Di zaman pemerintahan Prabowo ini latihan bela negara Komponen Cadangan (Komcad) sangat digalakkan. Sejauh ini sudah banyak latihan Komcad diselenggarakan untuk PNS dalam jabatan dan kepala daerah yang akan menjabat. Dan yang sedang hangat-hangatnya dibahas sekarang adalah Latihan Komcad yang untuk para calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDPMP).
Banyak yang bertanya-tanya apa hubungan antara Latihan militer seperti Komcad dengan pekerjaan atau profesi seperti PNS, PPPK, atau pegawai BUMN.
Latihan Komcad adalah salah satu jenis latihan bela negara bagi warga negara Indonesia. Pada dasarnya, setiap warga negara suatu negara wajib membela negaranya ketika negara mereka sedang terancam, atau dalam suasana perang.
Di beberapa negara, warganya diwajibkan mengikuti latihan militer selama beberapa bulan ketika mereka mencapai usia tertentu. Namun, di Indonesia hal ini tidak bisa dilakukan karena konsitusi kita tidak mengamanatkan hal itu.
Berikut adalah daftar negara di dunia yang mewajibkan wajib militer, dikelompokkan berdasarkan wilayahnya:
1. Asia & Timur Tengah
Kawasan ini memiliki beberapa sistem wajib militer paling ketat di dunia karena situasi keamanan regional.
- Korea Selatan: Mewajibkan semua pria berbadan sehat berusia 18–35 tahun untuk bertugas selama 18 hingga 21 bulan (tergantung matra angkatan).
- Korea Utara: Memiliki durasi wamil terlama di dunia. Pria diwajibkan bertugas hingga 10 tahun, sementara wanita wajib bertugas sekitar 5 hingga 7 tahun setelah lulus sekolah.
- Israel: Salah satu dari sedikit negara yang mewajibkan pria dan wanita sekaligus sejak usia 18 tahun. Pria bertugas sekitar 32 bulan, sedangkan wanita sekitar 24 bulan.
- Singapura: Dikenal dengan program National Service (NS). Semua pria warga negara dan penduduk tetap (permanent resident) generasi kedua wajib mengikuti pelatihan militer selama 22–24 bulan pada usia 18 tahun.
- Thailand: Menggunakan sistem lotre unik setiap bulan April untuk pria berusia 21 tahun. Jika menarik kartu merah, mereka wajib militer selama 2 tahun; jika mendapat kartu hitam, mereka bebas.
- Negara lain di Asia/Timur Tengah: Iran, Taiwan (12 bulan), Uni Emirat Arab, Turki, Vietnam, dan Myanmar.
2. Eropa
Meskipun banyak negara Eropa menghapus wamil setelah Perang Dingin berakhir, beberapa negara tetap mempertahankannya (atau bahkan menghidupkannya kembali karena meningkatnya ketegangan regional).
- Rusia: Mewajibkan pria berusia 18–30 tahun untuk menjalani dinas militer selama 12 bulan.
- Ukraina: Menjalankan wajib militer secara aktif, terutama untuk pertahanan nasional di tengah konflik yang berlangsung.
- Finlandia: Pria di atas 18 tahun wajib mengikuti wamil selama 6 hingga 12 bulan, atau memilih opsi dinas sipil (non-militer).
- Swiss: Semua pria berbadan sehat wajib menjalani pelatihan militer dasar dan tetap menjadi pasukan cadangan selama bertahun-tahun setelahnya. Bagi yang menolak atas dasar keyakinan, diwajibkan menjalani dinas sipil alternatif.
- Norwegia & Swedia: Menerapkan wajib militer yang setara gender (pria dan wanita). Meskipun wajib di atas kertas, sistemnya sangat selektif. Militer hanya memilih warga yang memiliki skor bakat dan motivasi tertinggi untuk mengisi kuota yang dibutuhkan.
- Negara lain di Eropa: Yunani, Austria, Siprus, dan Estonia.
3. Amerika & Afrika
- Brasil: Semua pria berusia 18 tahun wajib mendaftar untuk dinas militer selama 10–12 bulan, meskipun dalam praktiknya banyak yang dibebaskan karena kelebihan kuota pendaftar.
- Kolombia: Pria berusia 18–24 tahun wajib menjalani dinas militer hingga 18 bulan.
- Mesir: Mewajibkan pria berusia 18–30 tahun bertugas selama 18 hingga 36 bulan, diikuti dengan kewajiban menjadi pasukan cadangan selama 9 tahun.
- Eritrea: Negara di Afrika Timur yang mewajibkan wamil bagi pria dan wanita. Secara hukum durasinya 18 bulan, namun dalam praktiknya sering kali diperpanjang oleh pemerintah dalam waktu yang tidak ditentukan.
Catatan Tambahan: Beberapa negara besar seperti Amerika Serikat tidak menerapkan wajib militer aktif (semua tentaranya sukarelawan), namun pria berusia 18–25 tahun di sana tetap wajib mendaftarkan diri ke sistem database Selective Service sebagai langkah antisipasi darurat jika sewaktu-waktu negara membutuhkan mobilisasi massa.
Sejauh ini, hal bela negara di Indonesia dibebankan pada tentara nasional Indonesia (TNI) karena merekalah yang secara sukarela mendaftarkan diri, memenuhi syarat, dan terpilih untuk itu. Untuk itu para anggota TNI diberi gaji, dan pensiun ketika mereka mencapai usia tertentu dan dipandang tidak lagi fit sebagai individu andalan bela negara.
Karena para TNI digaji, dan sudah terlatih sebagai indivisu paling fit, maka merekalah yang paling bertanggung jawab membela negara. Namun, dalam suasana gawat darurat, ketika TNI sudah kehabisan daya upaya, semua rakyat Indonesia diwajibkan turun tangan membantu TNI. Dan yang paling wajib melakukan itu, sesuai urutan status kewarganegaraan Adalah polisi, PNS, PPPK, pegawai BUMN, dan yang terakhir rakyat jelata.
Jadi, untuk itulah Latihan Komcad dilakukan. Dan mengapa hanya para pegawai yang dilatih, karena merekalah yang digaji oleh negara.
Pulau Pisang

.png)


