Headlines

Powered by Blogger.

0 Saintis Berhasil Menemukan Sumber Sinyal Radio Misterius setelah 20 Tahun Pencarian Sebuah Bintang Vampire dan Korbannya:

 

Ilustrasi sebuah lingkaran besar berwarna oranye di kiri atas. Ada sebuah lingkaran ungu berukuran kecil di kanan bawah. Kedua lingkaran itu dihubungkan oleh sebuah pita biru berwarna terang

Pertemuan medan magnetik dari sebuah bintang putih mini (white dwarf star) dan sebuah bintang kecil merah (red dwarf star) di dekatnya adalah sumber sinyal-sinyal dari ruang angkasa yang masih terus menjadi teka-teki selama lebih dari 20 tahun, menurut temuan para ahli astronom radio Australia.

Sinyal-sinyal tersebut, atau transien radio (radio transient) jangka panjang, adalah sekelas emisi radio selestial yang ditemukan pada tahun 2005. Kebanyakan benda-benda yang menghasilkan radio mengeluarkan ledakan yang berlangsung selama beberapa detik atau kurang, namun transien radiso jangka panjang, ada sekitar selusin yang dikenal, menghasilkan gelombang-gelombang radio dalam pancaran yang berlangsung selama beberapa menit hingga lebih dari satu jam.

Berbagai spekulasi telah berfokus pada getaran-getaran magnetik tinggi yang disebut magnetars sebagai asal usul dari pancaran gelombang radio ini, namun kini, sebuah peneitian baru yang dupimpin oleh Kevi Rose dari University of Sydney, dengan menggunakan teleskop milik Peneusur SKA Australia (ASKAP), telah menunjukkan bahwa sistem biner simbiosis (symbiotic binaries) adalah penyebab timbulnya paling sedikit beberapa transien radio jangka panjang.

Biner simbiosis adalah benda berbentuk padat—biasanya kecil berwarna putih, yang merupakan sisa inti dari sebuah bintang yang menyerupai matahari—yang mencuri materi dari sebuah bintang pendamping yang dekat. Skenario ini sering kali menyebabkan timbulnya ledakan nova ketika terlalu banyak materi terakumulasi di atas permukaan dari bintang kecil berwarna putih tersebut.

“Transien radio jangka panjang telah menjadi teka-teki bagi para ahli astonomi selama bertahun-tahun,” kata Rose, yang merupakan seorang mahasiswa pascasarjana, dalam sebuah pernyataannya. “Sekarang kita telah mampu menunjukkan bahwa sumber dari salah satu transien-transien ini berasal dari sebuah bintang kecil berwarna putih yang secara aktif menarik material dari sebuah bintang sahabat.”

Sistem yang dimaksud di sini telah dimasukkan dalam katalog sebagai ASKAP JI745-5051, dan menggambarkan sebuah bintang kecil warna putih yang berukuran diameter sama dengan bumi namun memiliki massa yang serupa dengan massa matahari, yang mengumpulkan materi dari bintang kecil berwarna merah berukuran sepersepuluh ukuran massa matahari.

Apa yang membuat ASKAP JI745-5051 berbeda adalah bahwa dia tidak hanya memproduksi pancaran gelombang radio jangka panjang, tapi dia juga menghasilkan pancaran sinar-X.

“Emisi-emisi ini semuanya berkaitan dengan gerakaan orbital dari sistem tersebut,” kata Rose,” “Namun, yang menarik, sinyal-sinyal radio dan sinar-X yang dihasilkannya tidak memuncak pada waktu yang sama, yang memberi tahu kita bahwa sinyal-sinyal radio dan sinar-X tersebut tersebut diproduksi di wilayah-wilayah berbeda dari sistem tersebut.”

Sinar-X tersebut dihasilkan ketika materi memutar dalam formasi spiral dari bintang kecil berwarna merah ke bintang kecil berwarna putih. Ketika bintang kecil berwarna merah ini berada lebih dekat dengan si bintang putih, gravitasi membuatnya melonjak ke atas, friksi yang ditimbulkannya kemudian membuat temperatur melonjak hingga mencapai ratusan ribu, atau bahkan jutaan derajat, yang cukup panas untuk menghasilkan sinar-X. tempat tepatnya di mana bintang tersebut melonjak ke atas tergantung pada posisi relatif dari si bintang putih dan si bintang merah.

Asal mula gelombang radio adalah lebih kompleks. Baik Bintang kecil putih maupun Bintang kecil merah memiliki medan magnit intrinsik mereka sendiri. Mereka mengorbit di satu sama lain, yang hanya memakan waktu 14 jam sekali putar. Orbitnya tidak melingkar melainkan berbentuk sangat eliptik, yang berarti pada satu waktu tertentu kedua objek ini lebih berdekatan satu sama lain dibandingkan pada waktu yang lain. Ketika mereka berdekatan, medan magnet keduanya berbenturan, melepas partikel-partikel bermuatan (charged particles) dari masing-masing permukaan mereka. Partikel bermuatan ini kemudian memutari garis-garis medan magnet dan melepas sebentuk gelombang radio aktif yang dikenal sebagai radiasi sinkroton (synchroton radiation). Pancaran gelombang radio tersebut berlangsung selama durasi ketika medan-medan magnet saling kontak, setiap 1,4 jam sekali.

Meski fenomena ini bisa menjelaskan ASKAP J1745-5051, tapi tidak dengan serta merta menjelaskan semua transien-transien radio periode jangka panjang. Sebagai contoh, hanya satu di antara transien-transien radio tersebut yang telah terbukti memproduksi sinar-X. dengan demikian adalah mungkin bahwa transien radio jangka panjang yang lain memiliki asal muasal berbeda. Akan tetapi, Rose berharap bahwa riset terbaru ini akan bisa membantu membedakan antara tipe-tipe radio transien yang berbeda.

“Sistem ini memberi kita sebuah cara untuk membaca sinyal-sinyal tersebut,” katanya. “Ini bisa membantu kita menentukan apakah transien-transien jangka panjang lainnya lebih menyerupai pulsar atau menyerupai sistem bintang kecil putih, yang bertingkah laku seperti sebuah bintang Rosetta Stone. (Keith Cooper)

Temuan ini diterbitkan pada tanggal 1 Juni 2026 dalam jurnal Nature Astronomy.

https://www.yahoo.com/news/science/articles/scientists-locate-source-mysterious-radio-210000586.html

Read more

0 Cara Mengatasi Komputer yang Lemot

 

Laptop Acer Aspire 5 dengan Intel Core i3 dan RAM 8 GB sebenarnya sudah cukup mumpuni untuk kebutuhan harian seperti browsing, mengetik, dan menonton video. Namun, seiring berjalannya waktu, penumpukan data dan beban sistem memang bisa membuatnya terasa lemot.

Berikut adalah beberapa langkah efektif untuk mengembalikan performa laptop Anda, mulai dari yang paling mudah:

1. Bersihkan File Sampah (Temporary Files)

Setiap aktivitas di laptop meninggalkan file sementara yang jika dibiarkan akan menumpuk dan membebani sistem.

  • Tekan tombol Windows + R di keyboard, ketik %temp%, lalu tekan Enter.
  • Hapus semua file dan folder yang ada di dalamnya (jika ada yang tidak bisa dihapus, pilih Skip).
  • Lakukan hal yang sama untuk perintah temp dan prefetch melalui menu Windows + R.
  • Kosongkan Recycle Bin Anda setelah selesai.

2. Matikan Program Startup yang Tidak Penting

Banyak aplikasi yang otomatis berjalan di latar belakang sejak laptop pertama kali dinyalakan. Ini adalah salah satu penyebab utama laptop terasa berat di awal.

  • Tekan Ctrl + Shift + Esc untuk membuka Task Manager.
  • Pilih tab Startup apps (ikon pembuka di sisi kiri/atas tergantung versi Windows).
  • Cari aplikasi yang tidak terlalu penting (seperti Spotify, Microsoft Teams, atau Launcher Game), klik kanan, lalu pilih Disable.

3. Cek Kesehatan dan Kapasitas Penyimpanan (HDD vs. SSD)

Ini adalah poin yang paling krusial untuk Acer Aspire 5.

  • Penuh? Pastikan drive C (tempat sistem operasi Windows berada) tidak berwarna merah. Sisakan minimal 15-20% ruang kosong agar Windows bisa "bernapas".
  • Masih pakai HDD? Jika laptop Anda keluaran lama dan masih menggunakan Hard Disk Drive (HDD) sebagai penyimpanan utama Windows, inilah penyebab utama kelemotan tersebut. Sangat disarankan untuk migrasi/upgrade ke SSD (Solid State Drive). Kecepatan laptop akan meningkat drastis hingga 5-10 kali lipat.

4. Sesuaikan Efek Visual Windows

Windows memiliki banyak animasi visual yang memakan daya prosesor (Core i3) dan grafis. Anda bisa mematikan sebagian animasi untuk performa yang lebih enteng.

  • Klik Windows Search, ketik "Adjust the appearance and performance of Windows", lalu tekan Enter.
  • Pilih opsi "Adjust for best performance", atau pilih Custom dan sisakan centang pada "Smooth edges of screen fonts" agar tulisan tidak pecah.
  • Klik Apply dan OK.

5. Cek Malware dan Virus

Gunakan antivirus bawaan Windows yang sudah sangat tangguh, yaitu Windows Security.

  • Buka Windows Security > Virus & threat protection.
  • Pilih Scan options, lalu jalankan Full scan untuk memastikan tidak ada malware laten yang memakan daya CPU Anda di latar belakang.

💡 Tips Tambahan: Jangan membuka terlalu banyak tab di Google Chrome secara bersamaan. Chrome terkenal sangat rakus RAM, dan kapasitas 8 GB bisa cepat habis jika Anda membuka puluhan tab sekaligus beserta aplikasi lainnya.

Apakah Anda tahu apakah laptop Acer Aspire 5 Anda saat ini menggunakan HDD atau sudah menggunakan SSD untuk sistem Windows-nya?

 

Read more

0 Dampak Terburuk dari Perubahan Cuaca Masih Belum Terjadi, Kata Para Ilmuwan

Photo by Markus Spiske on Unsplash
Kebanyakan cerita tentang iklim yang ditulis sekaramg ini berfokus pada beberapa hal ekstrem: Hujan paling buruk, banjir paling buruk, kekeringan paling buruk, topan paling buruk. Adalah salah—baik secara saintifik maupun dari sudut pandang kemanusiaan—jika kita meremehkan dampak buruk dari perubahan iklim, yang telah menjadi semakin buruk secara signifikan pada abad ini. Menurut Berkeley Earth, tahun 2025 adalah tahun terpanas ketiga yang terjadi di Bumi sejak 1850, hanya kalah dengan tahun 2024 dan 2023. Sementara para ilmuwan menganggap sebagian dari pemanasan ini sebagai dari perubahan cuaca alami, namun menurut konsensus yang kita ketahui bersama adalah karena temperatur yang meningkat yang disebabkan terutama oleh aktivitas manusia.

Sejauh ini kerusakan paling parah disebabkan oleh pemanasan global belum dirasakan secara universal. Panas 90 derajat di London pada bulan Mei membawa konsekuensi kesehatan yang nyata, namun tidak akan membunuh manusia dalam jumlah besar. Bahkan Florida, yang baru-baru ini luluh lantak oleh angin topan, mengalami kerugian ekonomi yang tidak begitu berarti bagi GDP negara bagian tersebut—meskipun pada level lokal, kerusakan yang ditimbulkannya sangatlah parah. Namun, bahkan panas 110 derajat di Las Vegas tidak sebanding dengan kondisi-kondisi di bagian-bagian dunia lain di mana perubahan iklim telah menjadi masalah untuk bertahan hidup. New Delhi, sebuah kota berpenduduk 20 juta, telah mencatat temperatur setinggi 1150 F disertai kualitas udara yang buruk.

Hingga sejauh ini, sebagian besar orang di dunia belumlah menjadi korban akibat perubahan cuaca—meski efek terburuk dari perubahan cuaca ini telah merusak beberapa wilayah di dunia.

Apa yang mendesak untuk diperhatikan ada di depan kita. Banyak negara di dunia telah mengingkari komitmen mereka terdahulu untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Kesepakatan Paris—sebuah kesepakatan internasional yang mengikat yang disetujui oleh 195 negara di COP21 pada tanggal 12 Desember 2015—telah membuat patokan yang jelas: Membatasi peningkatan temperatur hingga 1,50 C di atas level praindustri. Amerika Serikat Adalah satu di antara negara-negara yang telah mengabaikan kesepakatan ini.

Para ilmuwan telah mengembangkan detil-detil apa saja yang akan terjadi pada akbir abad ini jika pemanasan global berlanjut dengan kecepatan seperti yang ada sekarang. Akibat yang paling membahayakan akan terjadi pada skenario emisi-tinggi, di mana peningkatan pemanasan mencapai hingga mendekati 3-50 C di atas level praindustri pada tahun 2100. Jika dunia mengurangi bahan bakar fosil, dampak terburuk itu kecil kemungkinan akan terjadi—namun pengurangan ini belum dilaksanakan sekarang. Konsumsi bahan bakar fosil masih terus meningkat, dan Amerika Serikat telah mengabaikan pengembagan energi matahari dan energi angin, dan secara aktif terus meningkatkan pengeboran minyak dan pembukaan tambang batu bara baru.

Di bawah ini adalah dokumentasi resiko-reskio paling buruk yang bisa menimpa kehdupan manusia dan masyarakat, yang diambil dari proyeksi oleh WHO, IPCC, MIT, Stanford, dan berbagai jurnal ilmiah dan institusi riset.

Panas Ekstrem dan Habitabilitas

Di Sebagian Asia Selatan dan Timur Tengah, kombinasi panas dan kelembaban bisa jadi melampaui batas manusia bisa bertahan hidup—temperatur bola basah (wet-bulb temperature) mendekati 350C, di mana tubuh kita tidak lagi bisa mendinginkan diri sendiri. Pekerja buruh luar ruangan bisa jadi mempertaruhkan nyawa mereka di sebagian besar tahun, dan sistem pendingin akan kewalahan di wilayah-wilayah di mana listriknya tak menentu. Kematian bisa mencapai angka ribuan dengan cepat, di mana pekerja luar ruang yang lebih tua dan masyarakat miskin paling besar beresiko terkena dampak. Seiring berjalannya waktu, jutaan orang bisa jadi menghadapi masalah yang mengancam nyawa mereka selama beberapa bulan dalam satu tahun.

Pada suhu 40C, panas ekstrem yang semula diperkirakan hanya terjadi satu kali dalam satu abad akan menjadi peristiwa tahunan. Jika dikombinasikan dengan kekeringan yang panjang, ini akan mengurangi produktivitas pertanian secara tajam dan bisa menyebabkan ribuan orang mati akibat cuaca panas.

Level Permukaan laut dan Kerusakan Pesisir

Level permukaan laut di seluruh dunia bisa naik lebih dari tiga kaki pada tahun 2100, Sebagian disebabkan oleh semakin cepatnya lapisan es di Greenland dan Antartika Barat menghilang. Dataran pesisir yang rendah akan tergenang berulang-ulang secara permanen.

Jutaan manusia kemugkinan harus mencari tempat pindah--khususnya ke dan sekitar wilayah kota-kota seperti Dhaka, Shanghai, Miami, New York, Jakarta, Mumbai, dan New Orleans. Wilayah-wilayah yang tidak sepenuhnya tenggelam akan menghadapi masalah banjir kronis, angin badai kencang, dan erosi. Triliunan dolar aset dan infratrsuktur akan hancur, dan suplai air bersih di banyak wilayah akan terganggu.

Tindakan meninggalkan wilayah pinggir laut ini dan aliran para pengungsi akan semakin memingkatkan resiko instabilitas politik dan konflik militer di wilayah-wilayah yang menjadi tujuan para pengungsi tersebut.

Ketidakamanan Makanan dan Air

Panas, kekeringan, banjir, dan pergeseran musim (monsoon) yang dan pola angin topan akan semakin berdampak buruk bagi tanaman pertanian seperti gandum, padi, dan jagung—makanan pokok di wliayah Asia Selatan, Amerika Utara, dan China. Tanpa adanya adaptasi signifikan tentang varietas tanaman baru dan sistem irigasi, hasil-hasil pertanian tersebut bisa jadi jauh menurun di seluruh dunia.

Ratusan juta manusia kini sudah menghadapi masalah air, dan masalah tersebut akan semakin dalam ketika glasier-glasier mencair, pola curah hujan berubah, dan kekeringan menjadi semakin sering dan parah. Kelangkaan air akan memicu timbulnya dampak krisis makanan dan meningkatkan kemungkinan timbulnya konflik.

Kolaps-nya  Masyarakat dan Ekonomi

Puluhan hingga ratusan juta orang akan kehilangan tempat tinggal—baik di dalam negeri mereka sendiri maupun di wilayah perbatasan negara—disebabkan panas, banjir, kekeringan, dan kelaparan. Instabilitas sosial akan meningkat disertai konflik kekerasan dan gonjang-ganjing politik, yang akan mulai paling akut di wilayah-wilayah rawan di Afrika dan Asia Selatan.

Korban ekonomi akan mencapai triliunan, dipicu oleh bencana iklim, menurunnya produktivitas, dan besarnya biaya adaptasi. Negara-negara yang lebih miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah akan menanggung beban paling berat, kurangnya cadangan finansial atau jaringan keamanan dari pemerintah untuk bertahan atau memulihkan diri dari guncangan yang berulang-ulang.

Apakah ini merupakan gambaran kondisi kemanusiaan di masa depan atau bukan, itu tergantung pada pilihan yang kita buat sekarang. Variable sentralnya jelas: Apakah penggunaan bahan bakar fosil akan terus meningkat—atau akhirnya akan menurun. (Douglas McIntyre).

https://www.yahoo.com/news/science/articles/worst-dangers-climate-change-still-131000236.html

Read more

0 NASA tunjukkan Langah-Langkah untuk Membangun Markas Permanen di Bulan


Video: NASA memperlihatkan kan gambar rencana pembangunan markaspermanen di bulan.

NASA telah merilis detail tentang wahana pendarat robotik, drone yang dapat melompat, dan kendaraan yang rencananya akan dikirim ke Bulan sebagai bagian dari rencana AS untuk membangun pangkalan di Bulan.

Perusahaan ruang angkasa milik pendiri Amazon Jeff Bezos Blue Origin Adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang dtunjuk untuk membuat mesin-mesin tersebut.

AS ingin mendaratkan kembali orang-orang Amerika ke bulan sebelum presiden Donal Trump turun tahun 2029.

Namun NASA kini bersaing dengan China untuk mengembalikan manusia ke permukaan Bulan, artinya badan suang angkasa AS kini di bawah tekanan untuk memenangkan persaingan ini.

China kini sedang menempa rencana mereka untuk mendaratkan manusia ke bulan pada tahun 2030.

Pada hari Senin, 27 Mei 2029, China telah meluncurkan pesawat ruang kangkasa Shenzou-23, sekaligus mengirim sekelompok astronot ke satasiun ruang angkasa milik mereka Tiangong.

Pada bulan maret 2026 lalu, NASA mengumumkan sebuah program senilai $20 miliar untuk membangun markas permanen yang bertenaga nuklir dan energi surya ke kutup Selatan Bulan pada tahun 2032.

Pegawai Nasa Jared Isaacman mengatakan pada hari Selasa bahwa pengumuman itu berarti bahwa AS “tidak pernah akan menyerahkan Bulan lagi.”

Adanya Sebuah pangkalan di bulan akan memungkinkan AS untuk melakukan percobaan-percobaan ilmiah, sumber-sumber tambang berharga, dan pergi ke planet Mars secara lebih mudah.

Namun kebanyakan para ahli setuju bahwa rencana masa depan NASA ini tidak realistik.

Meskipun AS telah sukses mengirim empat orang astronot ke sekitar Bulan di dalam misi Artemis II mereka pada bulan April 2026 lalu, namun sebagian ilmuwan percaya bahwa China tampaknya akan menjadi negara berikutnya yang akan mendaratkan manusia ke permukaan Bulan.

“Tidak mengejutkan saya sama sekali jika China berhasil sampai ke sana lebih dahulu,” kata Dr. Simeon Barber, ilmuwan ahli Bulan di Open University, pada BBC, sembari menyebut langkah mundur NASA dalam mengamankan sebuah pesawat ruang angkasa yang bisa mendaratkan manusia di Bulan.

Program Pembangunan Pangkalan di Bulan milik NASA ini memiliki tiga tahapan:

Sebelum manusia mendarat di Bulan, badan ruang angkasa tersebut akan mengirim robot untuk mendarat di sana dan drone yang bisa melompat untuk mengekplorasi dan memetakan permukaan Bulan yang penuh tantangan.

Kendaraan angkut juga akan dibawa untuk kendaraan para astronot di atas permukaan Bulan dan membawa alat-alat komunikasi dan alat-alat penelitian ilmiah.

Pada hari Selasa, 26 Mei 2026, NASA mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan termasuk Blue Origin, Intuitive Machines, dan Astrobotic telah dikontrak untuk membangun berbagai peralatan tersebut.

NASA telah menerbitkan gambar buatan artis of a tentang rumah di Bulan, sistem daya dan penjelajah [NASA]
 NASA menginginkan wahana pendarat bulan buatan Blue Origin, yang disebut Endurance, mampu melakukan pendaratan yang presisi, serta navigasi dan kontrol otonom.

Sedangkan kendaraa Griffin-1 milik Astrobotic diharapkan bisa mendarat di Kawah Nobile di dekat Kutub Selatan Bulan.

Mesin-mesin tersebut juga akan membawa peralatan penelitian milik NASA, termasuk kamera beresolusi tinggi dan alat-alat yang menggunakan sinar laser untuk membantu pesawat ruang angkasa mendarat.

Eksplorasi robotik ini diproyesikan akan berlangsung hingga akhir 2029, dengan 25 kali peluncuran dan 4 metrik ton kargo mendarat di permukaan Bulan, kata Carlos García-Galán, pejabat program Markas Bulan NASA.

Berikutnya, NASA akan membangun falitas pembangkit listrik nuklir dan tenaga matahari di Bulan, termasuk reaktor-reaktor fisi.

Gambar sebuah drone dalam Program Pendaratan di Bulan NASA yang akan digunakan untuk mengamati Kutub Selatan Bulan [NASA]
Pada tahun 2032, badan ruang angkasa tersebut memproyeksikan manusia mampu hidup di bulan dalam rumah “semi-permanen.”

Kendaraan penjelajah juga memungkinkan para astronot berpergian jarak jauh melalui permukaan Bulan yang berbukit karang.

Kutub Selatan Bulan menarik khususnya karena air beku di sana bisa digunakan sebagai air minum untuk memproduksi oksigen.

Akan tetapi, rencana NASA ini tergantung pada kesiapan pesawat ruang angkasa yang akan digunakan sebagai alat transportasi manusia ke Bulan.

Perusahaan ruang angkasa SpaceX milik Elon Musk dikontrak untuk membuat pesawat yang dinamakan Sistem Pendaratan Manusia Starship (Starship Human Landing), namun proyek tersebut mendapat banyak kendala dan penundaan.

"Langkah yang paling membatasi adalah menurunkan para astronot ke permukaan," jelas ilmuwan bulan Simeon Barber."

“Nampaknya bagi saya [NASA] sedang berada di posisi di mana mereka harus memulai mengatakan bahwa mereka punya rencana. Jadi saya pikir ada banyak niat politik di balik ini semua,” katanya. (Georgina Rannard - Science reporter)

https://www.yahoo.com/news/science/articles/nasa-unveils-next-steps-build-202555793.html

Read more

0 Makan daging sapi (beef) setiap hari boleh jadi tidak seburuk yang Anda bayangkan bagi Kesehatan Anda

 Makan daging sapi setiap hari mungkin tidak seberbahaya yang dipikirkan banyak orang.

Daging merah telah lama dihubung-hubungkan dengan berbagai resiko kesehatan kardiometabolik, termasuk penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Kondisi ini mempengaruhi lebih dari 160 juta orang Amerika, termasuk lebih dari 36 juta orang yang hidup dengan diabetes tipe 2.

Akan tetapi, makan 6-7 ons daging sapi setiap setiap hari—sebuah porsi yang sedikit lebih kecil dibandingkan steak daging iga (ribeye steak) biasanya—tidak mempengaruhi faktor-faktor resiko untuk diabetes tipe 2, kata para peneliti di Indiana University.

“Hasil-hasil dari percobaan berstandar emas dengan kelompok kontrol yang acak ini dibuat di atas bukti-bukti ilmiah yang ada yang menunjukkan bahwa makan daging sapi sebagai bagian dari pola makan sehat yang mendukung kesehatan jantung dan tidak berpengaruh buruk pada ukuran gula darah atau inflamasi,” kata Kevin Maki, seorang professor tambahan di Sekolah Kesehatan Masyarakat-Bloomington Indiana University, dalam sebuah pernyataannya.

“Jika daging sapi dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat, itu akan membantu mengisi kekosongan nutrisi esensial dan tidak menimbulkan resiko kardiometabolik dibandingkan dengan daging unggas,” katanya.

Percobaan pada orang dewasa pradiabetes ini cukup kecil, hanya mencakup tujuh wanita dan 17 pria dengan rentang usia 18-74 tahun.

Para peneliti pertama-tama mengukur level hormon insulin dan glucagon mereka, dan juga sel-sel beta yang memproduksi insulin di dalam pankreas.

Diabetes tipe 2 biasanya timbul ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin, sebuah hormon yang dibuat oleh pankreas yang mengatur level gula darah dan memungkinkan sel-sel menggunakan gula darah untuk energi.

Fungsi sel beta yang terus menerus memburuk juga merupakan sebuah pertanda pradiabets telah menjadi diabetes tipe 2.

Kemudian, para peserta diminta makan dua kali sehari yang masing-masing mengandung 3-3,5 ons daging sapi matang atau daging unggas selama periode 28 hari.

Makanan-makanan itu termasuk fajitas, rebusan, burgers, burritos, dan tumisan.

Setelah jeda selama 28 hari, mereka disuruh makan itu lagi.

Tidak ada perbedaan fungsi sel beta atau sensitivitas insulin setelah periode ini.

“Temuan penelitian ini mengisyaratkan bahwa asupan daging sapi secara terus menerus tidak memperburuk faktor-faktor resiko terkena radang (inflammatory) atau metabolik dibandngkan dengan daging unggas pada orang-orang yang beresiko pradiabetes,” kata Indika Edirisinghe, seorang profesor sains makanan dan nutrisi di Institut Teknologi Illinois.

Penelitian itu didanai oleh Asosiasi Peternak Sapi AS (National Cattlemen’s Beef Association), yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Penelitian tersebut dirilis tak lama setelah munculnya pedoman makanan sehat dari pemerintah Trump, yang meletakkan protein pada puncak priramida.

Tiga dari penulis pedoman tersebut memiliki hubungan finansial dengan National Asosiasi Peternak Sapi AS, kata laporan Physicians Committee for Responsible Medicine. (Julio Musto/The Independent)

https://health.yahoo.com/wellness/nutrition/healthy-eating/articles/eating-beef-every-day-may-213322427.html

Read more
 
© Hasim's Space | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger