Headlines

Powered by Blogger.
Showing posts with label Musik. Show all posts
Showing posts with label Musik. Show all posts

0 Ke Mana Royalti Michael Jackson Mengalir setelah Beliau Meninggal Dunia?

 


Michael Jackson boleh jadi sudah meninggal dunia, tapi itu bukan berarti penghasilannya terhenti. Nama besar Michael Jackson dan hasil karyanya terus mengeruk dollar hingga sekarang, dalam jumlah yang tidak sedikit. Apalagi baru-baru ini lagu-lagunya kembali memuncaki tangga lagu-lagu paling top di dunia, dan film biopic-nya yang berjudul Michael meledak di pasaran, dan menjadi film biopic terlaris sepanjang masa, menghasilkan uang yang berjumlah triliunan jika dirupiahkan.

Dan, tentu saja, Michael Jackson tidak bisa lagi menikmati semua itu. Lalu, kemanakan uang itu mengalir sekarang?

Semenjak Michael Jackson meninggal pada tahun 2009, semua penghasilan anumerta—termasuk royalti box office dan biaya lisensi dari film biografi Michael—langsung masuk ke The Michael Jackson Estate.

The Michael Jackson Estate adalah badan hukum korporasi yang menerima semua uang yang dihasilkan dari nama, citra, dan musiknya, dan kemudian mendistribusikan dana tersebut sesuai dengan ketentuan wasiatnya.

Uang tersebut mengalir melalui jalur khusus:

1.     1. Para Pelaksana (Para Manajer)

Estate tersebut dikelola oleh para pelaksana bersama John Branca (pengacara hiburan Jackson yang telah lama bekerja dengannya) dan estate John McClain (seorang eksekutif A&R yang meninggal pada Mei 2026). Karena film biografi ini merupakan proyek resmi yang disetujui oleh estate, Branca juga berperan sebagai produser dalam film tersebut. Para pelaksana mengambil persentase dari total pendapatan kotor estate sebagai kompensasi untuk mengelola bisnis, melunasi hutang-hutang lama, dan menyusun kesepakatan seperti film ini.

2.      2. Dana Perwalian Keluarga Michael Jackson (Para Penerima Manfaat)

Royalti film masuk ke estate kemudian dipotong biaya produksi/manajemen, dan sisanya disalurkan ke dana perwalian keluarga pribadi. Wasiat Michael Jackson menetapkan pembagian 40/40/20 yang ketat untuk kekayaan anumertanya:

·       40% untuk ketiga anaknya: Prince, Paris, dan Bigi (Blanket) Jackson.

·       40% untuk ibunya: Katherine Jackson (selama ibunya masih hidup), setelah itu bagiannya akan dialihkan dengan aman kepada anak-anaknya).

·       20% untuk amal: Dibagikan di antara berbagai organisasi amal yang tidak disebutkan namanya.

Konteks Saat Ini: Meskipun film biografi Michael ini telah menghasilkan pendapatan box office yang besar, film ini juga telah memperkuat gesekan hukum yang sedang berlangsung di balik layar. Putri Michael, Paris Jackson, mengajukan keberatan hukum yang mempertanyakan cara para pelaksana estate mengelola dana tersebut, dan menyatakan kekhawatiran atas kompensasi yang mereka terima yang jumlahnya cukup tinggi. Selain itu Paris juga mengkhawatirkan resiko kerugian dari pendanaan proyek-proyek besar Hollywood seperti film biografi Michael itu.

Read more

0 Metamorfosis Agnes Monica Menjadi Agnes Mo


Akhirnya cita-cita artis penyanyi Indonesa Agnes Monica untuk go international tercapai sudah dengan dirilisnya sebuah video yang berjudul Coke Bottle hasil kolaborasi penyanyi tersebut dengan salah seorang penyanyi Rap AS bernama Timbaland, T.I. 

Video musik bercorak hip-hop tersebut dikeluarkan di YouTube oleh tim Agnes Monica sendiri dan menjadi hit dengan perolehan lebih dari 1 juta viewer hanya dalam tempo kurang dari sepuluh hari. Kabarnya video tersebut berhasil pula menduduki anak tangga pertama dalam MTV Hits.

Sudah lama Agnes Monica bercita-cita membuat hit internasional. Dan di antara penyanyi-penyanyi Indonesia, dialah yang paling menggebu-gebu untuk meraih predikat tersebut. Dan tampaknya baru kali inilah cita-cita itu tercapai. Sebelumya Agnes sempat pula berkolaborasi dengan seorang penyanyi senior Michael Bolton tapi tampaknya hasil kerjasama tersebut kurang mendapat perhatian dunia internasional. Oleh karena itu Agnes terpaksa pulang kampung kembali ke Indonesia.

Tapi kali ini Agnes benar-benar berhasil mencetak hit di dunia internasional. Akankah Agnes benar-benar menjadi artis internasional dan tidak akan kembali berkarir di Indonesia?

Tapi ada satu hal yang menarik diperhatikan dari fenomena go international-nya Agnes ini. Hal itu adalah lunturnya jati diri Agnes sebagai artis yang berasal dari Indonesia, kalau boleh dikatakan begitu, yang telah merintis karir jatuh bangun di Indonesia.  

Betapa tidak. Untuk kepentingan go international-nya ini, Agnes telah mengubah namanya dari Agnes Monica menjadi Agnes Mo, sebuah nama yang lebih berbau oriental. Mungkin dalam hal ini Agnes beranggapan nama yang berbau oriental lebih hoki di dunia internasional. Terbukti artis-artis China dan Jepang lebih banyak yang terlebih dahulu populer di dunia internasional dibandingkan dengan artis Indonesia. 

Agnes Monica seperti punya pretensi sebagai orang China atau orang Jepang dengan mengganti namanya menjadi Agnes Mo.

Terbukti pula dalam hal ini, Agnes tidak cukup pede dengan keindonesiaannya. Dia menganggap nama Agnes Monica yang telah membawa karirnya melambung di Indonesia tidak cukup laku dijual di dunia internasional mengingat sudah beberapa kali dia mencoba menggebrak dunia internasional dengan menyandang nama tersebut tetapi gagal.

Di sisi lain, musik yang diusung Agnes kali ini adalah bergenre hip-hop, musik asli Amerika yang berakar dari orang-orang Amerika Afrika yang berkembang di New York pada tahun 1970-an, berbeda sekali dengan genre musik yang ditekuninya ketika merintis karir di Indonesia, bahkan berbeda pula genre musik yang diusungnya ketika pertama kali mencoba go international.

Dengan mengusung musik hip-hop berarti Agnes sudah mengubah dirinya menjadi Amerika, bukan lagi Indonesia. Dia telah menjadi artis Amerika. Tidak ada ciri Indonesia sama sekali dalam musik hip-hop. Bahkan klip videonya hampir seratus persen Amerika. Tidak ada ciri Indonesia sama sekali kecuali hanya pakaian kebaya yang ditampilkan dalam beberapa scene.

Dari sini kelihatan sekali kalau Agnes sudah desperate, sudah sedemikian putus asanya hingga dia sedia melakukan apa saja asal bisa mencetak hit internasional.  

Menyerah dari jalur pop ke hip-hop adalah sebuah keputusan yang gegabah. Sebuah degradasi. Sebuah kemunduran. Sesuatu yang tidak pantas dilakukan oleh penyanyi sekualitas Agnes. Apalagi Agnes sudah cukup matang dalam berkarir sebagai penyanyi. Britney Spears mengusung musik seperti ini ketika usianya 17 tahun, bahkan Justin Bieber lebih muda lagi, ketika berusia 16 tahun.

Menjadi artis internasional dengan meniru-niru artis luar dan meninggalkan ciri keindonesiaan bukanlah ide yang baik. Tidak ada yang membanggakan dengan go international-nya Agnes Monica. Dia adalah seorang penyanyi Indonesia yang terlahir kembali di Amerika. Dia adalah seorang penyanyi Indonesia yang bermetamorsosis menjadi penyanyi Amerika. Dia bukan penyanyi Indonesia yang go international.  

Read more

0 Gangnam Style Video yang Paling Banyak Dilihat di 'YouTube'

South Korean rapper Psy performs Gangnam Style at the 40th American Music Awards in Los Angeles, US, in this file photo from 18 November 2012
Tarian pacu kuda dari Psy ini pernah dilakukan Sekjen PBB

Gangnam Style, lagu joget yang dinyanyikan oleh penyanyi fenomenal dari Korea Selatan Psy. telah menjadi videoyang paling banyak dilihat di YouTube.
Video tersebut telah melampaui 808 juta views semenjak diunggah pada bulan Juli llau.
Video tersebut mengolok-olok gaya hidup konsumtif di Gangnam, sebuah kawasan yang makmur di ibukota Korea Selatan Seoul.
Dalam video tersebut, Psy yang gemuk menari seolah-olah dia sedang menunggang seekor kuda, dengan memegang tali kekang dan memutar seutas cambuk sedemikian rupa hingga memicu orang sedunia untuk berjoget gila-gilaan.
Video tersebut juga menampilkan penyanyi berusia 34 tahun tersebut sedang berbaring di sebuah kursi berjemur dengan mengenakan celana pendek berwarna pink yang ketat, dan menatap dengan penuh nafsu seorang wanita yang sedang berjoget di dalam sebuah kereta api bawah tanah dengan mengenakan celana pendek ketat dan sedang memberi isyarat tangan pada seorang wanita yang sedang berlatih di sebuah pantai—dengan mengenakan celana pendek ketat.
Tarian tersebut telah memicu timbulnya banyak sekali video tiruan, yang dilakukan oleh para penggemar dari berbagai penjuru dunia termasuk para napi di Filipina, artis kenamaan China Ai Weiwei, Sekjen PBB Ban-Ki-moon dan sebuah robot China.
Parodinya yang terkenal termasuk sebuah tarian tiruan yang dilakukan oleh anak-anak sekolah Eton College dan yang lainnya di Star Trek language Klingon.
Gangnam Style, yang memenangkan anugerah video terbaik tahun ini dalam MTV Europe Music Awards, juga telah menjadi nomer satu di 28 negara.
Video tersebut juga tercatat di dalam Guinness World Record sebagai sebuah video yang paling banyak di-like sepanjang masa—terakhir mencapai 2,4 juta like di YouTube.
Sebelumnya, video Justin Bieber yang digemari cewek-cewek ABG tahun 2010 yang berjudul Baby tercatat sebagai video yang paling banyak dilihat di YouTube.
Manajer Bieber Scooter Braun adalah orang pertama di AS yang men-tweet sebuah link untuk video Gangnam Style.
More on This Story
Related Stories

From other news sites
http://www.bbc.co.uk/news/technology-20483087
Read more

0 Mengenang Robin Gibb


(photo: Frank Hoensch / Getty Images)
Apakah ada nama seorang penyanyi yang begitu profetik dan pas seperti nama Robin, salah seorang penyanyi pria yang terbesar dari jaman keemasan musik rock? Robin Gibb dari kelompok musik Bee Gees akhirnya menyerah setelah berjuang keras dan panjang melawan kanker pada hari Minggu kemarin, 20 April, 2012, menurut seorang juru bicara. Bintang The Rock & Roll Hall of Fame itu meninggal dunia pada usia 62 tahun.
Kematiannya sekaligus memupuskan harapan dari para penggemar Bee Gees yang sebelumnya berharap masih ada sebuah keajaiban setelah sang penyanyi tersebut sempat terbangun dari koma bulan lalu. Sebelum dia mendapatkan kesadarannya kembali itu, keluarganya memberi tahu bahwa Robin hanya mempunyai harapan hidup 10 persen dan tampaknya mereka dalam keadaan siap-siap menyambut kematiannya yang tidak lama lagi. Meski para penggemar mereka sedang mengalami shock, namun para anggota keluarga tentu merasa bersyukur mereka masih diberi kesempatan bersama Robin selama satu bulan setelah kesadarannya tersebut.
Dan para penggemar musik disko pun kini merasakan kematian mereka pada akhir pekan ini, seiring dengan kematian salah satu vokal utama dari sebuah grup band yang telah 15 kali memenangkan platinum untuk album soundtrack Saturday Night Fever mereka menyusul kematian Donna Summer  (juga penyanyi disko) yang hanya berselang tiga hari.
Sebuah statement berbunyi: “Keluarga Robin Gibb, dari Bee Gees, mengumumkan dengan duka yang mendalam bahwa Robin telah meninggal dunia hari ini setelah berjuang keras melawan kanker dan bedah usus (intestinal surgery). Keluarga almarhum meminta agar privasi mereka dihormati dalam menghadapi keadaan yang teramat sulit ini.”
Kematian Robin mengikuti jejak kematian Maurice (salah satu anggota Bee Gees) dan Andy (penyanyi solo), sehingga kini yang tinggal hanya Barry sebagai  satu-satunya yang masih hidup di antara keluarga Gibb Bersaudara. Bee Gees sebelumnya telah berhenti sebagai sebuah grup pada tahun 2003, setelah kematian Maurice, meski Barry mengumumkan pada tahun 2009 bahwa ada rencana tentatif untuk tampil sebagai duo—sebuah reuni yang tidak pernah terwujud karena Robin jatuh sakit serius pada tahun 2010.
Sebagian dari masalah kesehatan Robin tampaknya mengingatkan kembali pada penyakit yang sebelumnya diderita oleh Maurice—saudara kembarnya. Penyebab kematian Maurice Sembilan tahun lalu adalah karena usus membelit (twisted intestine). Robin pertama kali melakukan operasi pencernaan (gastro-intestinal surgery) emergensi pada bulan Agustus 2010. Pada bulan Januari tahun ini, dia mengatakan bahwa dia terdiagnosa menderita kanker usus besar (colon cancer), yang telah menyebar ke liver—namun dia mengatakan bahwa “anehnya, saya tidak pernah merasa seperti sakit serius.” Tapi dia telah melakukan bedah usus lanjutan pada bulan Maret lalu. Dan kombinasi kemoterafi dan operasi berulang-ulang yang dia jalani telah menyebabkan timbulnya deplesi (pelemahan) semua arah (all-around depletion), kata para dokter yang merawatnya.
Pada awal bulan Februari lalu, Robin masih melakukan wawancara dan mengatakan bahwa laporan-laporan mengenai kesehatannya banyak dilebih-lebihkan. “Saya didiagnosa mempunyai sebuah kanker di usus besar saya,” katanya pada BBC. “kanker itu telah diangkat. Dan saya dirawat oleh seorang dokter yang brillian, dan menurut mereka ‘hasilnya spektakuler.” “Kanker tersebut, katanya, “hampir hilang dan saya merasa fantastis. Mulai sekarang ini, saya merasa operasi tersebut benar-benar seperti  apa yang mereka gambarkan, sebagai sebuah operasi ‘pembersihan’. Saya kini sangat aktif dan sense saya akan kesehatan sangat baik.”
Namun sedihnya, wawancara itu tampaknya merupakan wawancara terakhir Robin dengan press. Para penggemarnya pertama kali menyadari betapa seriusnya penyakit yang dideritanya ketika dia tidak mampu mengikuti premiere dari karya musik klasiknya, Titanic Requiem, di London, pada tnggal 10 April lalu. Beberapa hari setelah peluncuran karyanya yang indah namun dalam situasi yang memilukan tersebut, anggota keluarganya mengatakan bahwa dia telah terkena pneumonia dan ‘kini sedang berjuang untuk bertahan hidup.”
Lalu, perjuangannya dalam beberapa minggu terakhir ini dilaporkan tidak menunjukkan tanda-tanda akan adanya keajaiban. “Robin telah membingungkan para dokter yang merawatnya dengan cara terbangun dari koma yang dia alami setelah mendapat serangan pneumonia,” kata sebuah statement di website-nya. “Dia tetap dirawat secara intensif namun sekarang berada dalam kesadaran penuh, mampu berbicara kepada orang-orang yang dicintainya dan bisa bernafas sendiri dengan bantuan masker oksigen.”
Istri Robin, Dwina mengatakan pada sebuah surat kabar Irlandia bahwa keluarga mereka baru saja memainkan musik untuk membantu memancing kesadaran suaminya—dan bahwa si penyanyi yang baru tersadar tersebut telah menangis demi mendengar lagunya Roy Orbison “Crying.” Dokternya, Andrew Thillainayagam, mengatakan pada press, “Itu adalah sebuah bukti dari keinginannya luar biasa, tekadnya yang baja, dan cadangan kekuatan fisiknya yang besar yang mana telah membuat dia mampu mengatasi segala kesulitan yang besar hingga bisa bertahan pada keadaannya yang sekarang”—sambil mengingatkan bahwa bahwa “jalan ke depan masih belum pasti.”
Dan jalan ke depan itu berakhir pada hari Minggu kemarin, dengan meninggalkan Titanic Requiem sebagai requiem yang tanpa dia sadari ternyata ditujukan bagi dirinya sendiri. Dia menulis lagu klasik tersebut dengan bekerja sama dengan anak laki-lakinya, Robin-John, guna mengenang 100 tahun tenggelamnya kapal Titanic, dengan mengabungkan vokal asli, musik orkestra (orchestral themes), dan disertai  petikan dari liturgi misa kematian dalam bahasa latin  (Latin Mass for the Dead). Robin bermaksud menyanyikan sebuah lagu dalam premiere tersebut, namun akhirnya, “Don’t Cry Alone” ditampilkan melalui rekaman suara, menurut sebuah ulasan four-star review di London Telegraph.
Mungkin ini hanya masalah kebetulan, bahwa lagu “Don’t cry Alone” merupakan lagu terakhir yang dia keluarkan sepanjang usianya, karena, bagi kebanyakan orang, ketenarannya justru dimulai dengan sebuah lagu sendu yang berjudul  “I started a Joke.”

Meski Barry yang bisa bersuara falsetto adalah yang paling utama dan paling banyak diparodikan belakangan ini (lihat impersonasi komik  dari Justin Timberlake pada SNL), namun Robin sering dianggap sebagai penyanyi utama yang tak resmi di masa-masa awal trio tersebut pada akhir tahun 60-an, dan suara vibrato-nya yang lembutlah yang pertama-tama dipandang sebagai ciri khas Bee Gees oleh para penggemarnya, bukan saja melalui lagu “I started a Joke” tapi juga melalui lagu-lagu lainnya seperti "I've Gotta Get a Message to You" dan "New York Mining Disaster 1941."
Suara Robinlah yang pertama kali membawa lagu Bee Gees menjadi no.1 di Inggris, yaitu lewat lagu "Massachusetts," yang juga menduduki puncak tangga lagu di sebagian besar belahan dunia (kecuali di AS, yang hanya menduduki tangga no 11.) Dia masih berumur 17 tahun ketika itu, dan tentu saja, belum pernah pergi ke Massachusetts kota yang dia nyanyikan dalam lagu tersebut.
Persaingannya dengan Barry membuat Robin keluar dari Bee Gees dan berkarier sebagai penyanyi solo pada tahun 1969, meski kemudian dia kembali ke Bee Gees lagi pada tahun 1971, dan ambil bagian dalam lagu  "How Can You Mend a Broken Heart," yang merupakan single pertama mereka yang jadi no.1 di AS. Namun kebangkitan mereka yang sebenarnya, terjadi pada tahun 1975 ketika, pada masa awal kemunculan lagu disko, mereka berhasil menduduki tangga no. 1 dengan lagu mereka "Jive Talkin', "yang kemudian diikuti oleh lagu dengan irama serupa "Nights on Broadway" dan"You Should Be Dancing," yang menjadi template-nya lagu-lagu  Saturday Night Fever pada tahun 1978.
Fever menghidupkan kembali lagu-lagu model “Jive” dan “Dancing” sekaligus  memperkenalkan lagu-lagu model disko standar yang instan macam "Stayin' Alive," "Night Fever," "If I Can't Have You," dan "More Than a Woman," plus sebuah lagu ballad  yang lebih mengikuti aliran Bee Gees tradisional, "How Deep is Your Love." Fever  merupakan sukses komersial mereka yang terbesar, dan juga, dalam satu hal, kegagalan mereka, karena hanya sedikit kritikus dan fans yang masih mengingat lagu-lagu dari album-album awal mereka karena mereka tidak bisa lepas dari bayang-bayang musik disko hingga musik disko memudar.
Tahun 80-an dan 90-an tidak terlalu menguntungkan bagi grup pencipta lagu-lagu hit ini, meski angka penjualan album mereka tetap baik di luar negeri dan mereka terus melakukan konser. Sebagai bagian dari musik pop klasik abad ke-20, mereka melakukan konser terakhir mereka pada malam pergantian millennium.
Para kritikus dan penggemar yang ingin membela kejayaan Bee Gees sebelum era Travolta menunjukkan album-album landmark mereka seperti dobel-album Odessa tahun 1969—yang, tentu saja, tidak menghasilkan satupun single utama. Namun album-album mereka yang lebih berciri R&B yang dirilis belakangan justru merupakan pembelaan oleh mereka sendiri, meski ada kerinduan yang tak terhindari dari para penggemar fanatiknya akan hari-hari di mana lagu-lagu mereka tidak mempunyai beat yang berarti kecuali desah suara vibrato-nya Robin yang inheren. Sebagai penulis lagu utama, boleh jadi Barry-lah yang pertama-tama start the jokes (memulai lelucon ini), dan menangis, namun pada masa kejayaan awal mereka, paling tidak, Robinlah yang menyelesaikan lelucon itu. (By Chris Willman)

Read more

1 'Wanita Lubang Buaya', Sebuah Paradoks


* wanita kamu harus tahu
mengapa lelaki buaya
mau tahu jawabannya
wanita punya lubang buaya
** wanita kamu harus bisa
ingatkan pesan orang tua
jangan sampai dekat buaya
nanti kamu jadi korbannya
reff:
memang wanita dia punya lubang buaya
wajar saja lelaki mau menggodanya
memang wanita punya satu lubang buaya
walau satu tapi itu sangat berharga

Pernahkah Anda mendengar lagu di atas? Kalau Anda pernah mendengarnya, apa pendapat Anda tentang lagu tersebut? Judul lagu di atas adalah “Wanita Lubang Buaya”.

Saya heran dan tidak habis pikir mengapa lagu seperti itu bisa tercipta. Sudah sedemikian dangkalkah daya cipta seorang seniman lagu sehingga menciptakan syair yang demikian vulgar. Setan apakah yang merasuki sang pencipta sehingga menciptakan lagu yang sedemikian? Dan setan apa pulakah yang merasuki para penggemar lagu tersebut sehingga menyanyikannya dengan anteng, dengan biasa saja, seolah tidak ada yang tidak beres.

Jangan-jangan pencipta dan artis yang menyanyikan lagu tersebut mengalami depresi berat akibat kalah bersaing dalam industri hiburan, sehingga mereka menciptakan lagu tersebut untuk mencari sensasi dan perhatian, sebagai batu loncatan untuk meraih sukses berikutnya. Kalau ini masalahnya, maka si pencipta lagu dan artis penyanyi tersebut harus berkonsultasi dengan ahli jiwa.

Yang lebih mengherankan lagi, ternyata lagu tersebut banyak digemari anak-anak sekolah, dan mereka menyanyikannya dengan tanpa beban, tidak dengan sembunyi-sembunyi, sama dengan menyanyikan lagu-lagu pop lain.

Dan yang lebih mengherankan lagi, ternyata lagu tersebut dinyanyikan pula di sekolah, di atas panggung. Ini saya saksikan sendiri ketika menghadiri sebuah acara yang diselenggarakan oleh sebuah sekolah. Ketika diberi kesempatan naik ke atas panggung untuk menyanyikan sebuah lagu, mewakili sekolah mereka, segerombolan siswa-siswi salah satu sekolah di Lampung Barat, langsung naik memenuhi panggung. Salah seorang di antara mereka, perempuan, menyanyikan lagu tersebut dengan sangat bergairah, sedangkan gerombolan teman-temannya berjingkrak-jingkrak di atas panggung mengiringi.

Tidak ada guru yang protes, atau tidak berani, karena sesi tersebut memang dikhususkan untuk murid-murid. Tapi saya tidak tahu bagaimana perasaan guru-guru dan tenaga pendidikan lainnya ketika mendengar lagu tersebut dinyanyikan.

Gejala apakah ini yang sedang terjadi. Sudah demikian bejatkah moral generasi muda kita. Sudah demikian permisifkah para orang tua sehingga membiarkan anak-anak mereka menyanyikan lagu-lagu cabul di tempat umum, dan kadang disertai goyangan yang cabul pula. Dan pemerintah, mengapa pemerintah diam saja tanpa berbuat suatu apa

Lagu dengan syair yang vulgar “Wanita Lubang Buaya” ini bukanlah yang pertama. Dari dulu-dulu juga sudah ada lagu-lagu seperti ini. Ingat lagu-lagu Doel Sumbang tahun 80-an yang sempat dicekal oleh pemerintah karena syairnya yang vulgar dan tidak mengandung nilai pendidikan apa-apa. Akhirnya, oleh pemerintah, lagu tersebut tidak diijinkan beredar di masyarakat.

Tapi kini lain. Lagu apa saja bisa beredar dengan bebas sekarang ini, baik lagu yang isinya mencaci maki, mengandung unsur SARA, maupun lagu-lagu porno semacam ‘Wanita Lubang Buaya” ini.    

Heran. Mengapa pemerintah membiarkan saja hal ini berlangsung. Apakah pemerintah memandang hal ini sebagai bagian dari kebebasan berekspresi semata yang harus dihormati, sesuai dengan amanat reformasi. Kalau demikian, bukankah kebebasan bereskpresi juga harus mengenal batas. Bukankah reformasi juga mengenal batas-batas. Dan batas-batas itu sudah ditetapkan adanya. Ada batas-batas moral dan norma yang sudah kita sepakati bersama sebagai acuan kita dalam bertindak sehari-hari. Ada batas-batas formal, yaitu Undang-Undang.

Sebagai konsekuensinya, dulu majalah Playboy versi Indonesia dibredel dan tidak diijinkan terbit lagi. Tapi mengapa kini lagu porno seperti ‘Wanita Lubang Buaya” ini dibiarkan beredar bebas. Apakah pemerintah mendua dalam hal ini. Ataukah pemerintah menunggu reaksi yang keras dari masyarakat, seperti reaksi penolakan majalah Playboy dahulu, sebelum bertindak. Sangat disayangkan jika pemerintah hanya bertindak setelah timbul reaksi besar di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah hendaknya berfungsi pula sebagai penyuluh dan penerang masyarakat, bukan sekedar menampung keluhan masyarakat.

Keadaan seperti ini seolah-olah mempertegas sinyalemen bahwa kita sekarang hidup di tengah-tengah paradoks. Di satu sisi kita berteriak-teriak hendak memberantas korupsi, tetapi di sisi lain kita membiarkan korupsi berlangsung, dan malah mendukung korupsi, dengan meneruskan kebiasaan main suap, misalnya. Dan lagu “Wanita Lubang Buaya” ini adalah sebuah paradoks yang lain. Di satu sisi kita ingin memberantas pornografi, dan menerbitkan undang-undang anti pornografi untuk itu, tetapi, di sisi lain, kita membiarkan lagu-lagu porno seperti “Wanita Lubang Buaya” ini beredar dengan bebas. Wallahu’alam….

Read more

0 Mengenal Lagu Lampung


Seperti Jawa, Sunda, Batak, orang Lampung, khususnya Lampung Pesisir, pun patut bangga akan musisi daerahnya. Seperti halnya Jawa, Sunda, Batak, dll. di Lampung pun banyak seniman daerah yang menciptakan dan menyanyikan lagu-lagu berbahasa daerah Lampung, terutama Lampung Pesisir. Namun tidak seperti Jawa, Sunda, Batak, lagu-lagu daerah Lampung tidak dikenal secara nasional, meski untuk ukuran Lampung sendiri lagu-lagu mereka cukup meledak.

Musik dan lagu Lampung, khususnya Lampung Pesisir, ada tiga jenis: Gitar Tunggal atau Peting Tunggal, Orkes Lampung, dan Dangdut Lampung. Musik dan lagu Lampung Gitar Tunggal, atau Peting Tunggal,  dan Orkes Lampung adalah kesenian khas Lampung, yang hanya terdapat di Lampung. Sedangkan Dangdut Lampung adalah musik dangdut pada galifnya, seperti dangdut yang dikenal secara nasional, hanya saja lagunya berbahasa Lampung. Saya secara pribadi tidak menyukai Dangdut Lampung ini karena tidak berbau khas Lampung, cuma lagunya saja yang berbahasa lampung, sedangkan musiknya adalah dangdut seperti yang kita kenal.

Musik dan lagu Gitar Tunggal, atau Peting Tunggal, hanya menggunakan gitar akuistik sebagai instrument musiknya. Tapi tampaknya gitar yang dimainkan bukanlah gitar akuistik biasa, tapi gitar yang badannya berbentuk seperti terong dibelah. Petikan gitar dan lolongan penyanyinya terdengar seperti puisi yang diberi musik. Mungkin ini adalah bentuk musikalisasi puisi dalam bahasa Lampung.

Orkes Lampung, sebagaimna orkes pada umumnya, menggunakan alat musik dalam kelompok kecil, dengan ciri khasnya pada tabuhan gendang. Sekilas Orkes Lampung terdengar seperti irama melayu, dan sedikit menyerupai dangdut. Tapi Orkes Lampung bukanlah orkes melayu atau dangdut. Orkes Lampung punya taste tersendiri yang berbeda dengan orkes melayu dan dangdut.

Sedangkan Dangdut Lampung adalah dangdut seperti yang sering Anda dengar, seperti yang saya katakan di atas, hanya bahasanya yang berbeda. Dangdut Lampung adalah dangdut yang berbahasa Lampung. Tidak ada yang khas dalam Dangdut Lampung, sehingga tidak menarik untuk diperbincangkan.     

Syair lagu-lagu lampung umumnya bercerita tentang cinta yang platonis dengan sentuhan yang puitis. Dan sebagian kecil berisi petuah-petuah atau nasehat untuk menjalankan kehidupan dengan layak, dengan bahasa yang sering vulgar. Beberapa lagu menyindir para pengangguran yang luntang-lantung setiap hari, tiada kerjaan, tapi karena menggunakan bahasa sehari-hari yang memang sudah sering diucapkan, tidak ada pengangguran yang merasa tersinggung. Mereka bahkan menyanyikannya dengan riang gembira, seperti menertawakan diri sendiri.

Lagu-lagu tentang cinta sangat-sangat platonis, low profile, sama sekali tidak menunjukkan hasrat ingin memiliki yang menggebu-gebu. Tidak ada kata-kata vulgar dalam syairnya, yang mengajak melakukan sentuhan secara fisik. Tidak ada kata seperti peluk, cium, belai seperti yang sering terdapat dalam syair lagu berbahasa Indonesia.
Beberapa syair lagu cinta bahkan sangat bijaksana, penting untuk diteladani oleh orang yang sedang bercinta. Beberapa syair lagu cinta berisikan ketegaran dan ketabahan hati orang yang ditinggalkan; kepasrahan, rasa tahu diri, dan tetap mendo’akan bekas kekasihnya agar mendapatkan kebahagiaan dengan yang lain. Tidak ada kata-kata meratapi, tidak ada sakit hati, tidak ada dendam. Sungguh sebuah penyelesaian cinta yang inspiratif.

Jka dipikirkan lebih dalam lagu-lagu Lampung, khususnya Peting Tunggal, dan Orkes Lampung adalah karya seni yang bernilai tinggi, yang bisa disejajarkan dengan karya musisi-musisi nasional, bahkan musisi dunia. Syair dan melodi lagu-lagu Lampung punya keistimewaan tersendiri yang tidak bisa dianggap remeh.

Sejarah Lagu Lampung mungkin berawal dari tahun 1970-an, ketika A. Roni HS menggebrak dunia permusikan Lampung dengan lagu Peting Tunggal-nya yang berjudul Mati Kajong. Kemudian menyusul sukses artis-artis lain seperti Arifin dan Latief M dengan Dangdut Lampung-nya.

Belakangan, muncul Hila Hambala yang berjaya dengan musik jenis Orkes Lampung. Hila Hambala sangat solid dan pantas disebut sebagai superstar Lagu Lampung mengingat banyak sekali lagu-lagu ciptaannya yang meledak di pasaran, seperti Andahmu, Dipulaju, Hanggum, dll.

Maraknya lagu Lampung tidak pula lepas dari sumbangsih para penyanyinya, seperti Hi Wastabagjaya, B.A., Nurbaiti, Shera Dhiba, Atiek Nurmala, Ely Martha, dll.

contoh lagu Lampung Peting Tunggal:

Di'ighak-ighak, Hila Hambala 
Read more

0 Kangen Band, Lebay di Abum Ke Empat

Ketika sebagian band sedang merasa gerah dengan stigma sebagai ‘band lebay’, dan sebagian lainnya berusaha agar tidak mendapat sebutan serupa itu, Kangen Band malah menambah kelebayannya.

Di albumnya yang ke empat ini Kangen Band malah semakin merintih dan mendayu-dayu, seperti mencoba mengulang kesuksesan lagu ‘Pujaan Hati’ di album sebelumnya.

Namun berbeda dengan album-album sebelumnya, album mereka yang ke empat ini, porsi lebaynya jauh lebih besar. Kalau di album sebelumnya hanya ada satu dua lagu yang lebay, di album IV ini nyaris semua lagunya lebay. Simaklah lagu ‘Jangan Bertengkar Lagi’ yang sudah meledak itu, yang dari judulnya saja sudah lebay. Kemudian lagu ‘Yang Aku Tahu,’ “Cinta Terlarang,’ ‘Pertikaian di Antara Kita,’ yang senada seirama.

Meski khabarnya album IV ini  tidak lagi melibatkan Eren, penyanyi latar dan sekaligus pasangan duet mereka dalam beberapa lagu di album sebelumnya, namun warna kehadiran Eren masih terasa pada lagu ‘Kehilanganmu Berat Bagiku’ yang menyerupai lagu-lagu duet mereka sebelumnya.

Berbeda dengan ketiga album mereka terdahulu, yang seluruh lagunya merupakan ciptaan Dodhy, album IV ini melibatkan penulis lagu lain. Ada dua untai lagu ciptaan Tama, dan dua untai lagi ciptaan Andy Bayou. Namun senada seirama pula, empat lagu ini tidak memberi warna baru bagi band ini.

Album ke-4 Kangen Band tampaknya diciptakan untuk tujuan komersial semata dengan pangsa pasar untuk para ABG. Tidak ada idealisme tampil beda seperti yang didengung-dengungkan Dodhy sebelum-belumnya. Mungkinkah album ini akan menjadi antiklimaks perjalanan band ini mengarungi dunia musik negeri ini.  

But to be fair, lagu 'Tak Ingin Bersamamu', 'Beri Kesempatan', 'Beib, Aku, Dia', 'Yakin Cintamu Kudapat' dalam album ini enak didengar.
Read more

0 Inilah Musisi Termahal di Dunia

Dua dekade lalu Jon Bon Jovi duduk-duduk di dalam sebuah basement di New Jersey dengan para anggota band eponimnya tersebut. Berharap akan membangkitkan kembali  keinginan mereka bermusik setelah dua tahun yang meletihkan berada di jalanan, dia mengantungkan poster-poster kejayaan di dinding, yang hanya disinari oleh lilin dan cahaya latar. Tapi bukannya terinspirasi, Bon Jovi malah menemukan dirinya menjadi dongkol dan sulit bernapas.
“Saya sedang memikirkan mungkin ini adalah sebuah isu, mungkin saya hanya tidak menyukai poster-poster tersebut,’ kata Bon Jovi dalam sebuah wawancara untuk  majalah FORBES edisi 100 Selebriti baru-baru ini.  “Sampai saya menyadari bahwa semua oksigen di  dalam ruangan tersebut habis dihisap oleh lilin … sehingga saya mematikan lilin-lilin tersebut, menghidupkan amplifier, dan berkata pada teman-teman, ‘Kita akan menjadi sebuah band rock. Jika kamu percaya apa yang saya katakan ini, kita malah bisa menjadi Rolling Stones.””
Cukup meyakinkan, Bon Jovi kini masih nge-rock. Grup tersebut menghasilkan $125 juta dalam 12 bulan terakhir ini, cukup untuk mengklaim tempat No. 2 dalam daftar tahunan musisi dengan bayaran tertinggi versi majalah FORBES. U2 (gambar di atas) membawa pulang $195 juta dan mahkota uang dalam industri musik berkat tur stadion internasional mereka yang menghasilkan sekitar $700 juta selama dua tahun, melampaui tur A Bigger Bang dari Rolling Stones sebagai yang terlaris sepanjang masa.
Para rocker power ballad tersebut bukanlah satu-satunya artis yang berjaya tahun ini. Elton John berada pada peringkat ke-tiga dengan penghasilan $100 juta, dari tur 102- show-nya; Lady Gaga, ibu permandian (godmother) bagi anak lelaki  Sir Elton yang baru, bertengger di peringkat No.4 dengan penghasilan $90 juta; penyanyi hiburan dari Kanada Michael Bublé berada pada posisi buncit dalam lima besar dengan penghasilan sebesar $70 juta, juga berada dalam jajaran tur terlaris.
Angka-angka tersebut di atas termasuk semua income sebelum dikenai pajak yang dihasilkan dari bulan Mei 2010 hingga Mei 2011, sebelum dikurangi upah para agen dan manajer. Jumlah totalnya dikumpulkan dengan bantuan data dari Pollstar, RIAA dan lainnya, dan juga dari hasil wawancara intensif dengan para pelaku industri termasuk para pengacara, manajer, promoter konser, agen, dan dalam beberapa hal, musisi itu sendiri.
Bagi kebanyakan artis, tur merupakan sumber penghasilan terbesar dalam tahun terakhir ini tapi sebagian artis lebih efisien daripada yang lainnya. Dari tur-nya selama 12 bulan Lady Gaga meraup ($168 juta) hampir sebanyak perolehan Elton John ($204 juta), tapi biaya   produksi yang besar-besaran (lusinan penari latar, pakaian yang pyrotechnic, dll) mengurangi penghasilannya secara cukup signifikan. Gaga juga meraup banyak uang dari rekaman, penerbitan dan endorsements. Dan terlepas dari penghasilannya tersebut, keberhasilannya menarik fan sekitar 2 juta dalam 12 bulan terkahir ini bukanlah prestasi yang kecil bagi Gaga, juga bagi tur-tur besar lainnya.
“Menyanyi dan menyiarkannya melalui udara adalah satu hal, dan mengubah para pendengar menjadi fan yang setia yang bersedia bersusah payah membeli tiket, mengeluarkan uang untuk membayar makan malam, menyewa seorang baby sitter adalah hal yang lain,” kata Randy Philips, kepala promoter konser AEG. ‘Untuk memotivasi seorang fan melakukan semua hal-hal seperti itu tersebut, hanya ada sedikit artis yang bisa melakukannya secara konsisten.”
Musisi yang ada dalam daftar kami cukup bervariasi. Justin Bieber, yang meraup $53 juta, adalah yang termuda dengan usia 17 tahun. Paul McCartney, yang berhasil membawa pulang $66 juta, adalah yang tertua dengan usia 68 tahun. Satu pasangan suami istri, Jay-Z dan Beyoncé, bahkan masuk daftar dengan membawa pulang masing-masing $37 juta dan $35 juta, menandai untuk pertama kalinya sejak perkawinan mereka si raja hip-hop tersebut berpenghasilan lebih besar dari sang istri.
Beyoncé adalah salah satu dari hanya lima penyanyi solo wanita yang masuk daftar tersebut, dibandingkan dengan 13 penyanyi solo pria. Meski daftar tersebut kurang bagus dalam hal kesetaraan gender, tapi cukup bagus dalam hal keanekaragaman geografis, di mana sepertiga dari para artis yang ada dalam daftar berasal dari luar AS, mulai dari UK, Barbados, Kanada, Irlandia, Afrika Selatan dan Aurtalia.
Bagi Rolling Stones, mereka banyak ditunggu untuk melakukan tur kembali untuk merayakan ulang tahun mereka yang ke-50 pada tahun 2012. Tapi jangan menunggu tur reuni Bon Jovi pada tahun 2030. 
“Saya tidak tahu apakah saya akan sampai pada usia 68 dan melakukan pertunjukan sebanyak 140 kali dalam setahun,” kata Jon Bon Jovi. “Ke mana saya pergi, saya sendiri tidak tahu. Dan itulah keindahan dunia ini.” (Posted Thu Jun 16, 2011 1:35pm PDT by Zack O'Malley Greenburg, Forbes in Stop The Presses!)
Additional reporting by Dorothy Pomerantz and Chris Barth.
For more on the business of music, check out my Jay-Z biography, Empire State of Mind: How Jay-Z Went From Street Corner to Corner Office. You can also follow me on Twitter @zogblog.
Related Links:
Read more

0 Rebecca Black, Satu Lagi yang Melejit melalui YouTube

13013693081044087503
Rebecca Black (ilust poptrashaddicts.blogspots.com)

Satu lagi artis penyanyi yang melejit secara mendadak lewat YouTube, setelah justin Bieber, Shinta-Jojo, dan Sualudin, namanya Rebecca Black.

Rebecca Black adalah gadis biasa berusia 13 tahun dari kota Anaheim Hills,California. Seperti layaknya ABG lainnya, dia adalah penggemar berat Justin Bieber, yang oleh pengkritik musik dinamakan dengan sinis sebagai pop trash addict (pecandu musik pop sampah). Pada 14 Maret 2011, videoklip ‘Friday’ ini diunggah ke YouTube dan benar-benar tidak dapat dipercaya sampai hari ini link ini sudah dibuka oleh lebih dari 60 juta orang! Dan yang lebih mencengangkan lagi, sebagian besar komen yang dilontarkan terhadap lagu ini bukan memujinya atau menyanjungnya, namun justru penuh dengan umpatan dan makian sebagai lagu sampah, bahkan dialamatkan kepada Rebecca Black pribadi dengan sebutan bitch dan whore. (Gustaaf kusno, Kompasiana)

Keberhasilan Rebecca mengingatkan kita akan sukses mendadak luar biasa yang diperoleh oleh sebuah band pendatang baru di Indonesia beberapa tahun lewat. Kesuksesan mereka juga mengundang caci maki serupa, namun tidak sedikit pula yang menyukai dan memuji. Mungkin itulah harga yang harus dibayar oleh seorang pendatang baru yang melejit secara luar biasa.

Sampai berita ini saya turunkan (ceile …) video tersebut sudah ditonton oleh lebih dari 62 juta orang, dan komentar yang masuk sudah mencapai 1.023.595. Komentar masuk setiap detik dan terus bertambah.

Di bawah ini adalah beberapa contoh komentar yang sempat saya tangkap, baik komentar yang negative maupun yang positif mendukung. Selamat untuk Rebecca

Yang tidak suka:

Peluang si anak punk yang mengemudikan mobil (lihat video) itu mengalami kecelakaan-95%-peluang anak-anak itu (lihat video) mengalami kecelakaan -90%. Tidak ada yang memakai sabuk pengaman dan cewek-cewek liar tersebut duduk di bagasi.

Ini adalah lagu yang paling jelek yang pernah saya dengar sepanjang hidup saya. Lagu ini membuat saya ingin bunuh diri.

Lagu ini bisa merusak kemanusiaan…mereka harus menginterogasi semua kriminal yang terlibat dalam pembuatan lagu ini…bicaralah atau Anda akan mendengarkan lagu Friday. Rebecca juga membuat Justin Bieber terlihat seperti Tupac berikutnya ….

Yang mendukung:

Wow. Kalian semua idiot. Tidak ada yang salah dengan lagu ini. Suaranya bagus. Kalau liriknya kurang bagus, itu karena usianya baru 13. Lagu seperti inilah yang seharusnya dinyanyikan oleh anak berusia 13. Yang saya tidak suka adalah jika anak seusia dia menyanyikan lagu-lagu tentang cowok yang ‘hot’, seks, obat-obatan, dll. Lagu ini melambangkan bagaimana seharusnya anak muda, kebiasaan anak muda. Penampilannya yang innocent harus dikagumi, bukannya dihina. Jika cita-citanya adalah menjadi penyanyi, lalu kenapa orang tuanya tidak boleh mendukungnya? Hatilah-hatilah kalian memberi komentar.   

Berhentilah membenci!! Rebecca Black hanyalah salah seorang penggemar YouTube yang ingin memasang sebuah video dan kini semua orang membencinya! Jika Anda tidak suka lagu itu jangan dengarkan! Bagi Anda semua orang-orang pembenci di luar sana, saya ingin melihat Anda memasang video di YouTube dan mendapatkan penonton lebih dari 62 juta! GO TEAM RB!


Read more

0 Udin yang Pertama

http://www.witular.com


udin yang pertama, namanya Awaludin
udin yang suka di kamar, namanya Kamarudin
udin yang hidup di jalanan, namanya Jalaludin
udin penggembala, namanya Sapiudin


Di jaman Internet sekarang ini, ada banyak sekali cara orang jadi  terkenal. Bukan saja orang kota, kini orang-orang dari pelosok desa pun bisa terkenal secara mendadak. Tidak perlu pasang iklan, tidak perlu pengumuman, dan tidak perlu gembar-gembor karena, berbeda dengan media cetak, di dunia Internet (dunia Maya) para pembaca atau para pengguna (user)-lah yang mencari bahan bacaan, alias pembacalah yang mencari penerbit bukannya penerbit yang mencari pembaca. Dan istimewanya, semua orang bisa menjadi penerbit, di samping tentu saja menjadi pembaca.

Maka tak heran jika ada jutaan terbitan (blog) yang terbit dan bisa dibaca di Internet. Khabarnya, blog yang menggunakan platform wordpress saja jumlahnya sudah mencapai 25 juta. Setiap harinya bermunculan penerbit-penerbit baru, dan juga pembaca-pembaca baru dalam jumlah yang tak terbatas. Seiring dengan semakin murahnya akses ke teknologi komunikasi, maka bisa dipastikan jumlah pengunjung Internet pun akan kian bertambah dan bertambah lagi.

Manfaat Internet tentu saja banyak, meski ada juga mudaratnya yang sulit diatasi. Di antara manfaat yang sekian banyak tersebut, yang paling konkret adalah manfaat promosi. Ada banyak orang yang telah menikmati manfaat promosi dari Internet. Salah satunya adalah industri wisata. Industri wisata banyak memanfaatkan internet sebagai sarana promosi, baik untuk mengiklankan daerah tujuan wisata maupun untuk melakukan reservasi.

Dan manfaat promosi ini yang paling dahsyat dirasakan oleh dunia musik. Ada banyak sekali artis, baik artis lama maupun artis pendatang baru yang semakin popular lewat Internet.

Kalau di TV mereka cuma bisa memperdengarkan lagu-lagu mereka sekilas, atau sekali tayang. Di Internet para artis bisa menawarkan lagu-lagu mereka bukan saja untuk didengarkan, tetapi juga untuk di-download. Dan fitur download ini adalah sarana yang paling ampuh bagi artis penayanyi untuk memperkenalkan lagu-lagu mereka. Dengan menyediakan lagu-lagu mereka untuk di-download, mereka bisa terkenal secara mendadak, apabila lagu-lagu mereka tersebut disukai. Sudah banyak artis penyanyi yang merasakan ini. Dan sudah banyak artis yang tiba-tiba terkenal melalui Internet.

Contoh yang paling akhir adalah si Salaudin. Penyanyi kocak yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini terkenal mendadak setelah dia menyediakan lagunya yang berjudul “Udin Sedunia” untuk di download di Internet. Dan dalam sekejab mata, lagu kocak tersebut sudah di-download orang sebanyak ratusan ribu kali. Dan tak ayal si Salaudin pun menjadi terkenal.

Ekses yang dia terima luarbiasa. Kesuksesan lagu tersebut bukan saja telah melambungkan namanya tapi tentu juga membawa keuntungan secara komersial. Berasal dari pelosok negeri, kini si Salaudin sudah nangkring di Jakarta, tempat di mana 60% dari uang Indonesia beredar, pusat dari segala kegiatan keartisan, episentrum dari seluruh kegiatan ekonomi negara ini, bukan saja untuk menyanyi, tapi juga segala kegiatan keartisan lainnya seperti menjadi host acara TV, main sinetron, menjadi bintang iklan, dan lain-lain. Apa yang diterima Salaudin adalag sebuah anugerah yang luarbiasa. Dan dia mendapatkan itu berkat bantuan Internet. Dan dia tidak sendiri. Di sampingya, ada banyak orang yang bernasib baik serupa.

Apa sebab lagu kocak milik Salaudin tersebut bisa meledak, tentu karena banyak orang menyukai lagu tersebut. Ini jugalah yang terjadi dengan lagu-lagu yang meledak terlebih dahulu dengan cara yang sama seperti lagu ‘Jauh’, ‘Keong Racun”, “Andaiku jadi Gayus’, dan lain-lain.

Namun lagu Salaudin memiliki taste yang berbeda. Lagu ini menawarkan sesuatu yang kocak dengan sentuhan gaya lama yang sudah lama hilang. Kemunculan lagu “Udin Sedunia” seolah membuka kran lagu-lagu melayu model lama, tahun 60-an, untuk mengalir kembali. Dan dengan didukung oleh lirik yang kocak khas lagu lama (ingat lagu “Bini Tiga” yang dipopulerkan kembali oleh Ahmad Dhani), irama yang menggoda, gaya menyanyi yang jenaka, dan suara yang unik menarik, banyak anak-anak sekarang yang tertawan. Sedangkan bagi orang dewasa dan tua, lagu ini seolah mengembalikan nostalgia lama, seperti sesuatu yang sudah lama mereka tunggu-tunggu.

Namun sayang ada yang kurang suka dengan aura lagu tersebut. Mereka mengatakan lirik lagu tersebut melecehkan nama Udin. Namun saya yakin, dan seperti yang dikatakan oleh Salaudin sendiri, lagu tersebut dibuat untuk bercanda, bukan untuk menghina. Dan benar belaka, banyak orang yang terhibur dengan lagu lirik lagu tersebut, termasuk mereka yang bernama Udin.

Di jaman Internet seperti ini, ada banyak sekali isu-isu penting yang bermunculan setiap hari yang menyita perhatian kita, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Menjadi tersinggung atau terusik dengan isu-isu tersebut hanya akan menambah masalah dan ruwet pikiran, sedangkan dampak negatifnya isu tersebut bagi kita nyaris tidak ada. Jadi don’t worry, be happy. Enjoy aja, tertawa saja meski Anda bernama Udin. Itulah tujuan lagu ini. Dan, lagi pula, bukankah lagu ini diciptakan oleh orang yang juga bernama Udin.

Selamat untuk Salaudin. Mungkin Andalah Udin yang pertama yang berhasil sukses sebagai artis penyanyi.

Read more

0 10 Fakta tentang Justin Bieber

by: Eugene Blackburn
Justin BieberParamount Pictures


MESKIPUN baru berumur 16 tahun, Justin Bieber telah mencapai prestasi yang membuat kita berdecak kagum di usia belianya tersebut. Dia telah menaklukkan tangga lagu-lagu, menjadi sensasi dunia Internet tanpa tanding, dan menjadi pujaan hampir semua gadis remaja di planet ini.  Akhir pekan kemarin si bintang pop ajaib dengan rambut model coiffed ini tampaknya berencana pula menaklukkan box office dengan film musik 3-D-nya yang berjudul “Justin Bieber: Never Say Never.” Untuk menandai kemungkinannya mendominasi dunia ini secara total, kami telah mengumpulkan beberapa fakta yang mungkin belum Anda ketahui tentang Bieb ini.
-- Bieber dilahirkan pada tanggal 1 Maret, 1994.  Tanggal lahirnya sama dengan komposer Ke$ha, Roger Daltry, Frederic Chopin, Harry Belafonte, dan Lorenzo de’Mecci. 
-- Pada tahun 2007, Justin Bieber mengikuti sebuah acara pemandu bakat di kota kelahirannya Stratford, Ontario, dan berhasil menempati posisi ke-dua. Ketika ibunya memasang video penampilannya di YouTube, dia mendapat perhatian dari produser Scooter Braun. Dan dengan cepat ketenaran dan keberuntungan menghampirinya. Tidak heran itulah biasanya yang terjadi dengan orang yang memenangkan kontes pemandu bakat serupa itu.
-- Video musik Justin Bieber “Baby” adalah video yang paling banyak dilihat di YouTube, dengan mencatat, sampai berita ini ditulis, sebanyak 457.457.649 kunjungan. Jumlah tersebut melebihi jumlah penduduk AS dan Rusia digabungkan. Namun video tersebut juga mencatat “dislike” sebanyak 914.000.
-- Kekayaan bersih Justin Bieber sekitar $65,5 juta (dan akan terus bertambah pada bulan-bulan mendatang). Dengan uang sebanyak itu, dia bisa membeli kira-kira tujuh telur Faberger, enam toilet emas murni 24 karat, atau tinggal di kamar paling mahal di Belaggio Hotel di Las Vegas selama 29 tahun.
-- Model rambut khas Justin, yang disebut The Swoop, The Shag, The Fringe, atau, The Bieber saja, telah menginspirasi anak-anak muda remaja sebanyak satu generasi untuk mengaburkan pandangan mata mereka dengan poni serupa milik Justin.  Vanessa Price, peñata rambut yang menemukan model rambut Justin, mengklaim rambut si bintang pop remaja ini “seperti sutera.”
-- Justin Bieber dilaporkan menyita traffic Twitter sampai sebanyak 3 persen pada saat-saat tertentu. Menurut Klout.com, yang bertugas mencatat hal-hal serupa ini, Biebster mempunyai pengaruh yang lebih besar di dunia online daripada Presiden Obama dan Dalai Lama. 
-- The Biebster pernah minum-minum bersama Presiden Obama sebanyak tiga kali selama satu setengah tahun terakhir. Dia menyanyikan lagu spesial mega-hit-nya “Christmas in Washington”, dan diundang ke acara makan malam bersama para jurnalis di White House bersama dengan pacarnya Kim Kardashian.
-- Justin Bieber menjual cat kuku dengan merk-nya sendiri untuk Nicole dengan OPI. Bunyi iklannya, “One Less Lonely Girl” collection, yang terinspirasi dari lagu-lagu hit si bintang pop tersebut. Warnanya mencakup Prized Possession Purple, Me + Blue, dan Step 2 Beat of My Heart (yang berbentuk seperti hati)
-- Bieber dipalorkan takut dengan tangga berjalan (elevator).
-- Tinggi badan Justin Bieber sekarang ini 5’3” (5 kaki 3 inci). Anda memerlukan sebanyak 240.252 Justin Bieber disusun ke atas untuk mencapai bulan. Tapi hanya diperlukan satu Justin Bieber untuk mencapai bintang.
Justin Bieber juga bercukur. Benar, dalam video di bawah ini, eksklusif untuk Yahoo!, dia berbicara tengang bercukur, kalah dalam acara pemandu bakat yang pernah dia ikuti, dan film musiknya yang akan dibuat.





Read more

0 Tepuk Tangan Terlama Sepanjang Sejarah

Leontyne Price
www.answers.com


Pada bulan Januari 1961, Leontyne Price menyanyikan bagian Leonora dari lagunya Giuseppe Verdi Il Trovatore. Penampilan Price tersebut disambut penonton dengan tepuk tangan panjang selama 42 menit—tepuk tangan terlama yang pernah diberikan di Metropolitan Opera. Paling dikenal karena interpretasinya atas lagunya Verdi Aida, Price adalah penyanyi opera kulit hitam pertama yang meraih predikat bintang Internasional. Dia juga adalah wanita kulit hitam pertama yang memerankan Cleopatra dalam karya Samuel Barber Antony and Cleopatra, yang dimainkan dalam peresmian Metropolitan Opera House pada tahun 1966. Presiden Lyndon Johnson berkata tentang penyanyi bersuara sopran ini, “Nyanyiannya telah menerangi tanah airnya.” Selamat ulang tahun bagi Leontyne Price yang genap berusia 84 hari ini. Februari adalah Bulan Sejarah Kulit Hitam Nasional di Amerika, untuk menandai prestasi penduduk keturunan Afrika-Amerika di negara itu. 

Read more
 
© Hasim's Space | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger