Headlines

Powered by Blogger.

0 Apa Arti Kecepatan Jalan Kaki bagi Kesehatan Anda?

 

Jalan kaki: Sederhana, mudah dan tentu saja layak disebut sebagai aktivitas yang menyehatkan. Aktivitas ringan ini tidak hanya mengubah kebiasaan duduk yang membosankan, tapi juga gratis—dan membantu kita mengelola sesesuatu mulai dari kesehatan kardiovaskuler hingga mood hingga resiko diabetes.

Namun meski Anda secara teratur melakukan jalan kaki ribuan langkah sehari, ada sesuatu hal penting lain yang perlu diperhatikan: Berapa cepat Anda bergerak. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa kecepatan berjalan bisa dianggap sebagai pertanda penting.

Pertanda penting, menurut Dr. Marie Therese Kanagie-McAleese, seorang dokter di Pusat Kesehatan Upper Chesapeake Universitas Maryland, “Memberi informasi tentang fungsi fisiologis dasar tubuh.” Ini Adalah tanda yang diambil dokter ketika melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan, seperti temperatur tubuh, denyut nadi, laju pernapasan dan tekanan darah. Saturasi oksigen, yang mengukur berapa banyak oksigen yang dibawa oleh darah Anda, juga termasuk, seperti halnya berat badan—meski tidak tanpa kontroversi.

Secara bersama-sama, tanda-tanda penting ini menawarkan sebuah gambaran singkat tentang kesehatan anda secara keseluruhan dan bisa membantu mengidentifikasi masalah-masalah potensial yang akan timbul—meskipun perlu dicatat bahwa hanya karena satu tanda berada di bawah target normal, itu bukan berarti ada masalah yang lebih besar secara keseluruhan. Ketika Anda menganggap kecepatan jalan kaki adalah sebuah pertanda penting, Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kesehatan Anda.

Berapa cepat biasanya orang berjalan?

Menurut sebuah penelitian tahun 2020, seberapa cepat Anda berjalan berhubungan dengan usia Anda dan jenis kelamin biologis Anda, di mana pria berjalan sedikit lebih cepat daripada wanita. Pada umumnya, orang di bawah usia 30 berjalan dengan kecepatan rata-rata 3 mil per jam. Mereka yang berusia 30 sampai 39 tahun, dan juga usia 40 sampai 49, berjalan dengan kecepatan rata-rata 2,8 mil per jam (mph). Orang yang berusia 50 sampai 59 rata-rata 2,75 mph, sedangkan mereka yang berusia 60 tahun ke atas berjalan dengan kecepatan 2,7 mph. Setelah usia 65, orang cenderung berjalan dengan kecepatan rata-rata 2,1 mph.

Mengapa kecepatan jalan kaki jadi pertanda kesehatan?

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kecepatan berjalan kaki adalah sebuah pertanda yang dapat dipercaya tentang kesehatan kita—tapi apakah yang membuat cara berjalan seseorang begitu penting? Alasan yang paling sederhana: Kemampuan berjalan dengan cepat adalah sebuah indikator bahwa Anda berada dalam kondisi tubuh yang sehat.

Menurut Dr. Anthony Giuffrida, seorang dokter spesialis intervensi tulang belakang dan manajemen rasa nyeri di Pusat Tulang Belakang Cantor di Florida, mereka yang berjalan cepat menunjukkan “kekuatan otot yang kuat, koordinasi dan fungsi neuromuskular, dan juga “fungsi jantung dan paru-paru yang efisien.”

Di lain sisi, orang yang kesulitan berjalan cepat kemungkinan mengalami kondisi kesehatan tertentu, seperti artritis, penyakit jantung, atau penyakit gangguan paru-paru kronis (COPD). 

Peggy Cawthon, Direktur saintifik di Institut Riset Pusat Kesehatan California Pacific Sutter Health yang mempelajari hubungan antara cara berjalan dan kesehatan, mengatakan pada Yahoo Life bahwa ada juga hubungan antara kemampuan kognitif seseorang dengan kecepatan berjalannya.

“Kami telah melakukan banyak percobaan pada orang tua untuk mengukur fungsi kognitif dalam banyak domain berbeda, dan kecepatan jalan kaki berhubungan kuat dengan seberapa baiknya kerja otak Anda,” kata Cawthon. “Orang yang mengalami gangguan kognitif berjalan lebih lambat dibandingkan dengan orang yang normal secara kognitif.”

Alasan mengapa ini terjadi, kata Cawthorn, adalah bahwa “Jalan kaki adalah tugas yang kompleks.” Jika Anda mengalami gangguan kognitif, adalah sulit mereka-reka bagaimana cara meletakkan satu langkah kaki di depan langkah kaki yang lain untuk berjalan dengan cepat,” katanya. Jadi jika Anda tak bisa jalan kaki dengan cepat atau secara normal, itu bisa jadi menunjukkan masalah kognitf—seperti sebuah penyakit seperti Parkinsosn’s, misalnya.

Mengapa Anda perlu berjalan lebih banyak

Kecepatan Anda berjalan kaki bisa menunjukkan kondisi kesehatan Anda, namun juga penting untuk dicacat bahwa jalan kaki—dan, khususnya, jalan kaki cepat—bisa membantu mencegah masalah kesehatan di masa yang akan datang.

Jalan kaki adalah cara mudah untuk membuat tubuh Anda bergerak lebih banyak—dan meningkatkan kecepatan adalah salah satu cara untuk meningkatkan intensitas latihan Anda, yang adalah penting untuk memperbaiki kesehatan kardiovaskuler, meningkatkan metabolisme dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Pusat Pencegahan dan Pengawasan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan aktivitas aerobik, seperti jalan kaki cepat, dengan intensitas sedang selama paling sedikit 150 menit per minggu, bersama dengan aktivitas penguatan otot sekurangnya dua hari dalam seminggu.

“Salah satu pertanyaan umum yang saya dapat dari masyarakat adalah, ‘Jadi, jika saya jalan kaki lebih cepat, apakah itu berarti saya akan hidup lebih lama?’ dan jawabannya Adalah: Ya, mungkin,” kata Cawthorn. Namun dia mengingatkan bahwa “jalan kaki sangat cepat” saja bukanlah tujuan akhir. Tapi, meningkatkan kecepatan jalan kaki dengan cara memperbaiki kebugaran dan menurunkan berat badan bisa mendatangkan “manfaat jangka panjang bagi kesehatan Anda.”

Guiffrida mengatakan bahwa para pasien perlu memprioritaskan latihan olahraga, seperti berjalan kaki, untuk membiasakan diri. “Sama dengan menyikat gigi dua atau tia kali sehari bisa menjaga kesehatan gigi, otot-otot kita, paru-paru dan organ tubuh lainnya perlu dirawat setiap hari,” katanya. “Memasukkan jalan kaki sebagai kegiatan rutin sehari-hari, seperti berjalan kaki jarak pendek ke tempat kerja atau menggunakan tangga bukannya lift, akan membantu membuat jalan kaki menjadi prioritas dalam kehidupan kita.”

Kanagie-McAleese, yang bekerja pada organisasi Walk With a Doc, mengatakan bahwa adalah ide yang bagus untuk fokus pada episode jalan kaki cepat dan menargetkan sekurangnya 4.000 hingga 7.000 langkah sehari. Anda bisa memecah ini sesuai keinginan Anda—misalnya, katanya, Anda bisa jalan kaki cepat selama 10 menit tiga kali sehari, selama lima kali dalam seminggu. Jalan kaki seperti ini termasuk dalam hitungan aktivitas sedang selama 150 menit yang disarankan oleh CDC.

“Jika Anda tidak yakin bagaimana cara menentukan level aktivitas sedang itu, gunakan “test bicara’—Anda seharusnya bisa melakukan aktivitas jalan kaki sambil bercakap-cakap, tapi bisa kehabisan napas jika menyanyi,’ katanya.

Menyangkut hitungan langkah harian ini, Kanagig-MsAleese mencatat bahwa adalah lebih baik jika: Anda bisa mulai melacak jumlah langkah tipikal Anda dengan menggunakan HP atau pedometer dan kemudian tentukan tujuan untuk meningkatkan hitungan langkah harian Anda sebanyak 500 hingga 1.000 langkah setiap beberapa minggu.

Bagaimana cara jalan yang berbeda bisa memengaruhi kesehatan Anda

Kata Giuffrida, “Cara berjalan yang terbaik tergantung pada usia masing-masing, kesehatan secara keseluruhan dan tujuan pribadi.” Di bawah ini adalah beberapa cara jalan kaki yang berbeda-beda yang dia rekomendasikan, dengan manfaatnya masing-masing:

Jalan kaki cepat

  • Jalan kaki cepat adalah: Jalan kaki dengan langkah cepat, biasanya 3 sampai 4 mph, di mana Anda masih bisa berbicara tapi tidak bisa menyanyi.
  • Bagaimana melakuannya: Pertahankan posisi tubuh yang baik, ayunkan tangan Anda secara alami dan usahakan melangkah dengan kecepatan yang bisa meningkatan detak jantung Anda tanpa harus kehilangan napas.
  • Manfaat: Memperbaiki kesehatan kardiovaskuler, membakar kalori, memperkuat tubuh bagian bawah dan meningkatkan level energi.

Jalan kaki interval

  • Jalan kaki interval adalah: Bergantian antara jalan cepat dan jalan kaki lambat pemulihan.
  • Bagaimana melakukannya: Jalan kaki cepat selama satu hingga tiga menit, kemudian perlambat hingga kecepatan sedang selama dua menit. Ulangi seperlunya. Jika Anda jalan di treadmill, Anda bisa juga mengikuti program yang mencakup kemiringan, seperti metode 12-3-30.
  • Manfaat: Meningkatkan daya tahan, meningkatkan metabolisme dan bisa jadi lebih efektif untuk pembakaran kalori daripada jalan kaki dengan kecepatan mantap.

Jalan kaki dengan kesadaran

  • Jalan kaki dengan kesadaran adalah: Jalan kaki lambat dan berfokus pada saat itu, termasuk napas dan lingkungan sekitar Anda.
  • Bagaimana melakukannya: Pilihlah sebuah lokasi outdoor yang sepi. Berjalanlah lambat, dengan langkah yang nyaman dan fokus pada napas Anda dan/atau sensasi dalam tubuh Anda. Jika ini bisa membantu, Anda bisa juga mendengarkan rekaman meditasi terbimbing sambil berjalan kaki.
  • Manfaat: Mengurangi stress, meningkatkan relaksasi, memperbaiki fokus dan mendukung kesehatan mental.

Hiking

  • Hiking Adalah: Jalan kaki di tempat yang tidak rata, seperti lintasan atau bukit.
  • Bagaimana melakukannya: Gunakan Sepatu yang kuat (misal sepatu bot untuk hiking, atau sepatu dengan cengkeraman dan stabilitas yang kuat) dan pertahankan kecepatan yang mantap.
  • Manfaat: Melibatkan lebih banyak bagian otot, memperbaiki keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan kekuatan dan memungkinkan Anda berhubungan dengan alam, yang bisa mengurangi level stress. 

Jalan kaki Nordik

Jalan kaki nordik

  • Jalan kaki Nordik Adalah: Olahraga jalan kaki full-body, menggunakan dua tongkat kiri kanan untuk melibatkan tubuh bagian atas.
  • Bagaimana melakukannya: Pegang tongkat dengan sudut yang miring, dan dorong dengan setiap langkah, untuk menggerakkan lengan dan bahu ketika berjalan.
  • Manfaat: Meningkatkan kesehatan jantung, memperkuat lengan, bahu dan otot inti, dan membakar lebih banyak kalori dibandingkan jalan kaki biasa. (Kaitlin Reilly)

https://health.yahoo.com/wellness/fitness/article/what-your-walking-speed-can-tell-you-about-your-health-100016806.html

Read more

0 Mengapa Anak-Anak Selalu Berlari? Normalkah Anak-Anak yang Tak Suka Berlari? Simak Penjelasan Ilmahnya.

 

Bagi orang dewasa, berlari sering kali dianggap sebagai olahraga yang melelahkan. Namun bagi anak-anak, berlari adalah "mode standar" mereka saat berpindah tempat, tidak peduli apakah mereka berada di halaman rumah atau di dalam ruang tamu.

Fenomena ini bukan sekadar tanda bahwa mereka nakal atau tidak bisa diam. Secara ilmiah, ada alasan biologis, neurologis, dan psikologis yang mendalam di balik perilaku ini. Begitu pula dengan kondisi anak yang cenderung lebih tenang atau jarang berlari.

Bagian 1: Mengapa Anak-Anak "Selalu" Berlari?

Secara ilmiah, dorongan konstan untuk berlari pada anak-anak dipicu oleh beberapa faktor utama berikut:

1. Perkembangan Sistem Saraf dan Eksplorasi Sensorik

Otak anak-anak berkembang dengan kecepatan yang luar biasa. Saat mereka berlari, sistem saraf mereka menerima stimulasi sensorik yang intens, terutama pada sistem vestibular (terletak di telinga bagian dalam, berfungsi mengatur keseimbangan dan orientasi spasial) dan sistem proprioseptif (reseptor di otot dan sendi yang memberi tahu tubuh di mana ia berada).

Berlari membantu otak memetakan kemampuan tubuh mereka di dalam ruang. Sederhananya, anak-anak berlari untuk "menguji" dan melatih sistem keseimbangan tubuh yang sedang berkembang tersebut.

2. Metabolisme Tinggi dan Produksi Energi

Anak-anak memiliki tingkat metabolisme basal yang jauh lebih tinggi daripada orang dewasa. Tubuh mereka memproduksi energi dalam jumlah besar yang harus segera disalurkan.

Penelitian menunjukkan bahwa otot anak-anak memproduksi energi secara aerobik dengan sangat efisien, membuat mereka tidak mudah lelah akibat penumpukan asam laktat jika dibandingkan dengan orang dewasa. Berlari adalah cara paling alami dan cepat bagi tubuh mereka untuk membakar kelebihan energi tersebut.

3. Dorongan Neurotransmiter (Sistem Reward Otak)

Saat bergerak aktif atau berlari, otak melepaskan zat kimia seperti dofamin (hormon kesenangan dan motivasi) serta endorfin (pereda stres alami). Bagi anak-anak, berlari memberikan kepuasan instan yang memicu perasaan bahagia yang murni. Mereka berlari karena secara kimiawi, otak mereka mendefinisikan aktivitas tersebut sebagai sesuatu yang sangat menyenangkan.

4. Ketiadaan Kendali Eksekutif yang Matang

Bagian otak yang bernama prefrontal cortex (bertanggung jawab atas kontrol diri, perencanaan jangka panjang, dan penilaian risiko) belum matang sepenuhnya sampai seseorang menginjak usia 20-an.

Orang dewasa berjalan di dalam rumah karena tahu ada risiko menabrak meja atau memecahkan vas. Anak-anak digerakkan oleh impuls langsung: jika mereka melihat ruang kosong, otak mereka langsung memerintahkan untuk mengisinya dengan kecepatan.

Bagian 2: Mengapa Ada Anak yang Tidak Biasa Berlari?

Jika berlari adalah standar perkembangan, bagaimana penjelasan ilmiah untuk anak-anak yang cenderung tenang, lambat, atau jarang berlari dibandingkan teman sebayanya?

Kondisi ini tidak selalu berarti buruk. Secara klinis dan psikologis, variasi ini terbagi menjadi beberapa kategori:

1. Perbedaan Temperamen Alami (Faktor Genetik)

Setiap anak lahir dengan temperamen bawaan. Dalam psikologi perkembangan, anak-anak dikategorikan ke dalam profil yang berbeda:

  • High-intensity/Active: Anak yang selalu bergerak.
  • Low-intensity/Quiet: Anak yang secara genetik memiliki tingkat energi dasar yang lebih rendah. Mereka lebih suka mengeksplorasi dunia lewat observasi visual, menyusun mainan, atau aktivitas motorik halus (seperti menggambar atau bermain puzzle). Ini adalah variasi kepribadian yang sepenuhnya normal.

2. Keterlambatan Motorik atau Masalah Fisik

Jika anak jarang berlari karena mereka terlihat kesulitan saat mencobanya, ada kemungkinan terjadi hambatan fisik:

  • Hipotonisitas (Hypotonia): Kondisi di mana otot memiliki tegangan (tonus) yang rendah, sehingga anak membutuhkan usaha yang jauh lebih besar hanya untuk berdiri atau berjalan, membuat mereka cepat lelah.
  • Masalah Koordinasi atau Keseimbangan: Gangguan pada telinga bagian dalam atau perkembangan otak kecil (cerebellum) dapat membuat anak merasa tidak aman saat bergerak cepat karena sensasi pusing atau takut jatuh.

3. Masalah Proses Sensorik (Sensory Processing)

Beberapa anak mengalami Sensory Avoiding (menghindari stimulasi sensorik). Bagi anak-anak ini, pergerakan yang terlalu cepat, angin yang menerpa wajah saat berlari, atau perubahan visual yang terlalu cepat saat bergerak bisa terasa sangat overwhelming (kewalahan) dan menakutkan bagi sistem saraf mereka. Akibatnya, mereka memilih bergerak dengan sangat hati-hati.

4. Kurangnya Stimulasi Lingkungan

Anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar (screen time) sejak bayi berisiko mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar. Otak mereka terbiasa mendapatkan dopamin secara pasif dari visual gadget, sehingga dorongan alami tubuh untuk bergerak aktif menjadi tumpul.

Kapan Orang Tua Harus Waspada?

Sifat tenang atau jarang berlari adalah hal yang normal selama anak mampu melakukannya saat diminta atau saat bermain. Namun, jika anak menunjukkan gejala seperti sering terjatuh di usia yang seharusnya sudah stabil (di atas 3 tahun), terlihat lemas, menghindari interaksi sosial, atau mengalami keterlambatan bicara bersamaan dengan sifat pasifnya, konsultasi dengan dokter spesialis anak atau psikolog perkembangan sangat disarankan untuk deteksi dini.


Read more

0 Salah Kaprah Rumah Duka dan Pemakanan Keluarga

 Kalau Anda hidup di kampung atau di kota kecil, mungkin Anda sering mendengar pengumuman tentang kematian seseorang mengumandang dari masjid. Dalam pengumuman seperti itu biasanya disebutkan bahwa “jenazah disemayamkan di rumah duka di ….” (menyebut nama kampung) padahal yang dimaksud adalah rumah keluarga almarhum. Selain itu juga disebutkan bahwa “jenazah akan dikebumikan di pemakaman keluarga di ….” (menyebut nama Lokasi pemakaman) padahal yang dimaksud Adalah pemakaman umum.

Penggunaan istilah "rumah duka" dan "pemakaman keluarga" dalam pengumuman kematian sering kali mengalami pergeseran makna antara bahasa formal dan kebiasaan masyarakat setempat.

Memahami Definisi Rumah Duka

Secara terminologi formal, rumah duka adalah fasilitas komersial atau publik yang dikelola secara profesional untuk merawat jenazah sebelum dimakamkan.

  • Fungsi Utama: Menyediakan ruang persemayaman, tempat pemandian jenazah, peti mati, hingga transportasi ambulans. Biasanya digunakan oleh masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan rumah pribadi.
  • Pergeseran di Kampung: Dalam pengumuman di masjid, penyebutan "rumah duka" sebenarnya merujuk pada kediaman pribadi keluarga almarhum.

Memahami Definisi Pemakaman Keluarga

Pemakaman keluarga secara harfiah merujuk pada tanah milik pribadi (privat) yang dikhususkan hanya untuk anggota keluarga atau silsilah keturunan tertentu.

  • Ciri Khas: Lokasinya bisa berada di halaman belakang rumah (lazim di beberapa daerah di Indonesia) atau di lahan perkebunan milik keluarga. Kepemilikannya tidak terbuka untuk masyarakat umum.
  • Pergeseran di Kampung: Ketika pengumuman menyebut "pemakaman keluarga", sering kali yang dimaksud adalah Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di wilayah tersebut.

Mengapa Salah Kaprah Ini Terjadi?

Fenomena penggunaan istilah ini biasanya dipicu oleh beberapa faktor sosial:

Istilah yang Digunakan

Maksud Sebenarnya

Alasan Penggunaan

Rumah Duka

Rumah Tinggal Pribadi

Memberikan kesan formalitas dan penghormatan pada acara duka.

Pemakaman Keluarga

Pemakaman Umum (TPU)

Menunjukkan kedekatan identitas bahwa almarhum dimakamkan di lingkungan asalnya.

Disemayamkan

Diletakkan/Disolatkan

Istilah "semayam" dianggap lebih halus daripada sekadar mengatakan "ditaruh" atau "ada di".

Kesimpulan

Ketidaktepatan penggunaan istilah ini sebenarnya adalah bentuk eufemisme (penghalusan bahasa). Di kota besar, rumah duka dan pemakaman keluarga adalah entitas bisnis atau privat yang sangat eksklusif. Namun, di kampung atau kota kecil, istilah tersebut menjadi simbol kebersamaan; bahwa setiap tetangga adalah keluarga, dan setiap rumah yang berduka adalah pusat perhatian seluruh warga.

Meskipun secara teknis kurang tepat, penggunaan istilah ini sudah menjadi bagian dari etika berkomunikasi (pragmatik) yang diterima luas oleh masyarakat kita.

 

Read more

0 Kesehatan Gigi Anak-Anak Memengaruhi Kesehatan Mental Mereka, Menurut Dokter Gigi

 

Credit: Getty Images
Memastikan anak-anak Anda menyikat gigi adalah penting bukan hanya untuk mencegah gigi berlubang.

Apakah itu tentang kebanyakan main sosial media di Internet, malas bangun sebelum pukul 10 pagi di akhir pekan, dan suka melewatkan sarapan, para orang tua sekarang terus menerus diingatkan bahwa kebiasaan tak sehat anak-anak mereka itu berakibat pada kesehatan mereka secara keseluruhan. Namun menurut sebuah penelitian terbaru, masih ada lagi kebiasaan sehari-hari penting yang berpotensi menimbulkan kerusakan pada kesehatan fisik maupun kesehatan mental anak-anak—dan anak-anak bisa jadi melewatkan ini jika tidak diingatkan: merawat gigi mereka sendiri.

Polling kesehatan anak-anak yang dilakukan oleh RS Anak-anak C.S. Mott Children’s mengungkap bahwa lebih dari sepertiga anak-anak menderita masalah kesehatan gigi. Lebih dari itu, para orang tua yang berpartisipasi dalam polling tersebut melaporkan lebih banyak kasus kesehatan gigi pada anak-anak yang melakukan pembersihan mulut kurang dari dua kali sehari, seperti menyikat gigi atau membersihkan gigi dengan benang gigi. Sekarang ini, para ahli turut urun rembuk membahas mengapa para orang tua perlu lebih aktif mengawasi kesehatan mulut anak-anak mereka.

Masalah Kesehatan Mulut yang Paling Banyak Menimpa Anak-Anak

Untuk melakukan penelitian ini, para peneliti telah melakukan polling terhadap 1.801 orang tua dari anak-anak yang berusia antara 4-17 tahun tentang kesehatan mulut mereka dan kebiasaan mereka. Secara khusus, para peneliti meminta para orang tua untuk menilai masalah kesehatan gigi anak-anak mereka, dan juga berapa sering anak-anak mereka melakukan praktik-praktik kebersihan mulut di “semua atau kebanyakan” hari dalam seminggu. Setelah mengamati data yang didapat, di bawah ini adalah hasil temuan para peneliti:

  • 1 dari 3 anak menderita masalah kesehatan gigi. Lebih dari 36% orang tua melaporkan bahwa anak mereka telah mengalami masalah gigi yang berhubungan dengan kebiasaan rutin mereka menjaga kebersihan mulut mereka dalam dua tahun terkahir, termasuk lubang gigi dan gigi rusak (29%), gigi berubah warna atau bernoda (7%), sakit gigi dan/atau gigi sensitif (6%), dan masalah gusi (3%).
  • Anak-anak kurang perhatian jika menyangkut masalah perawatan kesehatan mulut. Hanya 3 dari 5 orang tua mengatakan bahwa anak mereka menyikat gigi secara teratur dua kali sehari. Para orang tua juga melaporkan lebih sedikit anak laki-laki yang menyikat dan membersihkan gigi mereka dengan benang gigi dibandingkan dengan anak perempuan.
  • Kesehatan mulut yang buruk mengakibatkan lebih banyak masalah gigi. Di antara para orang tua yang memiliki anak-anak yang hanya secara rutin membersihkan mulut mereka 0-1 kali sehari, 44% melaporkan adanya masalah gigi, dibandingkan dengan hanya 31% pada orang tua yang melaporkan bahwa anak-anak mereka melakukan itu sebanyak 2-3 kali sehari.
  • Bau mulut sering kali diabaikan. Lebih dari sepertiga orang tua memperhatikan bahwa anak-anak mereka mengalami bau mulut yang ditemukan lebih umum terjadi pada anak-anak yang melakukan praktik membersihkan mulut 0- kali sehari di setiap hari atau di kebanyakan hari dalam seminggu. Namun kebanyakan orang tua menyebut itu sebagai “napas pagi,” hanya 47% yang mengatakan itu sebagai akibat dari kurangnya menyikat gigi atau membersihkan gigi denagn benang gigi.

Bagaimana kesehatan mulut memengaruhi kesehatan secara keseluruhan

Ketika kesehatan mulut diabaikan, maka akan muncul masalah kesehatan yang lain. Ini merupakan masalah yang paling umum yang terpaksa menyeret anak-anak ke dokter gigi, kata Kami Hoss, DDS, dokter gigi dan pendiri Supermouth, sebuah sistem kesehatan mulut untuk anak-anak dan dewasa.

“Gigi berlubang (Cavities) adalah nomer satu, diikuti oleh gingivitis, erosi enamel, dan apa yang saya sebut sebagai ketidakseimbangan mikrobioma, yang timbul dalam bentuk bau mulut kronis, karies berlubang (cavities recurrent) yang timbul pada anak-anak yang meskipun menyikat gigi, dan penyakit gusi dini,” kata Dr. Hoss.

Bahkan yang lebih mengkhawatirkan adalah efek kesehatan mental akibat kesehatan mulut yang buruk—meski hal ini memakan waktu lebih lama untuk diketahui.

Bagaigama kesehatan mulut berhubungan dengan kesehatan mental

Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Orthodontis Amerika menemukan bahwa gigi adalah fitur nomer satu yang menjadi target bullying pada anak-anak usia sekolah. Anak-anak yang dibulli karena senyuman mereka dilaporkan memiliki rasa percaya diri yang lebih rendah dan tidak menyukai sekolah, dan bullying secara keseluruhan telah terbukti menimbulkan isolasi sosial dan depresi pada anak-anak semua jenjang usia.

Rasa sakit yang berhubungan dengan masalah gigi juga bisa memicu timbulnya masalah sosial emosional pada anakanak.

Anak-anak yang giginya berlubang dan tak terawat bisa jadi mengalami sedikit rasa sakit setiap hari,” kata Dr. Hoss. “Mereka tidak bisa berkonsentrasi. Mereka mudah tersinggung. Saya telah melihat anak-anak yang salah diagnosis sebagai mengalami gangguan behavioral padahal masalah yang sebenarnya adalah rasa sakit  di gigi yang tak bisa diatasi.

Hubungan antara kesehatan mental dan kesehatan mulut bisa berjalan dua arah.

Mengapa Kesehatan Mulut yang Buruk Kini Jadi Lebih Berbahaya bagi Anak-Anak

Ketika menyangkut pemahaman orang dewasa tentang kesehatan mulut, Dr. Hoss secara nyata melihat adanya pergeseran positif dalam dekade terakhir ini. “Para orang tua kini menjadi lebih pintar,” katanya. “Mereka menanyakan tentang kandungan [produk], tentang mikrobioma, tentang bagaimana mulut berhubungan dengan bagian-bagian tubuh lainnya.”

Namun anak-anak zaman sekarang menghadapi tantangan baru. Lebih banyak makanan olahan, makanan snack konstan, dan minuman-minuman mengandung asam (mulai dari soda hingga minuman berenergi) semuanya bisa berkontribusi dalam meningkatkan resiko timbulnya gigi berlubang dan kerusakan enamel gigi. Sementara dunia kita kini yang digerakkan secara online hanyalah memperburuk potensi efek kesehatan mental negatif dari masalah gigi—termasuk adanya ketidaknyamanan dan kecenderungan memiliki ekspektasi negatif akan tampilan mereka sendiri.

“Sosial media membuat anak-anak menjadi sangat tersadar akan penampilan mereka sejak usia dini,” kata Dr. Hoss. “Saya memiliki pasien seusia 8 tahun yang bertanya tentang pemutih gigi.

Sosial media memiliki pengaruh yang begitu kuat tentang bagaimana anak-anak mempersepsikan diri mereka sendiri dan membentuk ide-ide tentang bagaimana mereka seharusnya terlihat yang oleh Dr. Hoss disebut sebagai “kecemasan senyum” pada tahap yang mengkhawatirkan.

“Anak-anak yang memiliki kesehatan mulut yang sempurna menanyakan pada saya apakah ada yang “tidak beres” dengan gigi mereka karena gigi mereka tidak cocok dengan imej-imej terfilter yang mereka temukan di media sosial,” katanya. “Itu adalah masalah kesehatan mental yang menggunakan gigi sebagai topengnya, dan kini masalah seperti ini menjadi semakin banyak.

Bagaimana orang Tua Bisa Membantu

Di bawah ini, Dr. Hoss menawarkan tip-tip keren untuk mendapatkan kesehatan mulut bagi anak-anak Anda.

“Ketika Anda berinvestasi untuk kesehatan mulut anak-anak Anda sekarang, itu berarti Anda sedang berinvestasi dalam setiap dimensi masa depan mereka,” kata Dr. Hoss. “Ini benar-benar merupakan sesuatu yang besar pengaruhnya yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk anak-anak mereka.

Mulai sejak dini

Dr. Hoss merekomendasikan agar para orang tua mengikuti aturan sederhana 1-4-7 jika menyangkut masalah kesehatan mulut: Buat jadwal kunjungan ke dokter gigi untuk anak-anak Anda mulai usia 1 tahun, lakukan evaluasi ortodontik pada usia 4 tahun untuk mengetahui pertumbuhan rahang, saluran udara, dan napas, dan lakukan evaluasi ortodontik komprehensif ketika usia anak Anda mencapai 7 tahun.

“Ini berdasarkan jendela perkembangan kritis di mana intervensi dini bisa mencegah timbulnya masalah yang lebih besar di masa yang akan datang,” katanya.

Berpikir rutin, bukan hanya produk tunggal

“Anak Anda butuh pendekatan kesehatan mulut terkoordinir yang disesuaikan dengan perkembangan usia mereka,” kata Dr. Hoss. “Setiap satuan dari produk di bawah ini harus bekerja secara bersama-sama untuk mendukung mikrobioma mulut, bukan malah merusaknya.”

Di bawah ini Adalah produk-produk yang dia rekomendasikan tersedia di dalam kamar mandi:

  • Alkaline, pasta gigi prebiotik dengan nano-hydroxyapatite dan vitamin D3 dan K2
  • Benang gigi PTFE-free floss
  • Sikat gigi ultra-lembut
  • Pembersih lidah
  • Setelah usia 6 tahun, bersihkan mulut dengan obat kumur yang tidak mengandung alkohol, pewarna buatan, dan pH alkaline

Beri contoh kebiasaan menjaga kesehatan mulut yang terbaik

“Penelitian menunjukkan anak-anak yang orang tuanya memprioritaskan kesehatan diri mereka sendiri lima kali lebih besar kemungkinannya akan menjadi pengunjung dokter gigi,” kata Dr. Hoss. “Dan hati-hati dengan tanda peringatan diam-diam ini: bernapas dengan mulut, bau mulut kronis, mendengkur, gigi menggeretak, atau enggan tersenyum.” (Liz Regalia)

Read the original article on Parents

https://www.yahoo.com/health/your-body/oral-health/articles/kids-oral-health-linked-mental-210000749.html

Read more

0 Hati-Hati Mencuci Steam Sepeda Motor dalam Keadaan Mesin Panas

 


Mencuci sepeda motor di layanan cuci steam praktis disukai banyak orang. Hanya dengan membayar Rp.15.000 pemilik sepeda motor akan menerima sepeda motornya bersih dan kinclong tanpa harus bersusah payah. Tapi, hati-hati, ada yang perlu Anda ingat sebelum membawa sepeda motor Anda ke tempat cuci steam sepeda motor, terutama jika tempat itu jauh atau memakan waktu lama untuk mencapainya.

Mencuci sepeda motor dengan steam (air bertekanan tinggi + panas) saat mesin masih panas berkaitan langsung dengan fisika material dan keamanan komponen. Kalau dipaksakan, ada beberapa efek sebab–akibat yang cukup serius.

1. Perubahan suhu mendadak (thermal shock)

Ketika mesin panas (bisa >80–100°C) langsung disemprot air (apalagi air dingin/steam), terjadi perubahan suhu ekstrem secara tiba-tiba.

👉 Akibatnya:

  • Logam seperti blok mesin dan knalpot bisa memuai lalu menyusut mendadak
  • Berisiko retak halus (microcrack) pada permukaan logam
  • Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kebocoran atau kerusakan struktur mesin

2. Risiko korsleting pada sistem kelistrikan

Motor modern punya banyak komponen listrik (ECU, sensor, kabel).

👉 Saat panas:

  • Karet pelindung kabel dan seal lebih lunak/mengembang
  • Air lebih mudah masuk ke celah

👉 Akibatnya:

  • Korsleting listrik
  • Sensor error
  • Motor bisa mogok tiba-tiba atau sulit dinyalakan

3. Kerusakan pada seal dan karet

Seal (oli, radiator, dll.) dirancang bekerja stabil pada suhu tertentu.

👉 Jika disiram saat panas:

  • Terjadi perubahan tekanan dan suhu mendadak
  • Seal bisa:
    • Getas
    • Retak
    • Tidak rapat lagi

👉 Akibat:

  • Kebocoran oli
  • Kebocoran cairan pendingin

4. Knalpot dan bagian luar bisa rusak

Knalpot adalah bagian yang sangat panas.

👉 Saat kena air:

  • Bisa muncul noda belang permanen
  • Lapisan krom bisa rusak atau mengelupas
  • Dalam kasus ekstrem: melengkung atau retak

5. Pelumas cepat hilang dari bagian tertentu

Air bertekanan tinggi saat mesin panas bisa:

  • Menghilangkan pelumas di rantai atau bearing lebih cepat

👉 Akibat:

  • Gesekan meningkat
  • Komponen lebih cepat aus

6. Risiko keselamatan (uap panas)

Kalau mesin panas kena air:

  • Air bisa langsung menguap jadi uap panas

👉 Akibat:

  • Bisa melukai kulit (melepuh)
  • Berbahaya bagi orang yang mencuci

Kesimpulan sederhana

Mesin harus dingin karena:

  • Menghindari kerusakan material (retak, deformasi)
  • Mencegah korsleting listrik
  • Menjaga keawetan seal dan komponen
  • Menghindari bahaya bagi pengguna

Saran praktis

  • Tunggu minimal 15–30 menit setelah mesin mati
  • Pastikan mesin sudah hangat ke dingin (tidak panas disentuh) sebelum dicuci

Berikut bagian-bagian sepeda motor yang sebaiknya tidak disemprot langsung dengan tekanan tinggi (atau minimal sangat hati-hati):

1. Area kelistrikan & elektronik

Contoh:

  • ECU (otak motor)
  • Soket kabel
  • Aki (baterai)
  • Fuse box

👉 Kenapa harus dihindari:

  • Air bertekanan bisa menembus celah kecil
  • Masuk ke konektor → korsleting atau karat

👉 Akibat:

  • Motor susah hidup
  • Indikator error muncul
  • Komponen elektronik rusak (mahal)

2. Kunci kontak & panel speedometer

👉 Kenapa:

  • Tidak sepenuhnya kedap air bertekanan tinggi

👉 Akibat:

  • Air masuk → karat di dalam
  • Speedometer bisa berembun atau mati

3. Bearing (laher) roda & komstir

Lokasi:

  • Tengah roda
  • Leher setang (komstir)

👉 Kenapa:

  • Air tekanan tinggi bisa mengusir grease (pelumas) di dalam

👉 Akibat:

  • Bearing jadi kering
  • Timbul bunyi “ngik-ngik”
  • Cepat aus dan rusak

4. Rantai (chain) motor

👉 Banyak orang salah di sini.

👉 Kenapa:

  • Tekanan tinggi bisa menghilangkan pelumas rantai
  • Bahkan bisa merusak o-ring (pada rantai tipe tertentu)

👉 Akibat:

  • Rantai cepat kering, berisik, dan aus
  • Umur rantai lebih pendek

👉 Solusi:

  • Cuci biasa saja, lalu lumasi ulang setelah kering

5. Filter udara (air filter box)

👉 Kenapa:

  • Jika air masuk, filter bisa basah

👉 Akibat:

  • Pembakaran terganggu
  • Motor jadi brebet atau mati

6. Knalpot (lubang ujung)

👉 Kenapa:

  • Air bisa masuk ke dalam sistem knalpot

👉 Akibat:

  • Muncul karat dari dalam
  • Suara berubah atau performa terganggu

7. Seal suspensi (shock depan)

👉 Kenapa:

  • Tekanan tinggi bisa merusak seal

👉 Akibat:

  • Oli shock bocor
  • Suspensi jadi tidak nyaman

8. Body stiker & cat tertentu

👉 Kenapa:

  • Tekanan tinggi terlalu dekat bisa mengelupas stiker atau clear coat

👉 Akibat:

  • Tampilan motor cepat jelek

✔️ Cara aman mencuci motor dengan steam

  • Jaga jarak semprotan ± 30–50 cm
  • Hindari fokus di satu titik terlalu lama
  • Gunakan tekanan sedang, bukan maksimal
  • Setelah cuci:
    • Keringkan
    • Lumasi rantai
    • Nyalakan mesin sebentar (biar sisa air menguap)

Intinya

Steam itu efektif, tapi kalau salah arah:
👉 bukan membersihkan—malah mempercepat kerusakan komponen


Read more
 
© Hasim's Space | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger