korporasi yang menerima semua uang yang dihasilkan dari nama, citra, dan
musiknya, dan kemudian mendistribusikan dana tersebut sesuai dengan ketentuan
wasiatnya.
Uang tersebut mengalir melalui jalur khusus:
1. 1. Para Pelaksana (Para Manajer)
Estate tersebut dikelola
oleh para pelaksana bersama John Branca (pengacara hiburan Jackson yang telah
lama bekerja dengannya) dan estate John McClain (seorang eksekutif A&R yang
meninggal pada Mei 2026). Karena film biografi ini merupakan proyek resmi yang
disetujui oleh estate, Branca juga berperan sebagai produser dalam film
tersebut. Para pelaksana mengambil persentase dari total pendapatan kotor estate
sebagai kompensasi untuk mengelola bisnis, melunasi hutang-hutang lama, dan
menyusun kesepakatan seperti film ini.
2.2. Dana Perwalian Keluarga Michael Jackson (Para
Penerima Manfaat)
Royalti film masuk ke estate
kemudian dipotong biaya produksi/manajemen, dan sisanya disalurkan ke dana
perwalian keluarga pribadi. Wasiat Michael Jackson menetapkan pembagian 40/40/20
yang ketat untuk kekayaan anumertanya:
·40% untuk ketiga anaknya: Prince, Paris, dan
Bigi (Blanket) Jackson.
·40% untuk ibunya: Katherine Jackson (selama ibunya
masih hidup), setelah itu bagiannya akan dialihkan dengan aman kepada
anak-anaknya).
·20% untuk amal: Dibagikan di antara berbagai
organisasi amal yang tidak disebutkan namanya.
Konteks Saat Ini: Meskipun film biografi Michael ini
telah menghasilkan pendapatan box office yang besar, film ini juga telah
memperkuat gesekan hukum yang sedang berlangsung di balik layar. Putri Michael,
Paris Jackson, mengajukan keberatan hukum yang mempertanyakan cara para
pelaksana estate mengelola dana tersebut, dan menyatakan kekhawatiran
atas kompensasi yang mereka terima yang jumlahnya cukup tinggi. Selain itu
Paris juga mengkhawatirkan resiko kerugian dari pendanaan proyek-proyek besar
Hollywood seperti film biografi Michael itu.
Video di bawah ini yang ditangkap di London beberapa hari yang
lalu adalah pandangan terdekat yang mungkin dilakukan oleh orang yang tidak
kenal dengan si dewa gitar Eric Clapton terhadap mobilnya: sebuah mobil Ferrari
khusus dan satu-satunya yang dibuat secara eksklusif untuk Mr. Clapton. Jika
Anda ingin tahu mengapa orang-orang paling kaya di dunia ini memburu mobil
Ferrari, tontonlah video ini. Mobil yang dijuluki SPC-12 EPC (singkatan dari special project car, nomer 12, Eric
Patrick Clapton) adalah modifikasi dari mobil Ferrari 458 Italia yang
biasa, bermesin V-8, dan mesin V-8 tersebut tetap dipertahankan karena kerangka
mobil ini tidak cukup luas untuk memuat mesin V-12. Yang membuat mobil ini unik
adalah perubahannya dari model desain-Fininfarina menjadi model yang menyerupai
Ferrari model lama, dari model Enzomenjadi
512 Boxer. Bagian interiornya ada yang dipesan khusus dan warnanya yang unik
mengingatkan kembali pada Ferrari rosso (merah). Total waktu yang
dibutuhkan untuk membuat mobil ini: dua tahun. Harga total, perkiraan yang
paling tepat $4,75 juta.
Clapton telah puluhan tahun mengoleksi Ferrari,
dan dia pernah menceritakan sebuah mobil Ferrari miliknya yang hampir-hampir
merenggut nyawanya dalam albumnya yang bertitel “Slowhand”. Di antara sekian
banyak service yang mereka berikan
pada pelanggan, Ferrari bersedia meng-customize
setiap bagian dari kendaraan produksi mereka dengan tetap mempertahankan ciri
mereka; Sultan Brunei
pernah memesan versi sedan dan wagon dari Ferrari 456.
Ferrari SPC-12 EPC ini telah dibawa memutar-mutar di
London terlebih dahulu sebelum diserahkan pada Clapton, dan video di bawah ini
menangkap gambar mobil itu sedang dikeluarkan dari garasi menuju mobil angkut.
Sang pembuat video meminta maaf karena gambarnya agak goyang karena video ini
direkam secara diam-diam, tapi kita berharap suatu saat nanti kita bisa
mendapat gambar yang lebih jelas dengan kamera yang diambil dengan tenang. (By Justin Hyde | Motoramic)
Amy Winehouse ditemukan tewas di apartemennya di London hari ini … demikian konfirmasi dari TMZ.
Sebuah siaran pers dari Metropolitan Police, yang tidak secara spesifik menyebutkan nama Winehouse, mengatakan:
“Polisi dipanggil oleh London Ambulance ke sebuah alamat di Camden Square NW1 sekitar pukul 16.05 hari ini, Sabtu, 23 Juli, menyusul laporan adanya seorang wanita yang ditemukan tewas.
Tiba di tempat kejadian polisi menemukan jasad seorang wanita berusia 27 yang dinyatakan tewas di tempat kejadian tersebut.
Penyelidikan terus dilakukan untuk meneliti sebab-sebab kematian wanita tersebut. Pada tahap ini penyebab kematian masih dianggap belum jelas.
Winehouse terkenal kecanduan obat-obatan dan alkohol dan bolak-balik ke tempat rehabilitasi selama beberapa tahun ini.
Bulan lalu, Winehouse menunda tur Eropa-nya setelah melakukan pertunjukan di Serbia di mana dia sudah menunjukkan tanda-tanda tidak bergairah.
David Beckhamadalah satu di antara para tamu yang hadir dalam acara resepsi yang akrab pada hari Jumat kemarin yang diselenggarakan di kediaman Konsul Jenderal Inggris Barbara Hay di L.A. untuk menghormati Pangeran William dan Duchess Kate.
Tapi si bintang sepakbola yang berusia 36 tahun tersebut tidak disertai oleh belahan jiwanya, Victoria Beckhamyang tengah hamil tua, yang akan melahirkan anak mereka yang ke-empat dalam waktu yang tidak lama lagi.
Seorang saksi mata mengatakan pada Us Weeklyapa yang dibicarakan oleh Beckham dan sang Pengeran yang berusia 29 tahun yang juga pengantin baru tersebut, dalam pesta kolam renang.
“Victoria sebenarnya ingin datang tapi dia sangat lelah saat ini. Dia titip salam sayang untuk kalian berdua,” kata Beckham pada William dengan penuh penyesalan. (Keluarga Beckham adalah termasuk keluarga selebriti yang diundang pada pernikahan agung sang pangeran di London, 29 April lalu.)
“Jangan sungkan-sungkan,” kata sang Pangeran. “Tolong sampaikan salam sayang saya padanya dan katakan semoga dia sehat-sehat saja.”
Sepertinya nasiblah yang membawa Tania Gunadi memenangkan undian green card sehingga dia bisa pindah dari Indonesia ke Amerika Serikat. Ketika pertama kali tiba di AS, hal pertama yang dia perhatikan adalah jalan raya di L.A. yang bersih dan tampak magis. Karena tidak terlalu bisa berbahasa Inggris, dia mempelajari bahasa tersebut dengan cepat ketika dia bekerja di sebuah tempat penjualan pizza, dan seperti halnya keberuntungan, dia mendapat bagian peran dalam sebuah iklan Disneyland! Mulai saat itu, karirnya terus melejit dan sekarang dia merupakan seorang aktris utama dalam film seri TV action-petualangan “Aaron Stone dalam chanel TV Disney XD yang baru.
Dalam film seri tersebut dia memainkan peran ganda—sebagai Emma si gadis tetangga dan sebagai Dr. Mara, si ilmuwan cemerlang yang bekerja menciptakan alat-alat yang aneh untuk para jagoan mereka. Dengan pembawaannya yang riang dan sangat ramah, pribadi Tania yang magnetis bersinar cemerlang. Dia berbicara tentang segala hal yang dia rindukan tentang Indonesia seperti buah-buahan dan bunga-bungaannya yang indah dan bagaimana dia berharap akan menjadi seorang sutradara bagi film-filmnya sendiri di masa yang akan datang. Dia tampak sangat terharu ketika ditanya tentang harapannya di masa yang akan datang, tetapi tidak segan-segan mengatakan bahwa dia sangat beruntung dengan apa yang dia peroleh saat ini. Sekarang dia sedang hidup di alam mimpinya! Dia benar-benar merupakan seorang yang meng-inspirasi dan tidak lupa meluangkan waktu bersenang-senang bersama teman-temannya di pantai, atau belajar memasak di pelbagai tempat. Saksikan dia dalam “Aaron Stone”!
ASIANCE: Bisakah Anda mulai dengan menceritakan sedikit mengenai diri Anda sebagai seorang aktris sebelum “Aaron Stone,” semacam asal-muasal Anda masuk ke dunia akting?
Tania: Let’s see.Saya dilahirkan dan dibesarkan di Indonesia. Saya memenangkan undian green card ketika saya berumur 15 dan saya kemudian pindah ke AS. Kemudian saya belajar bahasa Inggris di sini karena ketika pertama kali tiba di sini bahasa Inggris saya payah. Dan kakak laki-laki saya menghubungkan saya untuk bekerja di Pizza Hut (tertawa mengingat) dan di sanalah saya belajar bahasa Inggris karena selama sekitar dua tahun itu saya mendapat banyak teguran. Ketika itu saya tidak tahu bagaimana melayani pesanan.
Di Indonesia kami tidak biasa makan pizza, kan? Kami makan nasi dan mie. Saya ingat dua bulan pertama kinerja saya sangat buruk sehingga saya diturunkan. Tapi kemudian saya belajar bahasa Inggris dan saya belajar ingredients dan belajar memasak. Kemudian saya kembali bekerja menjadi penerima telepon (tertawa). Dan setelah itu! Salah seorang teman saya berkata, ‘Hei kamu sebaiknya ikut audisi untuk iklan Disneyland!’ Saya bilang padanya bahasa Inggris saya tidak bagus dan dia berkata, ‘Tidak apa-apa, Anda hanya perlu berteriak! Adegannya di atas rollercoaster!’ Jadi saya pikir, OK, saya bisa melakukan itu. Ketika itu saya tidak tahu apa-apa tentang akting maupun audisi. Begitulah, saya mengikuti audisi itu dan saya mendapatkan peran itu.
Ketika kami shooting iklan tersebut, di sana ada sekitar 15 orang dan saya bukanlah pemeran utamanya. Setelah mengendarai rollercoaster 16, 17 kali, semua pemeran utamanya mabuk! Yang lain juga banyak yang mabuk. Saya adalah satu-satunya orang yang sangat, sangat ceria ketika itu. Sebelumnya saya tidak pernah mengendarai rollercoaster seumur hidup saya dan saya kira rollercoaster adalah permainan yang terbaik. Dan mereka membayar saya pula! Kemudian sang sutradara menjadikan saya pemeran utama dalam iklan tersebut, dan meminta saya untuk membintangi dua iklan lainnya untuk Disneyland. Kemudian sejak itu saya jadi kecanduan karena saya pikir, ‘Oh my god, Saya bisa melakukannya!’ Saya merasa senang, dan dari sini saya bisa membiayai hidup saya, dan ini sangat menyenangkan! Saya benar-benar beruntung. Bayangkan. Anda hanya berteriak dan mendapat uang!
ASIANCE: Dan peran Anda dalam “Aaron Stone,” sangat menarik! Bisa Anda ceritakan?
Tania: dalam “Aaron Stone” saya berperan sebagai Emma, dan Emma adalah seorang wanita yang menjalani dua kehidupan. Siang hari dia sekolah, sama seperti remaja normal lainnya. Dia suka bermain video games dan dia bermain drum dalam band-nya Aaron. Tapi ketika pulang sekolah dia membuat senjata-senjata dan membuat upgrades untuk gadget-gadget yang bisa membantu Aaron Stone menyelamatkan dunia ini. dan sesekali boss-nya meminta dia terjun ke lapangan dan ikut bertempur melawan musuh. Kemudian peran saya berubah menjadi Dr. Mara. Saya berganti pakaian dan mengecat rambut berwarna oranye. Saya mempunyai senjata seberat duapuluh pond dan detonator dan perlatan lainnya. Peran ini cukup enak karena saya harus memainkan dua karakter!
ASIANCE: Apakah Anda merasa bangga sebagai aktris yang bekerja di sebuah perusahaan seperti Disney, dengan begitu banyak penonton muda?
Tania:oh my gosh-ya! Sebenarnya saya selalu ingin bekerja; well, inilah mimpi saya selama lima atau enam tahun untuk bekerja pada Disney. Saya telah bekerja dengan mereka sebelumnya dan mereka selalu memperlakukan saya dengan baik. Saya mencintai ‘keluarga’ ini dan saya merasa sangat bahagia ketika mendapat peran dalam “Aaron stone” ini. Saya mengikuti audisi sebanyak empat kali sebelum saya diberi peran ini, ini benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan. Mereka sangat baik dan saya sangat bersyukur atas semua ini.
ASIANCE: Dalam film seperti “Aaron Stone” apa sih persiapan untuk peran Anda ini, atau bagaimana Anda berlatih sebelum shooting?
Tania: Saya mengkuti tiga kursus akting sebagai latar belakang saya. Saya mengkuti pelajaran improvisasi dan kemudian juga mengikuti pelajaran scene dengan seorang guru dan seorang guru lainnya yang mengajarkan masalah-masalah teknik. Jadi untuk peran sebagai Emma, si cewek tetangga itu, agak mudah bagi saya karena saya hanya perlu mengembalikan diri saya menjadi remaja kembali, mempunyai pacar cowok, dll. tapi untuk peran Dr. Mara, saya melakukan banyak riset, karena dr. Mara adalah seorang ahli senjata dan sangat kuat. Bukan hanya saya harus masuk ke mindset itu—saya menonton banyak film-film James Bond dan film-film seperti Matrix, ya peran-peran seperti cewek tangguh itu—tapi dua minggu sebelum Aaron Stone, saya harus berlatih dengan orang yang memerankan Aaron stone. Kami harus melompat di atas meja! Kemudian seseorang menyerang kami dan kami jatuh, kemudian melompat ke atas sofa dan musuh lainnya melemparkan senjata yang lain ke arah kami dan kami menangkisnya, dan terjatuh! Dan hal-hal seperti itu! Ketika membuat film ini, kami selalu melibatkan sebuah koreografi yang besar sehingga kami mencoba berlatih dua minggu sebelumnya untuk memastikan kami mengenal satu sama lain dan untuk menjaga keselamatan kami!
Kelly Blatz, J.P. Manoux, Tania Gunadi dan David Kambert
dalam Aaron Stone episode 'Mutant Reign Bagian1 and Part 2'.
ASIANCE: Ketika Anda besar di Indonesia siapa yang Anda kagumi atau apa yang Anda suka tonton?
Tania:You know, ketika saya kanak-kanak di Indonesia, jujur saja tidak ada banyak film Amerika yang masuk Indonesia kecuali film-film action jenis James Bond. Sebagai kanak-kanak, saya menonton banyak film-film China seperti film-fimnya Chow Yun Fat atau Zhang Zi Yi dan Andy Lau, saya menyukai film-film mereka, adegan di mana mereka terbang dan sang puteri ikut bersama mereka atau ketika sang puteri menyamar sebagai laki-laki, pergi bertualang. Film-film seperti itu, yang saya sangat kecanduan. Ibu saya bahkan lebih kecanduan daripada saya. Saya kira saya telah menonton film-fim tersebut berulang-ulang. Saya lupa apa judul fim-fim tersebut dalam bahasa Inggris, tapi saya masih ingat sebuah, sebuah film tentang seekor condor (sejenis elang) dengan Andy Lau. [The Return of the Condor] adalah film-film seri lama.
ASIANCE: APAKAH Anda punya banyak teman dalam pekerjaan ini? apa yang Anda lakukan untuk bersenang-senang?
Tania: Oh ya, saya bisa katakan kebanyakan teman saya adalah para aktor, itulah sebabnya saya ikut-ikutan kursus akting dan akhirnya mendapat teman-teman dari kursus akting tersebut. Kami tergabung dalam sebuah kelompok yang terdiri dari lima orang, di mana setiap kali kami mengikuti sebuah audisi, maka salah satu dari kami akan datang membantu. Kami melatih satu sama lain dan membantu satu sama lain. Kami mungkin akan mengikuti kursus pendukung seperti kursus seni atau kursus menari. Dan beberapa orang di antara kami juga ikut kursus renang, badminton. Guru akting saya selalu menyuruh saya mengikuti kursus-kursus lainnya yang berhubungan dengan seni sehingga kadang-kadang kami mengikuti kursus sulih suara atau melukis. Kami jarang pergi ke mall (tertawa). Kami selalu melakukan hal-hal yang bermanfaat. Kami pergi ke pantai bersama-sama dan salah satu kegemaran kami adalah bermain improvisasi. Permainan yang konyol tapi menyenangkan.
ASIANCE: Anda pasti merindukan Indonesia tapi sementara ini Anda menjadikan L.A sebagai rumah Anda?
Tania: Oh saya ingin katakan bahwa Los Angeles adalah kampung halaman saya. Saya belum pernah ke tempat lain sebelumnya tapi ketika saya tiba dari Indonesia, kota pertama yang saya tempati adalah Los Angeles. Saya tidak akan pernah melupakan ketika pertama kali saya tiba di sini saya terpukau. Saya berjalan-jalan di airport dan berkata dalam hati, ‘oh may gosh, ini seperti dunia fantasi.’ Segala sesuatunya begitu bersih dan jalan rayanya benar-benar gila! Di sini ada banyak jalan bebas hambatan (freeways) dan di Indonesia sangat jarang. Tidak ada kemacetan. Saya tahu sekarang banyak orang berkata kemacetan di sini parah, tapi jika dibandingkan dengan Indonesia, ini sangat indah. Saya tidak ingin menjelek-jelekkan negeri saya Indonesia karena ada begitu banyak yang indah-indah di sana. Tapi sekarang ini di sinilah rumah saya dan di sini saya punya teman-teman dan hewan peliharaan.
ASIANCE: Apa yang indah di Indonesia yang kami belum ketahui?
Tania:of course, ada satu hal yang saya rindukan, yang membuat saya sedih karena saya tidak bisa tinggal di dua tempat sekaligus, tapi Indonesia adalah negara yang indah. Ada banyak tumbuh-tumbuhan dan para petani bekerja di ladang. Jika Anda mengitari Indonesia selama musim panas, di pedesaan, Anda bisa menyaksikan dunia yang serba hijau dan sawah ladang. Indonesia sangat indah. Ada jagung, pohon-pohon dan buah segar di mana saja Anda menginginkannya. Dan tentu saja yang nomer satu yang saya sesali adalah kenyataan bahwa ibu saya dan ayah saya masih berada di sana. Tapi sekarang saya baik-baik saja.
ASIANCE: Apa yang Anda inginkan bagi karier Anda di masa yang akan datang?
Tania: Tidak ada yang pernah menanyakan pertanyaan itu pada saya! Tapi bagi saya, tentu saja saya memandang masa depan saya. Saya mensyukuri apa yang saya dapat sekarang. Saya telah lama mengimpikan karier saya yang sekarang ini, dan benar-benar menikmati peran sebagai kehidupan ganda ini. Saya kini sedang menikmati hidup dengan semua pekerjaan yang saya kerjakan saat ini. Di masa yang akan datang, dan ini masih jauh, jauh di masa yang akan datang, saya ingin tidak hanya bisa berperan lebih banyak dalam film atau berperan berbeda-beda dalam film-fim yang menginspirasi, yang bisa mempengaruhi banyak orang. Akan sangat menyenangkan jika saya bisa mempunyai perusahaan film sendiri dan membuat film sendiri dengan mengundang teman-teman saya bekerja sama (tertawa).
ASIANCE: Mengagumkan!
Tania: Oh, Anda biak sekali.
ASIANCE: Well, terima kasih banyak telah menjadi aktris film Amerika asal Asia yang menginspirasi!
Tania: Oh, tentu dan you know, ketika saya pertama kali memulai banyak orang mengatakan pada saya, ‘well, sulit jika Anda orang Asia, dan Anda hanya akan mendapatkan peran-peran sterotype,’ tapi saya tidak pernah mempercayai itu. Ketika pertama kali saya mulai, saya agak khawatir karena saya pikir, mereka sedang mencari peran sebagai wanita Asia cantik yang eksotik dan rambut saya harus panjang sehingga tampak lebih eksotik. Tapi saya tidak pernah mendapatkan peran yang demikian. Saya kira itu bukanlah tipe saya dan saya tidak terlihat eksotik dan cantik seperti Zhang Zi Yi atau seperti Lucy Liu. Saya tidak seperti itu dan saya mengakuinya. Jadi saya mengubah perilaku saya dan penampilan saya, tahu apa yang terjadi? Mulai saat ini saya akan menjadi diri saya sendiri dan menjadi saya yang sebenarnya, yang funky. Sejak saat itu, sekarang jika mengikuti audisi, saya menjadi diri saya sendiri. Saya menyisir rambut saya ke atas dan bergaya funky. Saya tidak benar-benar mendapatkan peran menjadi wanita cantik, misalnya dalam sebuah pilot untuk Fox saya memainkan peran culun, seorang cewek konyol yang memakai kawat gigi. Saya mendapat banyak pertanyaan dalam akun MySpace saya dari para fan Asia, dan saya katakan pada mereka, “Jadilah dirimu sendiri.” Tidak ada gunanya meniru-niru orang lain karena Anda tidak akan berhasil memberi kesan pertama yang baik.
ASIANCE: Terima kasih banyak, menyenangkan berbincang-bincang denga Anda! Saya benar-benar menghargai waktu yang Anda berikan!
Tania: Aw, terima kasih banyak, Shannon! Saya juga sangat menghargai wawancara ini dan saya tidak sabar ingin membacanya! Photos Stewart Marcano Photography
“Hidup cepat, mati muda dan meninggalkan jasad yang tampan,” mungkin itulah motto hidup John Derek muda dalam film Knock on Any Door produksi tahun 1949. Tapi tidak semua figur-figur yang paling ikonik dari kebudayaan populer di dunia ini menemui ajalnya ketika mereka masih muda. Sebagian selebriti yang ugal-ugalan telah mencapai usia tua yang matang sebelum menemui ajalnya dalam sebuah kecelakaan mobil. Tapi berapa pun usia mereka pada saat mereka tewas, bagi bintang-bintang legendaris ini, bahkan kematian pun merupakan sebuah pertunjukan—semuanya berubah menjadi gelap seketika dalam kecepatan seratus mil per jam.
10. Cliff Burton
Bassis metal legendaris Cliff Burton paling dikenal ketika dia masih bersama Metallica. Dia kami tampilkan dalam daftar ini karena keberhasilannya memperkenalkan gitar bass solo yang epik dalam aliran heavy metal dan kontribusinya terhadap musik keras— dalam hal ini thrash metal Bay Area. Burton bukan saja merupakan pria yang asyik, tapi juga sangat dihormati sehingga setelah kematiannya pada tahun 1986 dia dianugerahi masuk dalam Rock and Roll Hall of Fame. Burton tewas di jalan raya pada saat usianya baru mencapai 24 ketika bus tour mereka tergelincir dari jalan raya dan terbalik di Swedia, yang menyebabkan tubuhnya remuk karena terlempar dari jendela. Ketika itu dia baru saja bertukar tempat tidur dengan gitaris Kirk Hammett, setelah memenangkan permainan kartu dengan As Sekop.
9. Albert Camus
Bukan hanya musisi, aktor dan olahragawan juga bisa jadi bengal; Albert Camus mencapai kebengalannya dengan pena. Sebagai salah satu pendiri gerakan esksistensialis, dia menantang sistem intelektual ketika itu dan mempromosikan politik radikal lewat tulisan-tulisan dan karya-karyanya yang pilosofis, seperti Outsider(L’Étranger), yang termasuk salah satu dari sedikit karya sastra yang paling berpengaruh pada abad ke-20. Pada tahun 1960, Camus tewas dalam sebuah kecelakaan mobil bersama sang penerbitnya yang memberinya tumpangan mobil, sebagai pengganti kereta api. Ketika itu dia berusia 46 tahun. Setelah kematiannya, ditemukan sebuah tiket kereta api di saku jas si pengarang Perancis ini.
8. Alexander Fu
Kebengalan Alexander Fu, alias Fu Shen, dimulai di usia dini, ketika meskipun berasal dari keluarga yang berada, dia menghabiskan waktunya berkelahi di jalan raya dan berlatih yudo dan karate. Dia kemudian menjadi bintang film laga Hong Kong utama pada tahun 1970-an. Dia tidak jera melakukan adegan perkelahian meski telah mengalami kecelakaan parah, seperti sebelah kakinya remuk, dan namanya kian melejit. Dia tewas pada usia 28, pada tanggal 7 Juli 1983, ketika sedang berpergian dengan mobil dengan saudara lelakinya, yang menabrakkan mobil Porsche Targa 911 yang dikemudikannya ke sebuah tembok beton. Simbol akhir dari kebengalan Fu adalah tempat pemujaan yang dibangun di bekas ruang makeup-nya untuk menenangkan arwahnya, yang konon bergentayangan di bekas tempat-tempat pembuatan film-nya.
7. Jayne Mansfield
Nama yang mengejutkan, mungkin, tapi kebengalan Jayne Mansfield tergambar dari kesediaannya secara total untuk melakukan segala sesuatu demi kemajuan kariernya, dan pemahamannya yang lengkap tentang bagaimana aset alami yang dia miliki bisa digunakan untuk mendapatkan kemudahan. Jika dibandingkan dengan bintang-bintang film lainnya pada tahun 1950-an, dia pernah mengatakan: “Saya tidak tahu mengapa kalian (press) suka membandingkan saya dengan Marilyn atau gadis itu, apa namanya, Kim Novak. Belahan dada saya, tentu saja, banyak membantu saya dalam mencapai posisi saya saat ini. Dan saya tidak tahu bagaimana mereka mencapai posisi mereka.” Dia bahkan terkenal pula karena menggunakan daya tarik tubuhnya untuk mengalihkan perhatian dari dari Sophia Loren pada sebuah pesta yang diselenggarakan untuk menghormati sang bintang Italia tersebut dengan cara merundukkan tubuhnya dan memperlihatkan puting susunya. Pada tahun 1967, mobil di mana dia, sopirnya, kekasihnya, Sam Brody, dan tiga orang anaknya berjalan di belakang sebuah truk. Anak-anaknya selamat, tapi orang dewasa yang berada di depan tewas seketika. Mansfield berusia 34 ketika itu.
6. Carlos Arruza
Salah petarung melawan banteng (bullfighter) yang paling terkenal pada abad ke-20, Carlos Arruza memulai kariernya berkelahi melawan banteng pada usia yang lunak, yaitu 14 tahun. Terlepas dari apapun etiket dari pekerjaannya tersebut, mereka yang mengira orang yang berkelahi melawan seekor banteng bukanlah orang liar perlu mencoba mendekati seekor banteng ngamuk dari dekat. Dengan julukan “El Ciclón” (“The Cyclone”), Arruza tidak menemui ajalnya di ujung tanduk seekor banteng yang terluka tapi dalam sebuah kecelakaan mobil di luar Mexico City tahun 1966. Usianya ketika itu 46 tahun.
5. Joe Rollino
Joe Rollino tidak membutuhkan pengakuan dari siapapun; pada tahun 1920-an dia menyebut dirinya sendiri manusia terkuat di dunia. Ketika tubuhnya mencapai kondisi puncaknya, orang Amerika Italia generasi ke dua ini mampu mengangkat barang seberat 3200 pond (1.500 kg) dengan punggungnya, dan dia pernah mencoba mengangkat barang seberat 450 pond (200 kg) dengan giginya. Lebih dari itu, semua kekuatan fisiknya tersebut dia peroleh dengan makanan vegetarian. Dia berusaha meluangkan waktu di sela-sela latihan-latihannya untuk menjadi seorang veteran PD II yang mendapat penghargaan, bergaul dengan Harry Roudini dan berperan sebagai bodyguard selebriti seperti Greta Garbo, dan dia masih mengemudikan truk pada tahun 2010 ketika, di usianya yang 104, dia tewas akibat tertabrak mobil.
4. Lisa Lopes
Berbicara tentang kebengalan, tidak banyak pikiran orang yang secara serta merta tertuju pada para anggota grup cewek R&B seperti TLC. Rapper dan penyanyi Lisa Lopes boleh jadi adalah pengecualian, jika mengingat tindakan ekstrem yang dia lakukan dalam hubungannya dengan kekasihnya bintang NFL Andre Rison ketika mereka bertengkar. Ketika dia dibuat marah oleh Rison, Lopes menyulut api pada sepatu tenisnya, dan api tersebut membesar dan menghanguskan rumahnya yang besar. Namun, dia juga luar biasa jujur dan beterus terang tentang latar belakang hidupnya yang mengalami pelecehan dan juga hal-hal berbau alkohol yang berhubungan dengan dirinya. Lopes tewas pada usia 30 setelah mobilnya menggelincir keluar dari jalan raya untuk menghindari tabrakan dengan beberapa kendaraan lainnya, yang menyebabkan mobilnya menabrak dua batang pohon dan terguling, hingga semua penumpangnya terlempar keluar dari jendela.
3. Marc Bolan
Frontman dari T-Rex yang legendaris, Marc Bolan adalah salah satu arsitek utama dari musik rock yang hingar bingar pada tahun 1970-an. Ketenarannya berawal dari keberhasilannya memulai sebuah trend yang menandai dimulainya cara-cara berpakaian dan bertingkah laku aneh, yang menantang masyarakat dengan cara yang baru. Dia tewas mendadak pada tahun 1977—hanya seminggu sebelum ulang tahunnya yang ke-30—ketika mobil yang dia tumpangi menabrak sebuah pohon di London. Tempat kecelakaan tersebut segera berubah menjadi sebuah tempat pemujaan, yang sekarang dikenal secara resmi. Tragisnya, teman satu band Bolan, Steve Carrie juga tewas dalam sebuah kecelakaan mobil lainnya empat tahun kemudian.
2. Ryan Dunn
Terkenal karena penampilannya sebagai sosok yang sentral dalam film TV Jackass dan beberapa film setelahnya, Ryan Dunn adalah anggota kelompok aliran komedi balls-of-steel yang binal itu. Kiranya tidak perlu disebutkan lagi, Dunn benar-benar bengal, tidak segan-segan melakukan adegan-adegan berbahaya yang memerlukan keberanian dan tidak malu-malu. Ingat ketika dia mengejutkan seorang dokter dengan foto sinar X yang menunjukkan sebuah mobil-mobilan telah dimasukkan lewat duburnya, dalam sebuah lelucon dalam Jackass: The Movie … Karier Dunn—dan kehidupannya—tentu saja berakhir mendadak ketika mobilnya Porsche 911 GT3 menabrak sebuah pohon dengan kecepatan 140 mph. Level alkohol dalam darahnya tercatat dua kali lipat dari batas yang diijinkan. Usianya 34 ketika itu.
1. James Dean
Yang paling ikonik dari orang-orang bengal yang dikenal secara kultural, James Dean membuat pemberontakan menjadi nyaman, bahkan untuk yang beraliran mainstream, dalam filmnya yang dibuat pada tahun 1955, Rebel Without a Cause. Dia adalah si bengal yang lengkap dalam layar lebar; personifikasi dari remaja yang galau yang memakai jaket kulit—dan merupakan persona enigmatik yang utama. Dalam kehidupan pribadinya dia mengalami affair-affair yang menggelora dengan para wanita cantik, termasuk seorang aktris Italia Pier Angeli, dan menghindari wajib militer AS dengan cara mengumumkan dirinya adalah seorang homoseksual (kemudian dia menolak mengaku sebagai seorang homoseksual). Pada tanggal 30 september, 1955, Dean tewas akibat patah leher dalam tabrakan adu kambing antara mobil Porsche 550 Spyder-nya dengan sebuah mobil Ford coupe, dalam usia 24.
ABC News melaporkan bahwa Justin Bieber dipukul hingga jatuh tersungkur ke tanah di luar toko Macy’s di Herald Square, hari ini.
Bieber sedang berada di toko yang ikonik di New York City itu untuk mempromosikan rilis parfum wanitanya yang baru “Someday.” Kemudian dia memutuskan untuk keluar dari toko tersebut untuk menyapa para penggemarnya yang tidak bisa masuk. Menurut saksi mata, seorang laki-laki tak dikenal melompat melewati pembatas dan memukul Bieber hingga jatuh. Bieber tidak cedera tapi tentu saja dia cukup “terguncang.”
Laki-laki tersebut kemudian dibawa oleh polisi.
Keterangan lebih lanjut akan menyusul, tampaknya.
Update:Menurut TMZ, Bieber, sebenarnya, tidak diserang. Tapi, seorang polisi yang menyamar yang mengenakan pakain preman mendekati Bieber. Bieber mengira laki-laki itu adalah seorang “penggemar yang gila.” Seorang petugas keamanan Bieber kemudian menyergap si laki-laki tersebut, yang kemudian langsung membuka identitasnya. (posted by Josh Duboff- Thu Jun 23 2011, 1:20 PM PDT)
Buku-buku yang ditulis oleh pelbagai anggota keluarga Jackson mulai bermunculan. La Toya Jackson adalah yang pertama dengan bukunya "Starting Over," yang dijadwalkan beredar di toka buku tanggal 21 Juni ini, dua tahun setelah kematian kakaknya
Michael Jackson—secara kebetulan kematian Michael Jackson adalah topik utama dari buku tersebut.
Menurut AP, La Toya mengatakan dalam bukunya tersebut bahwa dia pernah berbicara dengan keponakannya, Paris, yang mengatakan bahwa beberapa hari sebelum kematian Michael, dia “selalu dingin (cold)” dan “selalu menangis.” La Toya juga menulis tentang perselisihannya dengan Dr. Conrad Murray di rumah sakit, di mana, menurut La Toya, sang dokter bersifat menghindar dan memberi berbagai alasan.
La Toya mengatakan kamar tidur Michael ditemukan “hancur berantakan” setelah kematiannya dan bahwa dia menemukan catatan yang dia katakan ditulis oleh Michael di mana, dalam catatan tersebut, Michael mengatakan bahwa dia harus “menyingkirkan orang-orang ini dari kehidupan saya.”
Akhirnya, La Toya menulis bahwa dia telah berbicara dengan banyak teman-teman dan keluarga yang curiga dengan cara kematian Michael dan hari-hari terakhir dalam kehidupannya. Memoir yang ke dua dari La Toya ini mempunyai judul yang sama dengan albumnya pada tahun 2003 yang belum dirilis, "Startin' Over," dan secara bersaman dengan rilis buku ini, sebuah EP1 yang bernama "Starting Over" juga akan dirilis, diikuti oleh sebuah single lainnya satu bulan kemudian dan album penuhnya pada akhir tahun ini.
Jermaine Jackson, saudara laki-laki Michael yang lain, juga akan merilis sebuah buku pada bulan September. (ByAndrea Reiher, June 17, 2011 9:15 AM ET)
Itulah pertanyaan yang membuat malu Tampa Bay Rays, yang seharusnya mereka tanyakan pula pada Avril Lavign setelah si penyanyi aliran punk rawk tersebut mengeluarkan kata-kata kasar dalam seri konser yang diselenggarakan kelompok tersebut di Tropicana Field, Sabtu malam kemarin.
Namun sebaliknya Rays yang mukanya merah malah meminta maaf pada fans mereka dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu kemarin.
“The Rays tidak menginginkan pertunjukan yang disertai kata-kata kasar dalam semua konser kami dan kami sangat-sangat menyesalkan bahasa yang digunakan dalam konser tadi malam. Hal itu tidak sesuai dengan atmosfir kekeluargaan yang biasa dikenal dalam Tropicana Field.”
Jadi apa yang diteriakkan oleh Lavign? Apakah itu karena si pribumi Kanada ini sedang memiliki sebuah soft spot (sedang berduka) untuk Blue Jays-nya (Blue Jays adalah nama tim Baseball yang pernah menggunakan dia sebagai pelempar bola pertamanya) dan the Rays sedang mengungguli mereka dalam perolehan Al East terbaru? Apakah dia sedang terkena efek withdrawal dari Hot Topics and Orange Juliuses yang biasa dia kunjungi di mall? Tebakan yang bagus, tapi jawabannya tidak.
Sebenarnya, bahasanya yang pedas itu dilaporkan ditujukan pada fans yang menyoraki kesalahan teknis—yaitu, sebuah mikropon yang mati—yang terjadi ketika dia membawakan lagunya yang pertama.
Di antara kata-kata kasarnya, Lavign dilaporkan mengatakan bahwa live shows—khususnya yang dilakukan di stadion baseball—sering mengalami gangguan teknis. Sebagai orang yang pernah mengalami sendiri buruknya sound system di panggung George Thorogood setelah pertandingan Pittsburgh Pirates Agustus lalu, saya setuju apa yang dikatakannya. (Saya juga akan bersorak gembira jika terjadi sesuatu yang menghalangi musiknya Lavign dari terdengar lebih jauh, tapi ini adalah saya pribadi).
Namun demikian, April seharusnya tahu karena show ini adalah pertunjukan dengan atmosfir keluarga, dan untuk itulah Rays membayar dia untuk tampil. Dan atmosfir keluarga yang yang seperti ini jualah yang dibidik oleh Lavign dan marketingnya dalam dekade terakhir ini dengan menjadi penyanyi aliran punk rawk yang membahayakan (dangerous) (namun, sama sekali tidak dangerous)
Apakah kata-kata yang diucapkannya mungkin lebih kasar daripada kata-kata pemain bola di lapangan yang bisa didengar oleh anak-anak yang duduk di tempat duduk yang mahal? Mungkin tidak, tapi kata-kata pedasnya boleh jadi akan memaksa orang membuka penyumpal telinganya. (By'Duk)