Headlines

Powered by Blogger.

0 Dampak Terburuk dari Perubahan Cuaca Masih Belum Terjadi, Kata Para Ilmuwan

Photo by Markus Spiske on Unsplash
Kebanyakan cerita tentang iklim yang ditulis sekaramg ini berfokus pada beberapa hal ekstrem: Hujan paling buruk, banjir paling buruk, kekeringan paling buruk, topan paling buruk. Adalah salah—baik secara saintifik maupun dari sudut pandang kemanusiaan—jika kita meremehkan dampak buruk dari perubahan iklim, yang telah menjadi semakin buruk secara signifikan pada abad ini. Menurut Berkeley Earth, tahun 2025 adalah tahun terpanas ketiga yang terjadi di Bumi sejak 1850, hanya kalah dengan tahun 2024 dan 2023. Sementara para ilmuwan menganggap sebagian dari pemanasan ini sebagai dari perubahan cuaca alami, namun menurut konsensus yang kita ketahui bersama adalah karena temperatur yang meningkat yang disebabkan terutama oleh aktivitas manusia.

Sejauh ini kerusakan paling parah disebabkan oleh pemanasan global belum dirasakan secara universal. Panas 90 derajat di London pada bulan Mei membawa konsekuensi kesehatan yang nyata, namun tidak akan membunuh manusia dalam jumlah besar. Bahkan Florida, yang baru-baru ini luluh lantak oleh angin topan, mengalami kerugian ekonomi yang tidak begitu berarti bagi GDP negara bagian tersebut—meskipun pada level lokal, kerusakan yang ditimbulkannya sangatlah parah. Namun, bahkan panas 110 derajat di Las Vegas tidak sebanding dengan kondisi-kondisi di bagian-bagian dunia lain di mana perubahan iklim telah menjadi masalah untuk bertahan hidup. New Delhi, sebuah kota berpenduduk 20 juta, telah mencatat temperatur setinggi 1150 F disertai kualitas udara yang buruk.

Hingga sejauh ini, sebagian besar orang di dunia belumlah menjadi korban akibat perubahan cuaca—meski efek terburuk dari perubahan cuaca ini telah merusak beberapa wilayah di dunia.

Apa yang mendesak untuk diperhatikan ada di depan kita. Banyak negara di dunia telah mengingkari komitmen mereka terdahulu untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Kesepakatan Paris—sebuah kesepakatan internasional yang mengikat yang disetujui oleh 195 negara di COP21 pada tanggal 12 Desember 2015—telah membuat patokan yang jelas: Membatasi peningkatan temperatur hingga 1,50 C di atas level praindustri. Amerika Serikat Adalah satu di antara negara-negara yang telah mengabaikan kesepakatan ini.

Para ilmuwan telah mengembangkan detil-detil apa saja yang akan terjadi pada akbir abad ini jika pemanasan global berlanjut dengan kecepatan seperti yang ada sekarang. Akibat yang paling membahayakan akan terjadi pada skenario emisi-tinggi, di mana peningkatan pemanasan mencapai hingga mendekati 3-50 C di atas level praindustri pada tahun 2100. Jika dunia mengurangi bahan bakar fosil, dampak terburuk itu kecil kemungkinan akan terjadi—namun pengurangan ini belum dilaksanakan sekarang. Konsumsi bahan bakar fosil masih terus meningkat, dan Amerika Serikat telah mengabaikan pengembagan energi matahari dan energi angin, dan secara aktif terus meningkatkan pengeboran minyak dan pembukaan tambang batu bara baru.

Di bawah ini adalah dokumentasi resiko-reskio paling buruk yang bisa menimpa kehdupan manusia dan masyarakat, yang diambil dari proyeksi oleh WHO, IPCC, MIT, Stanford, dan berbagai jurnal ilmiah dan institusi riset.

Panas Ekstrem dan Habitabilitas

Di Sebagian Asia Selatan dan Timur Tengah, kombinasi panas dan kelembaban bisa jadi melampaui batas manusia bisa bertahan hidup—temperatur bola basah (wet-bulb temperature) mendekati 350C, di mana tubuh kita tidak lagi bisa mendinginkan diri sendiri. Pekerja buruh luar ruangan bisa jadi mempertaruhkan nyawa mereka di sebagian besar tahun, dan sistem pendingin akan kewalahan di wilayah-wilayah di mana listriknya tak menentu. Kematian bisa mencapai angka ribuan dengan cepat, di mana pekerja luar ruang yang lebih tua dan masyarakat miskin paling besar beresiko terkena dampak. Seiring berjalannya waktu, jutaan orang bisa jadi menghadapi masalah yang mengancam nyawa mereka selama beberapa bulan dalam satu tahun.

Pada suhu 40C, panas ekstrem yang semula diperkirakan hanya terjadi satu kali dalam satu abad akan menjadi peristiwa tahunan. Jika dikombinasikan dengan kekeringan yang panjang, ini akan mengurangi produktivitas pertanian secara tajam dan bisa menyebabkan ribuan orang mati akibat cuaca panas.

Level Permukaan laut dan Kerusakan Pesisir

Level permukaan laut di seluruh dunia bisa naik lebih dari tiga kaki pada tahun 2100, Sebagian disebabkan oleh semakin cepatnya lapisan es di Greenland dan Antartika Barat menghilang. Dataran pesisir yang rendah akan tergenang berulang-ulang secara permanen.

Jutaan manusia kemugkinan harus mencari tempat pindah--khususnya ke dan sekitar wilayah kota-kota seperti Dhaka, Shanghai, Miami, New York, Jakarta, Mumbai, dan New Orleans. Wilayah-wilayah yang tidak sepenuhnya tenggelam akan menghadapi masalah banjir kronis, angin badai kencang, dan erosi. Triliunan dolar aset dan infratrsuktur akan hancur, dan suplai air bersih di banyak wilayah akan terganggu.

Tindakan meninggalkan wilayah pinggir laut ini dan aliran para pengungsi akan semakin memingkatkan resiko instabilitas politik dan konflik militer di wilayah-wilayah yang menjadi tujuan para pengungsi tersebut.

Ketidakamanan Makanan dan Air

Panas, kekeringan, banjir, dan pergeseran musim (monsoon) yang dan pola angin topan akan semakin berdampak buruk bagi tanaman pertanian seperti gandum, padi, dan jagung—makanan pokok di wliayah Asia Selatan, Amerika Utara, dan China. Tanpa adanya adaptasi signifikan tentang varietas tanaman baru dan sistem irigasi, hasil-hasil pertanian tersebut bisa jadi jauh menurun di seluruh dunia.

Ratusan juta manusia kini sudah menghadapi masalah air, dan masalah tersebut akan semakin dalam ketika glasier-glasier mencair, pola curah hujan berubah, dan kekeringan menjadi semakin sering dan parah. Kelangkaan air akan memicu timbulnya dampak krisis makanan dan meningkatkan kemungkinan timbulnya konflik.

Kolaps-nya  Masyarakat dan Ekonomi

Puluhan hingga ratusan juta orang akan kehilangan tempat tinggal—baik di dalam negeri mereka sendiri maupun di wilayah perbatasan negara—disebabkan panas, banjir, kekeringan, dan kelaparan. Instabilitas sosial akan meningkat disertai konflik kekerasan dan gonjang-ganjing politik, yang akan mulai paling akut di wilayah-wilayah rawan di Afrika dan Asia Selatan.

Korban ekonomi akan mencapai triliunan, dipicu oleh bencana iklim, menurunnya produktivitas, dan besarnya biaya adaptasi. Negara-negara yang lebih miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah akan menanggung beban paling berat, kurangnya cadangan finansial atau jaringan keamanan dari pemerintah untuk bertahan atau memulihkan diri dari guncangan yang berulang-ulang.

Apakah ini merupakan gambaran kondisi kemanusiaan di masa depan atau bukan, itu tergantung pada pilihan yang kita buat sekarang. Variable sentralnya jelas: Apakah penggunaan bahan bakar fosil akan terus meningkat—atau akhirnya akan menurun. (Douglas McIntyre).

https://www.yahoo.com/news/science/articles/worst-dangers-climate-change-still-131000236.html

Read more

0 NASA tunjukkan Langah-Langkah untuk Membangun Markas Permanen di Bulan


Video: NASA memperlihatkan kan gambar rencana pembangunan markaspermanen di bulan.

NASA telah merilis detail tentang wahana pendarat robotik, drone yang dapat melompat, dan kendaraan yang rencananya akan dikirim ke Bulan sebagai bagian dari rencana AS untuk membangun pangkalan di Bulan.

Perusahaan ruang angkasa milik pendiri Amazon Jeff Bezos Blue Origin Adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang dtunjuk untuk membuat mesin-mesin tersebut.

AS ingin mendaratkan kembali orang-orang Amerika ke bulan sebelum presiden Donal Trump turun tahun 2029.

Namun NASA kini bersaing dengan China untuk mengembalikan manusia ke permukaan Bulan, artinya badan suang angkasa AS kini di bawah tekanan untuk memenangkan persaingan ini.

China kini sedang menempa rencana mereka untuk mendaratkan manusia ke bulan pada tahun 2030.

Pada hari Senin, 27 Mei 2029, China telah meluncurkan pesawat ruang kangkasa Shenzou-23, sekaligus mengirim sekelompok astronot ke satasiun ruang angkasa milik mereka Tiangong.

Pada bulan maret 2026 lalu, NASA mengumumkan sebuah program senilai $20 miliar untuk membangun markas permanen yang bertenaga nuklir dan energi surya ke kutup Selatan Bulan pada tahun 2032.

Pegawai Nasa Jared Isaacman mengatakan pada hari Selasa bahwa pengumuman itu berarti bahwa AS “tidak pernah akan menyerahkan Bulan lagi.”

Adanya Sebuah pangkalan di bulan akan memungkinkan AS untuk melakukan percobaan-percobaan ilmiah, sumber-sumber tambang berharga, dan pergi ke planet Mars secara lebih mudah.

Namun kebanyakan para ahli setuju bahwa rencana masa depan NASA ini tidak realistik.

Meskipun AS telah sukses mengirim empat orang astronot ke sekitar Bulan di dalam misi Artemis II mereka pada bulan April 2026 lalu, namun sebagian ilmuwan percaya bahwa China tampaknya akan menjadi negara berikutnya yang akan mendaratkan manusia ke permukaan Bulan.

“Tidak mengejutkan saya sama sekali jika China berhasil sampai ke sana lebih dahulu,” kata Dr. Simeon Barber, ilmuwan ahli Bulan di Open University, pada BBC, sembari menyebut langkah mundur NASA dalam mengamankan sebuah pesawat ruang angkasa yang bisa mendaratkan manusia di Bulan.

Program Pembangunan Pangkalan di Bulan milik NASA ini memiliki tiga tahapan:

Sebelum manusia mendarat di Bulan, badan ruang angkasa tersebut akan mengirim robot untuk mendarat di sana dan drone yang bisa melompat untuk mengekplorasi dan memetakan permukaan Bulan yang penuh tantangan.

Kendaraan angkut juga akan dibawa untuk kendaraan para astronot di atas permukaan Bulan dan membawa alat-alat komunikasi dan alat-alat penelitian ilmiah.

Pada hari Selasa, 26 Mei 2026, NASA mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan termasuk Blue Origin, Intuitive Machines, dan Astrobotic telah dikontrak untuk membangun berbagai peralatan tersebut.

NASA telah menerbitkan gambar buatan artis of a tentang rumah di Bulan, sistem daya dan penjelajah [NASA]
 NASA menginginkan wahana pendarat bulan buatan Blue Origin, yang disebut Endurance, mampu melakukan pendaratan yang presisi, serta navigasi dan kontrol otonom.

Sedangkan kendaraa Griffin-1 milik Astrobotic diharapkan bisa mendarat di Kawah Nobile di dekat Kutub Selatan Bulan.

Mesin-mesin tersebut juga akan membawa peralatan penelitian milik NASA, termasuk kamera beresolusi tinggi dan alat-alat yang menggunakan sinar laser untuk membantu pesawat ruang angkasa mendarat.

Eksplorasi robotik ini diproyesikan akan berlangsung hingga akhir 2029, dengan 25 kali peluncuran dan 4 metrik ton kargo mendarat di permukaan Bulan, kata Carlos García-Galán, pejabat program Markas Bulan NASA.

Berikutnya, NASA akan membangun falitas pembangkit listrik nuklir dan tenaga matahari di Bulan, termasuk reaktor-reaktor fisi.

Gambar sebuah drone dalam Program Pendaratan di Bulan NASA yang akan digunakan untuk mengamati Kutub Selatan Bulan [NASA]
Pada tahun 2032, badan ruang angkasa tersebut memproyeksikan manusia mampu hidup di bulan dalam rumah “semi-permanen.”

Kendaraan penjelajah juga memungkinkan para astronot berpergian jarak jauh melalui permukaan Bulan yang berbukit karang.

Kutub Selatan Bulan menarik khususnya karena air beku di sana bisa digunakan sebagai air minum untuk memproduksi oksigen.

Akan tetapi, rencana NASA ini tergantung pada kesiapan pesawat ruang angkasa yang akan digunakan sebagai alat transportasi manusia ke Bulan.

Perusahaan ruang angkasa SpaceX milik Elon Musk dikontrak untuk membuat pesawat yang dinamakan Sistem Pendaratan Manusia Starship (Starship Human Landing), namun proyek tersebut mendapat banyak kendala dan penundaan.

"Langkah yang paling membatasi adalah menurunkan para astronot ke permukaan," jelas ilmuwan bulan Simeon Barber."

“Nampaknya bagi saya [NASA] sedang berada di posisi di mana mereka harus memulai mengatakan bahwa mereka punya rencana. Jadi saya pikir ada banyak niat politik di balik ini semua,” katanya. (Georgina Rannard - Science reporter)

https://www.yahoo.com/news/science/articles/nasa-unveils-next-steps-build-202555793.html

Read more

0 Makan daging sapi (beef) setiap hari boleh jadi tidak seburuk yang Anda bayangkan bagi Kesehatan Anda

 Makan daging sapi setiap hari mungkin tidak seberbahaya yang dipikirkan banyak orang.

Daging merah telah lama dihubung-hubungkan dengan berbagai resiko kesehatan kardiometabolik, termasuk penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Kondisi ini mempengaruhi lebih dari 160 juta orang Amerika, termasuk lebih dari 36 juta orang yang hidup dengan diabetes tipe 2.

Akan tetapi, makan 6-7 ons daging sapi setiap setiap hari—sebuah porsi yang sedikit lebih kecil dibandingkan steak daging iga (ribeye steak) biasanya—tidak mempengaruhi faktor-faktor resiko untuk diabetes tipe 2, kata para peneliti di Indiana University.

“Hasil-hasil dari percobaan berstandar emas dengan kelompok kontrol yang acak ini dibuat di atas bukti-bukti ilmiah yang ada yang menunjukkan bahwa makan daging sapi sebagai bagian dari pola makan sehat yang mendukung kesehatan jantung dan tidak berpengaruh buruk pada ukuran gula darah atau inflamasi,” kata Kevin Maki, seorang professor tambahan di Sekolah Kesehatan Masyarakat-Bloomington Indiana University, dalam sebuah pernyataannya.

“Jika daging sapi dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat, itu akan membantu mengisi kekosongan nutrisi esensial dan tidak menimbulkan resiko kardiometabolik dibandingkan dengan daging unggas,” katanya.

Percobaan pada orang dewasa pradiabetes ini cukup kecil, hanya mencakup tujuh wanita dan 17 pria dengan rentang usia 18-74 tahun.

Para peneliti pertama-tama mengukur level hormon insulin dan glucagon mereka, dan juga sel-sel beta yang memproduksi insulin di dalam pankreas.

Diabetes tipe 2 biasanya timbul ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin, sebuah hormon yang dibuat oleh pankreas yang mengatur level gula darah dan memungkinkan sel-sel menggunakan gula darah untuk energi.

Fungsi sel beta yang terus menerus memburuk juga merupakan sebuah pertanda pradiabets telah menjadi diabetes tipe 2.

Kemudian, para peserta diminta makan dua kali sehari yang masing-masing mengandung 3-3,5 ons daging sapi matang atau daging unggas selama periode 28 hari.

Makanan-makanan itu termasuk fajitas, rebusan, burgers, burritos, dan tumisan.

Setelah jeda selama 28 hari, mereka disuruh makan itu lagi.

Tidak ada perbedaan fungsi sel beta atau sensitivitas insulin setelah periode ini.

“Temuan penelitian ini mengisyaratkan bahwa asupan daging sapi secara terus menerus tidak memperburuk faktor-faktor resiko terkena radang (inflammatory) atau metabolik dibandngkan dengan daging unggas pada orang-orang yang beresiko pradiabetes,” kata Indika Edirisinghe, seorang profesor sains makanan dan nutrisi di Institut Teknologi Illinois.

Penelitian itu didanai oleh Asosiasi Peternak Sapi AS (National Cattlemen’s Beef Association), yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Penelitian tersebut dirilis tak lama setelah munculnya pedoman makanan sehat dari pemerintah Trump, yang meletakkan protein pada puncak priramida.

Tiga dari penulis pedoman tersebut memiliki hubungan finansial dengan National Asosiasi Peternak Sapi AS, kata laporan Physicians Committee for Responsible Medicine. (Julio Musto/The Independent)

https://health.yahoo.com/wellness/nutrition/healthy-eating/articles/eating-beef-every-day-may-213322427.html

Read more

0 Apa Arti Kecepatan Jalan Kaki bagi Kesehatan Anda?

 

Jalan kaki: Sederhana, mudah dan tentu saja layak disebut sebagai aktivitas yang menyehatkan. Aktivitas ringan ini tidak hanya mengubah kebiasaan duduk yang membosankan, tapi juga gratis—dan membantu kita mengelola sesesuatu mulai dari kesehatan kardiovaskuler hingga mood hingga resiko diabetes.

Namun meski Anda secara teratur melakukan jalan kaki ribuan langkah sehari, ada sesuatu hal penting lain yang perlu diperhatikan: Berapa cepat Anda bergerak. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa kecepatan berjalan bisa dianggap sebagai pertanda penting.

Pertanda penting, menurut Dr. Marie Therese Kanagie-McAleese, seorang dokter di Pusat Kesehatan Upper Chesapeake Universitas Maryland, “Memberi informasi tentang fungsi fisiologis dasar tubuh.” Ini Adalah tanda yang diambil dokter ketika melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan, seperti temperatur tubuh, denyut nadi, laju pernapasan dan tekanan darah. Saturasi oksigen, yang mengukur berapa banyak oksigen yang dibawa oleh darah Anda, juga termasuk, seperti halnya berat badan—meski tidak tanpa kontroversi.

Secara bersama-sama, tanda-tanda penting ini menawarkan sebuah gambaran singkat tentang kesehatan anda secara keseluruhan dan bisa membantu mengidentifikasi masalah-masalah potensial yang akan timbul—meskipun perlu dicatat bahwa hanya karena satu tanda berada di bawah target normal, itu bukan berarti ada masalah yang lebih besar secara keseluruhan. Ketika Anda menganggap kecepatan jalan kaki adalah sebuah pertanda penting, Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kesehatan Anda.

Berapa cepat biasanya orang berjalan?

Menurut sebuah penelitian tahun 2020, seberapa cepat Anda berjalan berhubungan dengan usia Anda dan jenis kelamin biologis Anda, di mana pria berjalan sedikit lebih cepat daripada wanita. Pada umumnya, orang di bawah usia 30 berjalan dengan kecepatan rata-rata 3 mil per jam. Mereka yang berusia 30 sampai 39 tahun, dan juga usia 40 sampai 49, berjalan dengan kecepatan rata-rata 2,8 mil per jam (mph). Orang yang berusia 50 sampai 59 rata-rata 2,75 mph, sedangkan mereka yang berusia 60 tahun ke atas berjalan dengan kecepatan 2,7 mph. Setelah usia 65, orang cenderung berjalan dengan kecepatan rata-rata 2,1 mph.

Mengapa kecepatan jalan kaki jadi pertanda kesehatan?

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kecepatan berjalan kaki adalah sebuah pertanda yang dapat dipercaya tentang kesehatan kita—tapi apakah yang membuat cara berjalan seseorang begitu penting? Alasan yang paling sederhana: Kemampuan berjalan dengan cepat adalah sebuah indikator bahwa Anda berada dalam kondisi tubuh yang sehat.

Menurut Dr. Anthony Giuffrida, seorang dokter spesialis intervensi tulang belakang dan manajemen rasa nyeri di Pusat Tulang Belakang Cantor di Florida, mereka yang berjalan cepat menunjukkan “kekuatan otot yang kuat, koordinasi dan fungsi neuromuskular, dan juga “fungsi jantung dan paru-paru yang efisien.”

Di lain sisi, orang yang kesulitan berjalan cepat kemungkinan mengalami kondisi kesehatan tertentu, seperti artritis, penyakit jantung, atau penyakit gangguan paru-paru kronis (COPD). 

Peggy Cawthon, Direktur saintifik di Institut Riset Pusat Kesehatan California Pacific Sutter Health yang mempelajari hubungan antara cara berjalan dan kesehatan, mengatakan pada Yahoo Life bahwa ada juga hubungan antara kemampuan kognitif seseorang dengan kecepatan berjalannya.

“Kami telah melakukan banyak percobaan pada orang tua untuk mengukur fungsi kognitif dalam banyak domain berbeda, dan kecepatan jalan kaki berhubungan kuat dengan seberapa baiknya kerja otak Anda,” kata Cawthon. “Orang yang mengalami gangguan kognitif berjalan lebih lambat dibandingkan dengan orang yang normal secara kognitif.”

Alasan mengapa ini terjadi, kata Cawthorn, adalah bahwa “Jalan kaki adalah tugas yang kompleks.” Jika Anda mengalami gangguan kognitif, adalah sulit mereka-reka bagaimana cara meletakkan satu langkah kaki di depan langkah kaki yang lain untuk berjalan dengan cepat,” katanya. Jadi jika Anda tak bisa jalan kaki dengan cepat atau secara normal, itu bisa jadi menunjukkan masalah kognitf—seperti sebuah penyakit seperti Parkinsosn’s, misalnya.

Mengapa Anda perlu berjalan lebih banyak

Kecepatan Anda berjalan kaki bisa menunjukkan kondisi kesehatan Anda, namun juga penting untuk dicacat bahwa jalan kaki—dan, khususnya, jalan kaki cepat—bisa membantu mencegah masalah kesehatan di masa yang akan datang.

Jalan kaki adalah cara mudah untuk membuat tubuh Anda bergerak lebih banyak—dan meningkatkan kecepatan adalah salah satu cara untuk meningkatkan intensitas latihan Anda, yang adalah penting untuk memperbaiki kesehatan kardiovaskuler, meningkatkan metabolisme dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Pusat Pencegahan dan Pengawasan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan aktivitas aerobik, seperti jalan kaki cepat, dengan intensitas sedang selama paling sedikit 150 menit per minggu, bersama dengan aktivitas penguatan otot sekurangnya dua hari dalam seminggu.

“Salah satu pertanyaan umum yang saya dapat dari masyarakat adalah, ‘Jadi, jika saya jalan kaki lebih cepat, apakah itu berarti saya akan hidup lebih lama?’ dan jawabannya Adalah: Ya, mungkin,” kata Cawthorn. Namun dia mengingatkan bahwa “jalan kaki sangat cepat” saja bukanlah tujuan akhir. Tapi, meningkatkan kecepatan jalan kaki dengan cara memperbaiki kebugaran dan menurunkan berat badan bisa mendatangkan “manfaat jangka panjang bagi kesehatan Anda.”

Guiffrida mengatakan bahwa para pasien perlu memprioritaskan latihan olahraga, seperti berjalan kaki, untuk membiasakan diri. “Sama dengan menyikat gigi dua atau tia kali sehari bisa menjaga kesehatan gigi, otot-otot kita, paru-paru dan organ tubuh lainnya perlu dirawat setiap hari,” katanya. “Memasukkan jalan kaki sebagai kegiatan rutin sehari-hari, seperti berjalan kaki jarak pendek ke tempat kerja atau menggunakan tangga bukannya lift, akan membantu membuat jalan kaki menjadi prioritas dalam kehidupan kita.”

Kanagie-McAleese, yang bekerja pada organisasi Walk With a Doc, mengatakan bahwa adalah ide yang bagus untuk fokus pada episode jalan kaki cepat dan menargetkan sekurangnya 4.000 hingga 7.000 langkah sehari. Anda bisa memecah ini sesuai keinginan Anda—misalnya, katanya, Anda bisa jalan kaki cepat selama 10 menit tiga kali sehari, selama lima kali dalam seminggu. Jalan kaki seperti ini termasuk dalam hitungan aktivitas sedang selama 150 menit yang disarankan oleh CDC.

“Jika Anda tidak yakin bagaimana cara menentukan level aktivitas sedang itu, gunakan “test bicara’—Anda seharusnya bisa melakukan aktivitas jalan kaki sambil bercakap-cakap, tapi bisa kehabisan napas jika menyanyi,’ katanya.

Menyangkut hitungan langkah harian ini, Kanagig-MsAleese mencatat bahwa adalah lebih baik jika: Anda bisa mulai melacak jumlah langkah tipikal Anda dengan menggunakan HP atau pedometer dan kemudian tentukan tujuan untuk meningkatkan hitungan langkah harian Anda sebanyak 500 hingga 1.000 langkah setiap beberapa minggu.

Bagaimana cara jalan yang berbeda bisa memengaruhi kesehatan Anda

Kata Giuffrida, “Cara berjalan yang terbaik tergantung pada usia masing-masing, kesehatan secara keseluruhan dan tujuan pribadi.” Di bawah ini adalah beberapa cara jalan kaki yang berbeda-beda yang dia rekomendasikan, dengan manfaatnya masing-masing:

Jalan kaki cepat

  • Jalan kaki cepat adalah: Jalan kaki dengan langkah cepat, biasanya 3 sampai 4 mph, di mana Anda masih bisa berbicara tapi tidak bisa menyanyi.
  • Bagaimana melakuannya: Pertahankan posisi tubuh yang baik, ayunkan tangan Anda secara alami dan usahakan melangkah dengan kecepatan yang bisa meningkatan detak jantung Anda tanpa harus kehilangan napas.
  • Manfaat: Memperbaiki kesehatan kardiovaskuler, membakar kalori, memperkuat tubuh bagian bawah dan meningkatkan level energi.

Jalan kaki interval

  • Jalan kaki interval adalah: Bergantian antara jalan cepat dan jalan kaki lambat pemulihan.
  • Bagaimana melakukannya: Jalan kaki cepat selama satu hingga tiga menit, kemudian perlambat hingga kecepatan sedang selama dua menit. Ulangi seperlunya. Jika Anda jalan di treadmill, Anda bisa juga mengikuti program yang mencakup kemiringan, seperti metode 12-3-30.
  • Manfaat: Meningkatkan daya tahan, meningkatkan metabolisme dan bisa jadi lebih efektif untuk pembakaran kalori daripada jalan kaki dengan kecepatan mantap.

Jalan kaki dengan kesadaran

  • Jalan kaki dengan kesadaran adalah: Jalan kaki lambat dan berfokus pada saat itu, termasuk napas dan lingkungan sekitar Anda.
  • Bagaimana melakukannya: Pilihlah sebuah lokasi outdoor yang sepi. Berjalanlah lambat, dengan langkah yang nyaman dan fokus pada napas Anda dan/atau sensasi dalam tubuh Anda. Jika ini bisa membantu, Anda bisa juga mendengarkan rekaman meditasi terbimbing sambil berjalan kaki.
  • Manfaat: Mengurangi stress, meningkatkan relaksasi, memperbaiki fokus dan mendukung kesehatan mental.

Hiking

  • Hiking Adalah: Jalan kaki di tempat yang tidak rata, seperti lintasan atau bukit.
  • Bagaimana melakukannya: Gunakan Sepatu yang kuat (misal sepatu bot untuk hiking, atau sepatu dengan cengkeraman dan stabilitas yang kuat) dan pertahankan kecepatan yang mantap.
  • Manfaat: Melibatkan lebih banyak bagian otot, memperbaiki keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan kekuatan dan memungkinkan Anda berhubungan dengan alam, yang bisa mengurangi level stress. 

Jalan kaki Nordik

Jalan kaki nordik

  • Jalan kaki Nordik Adalah: Olahraga jalan kaki full-body, menggunakan dua tongkat kiri kanan untuk melibatkan tubuh bagian atas.
  • Bagaimana melakukannya: Pegang tongkat dengan sudut yang miring, dan dorong dengan setiap langkah, untuk menggerakkan lengan dan bahu ketika berjalan.
  • Manfaat: Meningkatkan kesehatan jantung, memperkuat lengan, bahu dan otot inti, dan membakar lebih banyak kalori dibandingkan jalan kaki biasa. (Kaitlin Reilly)

https://health.yahoo.com/wellness/fitness/article/what-your-walking-speed-can-tell-you-about-your-health-100016806.html

Read more

0 Mengapa Anak-Anak Selalu Berlari? Normalkah Anak-Anak yang Tak Suka Berlari? Simak Penjelasan Ilmahnya.

 

Bagi orang dewasa, berlari sering kali dianggap sebagai olahraga yang melelahkan. Namun bagi anak-anak, berlari adalah "mode standar" mereka saat berpindah tempat, tidak peduli apakah mereka berada di halaman rumah atau di dalam ruang tamu.

Fenomena ini bukan sekadar tanda bahwa mereka nakal atau tidak bisa diam. Secara ilmiah, ada alasan biologis, neurologis, dan psikologis yang mendalam di balik perilaku ini. Begitu pula dengan kondisi anak yang cenderung lebih tenang atau jarang berlari.

Bagian 1: Mengapa Anak-Anak "Selalu" Berlari?

Secara ilmiah, dorongan konstan untuk berlari pada anak-anak dipicu oleh beberapa faktor utama berikut:

1. Perkembangan Sistem Saraf dan Eksplorasi Sensorik

Otak anak-anak berkembang dengan kecepatan yang luar biasa. Saat mereka berlari, sistem saraf mereka menerima stimulasi sensorik yang intens, terutama pada sistem vestibular (terletak di telinga bagian dalam, berfungsi mengatur keseimbangan dan orientasi spasial) dan sistem proprioseptif (reseptor di otot dan sendi yang memberi tahu tubuh di mana ia berada).

Berlari membantu otak memetakan kemampuan tubuh mereka di dalam ruang. Sederhananya, anak-anak berlari untuk "menguji" dan melatih sistem keseimbangan tubuh yang sedang berkembang tersebut.

2. Metabolisme Tinggi dan Produksi Energi

Anak-anak memiliki tingkat metabolisme basal yang jauh lebih tinggi daripada orang dewasa. Tubuh mereka memproduksi energi dalam jumlah besar yang harus segera disalurkan.

Penelitian menunjukkan bahwa otot anak-anak memproduksi energi secara aerobik dengan sangat efisien, membuat mereka tidak mudah lelah akibat penumpukan asam laktat jika dibandingkan dengan orang dewasa. Berlari adalah cara paling alami dan cepat bagi tubuh mereka untuk membakar kelebihan energi tersebut.

3. Dorongan Neurotransmiter (Sistem Reward Otak)

Saat bergerak aktif atau berlari, otak melepaskan zat kimia seperti dofamin (hormon kesenangan dan motivasi) serta endorfin (pereda stres alami). Bagi anak-anak, berlari memberikan kepuasan instan yang memicu perasaan bahagia yang murni. Mereka berlari karena secara kimiawi, otak mereka mendefinisikan aktivitas tersebut sebagai sesuatu yang sangat menyenangkan.

4. Ketiadaan Kendali Eksekutif yang Matang

Bagian otak yang bernama prefrontal cortex (bertanggung jawab atas kontrol diri, perencanaan jangka panjang, dan penilaian risiko) belum matang sepenuhnya sampai seseorang menginjak usia 20-an.

Orang dewasa berjalan di dalam rumah karena tahu ada risiko menabrak meja atau memecahkan vas. Anak-anak digerakkan oleh impuls langsung: jika mereka melihat ruang kosong, otak mereka langsung memerintahkan untuk mengisinya dengan kecepatan.

Bagian 2: Mengapa Ada Anak yang Tidak Biasa Berlari?

Jika berlari adalah standar perkembangan, bagaimana penjelasan ilmiah untuk anak-anak yang cenderung tenang, lambat, atau jarang berlari dibandingkan teman sebayanya?

Kondisi ini tidak selalu berarti buruk. Secara klinis dan psikologis, variasi ini terbagi menjadi beberapa kategori:

1. Perbedaan Temperamen Alami (Faktor Genetik)

Setiap anak lahir dengan temperamen bawaan. Dalam psikologi perkembangan, anak-anak dikategorikan ke dalam profil yang berbeda:

  • High-intensity/Active: Anak yang selalu bergerak.
  • Low-intensity/Quiet: Anak yang secara genetik memiliki tingkat energi dasar yang lebih rendah. Mereka lebih suka mengeksplorasi dunia lewat observasi visual, menyusun mainan, atau aktivitas motorik halus (seperti menggambar atau bermain puzzle). Ini adalah variasi kepribadian yang sepenuhnya normal.

2. Keterlambatan Motorik atau Masalah Fisik

Jika anak jarang berlari karena mereka terlihat kesulitan saat mencobanya, ada kemungkinan terjadi hambatan fisik:

  • Hipotonisitas (Hypotonia): Kondisi di mana otot memiliki tegangan (tonus) yang rendah, sehingga anak membutuhkan usaha yang jauh lebih besar hanya untuk berdiri atau berjalan, membuat mereka cepat lelah.
  • Masalah Koordinasi atau Keseimbangan: Gangguan pada telinga bagian dalam atau perkembangan otak kecil (cerebellum) dapat membuat anak merasa tidak aman saat bergerak cepat karena sensasi pusing atau takut jatuh.

3. Masalah Proses Sensorik (Sensory Processing)

Beberapa anak mengalami Sensory Avoiding (menghindari stimulasi sensorik). Bagi anak-anak ini, pergerakan yang terlalu cepat, angin yang menerpa wajah saat berlari, atau perubahan visual yang terlalu cepat saat bergerak bisa terasa sangat overwhelming (kewalahan) dan menakutkan bagi sistem saraf mereka. Akibatnya, mereka memilih bergerak dengan sangat hati-hati.

4. Kurangnya Stimulasi Lingkungan

Anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar (screen time) sejak bayi berisiko mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar. Otak mereka terbiasa mendapatkan dopamin secara pasif dari visual gadget, sehingga dorongan alami tubuh untuk bergerak aktif menjadi tumpul.

Kapan Orang Tua Harus Waspada?

Sifat tenang atau jarang berlari adalah hal yang normal selama anak mampu melakukannya saat diminta atau saat bermain. Namun, jika anak menunjukkan gejala seperti sering terjatuh di usia yang seharusnya sudah stabil (di atas 3 tahun), terlihat lemas, menghindari interaksi sosial, atau mengalami keterlambatan bicara bersamaan dengan sifat pasifnya, konsultasi dengan dokter spesialis anak atau psikolog perkembangan sangat disarankan untuk deteksi dini.


Read more
 
© Hasim's Space | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger