Headlines

Powered by Blogger.
Showing posts with label Media. Show all posts
Showing posts with label Media. Show all posts

0 Mengekspose Keburukan Seseorang di Internet, Apa Tindakan Pemerintah?

 


Di era Internet ini media sosial adalah sesuatu yang niscaya bagi para penggunanya. Berselancar di Internet tanpa menggunakan media sosial terasa ada yang kurang lengkap. Bahkan ada yang menjadikan media sosial sebagai tujuan utama membuka Internet. Media sosial telah menjadi ikon Internet. Hidup tanpa media sosial di zaman sekarang adalah tidak lengkap dan terasa ketinggalan zaman.

Berbagai manfaat media sosial telah dirasakan banyak orang, mulai dari terjalinnya persahabatan yang akrab dengan orang yang tidak kita kenal nun jauh di sana, menemukan kembali teman lama yang tak pernah kita jumpai lagi di kehidupan nyata, dan yang yang paling ekstrem, menemukan jodoh; mendapat suami atau istri dari media sosial.

Namun, di sisi lain, tak sedikit pula yang terpedaya oleh media sosial. Ada yang tertipu oleh orang yang tidak mereka kenal hingga mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, dan ada juga yang terkecoh oleh realita dunia maya; mengira apa yang mereka lihat di Internet adalah sesuatu yang nyata, padahal itu merupakan produk teknologi AI semata.

Dan yang sering membuat keki adalah betapa media sosial sekarang sudah dijadikan alat kontrol perilaku oleh sebagian pengguna. Mereka mungkin bertujuan baik. Mereka ingin agar hidup ini tertata rapi, nyaman, aman, dan sempurna seperti yang mereka inginkan.

Kita sering menyaksikan video di Tiktok, atau YouTube, atau Facebook yang mengekspose keburukan seseorang dengan tanpa tedeng aling-aling. Wajah orang yang diduga telah melakukan tindakan kriminal diekspose dengan jelas, tanpa ditutupi sedikitpun, atau di-blur.

Dan narasi yang menjelaskan masalahnya dibuat secara sepihak dan sangat emosional; hanya mengatakan keburukan si orang tersebut, tanpa memberinya kesempatan untuk membela diri. Kata-kata yang dipilih kasar dan menohok seolah-olah orang yang diekspose tak punya kebaikan sedikipun, dan merupakan objek yang harus dicaci maki oleh orang di seluruh dunia.

Mungkin itu dibuat sebagai contoh shock therapy, sebagai peringatan agar orang-orang tak melakukan hal serupa. Tapi, di sisi lain, hal ini tentu saja membuat si pelaku malu, trauma, depresi, bahkan gila, hingga bunuh diri karena tak tahan.

Pertanyaan yang timbul di benak kita, sebandingkah derita yang dia dapat; hukuman itu, dengan perbuatan yang telah dia lakukan? Apakah orang yang telah berbuat salah harus menanggung konsekuensi yang sedemikian berat?

Hukum tentu saja harus berazas keadilan. Begitulah prinsip hukum di dunia yang beradab. Kalau tidak adil, itu bukan hukum, melainkan tindakan bar-bar yang tak pantas dilakukan oleh orang yang berpendidikan dan berkemajuan. Hukum itu bukan dibuat untuk mempermalukan, atau untuk mengekspose kesalahan seseorang di muka dunia. Hukum dibuat untuk menciptakan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban sebagai cerminan dari tataan masyarakat yang menggunakan akal pikiran dalam kehidupan sehari-hari.

Orang yang menegakkan hukum harus orang yang bersih, yang tidak pernah melanggar hukum atau melakukan tindakan kriminal apapun baik yang kecil maupun yang besar.

Seseorang baru bisa dinyatakan bersalah jika telah diputuskan bersalah oleh penegak hukum melalui pengadilan. Sebelum itu, tidak ada yang berhak menghukum mereka, apalagi mengkespose kesalahan mereka di muka dunia, dengan tanpa diberi kesempatan sedikitpun untuk membela diri, atau menjelaskan masalah yang sebenarnya, apalagi jika orang yang mengekspose kesalahan mereka itu adalah orang yang tak lepas dari berbagai kesalahan atau pelanggaran hukum pula.

Dan, untuk kasus-kasus dalam video yang kita saksikan di Internet, sanggupkah si pembuat video membuktikan kesalahan mereka? Bagaimana jika tuduhan itu tidak benar? Bagaimana jika video itu sengaja dibuat sebagai fitnah untuk membunuh karakter seseorang? Bagaimama jika video itu dibuat sebagai alat balas dendam?

Kita sebagai penonton harus bijaksana. Ingat azas praduga tak bersalah. Seseorang tidak bisa dinyatakan bersalah sebelum ditetapkan oleh putusan pengadilan.

Mengekspose kesalahan seseorang di media sosial itu adalah tindakan main hakim sendiri yang tidak boleh terjadi. Dan dalam hal ini, Pemerintah semestinya berindak. Pemerintah tidak boleh hanya jadi penonton, dan membuat keadaan menjadi lebih buruk.

Read more

0 Website Ini Bisa Temukan Foto-foto Lama yang Sudah Anda Lupakan, atau Anda Tak Ketahui Pernah Ada di Internet

 


Di bawah ini adalah review saya tentang PimEyes—plus, apa yang dikatakan para ahli tentang teknologi AI

Pada tahun 2012, saya adalah mahasiswa baru di sebuah perguruan tinggi dan, ketika itu, saya baru membuat sebuah blog. Tak ada niche, tak ada target audiens. Saya hanya ingin menulis—atau, lebih tepatnya ngeblog. Jadi, saya muat saja foto saya yang paling keren mengenakan sebuah bubble necklace (sejenis kalung besar yang lagi trend ketika itu), dan menyuruh ibu saya mengambil ‘headshot” saya ketika saya sedang berdiri di depan rumput yang tak terawat di pantai. Satu dekade kemudian, dan, ketika saya sudah melupakan foto itu sama sekali,--foto itu muncul di PimEyes, sebuah website yang menggunakan teknologi AI untuk mengenali wajah Anda dan menemukan semua gambar Anda. Bahkan gambar yang tidak Anda ketahui pernah ada.

Saya tidak menyukai ini. Saya tidak menyukainya sama sekali. Dan nyatanya, itulah saya: 2012, rumput pantai dan bubble necklace. Di manakah foto ini berada ketika itu. Apakah saya sendiri masih memiliki foto ini di laptop saya? Apakah foto ini di simpan di cloud? Bagaimana, di mana, kenapa—AI?

Related: Why Is April 24 Trending on TikTok? Here Are the Disturbing Details for Parents and Women To Know

Dalam beberapa hal, Pim Eyes memiliki versi gratis yang bisa Anda gunakan hingga tiga kali pencarian terpisah. Setelah itu, harga premiumnya terbagi menjadi:

·       Open Plus Plan: $29,99 per bulan untuk akses selama satu bulan, 25 kali pencarian sehari, dan tiga kali Pim Eyes alerts (pemberitahuan) ketika foto Anda muncul di sebuah situs.

·       PROtect plan: $79,99 per bulan untuk PROtect plan (satu bulan akses, 25 pencarian sehari, 15 PimEyes alerts, dan 80 DMCA otomatis dan GDPR Takedown Notice (pemberitahuan GDPR jika foto Anda dihapus).

·       Advance Plan: $299,99 per bulan untuk akses selama satu bulan, pencarian tak terbatas, 500 PimEyes alerts, deep search (pencarian mendalam), dan ekspor dalam bentuk PDF dan CSV.

Mereka memberi penjelasan dalam situs mereka: “Cari sebuah wajah dan periksa di mana gambar wajah tersebut muncul secara online. Face finder kami membantu Anda menemukan sebuah wajah dan melindungi privasi Anda. Situs pengenalan wajah online memungkinkan Anda melakukan pencarian berbasis imej. PimEyes adalah sebuah mesin pencari gambar wajah dan foto yang bisa digunakan siapa saja. Ini adalah alat yang hebat untuk mengaudit copyright infringement (pelanggaan hak cipta).”

Ini aneh dan cukup meresahkan, tapi jangan lupa Google Image Reverse Search (aplikasi pencarian gambar oleh Google) telah ada sejak lama. PimEyes tampaknya merupakan sebuah versi dari mesin pencari milik Google ini—yang diberi steroids.

Apakah aplikasi pengenalan wajah telah melangkah terlalu jauh?

Pengenalan wajah (facial recognition) adalah salah satu bentuk pertanyaan yang paling banyak dicari jawabnya di internet. Metode pengenalan wajah yang dikembangkan oleh AI —yang, lebih dari sekedar alat pencari seperti Pim Eyes, juga mengacu pada pengenalan seseorang bukan melalui sidik jari atau password, namun dari wajah mereka yang sebenarnya—adalah 99% akurat di kalangan laki-laki kulit hitam, wanita kulit hitam, laki-laki kulit putih, dan wanita kulit putih (tergantung pada algoritma) menurut sebuah evaluasi pada tahun 2022.

Saya menghubungi Richard Gardner, CEO Modulus, untuk meyakinkan saya, atau membantah keyakinan saya akan AI. Gardner merupakan seorang ahli masalah yang sudah dikenal dunia selama lebih dari dua dekade, menawarkan pandangan dan analisis yang mendalam dan kompleks tentang AI dan perkembangan software. Modulus telah membuat teknologi untuk klien-klien seperti NASA, NASDAQ, Yahoo!, Microsoft dan banyak lagi. Modulus juga merupakan pemegang saham terbesar dari FinTech IP (kekayaan intelektual teknologi finansial) di planet ini.

Related: What You Need to Know About Artificial Intelligence

“Ada banyak alasan mengapa kita harus khawatir tentang bagaimana teknologi pencarian berbasis AI akan mengganggu privasi kita di internet,” kata Gardner pada Parade. “Meski kita sudah maklumi bahwa privasi data kita selalu rendah, namun para konsumen biasanya memilih jebakan privasi dengan cara membuat akun media sosial, sharing foto-foto, dan lainnya. Dengan adanya AI yang bisa memproses data dalam jumlah yang sangat-sangat besar secara efektif, maka, dengan demikian, AI juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi orang dalam foto-foto yang, sebenarnya, mereka sendiri tidak ingin diidentifikasi atau di-tag.

Dan ini membawa kita pada algoritma yang 99% efektif. Tentu, AI pintar, tapi apakah dia cukup manusiawi untuk mengenali mana yang seharusnya dan yang tak seharusnya diidentifikasi untuk kepentingan privasi?

Related: Be Wary of These 15 Common Facebook Marketplace Scams

“Algoritma yang digunakan adalah kekhawatiran kita yang lain,” kata Gardner. “Apakah algoritma tersebut akan mampu membedakan foto-foto publik dan foto-foto yang bersifat privat?”

Ini tetap menjadi pertanyaan terbesar tentang AI.

Beranjak dari hal ini, saya memutuskan untuk melanjutkan melakukan hal ini—“hal ini” adalah mencari gambar saya sendiri dengan PimEyes. Saya masuk ke versi gratisnya, yang hanya mengizinkan pencarian lunak—atau “pencarian aman.” Pencarian mendalam hanya bisa diakses oleh mereka yang mengambil paket Advance Plan, dan saya tidak berminat membelanjakan $299,99 sekarang ini.

Related: These Were the 100 Most Common Passwords Used in 2022, See If Yours Made the List

Pertama-tama, saya melakukan pencarian satu foto diri saya sendiri. Hasilnya relatif terbatas dan saya tidak terlalu terkesan. Foto yang saya muat di blogger pada tahun 2012 itu berhasil saya temukan dan tentu saja, saya merinding, terheran-heran bahwa foto ini masih ada di internet, namun apa yang saya antisipasi selama ini jauh lebih buruk lagi—foto-foto kuliah di mana saya sedang minum di latar belakang atau mungkin foto-foto security footage ketika saya sedang mencairkan uang di ATM sebuah bank.

Saya kira dengan mengantisipasi dampak terburuk, hasil-hasil yang sebenarnya akan tidak terlalu menakutkan.

Saya melakukan percobaan lagi dan meng-upload foto selfie yang kedua, dengan bertanya-tanya dalam hati apakah ini akan meningkatkan akurasi pencarian lunak. Kali ini, saya gugup. Saya ragu-ragu menekan “Start Search,” dan dada saya berdebar-debar kencang.

Bagaimana jika saya melihat sesuatu yang tidak saya inginkan? Bagaimana jika si robot ini mengetahui sesuatu yang tidak saya ketahui? Bagaimana jika saya menggunakan kecerdasan artifisial ini untuk mencari wajah saya dan saya temukan sebuah gambar rahasia yang telah diambil seseorang tanpa sepengetahuan saya?

Related: Is My Money Safe in the Bank? Here's What's Covered and What To Know

Hal ini tidak jadi soal jika Anda tidak pernah mengirim foto-foto telanjang. Bagi saya, tak ada apapun yang bisa ditemukan oleh robot ini tentang saya di internet. Sekurangnya, tidak sejauh yang saya ketahui … jadi, kenapa saya jadi berkeringat dingin? Apakah ada? Adakah? Maksud saya, Sesuatu yang bisa ditemukan mesin ini?

Bagaimana jika seseorang telah memainkan tipuan Catfish (menggunakan gambar profil palsu untuk menipu) dan meng-hack komputer saya atau HP saya, lalu mengupload gambar-gambar saya sedang berganti pakaian selama berjam-jam. Atau video saya sedang mandi sambil meraih HP saya untuk memainkan musik? Semua tanpa sepengetahuan saya? *bergidik*

Terlintas dalam pikiran saya untuk menutupi kamera saya dengan tape hitam lagi. Seperti tahun, 2014, tapi sekarang 2023.

Untungnya, PimEyes tidak memunculkan apapun yang menakutkan meski sebagian dari gambar-gambar tersebut—ada total 123 gambar, yang sebagiannya duplikat—diberi label peringatan “potentially explicit.” Secara teknis, websites yang merupakan host bagi gambar-gambar innosen ini (yang kebanyakan berasal dari tutorial makeup lama yang telah saya posting) bisa, bagaimanapun, terhubung dengan konten eksplisit. Namun versi gratis ini tidak menyediakan link website yang merupakan host foto-foto tersebut. jika Anda menginginkan fitur ini, Anda harus membayar. Jadi, saya tidak tahu pasti.

Related: We Asked ChatGPT To Give Us a List of Baby Names Inspired by Taylor Swift—and It Did Not Disappoint

Versi gratis ini juga tidak melakukan “pencarian mendalam,” jadi, secara teoritis, ada lebih banyak foto-foto yang beada di dalam jangkauan AI, namun sementara ini, pencarian lunak ini cukuplah bagi saya. Perlu pula diperhatikan, bahwa dari 123 foto-foto tersebut semuanya adalah foto yang saya ambil dan upload sendiri (bukan difoto dan di-upload orang lain).

Tidak ada foto-foto candid saya sedang berada di mesin ATM, tidak ada pula foto-foto selfie yang dijual oleh Snapchat (Tuhan akan membantu kita jika Snap dan PimEyes bekerja sama untuk berbagi informasi). Tak ada yang mencurigakan.

Namun, betapapun menakutkannya, Pim Eyes juga bisa digunakan untuk kebaikan. Sebagaimana pengguna Twitter Kristen Ruby mengatakan, ada manfaatnya juga mendeteksi foto-foto dirinya yang telah di-upload tanpa sepengetahuannya. Akan tetapi, seperti yang dikatakan oleh pengguna Twitter Soo Schreiber, ini bisa digunakan untuk niat jahat pula. (Stephanie Osmanski)

https://www.yahoo.com/lifestyle/website-every-photo-online-15-232013550.html

Read more

0 Ilmuwan Kini Bisa Gunakan Sinyal WiFi untuk Melihat Menembus Dinding

Researchers at Carnegie Mellon University can now map human bodies through walls using WiFi signals. This won’t get creepy.
  • Para peneliti di Carnegie Mellon University kini bisa memetakan tubuh manusia dengan cara menggunakan sinyal WiFi yang bisa menembus dinding bangunan.
  • Teknologi tersebut bisa melacak poin-poin kunci di tubuh manusia untuk dideteksi, yang sekaligus memperluas jangkauan penelitian sebelumnya tentang penggunaan sinyal WiFi untuk menentukan lokasi manusia.
  • Para penulis penelitian tersebut menempatkan terbosoan ini sebagai bermanfaat untuk privasi seseorang, bahkan meski bisa lebih memudahkan, pelacakan manusia dengan cara yang lebih murah.

Namun belumlah jelas bagaimana mungkin hanya dengan menggunakan sinyal WiFi untuk melacak pergerakan manusia menembus dinding rumah bisa memperbaiki privasi seseorang … tapi itulah yang diklaim oleh penelitian terbaru dari Carnegie Mellon University ini.

Dalam paper yang baru saja diterbitkan, para peneliti telah memperluas penelitian yang mengerahkan sinyal-sinyal WiFi untuk memetakan pergerakan manusia, khususnya dalam keadaan cahaya redup yang membuat penggunaan teknolosi lainnya kurang diminati. Mereka menulis:

“Kami telah mengembangkan sebuah jaringan neural yang mendalam yang bisa memetakan fase dan amplitude sinyal-sinyal WiFi pada koordinat UV pada 24 wilayah tubuh manusia. Hasil-hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa model yang kami kembangkan ini bisa mengestimasi dense pose dari berbagai subjek, dengan performa yang sebanding dengan pendekatan berbasis image, dengan menggunakan sinyal-sinyal WiFi sebagai satu-satunya input.”

Cara ini telah memberi peluang bagi kemungkinan pelacakan manusia dengan cara menembus dinding dengan biaya yang lebih murah.

Teknologi berbiaya tinggi telah berhasil memetakan pergerakan tubuh manusia dengan cara memembus dinding selama bertahun-tahun. Dan para peneliti Massachusetts Institute of Technology telah menghabiskan waktu lebih dari satu dekade meneliti cara-cara melihat tubuh manusia di balik dinding dengan cara yang lebih mudah, dengan menggunakan sinyal telepon seluler atau sinyal WiFi. Dalam penelitian Carnegie Mellon, para peneliti memanfaatkan sinyal WiFi untuk mengirim dan menerima koordinat tubuh manusia dan kemudian menggunakan DensePose untuk memetakan tubuh mereka. (Den Pose adakah perkiraan pose manusia yang padat, yang dirancang untuk memetakan semua piksel manusia dari gambar RGB ke representasi tubuh manusia berbasis permukaan 3D)

Dari penelitian tersebut:

“Kemajuan dunia komputer dan teknik pembelajaran mesin (machine learning techniques) telah membawa kita mencapai pengembangan estimasi pose manusia 2 dimensi dan 3 dimensi mulai dari kamera RGB, LiDAR, dan radar. Akan tetapi, estimasi pose manusia berdasarkan image sayangnya banyak dipengaruhi oleh oklusi dan cahaya, yang umum terdapat dalam scenarios of interest.”

Dengan mengurangi kebutuhan akan teknologi yang maju—dan mahal—para peneiti dari Carnegie Mellon mengatakan bahwa mereka bisa membuat pelacakan manusia lebih mudah dilakukan. Namun, mereka juga menempatkan terobosan ini sebagai sebuah situasi yang positif bagi privasi seseorang. Anda tidak membutuhkan sinyal WiFi untuk mengatakan bahwa yang mereka maksud ini kuranglah jelas.

https://www.msn.com/en-us/news/technology/scientists-can-now-use-wifi-to-see-through-people-s-walls/ar-AA16x9K3?ocid=Peregrine&cvid=d08e30c1450049328e4be0470aef5134

 

Read more

0 Influencer Instagram Tuai Kecaman Setelah Memasang Foto Telanjang di Atas Punggung Seekor Gajah di Bali

 

Seorang influencer media sosial Rusia berusia 22 tahun mendapat kecaman keras dari netizen karena memposting foto telanjang dirinya di atas seekor gajah di Bali di akun Instagram miliknya yang memiliki follower sebanyak 553.000 orang. Alesya Kafelnikova mendapat hujatan atas video pendek yang yang dia post tanggal 13 Februari 2021, di mana dia terlihat sedang berbaring telungkup di punggung seekor gajah Sumatra, menurut The Sun. Video yang telah dihapus tersebut dia beri caption: “Natural Vibes.” Dalam sebuah post berikutnya, Kafelnikova memasang sebuah foto yang diduga dengan gajah yang sama dengan caption, “To love nature is human nature.”

Meski ada beberapa komen yang mendukung Kafelnikova, puteri dari bekas juara dunia tennis Yevgeny Kafelnikov, namun beberapa netizen menghujatnya karena menggunakan gajah di sosial media. “Gajah yang malang. Apakah kamu tidak malu tidur telanjang di punggung seekor gajah? Gajah adalah makhluk hidup. Uang telah menggelapkan segalanya,” kata salah satu komen. Gajah bukanlah hewan asli Bali dan keberadaannya di sana untuk menghibur para turis. Seorang juru bicara organisasi Save The Asian Elephants mengatakan pada The Sun bahwa foto Kafelnikova tersebut merupakan, “sebuah perbuatan iseng yang tragis terhadap gajah Asia yang agung ketika spesies tersebut sedang berjuang mempertahankan keberadaan mereka melawan penyalahgunaan yang brutal dalam bidang wisata dan ‘hiburan’ manusia.” “Save The Asian Elephants membela adanya undang-undang yang melarang penerbitan iklan dan penjualan tiket-tiket hiburan yang tidak etis di mana hewan yang spesial ini dikomersialkan dengan cara dipukul, ditujah, dan berbagai siksaan lainnya untuk membuat mereka menjadi hewan yang dieksploitasi secara komersial—hewan ini hanya boleh berada di tempat perlindungan hewan,” katanya menambahkan.

Kafelnikova membela fotonya dalam sebuah postingan tertanggal 18 Febrruari, dengan mengatakan bahwa dia telah memberi bantuan fiansial kepada orang-orang lokal dan hewan-hewan di tempat dia mengambil foto tersebut. Dia menambahkan bahwa dia mencintai Bali dan hewan-hewan. “Asal Anda tahu saja, saya telah banyak beramal selama bertahun-tahun dan salah satu sumbangan saya yang terakhir adalah bantuan keuangan bagi hewan-hewan dan penduduk desa, di mana saya mengambil foto tersebut,” tulisnya. Kafelnikova mengatakan bahwa dia mengambil foto dan video tersebut ketika dia melakukan sesi foto pribadi di Bali, di mana dia tinggal belakangan ini. Dia juga menambahkan bahwa dia tidak pernah bermaksud menyakiti perasaan masyarakat setempat. “Saya berharap semua orang yang berpikiran negatif terhadap saya akan mendapat kesadaran estetik terhadap postingan saya dan Anda akan melihat keindahan yang menakjubkan di dalamnya!” Kafelnikova menambahkan. Feature Images via @kafelnikova_a (left) @starnews (right, screenshot)

 https://www.yahoo.com/entertainment/instagram-influencer-sparks-outrage-posing-160644297.html

Read more

0 Apakah Media Sosial Baik atau Buruk bagi Keluarga Anda?


Semenjak Internet, dan khususnya smartphone, menjadi komoditas rumah tangga, dampak media massa terhadap orang dan masyarakat semakin meningkat secara eksponensial.

Seperti yang mungkin Anda perkirakan, ada sebuah pendulum yang berayun-ayun dari opini publik yang sering kali bergeser dari mengutuk keburukan dari trend ini hingga yang memuji-muji banyaknya keuntungan dari teknologi yang banyak dibutuhkan tersebut.

Tak peduli apakah Anda cenderung sependapat dengan yang pertama atau yang kedua, tapi jelaslah bahwa media massa mempunyai dampak serius terhadap individual dan masyarakat secara keseluruhan. Banyak orang mengkhawatirkan implikasi dari efek-efek tersebut, dan bertanya-tanya seputar:
  • Bagaimanakah media memengaruhi saya?
  • Bagaimanakah media massa memengaruhi generasi yang akan datang?
  • Bagaimanakah video games mengubah kehidupan kita?
  • Bagaimanakan media on-demand memengaruhi kesehatan kita?
  • Apakah media massa benar-benar penting?
  • Bagaimanakan cara kita menggunakan media massa dan media sosial dengan baik?
  • Apakah media massa merupakan sesuatu yang baik?
Menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas bisa membantu Anda menjadi pintar dalam berinteraksi dengan tembakan-tembakan media yang secara konstan kini sedang diarahkan pada Anda dan keluarga Anda.

Jadi mari kita berpikir tentang implikasi media massa bersama-sama sehingga kita bisa mendapatkan kesimpulan yang tepat.

Bagaimanakah media memengaruhi Anda?

Banyak orang bertanya-tanya tentang media massa, dan media sosial khususnya, apakah dia baik atau buruk. Tentu saja, untuk setiap jenis media, terdapat banyak opini, beberapa di antaranya berdasarkan riset, beberapa yang lainnya tidak. Nelil Postman menanyakan pertanyaan serupa ini sehubungan dengan adopsi massal atas televisi.

Di satu pihak, penggunaan teknologi yang positif dan media massa membuat kita mampu mendapatkan banyak informasi, bekerja sama secara inovatif, atau berhubungan dengan teman-teman dan keluarga. Di sisi lain, hubungan serupa ini bisa digunakan untuk kejahatan siber yang berbahaya.

Media sosial bisa membantu orang merasa terhubung dan berbahagia, berhubungan dengan teman-teman lama dan mendapat teman-teman baru. Akan tetapi, media sosial juga bisa membuat depresi dan menimbulkan kecemasan, ketika hidup kita ternyata tidak bisa memenuhi ekspektasi-ekspektasi yang diciptakan oleh profil-profil yang diedit dengan sempurna seperti yang terdapat di media.

Internet boleh jadi merupakan sumber pesan-pesan yang memotivasi, video-video, atau tulisan-tulisan dalam blog yang bisa memperbaiki hidup Anda dan meningkatkan produktivitas atau hidup sehat. Akan tetapi, tidak tertutup kemungkinan pula pesan-pesan tersebut akan membuat Anda terperangkap dan tidak bisa keluar dari sana dan menjalani kehidupan Anda secara normal.
Ini hanyalah beberapa contoh tentang betapa banyak cara media bisa memengaruhi kehidupan kita sehari-hari.

Karena media massa memengaruhi setiap orang dengan cara berbeda-beda, maka Anda perlu melihat kehidupan Anda sendiri untuk membuat keputusan-keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang Anda dapat.

Di mana posisi Anda di dalam pendulum tersebut? Bagaimana penggunaan media sosial bisa memengaruhi mood, prduktivitas, dan sense of well-being Anda? Jika Anda lebih cenderung mendapatkan dampak-dampak negatif dari media tersebut—depresi, kecemasan, ketidakaktivan—maka mungkin inilah saatnya Anda membatasi konsumsi media Anda.

Apa dampak media massa bagi anak-anak?

Televisi adalah area yang terbaik untuk penelitian tentang dampak media bagi anak-anak. TV memliki potensi untuk membantu, dan sekaligus merusak, sebagaimana juga kebanyakan media-media lain.

Banyak dampak negatif yang telah dicatat, dan anak-anak sering kali menghabiskan lebih banyak waktu menonton TV dibandingkan dengan melakukan aktivitas lainnya. Akan tetapi, jika waktu menonton TV termasuk menonton acara pendidikan dan dengan pengawasan orang tua, maka hal itu bisa membantu proses belajar dan mempunyai dampak yang positif.

Dengan latar belakang serupa ini, para orang tua harus berpikir secara kritis tentang bagaimana anak-anak mereka mengonsumsi televisi. Apakah mereka banyak mengawasi apa yang mereka tonton dan berapa sering anak-anak mereka menonton, ataukah mereka membiarkan saja anak-anak mereka menonton?

Hal ini mungkin akan semakin penting untuk dipikirkan bahwa sekarang ini kebanyakan konsumsi “televisi” mengandung Netflix, Hulu, dan tontonan-tontonan lain yang berbasis streaming.

Memutuskan untuk berhati-hati dalam membuat keputusan-keputusan serupa ini sekarang akan memperbaiki interaksi anak-anak dengan televisi, dan menyiapkan mereka untuk berinteraksi dengan baik dengan media-media jenis lain seiring pertumbuhan mereka.

Apa dampak media bagi remaja?

 

Media sering kali digambarkan sebagai berbahaya bagi anak remaja, dan meski hal ini tentu saja benar dalam beberapa keadaan tertentu, namun dalam hal ini media sebenarnya lebih baik dipahami sebagai memiliki dampak beragam.

Kuncinya adalah bahwa kita harus sadar bagaimana media massa dan jejaring sosial memengaruhi otak sehingga Anda bisa membuat keputusan intensional tentang bagaimana cara menggunakan media-media tersebut.

Beberapa dampak positif media mencakup:
  • Skill motorik kita menjadi lebih baik dengan cara mengetik, meng-klik, bermain games, dan sklill-skill jari lainnya yang berhubungan dengan teknologi.
  • Meningkatkan koordinasi tangan dan mata dan bahkan bisa membantu meningkatkan pikiran cepat.
  • Akses ke media massa bisa memperbaiki kemampuan membaca.
  • Aktivitas jejaring sosial menurut teorinya bisa memperbaiki kemampuan menulis dan bersosialisasi.
Di samping itu, konten tulisan-tulisan dalam media atau media sosial bisa bermanfaat dan berguna bagi remaja. Dengan platform seperti YouTube dan Instagram, mereka bisa mendapat akses terhadap kisah orang lain yang tidak bisa mereka ketahui dengan tanpa media. Dengan cara ini, remaja bisa belajar bahwa banyak orang lain yang mengalami kesulitan-kesulitan sperti yang mereka hadapi, yang bisa membuat mereka menjadi lebih pede dan berani.

Akan tetapi, ada pula dampak negatif yang signifikan.

Dampak-dampak negatif tersebut mencakup:
  • Depresi dan kecemasan akan body-image (bentuk tubuh sendiri)
  • Menganggap kekerasan sebagai sesuatu yang normal
  • Akses terhadap pornografi yang leluasa
  • Meningkatkan resiko terkena obesitas karena kurang banyak bergerak
  • Berkurangnya perhatian terhadap tugas-tugas sekolah
Mengetahui resiko-resiko yang bisa timbul akibat konsumsi media sosial seperti ini adalah penting baik bagi remaja maupun orang tua mereka. Dalam hal ini, pengetahuan benar-benar merupakan kekuatan, karena pengetahuan  bisa membuat keduanya menjadi strategis tentang peran media dalam kehidupan mereka.


Bagaimana dengan video games?

Video games sering kali membuat khawatir, khususnya ketika teknologi terus menerus semakin maju dan bermain games menjadi semakin realistis. Riset menunjukkan beberapa dampak campuran dari penggunaan video games.

Meski pemecahan masalah dan skill kecakapan tangan yang terlibat bisa meningkatkan itelijensi atau skill motorik, tapi kekerasan atau konten-konten yang merisaukan lainnya di dalam games beresiko tinggi bagi tingkah laku yang baik. Sudah diketahui bahwa melihat kekerasan bisa menyebabkan seseorang terbiasa dan tak terkejut lagi terhadap dampak dari kekerasan tersebut.

Sebagaimana dengan jenis-jenis media yang disebutkan di atas, maka kiranya penting bagi para orang tua untuk berhati-hati tentang jenis games yang dimainkan anak-anak mereka dan berapa sering mereka memainkannya.

Apakah media bisa merusak kesehatan?

 

Proliferasi media massa dan perangkat elektronik telah menimbulkan dampak mendalam bagi kesehatan. Ada banyak masalah fisik yang boleh jadi timbul akibat konsumsi media ini, khususnya jika penggunaannya tidak dikontrol.

Dampak dari smartphone sering kali berupa rasa sakit di mata dan di leher, akibat yang tak bisa dihindari dari melihat layar monitor secara terus menerus dan sering kali berada dalam posisi tubuh terperosok di sofa ketika menggunakannya. Obesitas  merupakan resiko jika banyak menghabiskan waktu dengan aktivitas diam di tempat.

Beberapa riset menunjukkan hubungan antara konsumsi media massa dan kecemasan (anxiety) dan depresi. Akan timbul perubahan dalam kebahagiaan, skill sosial, dan kedamaian pikiran sehubungan dengan media dan Internet.

Adalah penting untuk memonitor kebahagiaan dan kesehatan Anda, dan mengorelasikannya dengan praktik-praktik Anda sendiri sehingga Anda bisa membuat keputusan berdasarkan informasi yang lengkap (informed decision) untuk ksejahteraan Anda dan keluarga Anda.

Read more about health communication master’s in communication options.

Bagaimanan Anda melindungi diri sendiri dan keluarga Anda?

 

There are many recommendations for being wise with media consumption.

Para orang tua harus mengetahui stus-situs dan chanel-chanel yang sedang populer sekarang ini, dan jenis-jenis konten yang sering berhubungan dengan anak-anak. Tanyalah anak Anda dan cobalah browsing bersamanya. Buatlah aturan yang jelas dan masuk akal bagi anak-anak Anda, yang akan bermanfaat bagi kehidupannya kelak.

Pastikan Anda mendiskusikan perbedaan antara fantasi dan realitas dengan anak-anak Anda. Jika terekspos terhadap kekerasan dan seksualitas secara serampangan, anak-anak harus tahu bahwa itu hanyalah fantasi, dan bukan kejadian nyata sehari-hari. Bahaya kekerasan dan perilaku yang beresiko harus sering kali dibahas.

Untuk kebanyakan orang berusia 1-99 tahun, membatasi penggunaan media selama beberapa jam per hari adalah beralasan dan bisa dipaksakan. Bicarakanlah pendidikan, nilai-nilai, dan intrusi  media secara teratur dengan keluarga Anda

Kesimpulan  

Tidak ada jawaban pasti tentang apakah media massa adalah “baik” atau “buruk”. Penelitian menunjukkan bahwa media massa bisa mempunyai dampak negatif dan positif sekaligus, dan sering kali dampak-dampak ini tergantung pada bagaimana media itu digunakan dan dikonsumsi.

Solusinya bukanlah dengan menghapuskan media massa sama sekali atau menerima dengan pasrah media massa apa saja. Tetapi, kita harus hati-hati dalam menganalisis dan mengevaluasi media massa. Jika Anda mempunyai anak, maka Anda perlu membantu anak-anak Anda memahami sisi positif dan negatif dari hal-hal seperti video games. Media sosial, dan siaran televisi streaming.

Kecuali Anda berencana pindah ke sebuah pulau yang tidak ada koneksi Internetnya, isu ini akan tetap ada. Pendekatan terbaik adalah mencegah resiko dengan saksama, daripada berharap masalah ini akan menghilang dengan sendirinya.

Banyak orang yang kini memilih berhubungan dengan masalah komunikasi massa langsung dengan para master dalam bidang komunikasi massa. Hanya dengan kemajuan seperti ini kita mampu memahami dampak-dampak media massa dan chanel-chanel sosial lainnya yang terus bermunculan sekarang dan di masa yang akan datang.

https://www.mastersincommunications.org/mass-media-good-bad-family/
Read more

0 Jenis Kepribadian Anda Ditentukan oleh Internet

Five, a start-up, can analyze Facebook posts, including those by the social network's co-founder, Mark Zuckerberg, to determine personality types based off of select key attributes.
Photo illustration by The New York Times/Images: by Robert Galbraith/Reuters and Five

Dalam beberapa cara, Internet telah menjadi sebuah game tentang “jenis dan dijeniskan.” Sekarang Anda bisa memainkannya di rumah pula.

Perusahaan-perusahaan seperti Facebook, Google dan Twitter memperhatikan pertanyaan-pertanyaan, update dan antusiasme yang kita tulis dalam layanan mereka, kemudian mereka mencoba menggolongkan jenis iklan apa yang paling mempunyai efek persuasif terhadap kita. 

Pada hari Selasa lalu, sebuah perusahaan pemula di Berkeley, California yang dinamakan Five mem-post-kan sebuah tool (lihat: a tool) yang memberi sebuah sense tentang apa yang mungkin perusahaan-perusahaan web besar lihat ketika mereka memperhatikan kita.

Dengan menggunakan sebuah link ke post-post dalam Facebook, Five menganalisis bahasa yang kita gunakan dalam menulis, dan menentukan afiliasi relatif kita terhadap lima atribut kepribadian: openness (keterbukaan), extraversion (ekstraversi), agreeableness (keramahan), conscientiousness (kesadaran) and neuroticism (neurotisisme). Five kemudian membandingkannya dengan orang-orang terkenal (berdasarkan tulisan-tulisan dan pernyataan-pernyataan mereka yang disiarkan), dan juga teman-teman Facebook Anda.

Berdasarkan respon-respon awal terhadap situs tersebut di Twitter, “orang-orang tampaknya mengidentifikasi dengan cukup kuat terhadap jenis-jenis kepribadian yang kami ajukan tersebut,” kata Nikita Bier, co-founder Five, yang sedang mengerjakan sebuah produk untuk percakapan online yang akan menggunakan teknologi yang serupa. “Hanya sekitar 10 persen yang mengatakan kami langsung salah tentang kepribadian mereka.” 

Masalahnya sebagian mungkin adalah ketidakjelasan dalam menulis secara keseluruhan, yang bisa menimbulkan identifikasi yang sama dengan yang dirasakan orang ketika membaca horoskop yang paling general di surat kabar.

Ada sejumlah penelitian yang signifikan tentang hubungan antara kata-kata yang kita pilih dengan kepribadian yang kita punya. H. Andrew Schwartz, seorang peneliti di Universitas Pennsylvania yang pernah menerbitkan penelitian tentang topik ini, menjadi penasihat bagi Five. 

Mr.Bier mengatakan pokok utama dari latihan ini bukanlah soal presisi, tapi untuk memberi sense bagi orang banyak tentang apa yang perusahaan-perusahaan media sosial sedang lakukan terhadap mereka, mungkin dengan cara yang lebih hebat.

“Kualitas prediktif dari kelima jenis kepribadian tersebut adalah bagus untuk iklan,” katanya. “Orang dengan kepribadian yang lebih terbuka suka pergi ke kedai kopi, dan mempunyai apartemen yang menarik. Anda mungkin ingin memberi mereka iklan tentang Ikea. Orang neurotik sering mengkhawatirkan kesehatan mereka, jadi berilah mereka iklan tentang vitamin.”

Berdasarkan sebuah sampel yang sama sekali tidak ilmiah (meski si penulis telah mengetahui pokok ini sejak lama), analisis Five agak kurang akurat, dan agak membingungkan.

Saya sendiri, tampaknya, sekitar 30 persen lebih menyerupai si kapitalis ventura Marc Andreessen daripada seperti istri saya. Saya juga sama neurotiknya dengan Mark Cuban, si pemilik tim basket Dallas Mavericks, kurang mengapresiasi seni daripada Mahatma Gandhi, dan hanya sedikit lebih koperatif daripada LeBron James, si bintang tim basket Miami Heat.

Saya tahu hanya tiga dari 10 “teman” Facebook saya yang sangat serupa dengan saya. Saya sedikit mirip dengan kebanyakan orang yang saya sebenarnya kenal dan suka di Facebook.

Kedengarannya tak asing?

(By QUENTIN HARDY / June 11, 2014 7:00 am)
 
http://bits.blogs.nytimes.com/2014/06/11/your-personality-type-defined-by-the-internet/?_php=true&_type=blogs&smid=fb-nytimes&WT.z_sma=TE_YPT_20140611&bicmp=AD&bicmlukp=WT.mc_id&bicmst=1388552400000&bicmet=1420088400000&_r=3&
Read more

0 Surat Kabar dan Iklan

Saya terkejut melihat tampilan halaman muka surat kabar harian Lampung Post, Senin, 8 April 2013. Di halaman muka edisi hari itu terdapat sebuah iklan komersial sebuah dari sebuah produk. Bukan iklannya benar yang mengejutkan dan menarik perhatian saya, karena bukan kali ini saja, bahkan setiap hari Lampung Post menampilkan iklan di halaman muka. Tapi iklan-iklan halaman muka yang biasanya adalah iklan kecil, yang diletakkan si sudut-sudut halaman, atau di bagian telinga dari nama dan logo surat kabar tersebut.

Ukuran iklan hari itu jauh lebih besar dan menyita ruang utama dengan luas sekitar sepertiga dari luas halaman muka surat kabar tersebut secara keseluruhan. Iklan tersebut diletakkan di bagian paling atas. Praktis sepertiga bagian paling atas halaman muka surat kabar tersebut hari itu adalah sebuah iklan. Bahkan logo dan nama surat kabar tersebut harus dengan suka rela digeser ke bawah, sekitar dua petiga bagian. Seumur-umur hidup saya berlangganan Lampung Post, sejak tahun 1999, baru sekali ini saya melihat iklan yang sedemikian rupa di halaman muka harian ini.

Well, iklan, tentu saja, adalah napas sebuah surat kabar. Hampir tidak ada surat kabar yang bisa bertahan hidup tanpa iklan. Iklan adalah pendapatan utama sebuah surat kabar. Saya bersyukur Lampung Post tidak pernah menaikkan harga jualnya dalam sekurangnya lima tahun terkahir. Hal ini tentu karena iklan. Dahulu, surat kabar sebesar Kompas 40 persen isinya adalah iklan, kini tampaknya lebih banyak lagi. Bahkan ada beberapa media cetak yang sebagian besar halamannya adalah iklan. Konon, isi surat kabar-surat kabar dan tabloid utama luar negeri sebagian besarnya adalah iklan. Saya pernah membaca sebuah majalah hiburan terbitan luar negeri yang 80 persen isinya adalah iklan. Meski banyak pula surat kabar yang hanya memuat iklan dalam sebagian kecil halamannya. Surat kabar seperti ini biasanya tergolong sebagai surat kabar yang tidak laku.  

Bagi pembaca iklan adalah bagian lain dari berita, atau merupakan berita itu sendiri. Membaca sebuah surat kabar yang tanpa iklan sama sekali tentu membosankan. Ketika seseorang membeli sebuah surat kabar, yang ia harapkan tentu bukan hanya berita atau artikel-artikel opini, tetapi juga iklan. Bahkan ada pembaca yang membeli sebuah surat kabar hanya untuk melihat iklannya, bukan beritanya; iklan lowongan kerja misalnya. Bahkan ada pula pembaca yang menganggap surat kabar itu adalah rujukan untuk mencari iklan semata, bukan berita. Pembaca seperti ini biasanya hanya membeli surat kabar untuk mencari iklan tertentu.

Maka tak heran, pada musim-musim tertentu surat kabar seperti panen uang dari iklan. Pada musim kampanye politik misalnya, banyak sekali surat kabar yang memuat iklan partai tertentu dan tokoh-tokoh politik tertentu. Bagi surat kabar ini adalah musim panen. Sedangkan bagi pembaca ini adalah musim menahan diri.

Meski pembaca surat kabar tidak terganggu, dan tidak secara langsung dirugikan oleh adanya iklan-iklan politik tersebut, karena iklan seperti itu nyaris tidak mengandung informasi yang berharga dan tidak mempunyai nilai ekonomi bagi mereka seperti halnya berita, dan karena iklan seperti itu sebagian besar adalah propaganda untuk menaikkan citra partai atau tokoh tertentu, dan karena, toh, tidak ada porsi berita yang dikurangi dalam hal ini, dan karena mereka memang tidak akan membaca semua bagian dari surat kabar tersebut, namun tak ayal, banyak juga di antara mereka yang merasa ruang pribadinya terusik. Bayangkan, propaganda-propaganda partai dan ekspos-ekspos tokoh partai tertentu datang menghampiri mereka, memasuki ruang pribadi mereka setiap hari. Apalagi jika mereka mempunyai sentimen negatif terhadap tokoh atau partai yang diekspos. Tidak jarang pembaca membakar atau merobek-robek gambar partai atau tokoh politik yang mereka tidak sukai yang dimuat di surat kabar. 

Walhasil, semakin banyak sebuah surat kabar memuat iklan, semakin hal itu menguntungkan secara esensial, baik bagi penerbit surat kabar itu sendiri maupun bagi para pembaca. Dengan semakin banyaknya iklan dimuat, maka semakin banyak pendapatan penerbit surat kabar tersebut. Dengan semakin banyaknya pendapatan penerbit surat kabar tersebut, maka semakin banyak pula penghasilan para redaksi dan penulis berita. Dengan semakin banyaknya penghasilan para redaksi dan penulis berita maka semakin meningkat pula mutu surat kabar yang bersangkutan. Semoga.




  
Read more

0 Sepertiga Penduduk Dunia Gunakan Internet

laporan tersebut menggarisbawahi menjamurnya pengguna mobile
 broadband sebagai pemicu perkembangan Internet dunia 
[GALLO/GETTY]
Sekitar sepertiga dari penduduk dunia saat ini memiliki akses terhadap Internet, namun masih banyak yang perlu dilakukan untuk mencapai target penetrasi Internet seperti yang ditetapkan dalam Millennium Development Goals, menurut International Telecommunications Union dalam sebuah laporannya.

Hingga saat ini, 20,5 persen rumah tangga di negara-negara berkembang mempunyai akses terhadap Internet, yang oleh ITU merupakan target untuk dikembangkan hingga 40 persen pada tahun 2015.

Temuan tersebut merupakan bagian dari sebuah laporan komprehensif yang dirilis oleh Komisi Broadband ITU bagi Perkembangan Digital pada hari Senin lalu.

Laporan tentang “Keadaan Broadband pada tahun 2012” tersebut mengevaluasi perkembangan layanan broadband di seluruh dunia dan menelusuri sejauh mana target yang ditetapkan oleh komisi tersebut telah tercapai dalam hal peningkatan ketersediaan dan penggunaan broadband.

Lebih dari 170 negara dievaluasi dalam laporan tersebut.

Laporan tersebut membuat peringkat negara-negara berdasarkan rata-rata penggunaan Internet di negara yang bersangkutan. Islandia, mencapai rata-rata 95 persen, yang merupakan pengguna Internet tertinggi di dunia, sedangkan Timor Leste merupakan negara pengguna Internet terendah dengan pengguna rata-rata hanya 0,9 persen.

AS berada pada peringkat ke-23 dunia dalam hal persentase pengguna Internet perseorangan (individuals online) pada tahun 2011.

Disebut-sebut bahwa pada tahun 2020, jumlah sambungan Internet (connected devices) akan jauh melampaui pengguna Internet individual (connected individuals) dengan rasio enam berbanding satu. Laporan tersebut menemukan bahwa meski akses Internet dalam rumah tangga meningkat cukup pesat, namun penggunaan Internet individual masih jauh tertinggal. ITU mengatakan bahwa mobile broadband (layanan Internet mobile) bisa menjadi platform dalam hal peningkatan penggunaan Internet individual. Pada akhir tahun 2011, menurut laporan tersebut, pelanggan mobile broadband yang baru jumlahnya melampaui jumlah pengguna Internet sambungan tetap (fixed connection) dengan perbandingan dua melawan satu.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa sebuah “pergeseran yang kuat dalam hal penggunaan bahasa kini sedang terjadi dalam dunia online”. Jika rata-rata pertumbuhan yang ada sekarang tetap berlanjut, maka jumlah pengguna yang mengakses Internet dalam bahasa-bahasa lain selain bahasa Inggris (khususnya bahasa China) akan melampaui jumlah pengguna yang menggunakan bahasa Inggris pada tahun 2015.

Partisipasi jaringan sosial juga diberi peringkat, dengan Philipina berada pada peringkat pertama, dengan lebih dari 70 persen pengguna Internet aktif menggunakan situs-situs jejaring sosial. Indonesia berada pada peringkat kedua dengan selisih yang tipis, dengan Malaysia, Brazil, dan Rusia dalam jajaran lima besar. Rata-rata secara global sekitar 55 persen, kata laporan tersebut.

ITU adalah lembaga primer PBB yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Selain mengumpulkan data-data statistik dan mengeluarkan rekomendasi kebijakan, lembaga tersebut juga memainkan peran penting dalam bidang koordinasi penggunaan spektrum radio dan orbit satelit secara bersama-sama. Lembaga tersebut juga mengembangkan standar-standar telekomunikasi internasional.

Read more
 
© Hasim's Space | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger