Headlines

Powered by Blogger.

0 Menjadi Orang Baik untuk Hari tua


Pensiunan guru SD itu berusia lebih kurang 73 tahun. Itu berarti sudah sekitar 13 tahun dia pensiun, tak lagi bekerja sebagai guru, bahkan tak pula mengerjakan apa-apa lagi. Kegiatannya sehari-hari hanyalah menjalankan fungsi sosialnya sebagai anggota masyarakat; menghadiri acara pernikahan, kematian, dan kegiatan sosial lainnya serupa itu.

Tapi dalam tiga atau empat tahun terakhir ini dia tak lagi sering terlihat di masyarakat. Paling-paling, jika ada tetangga sebelah rumahnya, atau beberapa rumah lagi, mengadakan acara barulah dia muncul. Itupun belum tentu. Kabarnya dia sakit, tapi bukan sakit keras. Cerita yang banyak terdengar, dia mengalami himpitan ekonomi yang parah. Sedemikian parahnya sehingga, jika ada orang yang lewat di depan rumahnya, dia sapa dan dia ajak mampir, sekedar untuk meminta sumbangan ala kadarnya.

Ketika masih aktif sebagai guru PNS, dia mengalami beberapa kali pindah sekolah, semua itu  bukan karena keinginannya. Dia dipindahkan karena sering ribut dengan rekan kerjanya. Di tempat manapun dia bekerja, dia sulit menyesuaikan diri. Dalam satu perselisihan, dia pernah menampar kepala sekolahnya.

Dia pernah dipindahkan ke sebuah sekolah terpencil yang memakan waktu berhari-hari untuk mencapainya, dan harus ditempuh melalui laut. Untunglah dia di sana bertugas sebagai kepala sekolah, sehingga dia tidak harus masuk setiap hari. Menurut para tetangganya, dia hanya beberapa hari saja masuk sekolah dalam sebulan. Selebihnya, dia diam di rumah. Entah apa yang dia kerjakan.

Namun, tak lama kemudian, menjelang pensiun, dia dipindahkan lagi ke sekolah di kotanya, tak jauh dari rumahnya. Kepala sekolah terpaksa harus menerima, dengan berat hati. Kabarnya, baik kepala sekolah, maupun guru-guru di sekolah yang terakhir ini pusing tujuh keliling melihat tingkah lakunya. Berkali-kali mereka memberi usulan ke Dinas Pendidikan Kabupaten agar dia dipindahkan ke sekolah lain, tapi tak ada tanggapan.

Dia seharusnya hidup tenang di hari tuanya sekarang, dengan gaji pensiun yang seharusnya cukup untuk menghidupi dirinya sendiri. Namun dia berhadapan dengan masalah keluarga yang tak pernah selesai, yang terus menggerogoti jiwaya.

Beberapa tahun setelah dia pensiun, istinya yang tak bekerja apa-apa untuk menyokong kehidupan keluarga meninggal dunia, meninggalkan empat orang anak mereka yang semuanya laki-laki.

Anaknya yang tertua, yang pernikahannya dulu dirayakan besar-besaran, dengan uang pinjaman dari bank, sudah duluan meninggal dunia, meninggalkan seorang anak Perempuan yang kini tinggal bersama mereka. Si anak sulung ini semasa hidupnya tak bekerja apa-apa karena memang tak bisa bekerja. Kematiannya meninggalkan banyak utang yang harus dilunasi.

Anaknya yang kedua yang bekerja sebagai tukang servis elektronik meninggal dunia baru-baru ini akibat penyakit lambung. Semasa hidupnya, anak yang kedua ini juga lebih merupakan beban daripada membantu, meski mereka tinggal terpisah.

Anaknya yang ketiga, yang sudah menikah dan memiliki seorang bayi, yang juga bekerja sebagai tukang servis elektronik, kini tinggal bersama dirinya. Tapi dengan semakin banyaknya orang yang bekerja sebagai tukang servis elektronik sekarang ini, pekerjaan inipun tidak cukup membantu mengangkat perekonomian mereka.

Adapun si anak bungsu, kini kabur entah ke mana, meninggalkan utang yang tidak sedikit dan menyebar ke mana-mana.

Menurut cerita desas-desus, gaji pensiun bekas guru SD ini habis untuk membayar utang-anak-anaknya, tak termasuk si anak bungsu yang kabur itu.

Hingga usianya yang ke-73 tahun itu, tak ada satupun anaknya yang memiliki pekerjaan yang mapan dan bisa membuat rumah sendiri. Satu-satunya rumah yang mereka miliki Adalah rumah yang sekarang mereka tempati. Sebuah rumah sederhana yang terbuat dari kayu, berlantai beton.

Pernikahan anak pertamanya yang diselenggararakan besar-besaran itu tak diikuti oleh anak-anaknya yang lain. Bahkan tetanggapun tak ada tahu ketika ketiga anak-anaknya yang lain menikah.

Di sisi lain, ada seorang pensiunan guru SD juga yang hidup mapan dengan harta berlimpah, tanah di mana-mana, dan memiliki usaha kecil-kecilan yang mapan. Empat orang anaknya sudah dia bangunkan rumah masing-masing, meski sebagian dari mereka belum memiliki pekerjaan yang mantap. Berbeda dengan pensiunan guru SD yang pertama, pensiunan guru SD yang satu ini memiliki karier yang berkembang, maju. Dalam hal pendidikan, pensiunan yang pertama yang hanya lulusan SPG, sedangkan pensiunan yang kedua ini melanjutkan pendidikannya hingga mencapai gelar sarjana Pendidikan. 

Setelah mendapat ijazah sarjana, dia mengajukan pindah mengajar ke sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK). Kebetulan waktu itu ada SMK yang baru dibuka yang membutuhkan guru.

Tak hanya berhenti sebagai guru sekolah SMK, kariernya berlanjut hingga menjadi kepala sekolah. Mulanya, di sebuah SMK kecil yang baru didirikan. Beberapa tahun kemudian, dia pindah ke SMK asalnya. Istrinya yang juga semula guru SD, juga memiliki karier yang berkembang. Dia meningkat menjadi kepala sekolah. Dan di akhir masa tugasnya dia menjadi pejabat struktural dengan jabatan terakhir camat.

Pensiunan yang kedua ini berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga mencapai gelar sarjana semua, bahkan ada yang bergelar master. Sedangkan anak-anak pensiunan guru yang pertama, yang semuanya laki-laki itu, tak ada satupun yang melanjutkan ke perguruan tinggi hingga sarjana. Bahkan, ada yang cuma sampai SMP.

Membandingkan Nasib kedua pensiunan ini, kadang membuat kita berpikir, dosa apa yang telah diperbuat si pensiunan pertama hingga mengalami nasib yang begitu memprihatinkan di hari tuanya.

Mungkin ada yang tak setuju jika itu dikaitkan dengan dosa dan kepercayaan lainnya.

Namun pikiran seperti ini bisa dimaklumi mengingat perbandingan keadaan mereka di hari tua seperti bumi dengan langit. Taruhlah, si pensiunan pertama tak mungkin sekaya pensiunan yang kedua karena istrinya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang tak punya penghasilan. Tapi, semestinya, dia memiliki kekayaan separuh dari kekayaan pensiunan yang kedua. Namun, kenyataannya, separuh pun tidak, bahkan mungkin sepersepuluhnyapun tidak.

Orang yang berpikir rasional akan mengatakan bahwa nasib mengenaskan yang dialami pensiunan pertama ini tak lain karena kesalahan manajemen di masa mudanya, ketika dia masih aktif sebagai guru PNS. Meski istrinya bukan pegawai, dan tidak memiliki pekerjaan apa-apa untuk menyokong keluarga, namun, sekurangnya, dia bisa mengatur keuangan keluarga, dan merencanakan masa depan anak-anak mereka.

Di sisi lain, mereka yang berpikiran klenik percaya bahwa apa yang dialami oleh guru pensiunan yang pertama itu adalah kualat. Dia kualat pada orang-orang yang pernah disakitinya. Orang-orang itu menyimpan dendam, tapi mereka tak berani melampiaskan dendam itu sehingga Tuhanlah yang membalaskannya. Pikiran seperti ini memang sulit dipercaya dan tak bisa dinalar, tapi dia tetap ada dan terus tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat kita.

Apapun itu, mungkin kita bisa menarik hikmah dari cerita ini bahwa tidak ada salahnya menjadi orang baik karena takut akan kutukan di hari tua kita. Dan meski kutukan itu tidak ada, menjadi orang baik juga tidak merugikan kita apa-apa.

 

 

Read more

0 Satu Keluarga Temukan Bola Logam di Hutan. Bola Itu bisa bergerak sendiri—Kemudian Angkatan Laut AS Ikut Campur


“Majalah Hearst dan Yahoo boleh jadi akan mendapat komisi untuk beberapa hal melalui link ini.”

Di bawah ini Adalah apa yang akan Anda pelajari ketika Anda membaca kisah ini:

·       Sebagian orang masih mempertanyakan asal muasal bola baja asing yang ditemukan oleh satu keluarga di Florida, di tanah mereka, pada tahun 1974. Apakah ini merupakan teknologi Alien?

·       Militer—dan bahkan ahli ufologi—telah meneliti bola baja ini, termauk apakah benda bulat aneh itu buatan manusia.

·       Namun, teori konspirasi misteri bola Betz ini masih terus berlanjut. Apakah sudah ada validitas tentang ini?

Bayangkan ini: Anda sedang berjalan di luar di pekarangan milik Anda dan tiba-tiba Anda menemukan sebuah benda bulat asing terbuat dari logam yang ukurannya sedikit lebih kecil dari bola bowling (dengan diameter delapan inci), namun beratnya delapan pon lebih berat dibandingkan bola bowling profesional yang paling berat sekalipun yang digunakan pemain bowling (22 pon).

Itulah tepatnya apa yang terjadi di tahun 1974, ketika keluarga Betz menemukan apa yang sekarang dikenal sebagai eponim “bola misterius Betz” di dekat rumah mereka di Fort George Island, Florida.

Keluarga Betz mengatakan bahwa bola itu bertingkah laku sendiri, bergerak dan menimbulkan suara berisik. Lalu, apa hubungan bola gulir halaman rumah ini dengan teori konspirasi? Apakah ini merupakan sejenis peluru meriam otonom? Apakah mungkin ini merupakan sepotong teknologi alien?

Asal muasal Teori Konspirasi Bola Betz

Setelah kebakaran memusnahkan harta benda mereka pada bulan Maret 1974, keluarga Betz menemukan sebuah benda bulat berbentuk aneh di lahan milik mereka, dan mereka percaya benda itu merupakan peluru meriam historis peninggalan zaman Renaisance Florida-zaman ketika Florida diduduki Spanyol, kata siaran podcast Skeptoid. Namun bola ini bersih, tidak ada karat, dan berkilau. Senjata pada masa pendudukan Spanyol dahulu, yang kemungkinan besar bukan berasal dari kaum  misionaris di Florida, terbuat dari besi atau batu, bukan dari stainless steel atau berlapis perak.

Ketika keluarga tersebut membawa pulang bola itu ke rumah mereka, mereka perhatikan, bola itu mulai bertindak aneh. Bola itu berguling sendiri, menimbulkan suara berisik, dan bergetar.

From Wonderful Engineering:

Waktu Terry, anak lekaki Antoine and [G]erri Betz, sedang bermain gitar, dia melihat bola itu bereaksi atas suara gitar dan menimbulkan suara berdenyut yang membuat anjing mereka ketakutan. Kemudian segala sesuatuya menjadi lebih aneh lagi ketika mereka sedang duduk-duduk di lantai rumah mereka dan menggulingkan bola itu ke arah satu sama lain. Ketika bola itu digulirkan ke salah satu arah, arahnya jadi berubah sendiri ketika mencapai separuh perjalanan dan kembali ke orang yang menggulirkannya.

Pada bulan April 1974 dalam sebuah wawancara dengan Petersburg Times, Gerri Betz mengatakan ketika anjing mereka mendekati bola itu, “anjing itu mulai merengek dan menutupi telinganya dengan cakarnya, sesuatu yang belum pernah saya lihat dia lakukan.”

Keluarga Betz menduga radiasi solar telah memengaruhi bola itu, yang boleh jadi merupakan sebab musabab mengapa bola itu bergerak “secara intens” ketika matahari bersinar terik, menurut Wonderful Engineering. Akhirnya, bola tersebut sampai pula ke tangan militer AS untuk diteliti lebih jauh.

Ketika seorang ahli dari firma riset di Baton Rouge, Lousiana meneliti bole tersebut, dia “menemukan adanya gelombang radio dari bola itu dan adanya medan magnit di dalam bola tersebut,: kata Gerri Betz pada surat kabar St. Petersburg Times. Kemudian Angkatan Laut AS juga meneliti bola tersebut di Stasiun Ruang Angkasa Angkatan Laut. Seorang jubir Angkatan laut mengatakan pada surat kabar St. Petersburg Times bahwa pemberian sinar-x yang pertama yang mereka lakukan pada bola tersebut gagal karena ”mesin sinar-x mereka tidak cukup kuat untuk menembus bola baja itu, tapi dua kali percobaan berikutnya berhasil memperlihatkan isi bola tersebut.”

“Saya tidak tahu siapa yang membuat bola itu,” kata si jubir, “namun bisa saya pastikan bola itu berasal dari Bumi ini. Kami juga tahu bahwa bola itu bukan bom yang bisa meledak dan tidak berbahaya.

Keluarga Betz kemudian mengirimkan bola itu pada seroang astronomer dan ahli ufologi terkenal J. Allen Hynek untuk diteliti lebih lanjut. dia juga setuju bahwa bola itu buatan manusia, menurut The Jackson.

Mereka yang percaya

Podcast Mysterious Universe yang terkenal itu melaporkan misteri bola Betz ini dengan berita “Artefak Alien atau Benda Hari Kiamat,” mengeluarkan pendapat mereka tentang penjelasan-penjelasan lain yang memungkinkan bagi yang percaya. Seorang ilmuwan bisa jadi telah menyanggah pendapat keluarga Betz yang tak masuk akal seperti baja 431 dari abad ke-16, yang berlapis perak, atau satelit logam padat yang tak mungkin.

Namun, hasil pengamatan mereka tentang gerakan bola itu dan suara berisik yang ditimbulkannya telah membuat heboh berita-berita lokal dan terus membuat mereka yang percaya jadi bertanya-tanya. Hasil browsing cepat pada Reddit juga menunjukkan bahwa teori-teori konspirasi tentang misteri bola Betz ini masih terus berlanjut. Di bawah ini adalah beberapa contoh ide-ide yang ditawarkan oleh poster-poster anonim di r/aliens subreddit.

·       “Pemerintah telah membongkar bola itu dan mencuri isinya!”

·       “Pendapat saya itu adalah sejenis drone, yang tampaknya akan kembali ke orang yang memegangnya yang sebelumnya.

·       “Mungkin inilah penampakan orbs ketika tidak sedang dinyalakan. Banyak orang telah melaporkan bahwa orbs terlihat seperti bola metalik ketika cahayanya mati. Mungkin ini Adalah sebuah orb yang rusak/atau hancur?”

·       “Saya telah menyaksikan benda yang persis sama yang dikeluarkan dari saluran air yang tersumbat. Bola-bola itu juga bergerak sendiri ketika diletakkan di permukaan yang datar. 

·       Fakta-fakta 

·       Penjelasan yang disiarkan secara luas itu begitu bersih sehingga gagal meyakinkan mereka yang percaya. Setelah Angkatan Laut  mengamati bola tersebut dan mengidentifikasi komposisi logamnya, di antara fakta-fakta lainnya, bola tersebut kemudian dibandingkan secara konklusif dengan sebuah bola stainless steel simpanan Perusahaan peralatan Jacksonville, menurut laporan Skeptoid.

·       Setelah melihat laporan-laporan tentang bola misterius itu, direktur Perusahaan tersebut, Roberts Edwards, memperlihat sebuah bola baja milik Bell & Howell yang berukuran diameter enam inci dengan berat 21 pon kepada seorang wartawan—ukuran yang hampir sama persis  dengan bola Betz. Laporan Skeptoid:

·       “Saya tidak sedang mengatakan bahwa benda ini tidak berasal dari angkasa luar karena saya tidak pernah melihat benda dari angkasa luar  itu,” kata Edwards. “Yang saya katakan Adalah bahwa deskripsi fisik bola itu sangat cocok dengan bola yang kami punya di gudang.”

·       Akan halnya tingkah laku bola tersebut yang sempat menarik perhatian, ini telah terjadi berulang-ulang dan diwarnai dengan detil-detil yang ditambah-tambahkan selama 52 tahun belakangan ini. Nyatanya, bola tersebut mungkin bergulir di atas lantai yang tidak rata, kata para ahli.

·       Seperti yang dilaporkan oleh jubir Angkatan Laut AS pada surat kabar St. Petersburg Times:

·       “Saya percaya [bola tersebut bergerak] karena konstruksi rumah tersebut. Rumah itu sudah tua dan lantainya tidak rata. Bola itu hampir seimbang secara sempurna, dan hanya diperlukan sedikit cekungan untuk membuatnya bergerak atau berganti arah. 

·       Kasus

·       Tampaknya tak mungkin teknologi Alien yang maju akan menggunakan baja paduan (steel alloy) dari Bumi—431, yang biasa digunakan di pesawat terbang dan benda-benda seperti baut dan sekrup, menurut Skeptoid. Bola itu tak mungkinakan  tetap sempurna selama perjalannya yang panjang dan panas ketika jatuh ke Bumi. Bahkan bola baja yang solid pun tak aakan lepas dari kerusakan.

·       Namun hasil investigasi Angkatan Laut dan serangkaian pengujian “inklusif” telah membuat mereka yang percaya berpikir bahwa bola itu merupakan produk UFO. Di AS, ini berarti membujuk seseorang dengan hadiah uang. Berdasarkan informasi yang bercampur baur, mereka percaya bahwa ada bagian-bagian berbeda dari material yang berdeda yang terdapat di dalam bola itu, sehingga tidak dikenal dalam ilmu terrestrial meskipun bola itu dilapisi secara seksama dengan steel alloy buatan manusia. 

·       Vonis

·       Kiranya mudah dimengerti bagaimana sebuah keluarga biasa di Florida menyimpulkan sebuah benda asing yang mereka temukan di lahan milik mereka mengandung sejenis muatan yang tak bisa dijelaskan. Tanpa adanya pendapat ilmiah tentang benda itu, keyakinan seperti itu akan berkembang cepat. Dan tahun 1970-an Adalah masa kejayaan kepercayaan akan benda-benda seperti UFO dan juga “gerakan-gerakan religius baru” dan meditasi transendental model Amerika—sebuah ramuan yang memabukkan bagi orang-orang untuk menumbuhkan ide-ide liar mereka.

·       Namun kenyataannya adalah bahwa eksistensi bola tersebut mungkin bisa digolongkan sebagai benda-benda produk manufaktur yang biasa yang hilang. Jika Anda pernah terbawa oleh misteri bola Betz ini, pertimbangkanlah membawa bola toko bola bowling dan minta supaya dilubangi. (Caroline Delbert)

https://www.yahoo.com/lifestyle/articles/family-found-strange-metal-sphere-172900361.html

Read more

0 Jika Kata Bodoh dan Gila Terlalu Halus


 

Entah kata apa yang paling tepat untuk menggambarkan orang-orang seperti ini. Mungkin bodoh dan gila terlalu kasar. Tapi, sungguh, saya tak bisa menemukan kata yang layak yang bisa diterima semua orang.

Ketika seorang kerabat meninggal dunia secara mendadak dan mengejutkan, kaum kerabat, dekat dan jauh, seperti biasa, datang berkumpul melayat. Mungkin kata mendadak di sini kurang tepat. Tapi kejadiannya memang datang tiba-tiba. Pagi itu almarhum tiba-tiba jatuh terkulai, lemas tak berdaya. Oleh anak istrinya dia dilarikan ke Puskesmas terdekat. Tapi Puskesmas tak sanggup dan memberi rujukan menuju sebuah rumah sakit di kota yang berjarak sekitar empat jam perjalanan. Tapi, malang, hanya sehari berada di rumah sakit tersebut, beliau menghembuskan napasnya yang terakhir.

Setibanya kembali di rumah dari rumah sakit, putra tertua almarhum mendapati rumah sudah ramai dengan kaum kerabat yang melayat. Dia perhatikan ada satu kotak plastik ikan, dan bumbu-bumbu dapur yang siap digunakan untuk dimasak. Sesuai adat di kampung tersebut, apabila ada sanak saudara yang meninggal dunia, maka para pelayat yang datang dari jauh harus diberi makan terlebih dahulu ketika mereka tiba, sebelum mereka dapat membantu apa yang mereka bisa.

Melihat itu, si putra almarhum merasa lega. Tapi, belum lagi rasa lelahnya reda akibat perjalanan jauh, dan pikirannya yang masih dalam keadaan berduka, datanglah kakak sepupunya; anak dari kakak almarhum.

Si kakak sepupu tersebut langsung menemuinya dan menagih harga ikan tersebut. “Ini harus segera dibayar. Ditunggu yang punya sekarang,” katanya. Putra almarhum terkejut. Dia mengira ikan itu diberikan gratis oleh kakak sepupunya itu. Dan karena begitulah layaknya ketika seseorang meninggal dunia; kaum kerabat menyumbang secara ikhlas, apalagi yang masih tergolong kerabat dekat seperti keponakan almarhum ini.

Mau tak mau si putra almarhum merogoh sakunya dan memberikan uang sebanyak harga yang diminta.

Namun, belum lagi hilang rasa terkejutnya, datang pula bibinya; kakak perempuan dari almarhum. “Ini barang yang saya bawa juga harus dibayar,” katanya. “Harganya total Rp.200 ribu.” Namun di putra almarhum tak bisa lagi menahan sabar. “Serius bibi menjual ini dengan kami?,” hardiknya dengan mimik muka terkejut. “Iya, nak. Kamu kan tahu bibi juga dalam keadaan kesulitan,” kata si bibi. Karena tak ingin berdebat lebih lanjut si putra almarhum membayar sebanyak yang diminta.

Masih terbayang di benak si putra almarhum kerjadian ketika putra tertua bibinya itu menikah beberpa bulan yang lalu. Waktu itu bibinya tersebut menyuruh dia meminjam mobil untuk keperluan pengantin. Dengan berat hati si putra almarhum meminjam mobil bosnya. Untunglah si bos memberi izin. Namun, perjalanan menggunakan mobil tersebut tidak mulus karena salah satu bannya pecah, kempes. Si putra almarhum turun tangan sendiri mengatasi ban bocor tersebut, bibinya, dan kerabat lainnya yang ada di dalam mobil, menunggu dan menyaksikan saja. Untuk mengganti ban bocor itu, dia mengeluarkan uang sebanyak Rp. 1 juta. Dan, dari Rp. 1 juta tersebut, tak sepeserpun bibinya ikut menyumbang. Dan, kini, ketika bapaknya meninggal dunia, si bibi datang untuk menjual sembako.

Mungkin ada yang mengatakan bahwa tindakan si kakak sepupu dan si bibi tersebut wajar karena mereka juga dalam keadaan kesulitan. Mungkin memang wajar. Tapi, ingat, dalam keadaan berduka, keluarga dekat seperti bibi, dan kakak sepupu semestinya datang membantu, bukan berjualan, apalagi kalau mengambil untung dari itu. Kalau tidak mampu memberi sesuatu atau menyumbang uang, datanglah dengan tangan kosong untuk menyumbangkan tenaga, atau sekedar menunjukkan rasa duka cita. Begitulah selayaknya Tindakan orang yang bisa berfungsi secara normal.

 

Read more

0 Kenapa Dokter THT Melarang Anda Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud?


 

“Jangan masukkan apapun yang lebih kecil dari sikumu ke dalam telingamu.” Itulah yang mungkin pernah Anda dengar dari nenek Anda, namun, sebagian besar, hal itu benar kata Dr. Bradley Kesser, seorang dokter ahli THT dan profesor otolaryngology di UVA Health di Virginia.

Dan ya, itu artinya Anda tidak boleh menggunakan cotton swabs untuk membersihkan telinga Anda. Menurut para ahli, praktik yang banyak dilakukan ini bukan hanya tidak perlu, namun juga beresiko. Di bawah ini adalah sebab-sebab mengapa hal itu tidak boleh dilakukan.

Apa bahaya membersihkan telinga dengan cotton swabs?

Kebanyakan orang mungkin pernah memasukkan cotton swabs ke dalam telinga mereka karena sesuatu hal. Perbuatan ini bisa menimbulkan rasa puas—baik karena rasa menggelenyar yang ditimbulkannya pada telinga Anda, atau karena kotoran yang bisa Anda keluarkan dari telinga anda. Jadi kenapa banyak dokter ahli THT melarang melakukan itu?

Ini bisa membuat masalah kotoran (wax) di dalam telinga Anda memburuk.

Dr. Minka Schofield Seorang profesor klinis otolaryngology di Ohio State University Wexner Medical Center, mengakui bahwa kebanyakan orang telah diajarkan membersihkan telinga mereka menggunakan cotton swabs. Tapi ini bukan berarti bahwa cara ini efektif. “Msalahnya dengan cara ini adalah bahwa hal bisa mengakibatkan kotoran telinga kita malah terdorong masuk ke dalam dan bisa memperburuk dampak,” katanya pada Yahoo Life.

Cotton Swabs bisa merusak kulit di dalam telinga;

Kulit di dalam saluran telinga, kata Kesser, adalah lunak dan cotton swabs bisa merusaknya. Hal ini bisa menimbulkan apa yang kita sebut micro-cuts, “yang (bisa) menjadi portal masuknya bakteria, yang bisa menyebabkan infeksi telinga.”

Schofield menambahkan bahwa terlalu banyak membersihkan telinga bisa menimbulkan kelembaban (moisture) di dalam saluran telinga dan juga bisa menimbulkan infeksi telinga bagian luar. “Jika Anda menimbulkan trauma pada saluran telinga, itu bisa menyebabkan telinga berdarah,” katanya.

Cotton Swabs juga bisa merusak gendang telinga atau membuatnya berpindah tempat di dalam telinga.

Baik Kesser maupun Schofield telah menyaksikan cotton swabs yang didorong terlalu masuk de dalam saluran telinga pasien mereka yang menyebabkan gendang telinga mereka rusak dan menimulkan perforasi pada gendang telinga tersebut.

Kadang-kadang, ujung cotton swab bisa juga terlepas di dalam telinga, kata Schofield. Hal ini bisa membuat pendengaran tersumbat. Juga bisa menyebabkan infeksi, jika kapasnya tertinggal di dalam telinga terlalu lama.

“Saya kita orang harus berhati-hati karena telinga adalah ruangan yang sangat lunak dan memanipulasi telinga, meski kelihatannya sepele, bisa menyebabkan cedera yang cukup signifikan pada saluran telinga dan gendang telinga,” kata Schofield. “Jadi hindarilah memasukkan sesuatu ke dalam telinga Anda.”

Kenapa cotton swabs tidak diperlukan

Kabar baiknya adalah bahwa Anda tidak perlu terlalu khawatir tentang kebersihan telinga Anda.

Kotoran telinga (wax) adalah normal dan baik untuk telinga

“Banyak orang menghubungkan kotoran telinga dengan keadaan telnga yang tidak bersih, jadi timbul kebutuhan yang agresif untuk membersihkan telinga bagaimanapun caranya, namun kita memerlukan wax dalam jumlah tertentu di dalam telinga kita,” kata Schofield.

Keberadaan wax itu menguntungkan karena dia “merupakan lapisan berminyak (greasy) yang berguna untuk melindungi kulit dari bakteria,” tambah Kesser.

Telinga memiliki sistem membersihkan diri sendiri

Yang mengesankan dari saluran telinga, menurut Kesser, adalah bahwa kulit di dalamnya bisa berpindah (migrate). “Jadi jika Anda memasukkan setitik tinta pada gendang telinga Anda, tinta itu akan berpindah dan keluar dari saluran telinga.” Ketika kulit tersebut berpindah dia membawa segala kotoran yang ada dan wax keluar, katanya menambahkan, hal itu bisa menjaga telinga tetap bersih.

Apa yang bisa Anda lakukan untuk menjaga telinga tetap bersih secara aman?

Saluran telinga secara alami mendorong wax ke bagian luar telinga. “Itulah tempat yang harus Anda bersihkan—bagian terluar telinga,” kata Schofield. Tapi Anda tidak memerlukan sebuah cotton swab; Kesser menganjurkan agar orang-orang menggunakan jari kelngking mereka saja dan kain pembersih yang dingin untuk membersihkan telinga bagian luar ini.

Meski kebanyakan orang tidak perlu membersihkan bagian dalam telinga mereka, namun ada pula sbagian orang yang perlu mengeluarkan wax dari dalam telinga mereka, namun proses pembersihan ini tidak boleh dilakukan di rumah. Kesser mementang penggunaan alat irigasi telinga, dan baik dia maupun Schofield mewanti-wanti agar tidak melakukan apa yang disebut ear candling—praktik membersihkan telinga yang dilakukan dengan cara menyalakan lilin dan memasukkan ujung lilin yang apinya sudah dimatikan ke dalam saluran telinga. Ear candling bukan saja tidak bisa membersihkan kotoran telinga, kata mereka, tapi juga sangat berbahaya dan bisa menyebabkan terbakar.

Sebagai gantinya, orang harus menghubungi dokter ahli THT untuk melakukan pembersihan telinga mereka. Jika telinga Anda benar-benar gatal, mengalami kehilangan pendengaran secara tiba-tiba atau merasa telinga Anda seperti penuh, atau jika ada cairan mengalir atau darah keluar dari telinga (tanda-tanda infeksi), Anda perlu menemui dokter ahli THT untuk memeriksa kalau-kalau telah terjadi dampak.

Orang lain yang mungkin perlu mengunjungi dokter ahli THT setahun sekali atau dua kali setahun untuk membersihkan telinga adalah mereka yang menggunakan alat bandu dengar atau, kata Schofield menambahkan, menggunakan ear-headphone atau ear bud secara terus menerus. “Jika Anda mengalami penyumbatan telinga secara kronis atau menggunakan alat yang dimasukkan ke telinga untuk jangka lama setiap hari, maka Anda beresiko memiliki kotoran telinga yang tidak bisa bergerak keluar dari saluran telinga dan bisa menyebabkan akumulasi kotoran telinga di dalam saluran telinga,” katanya.

https://www.yahoo.com/lifestyle/tips-clean-ears-why-ents-090055897.html

Read more

0 Pendidikan Karakter, Apa Itu?


 

Pendidikan karakter didefinisikan sebagai usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan (habituation) yang baik sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak bersandarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. Pendidikan Karakter harus selalu diajarkan, dijadikan kebiasaan, dilatih secara konsisten dan kemudian barulah menjadi karakter bagi peserta didik.

Guru sangat berperan dalam penguatan pendidikan karakter bagi anak didiknya, dimana guru harus mencontohkan apa yang disampaikan dan akan ditiru oleh anak didiknya (dikutip dari situs kemdikbud.go.id).

Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pasal 1 ayat 1 yang menyebutkan bahwa guru harus dapat melaksanakan pembelajaran yang mengarahkan peserta didiknya secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan lainnya yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam Kurikulum Merdeka, Pendidikan karakter dimanifestasikan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila, dengan harapan, di akhir masa pendidikan, para alumni sudah memiliki kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan jenjang satuan pendidikannya.

Namun, pada praktiknya di lapangan, di sekolah, apakah para insan pendidikan, terutama guru, dan peserta didik memahami, dan berusaha menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, memiliki kekuatan spiritual keagamaan, mempunyai kemampuan mengendalikan diri yang baik, berakhlak mulia seperti yang kita harapkan? Jawabannya sudah kita ketahui bersama melaui sosial media.

Di media sosial, sehari-hari, kita sering menyaksikan anak-anak sekolah tawuran antargeng, melakukan perundungan terhadap teman sekolah mereka, bahkan terlibat dalam tindak pidana kriminal, dan para insan pendidik kewalahan mengatasi mereka. Jumlah kenakalan seperti ini bukannya berkurang, kalau tidak mau dikatakan meningkat, dibandingkan dengan zaman dahulu, ketika pendidikan karakter belum diperkenalkan di sekolah.

Hal ini terjadi tentu bukan karena para insan pendidikan, guru dan tenaga kependidikan tidak, atau belum, menerapkan pendidikan karakter seperti yang diharapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan, tapi, mungkin, karena mereka belum benar-benar memahami karakter yang baik, dan memberi contoh karakter yang baik yang patut diteladani oleh para peserta didik.

Dalam sebuah upacara bendera di satuan pendidikan, yang rutin dilaksanakan setiap Senin pagi, seekor kumbang terbang mengitari kepala para ibu guru yang sedang berbaris khidmat mengikuti jalannya upacara. Kehadiran kumbang yang berdengung-dengung di atas kepala tersebut tentu saja mengganggu ibu-ibu yang kepalanya dikitari oleh serangga hitam besar tersebut. Seorang ibu guru tampak ketakutan dan merundukkan kepala ketika sang kumbang hampir menyentuh jilbabnya. Ketika si guru hampir panik, dan berteriak, seorang siswi yang berada di dekatnya dengan tangkas melibas hewan tersebut hingga jatuh ke tanah. “Injak!” seru seorang guru yang lain. Si siswi, dengan tanpa ragu, menginjak dan melumat sang kumbang hingga mati dan hancur lebur.

Saya tidak ingin menggeneralisasi, tapi dalam kondisi seperti inilah pendidikan karakter itu berlangsung di sebagian satuan Pendidikan.

Read more
 
© Hasim's Space | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger