 |
| (AP Photo/Haraz N. Ghanbari, File) |
WASHINGTON (AP) —Sebuah laporan federal terbaru menuding
sejumlah masalah sebagai penyebab punahnya lebah madu di AS secara misterius
dan dramatis semenjak tahun 2006.
Faktor-faktor yang kait mengkait tersebut dikutip termasuk tungau parasit, berbagai
virus, bakteria, kekurangan nutrisi, genetik, kehilangan habitat dan penggunaan
pestisida.
Adanya berbagai penyebab tersebut membuat sulit untuk melakukan sesuatu untuk mengatasi
apa yang disebut sebagai gangguan kolaps koloni ini, kata para ahli. Gangguan
tersebut telah menyebabkan sebanyak sepertiga dari lebah di AS menghilang
setiap kali musim dingin semenjak tahun 2006.
Lebah, khususnya lebah madu, dibutuhkan untuk menyerbuk tanaman.
Laporan federal, yang diterbitkan pada hari Kamis lalu oleh Departemen
Pertanian dan Dinas Pelrindungan Tanaman AS, mengatakan penyebab terbesar
adalah tungau parasit pemusnah
varroa,
dan menyebutnya sebagai hama tunggal yang paling detrimental bagi lebah madu.”
Masalah tersebut juga telah menyerang koloni lebah di Eropa, di mana para regulator
tengah mempertimbangkan pelarangan sejenis pestisida yang dikenal sebagai
neonicotinoids yang oleh sebagian
kelompok lingkungan dianggap sebagai penyebab punahnya lebah. Laporan dari AS juga
menyebut-nyebut pestisida, namun hampir berada di urutan bawah sebagai
penyebab. Dan para pejabat federal dan para peneliti yang menasehati mereka
mengatakan bahwa sains belum mennentukan pestisida sebagai penyebab.
May Berenbaum, seorang peneliti lebah terkemuka dari Universitas Illinois,
mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia “sangat meragukan” bahwa melarang
penggunaan pestisida akan berpengaruh terhadap kesehatan lebah. Dia ikut serta dalam
sebuah konferensi besar ilmuwan yang diselenggarakan tahun lalu untuk mencari
tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, dan laporan terbaru tersebut adalah
hasil dari konferensi tersebut.
Berenbaum mengatakan lebih dari 100 zat kimia berbeda—bukan hanya pestisida
yang mungkin dilarang di Eropa—telah ditemukan di dalam koloni lebah. Para
ilmuwan menemukan kesulitan dalam
menghitung
bagaimana lebah-lebah itu bereaksi dalam dosis-dosis yang berbeda dan kombinasi-kombinasi
pestisida yang berbeda, katanya.
Sebagian dari zat kimia ini bisa merusak sistem imun lebah atau memperkuat
virus, kata ahli dari Universitas Pennsylvania Diana Cox-Foster.
Dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis lalu, Sonny Ramaswamy, seorang
pejabat tingkat tinggi USDA, mengatakan konsensus ilmiahnya adalah bahwa ada
banyak faktor penyebab “dan Anda tidak bisa menunjuk salah satunya sebagai tak
terbantahkan.”
Peneliti lebah dari USDA Jeff Pettis juga mengatakan bahwa pertanian modern
sering kali mempersempit wilayah lebah mencari makan.
Dave Gaulson dari Universitas Stirling di Skotlandia, yang melakukan sebuah
penelitian tahun lalu yang melibatkan zat kimia yang dianggap sebagai penyebab musnahnya lebah tersebut, mengatakan bahwa dia
tidak setuju dengan kesimpulan menyeluruh yang diambil dalam laporan pemerintah
AS. Akan tetapi, dia mengatakan laporan tersebut semestinya lebih menekankan
pada pestisida sebagai penyebab.
Kelompok pecinta lingkungan, Jaringan Aksi Pesitisida Amerika Utara
menyalahkan pemerintah federal karena tidak mengikuti jejak Eropa dalam
menentukan larangan pestisida tertentu.
Serangga penyerbuk, seperti halnya lebah madu, krusial terhadap suplai
makanan di AS. Sekitar $30 miliar setahun dalam pertanian tergantung pada
kesehatan serangga penyerbuk tersebut, kata Ramaswamy.
Di samping membuat madu, lebah madu menyerbuk lebih dari 90 tanaman bunga.
Di antara tanaman tersebut adalah berbagai buah-buahan dan sayur-sayuran: apel,
alpukat, kedelai, asparagus, brokoli, buah sitrus dan kranberi. Sekitar
sepertiga makanan manusia berasal dari tumbuhan yang diserbuk oleh serangga,
dan lebah madu bertanggung jawab menyerbuk 80 persen di antaranya.
“Masalah ini menyangkut semua orang Amerika disadari atau tidak,” kata penjabat
administrator EDPA Bob Perciasepe.
Zac Browning seorang peternak lebah komersial generasi keempat yang
mengelola sarang lebah di Idaho, Dakota Utara dan Kalifornia, mengatakan AS
berada “di ambang” kekurangan lebah untuk melakukan penyerbukan pada tanaman
mereka.
Ahli ilmu serangga dari Universitas Maryland David Inouye, yang tidak
terlibat dalam laporan federal tersebut, mengatakan bahwa dia setuju ada
berbagai penyebab.
“Ini bukan situasi mudah. Jika hanya ada satu faktor penyebab, tentu kita
sudah bisa mengetahuinya sekarang,” katanya.
Inouye, presiden terpilih Masyarakat Ekologi Amerika, mengatakan masalah di
Eropa dan Amerika Serikat boleh jadi agak berbeda. Di Amerika, sarang lebah
diangkut dengan truk dari lahan pertanian yang satu ke lahan pertanian lain
untuk melakukan penyerbukan terhadap lahan yang luas dan hal itu boleh jadi
membantu menyebarkan parasit dan penyakit, di samping membuat koloni lebah menjadi
stress, sedangkan di Eropa sarang-sarang lebah tersebut tetap berada di
tempatnya sehingga isu-isu di atas boleh jadi bukan merupakan sebuah faktor utama.
Dalam konferensi pers tersebut, Berenbaum mengatakan tidak ada solusi
tunggal bagi masalah lebah di AS: “Kita tidak dilengkapi dengan peralatan yang
cukup atau terbiasa bertempur di berbagai front.” (
By SETH BORENSTEIN | Associated
Press – Thu,
May 2, 2013 3:43 PM EDT)
___
Online:
The report: http://www.usda.gov/documents/ReportHoneyBeeHealth.pdf
___
Seth Borenstein can be followed at http://twitter.com/borenbears
http://weather.yahoo.com/feds-many-causes-dramatic-bee-disappearance-152605922.html