Para ilmuwan telah encoba menemukan obat untuk penyakit Alzheimer selama beberapa dekade, namun kita masih jauh dari mendapatkan sebutir pil ajaib yang bisa menghentikan atau mengembalikan memory loss dan menurunnya kemampuan kognitif yang disebabkan oleh penyakit.
Akan tetapi, kita semua tahu bahwa membuat perubahan gaya hidup tertentu, termasuk menjadi aktif secara fisik dan makan makanan diet gaya Mediterania, bisa memicu kembali penyakit Alzheimer dan bentuk-bentuk demensia lainnya.
Peneliatian juga menunjuk pada beberapa aktivitas fisik tertentu, yang boleh jadi merupakan salah satu dari yang paling efektif—dan tentu saja yang paling menyenangkan—untuk menjaga pikiran Anda tetap sehat, kata Geeta Maker-Clark, M.D., seorang asisten profesor klinis di Universitas Chicago Pritzker School of Medicine dan penulis buku Medicine for All People: Science and Ancient Wisdom for Revolutionary Healing. Hal terbaiknya adalah Anda bisa melakukan ini sekarang juga.
Ini semua tentang menari.
Apakah Anda menyukai tarian salsa, tari tap, Jazzercise, tari country line, tari Afrika, tari gaya Bollywood, atau sekadar bergoyang di dapur bersama kekasih Anda sambil memasak makan malam, menggerakkan tubuh mengikuti musik memiliki banyak manfaat bagi otak, kata Dr. Maker-Clark.
"Kualitas tarian yang benar-benar unik dan menakjubkan untuk perlindungan terhadap demensia sangat berkaitan dengan cara otak kita memproses musik, ritme, dan gerakan," katanya. "Ada sinapsis baru yang tercipta ketika kita mendengar musik dan kemudian bergerak serta menerjemahkan musik dan ritme itu menjadi tarian di dalam tubuh. Dan neuroplastisitas—kemampuan otak untuk membuat koneksi baru, tumbuh, dan berubah—ternyata sangat penting dan bermanfaat bagi otak kita seiring bertambahnya usia."
Sejumlah penelitian yang berkembang mendukung hal ini: Sebuah studi Spanyol yang diterbitkan tahun lalu melibatkan 92 orang dewasa lanjut usia dengan gangguan kognitif ringan. Empat puluh tujuh dari peserta tersebut menyelesaikan program latihan berbasis tarian selama 12 minggu, sementara sisanya tidak mengikuti kelas tari. Para peneliti menemukan bahwa setelah menyelesaikan program tersebut, para penari mengalami peningkatan dalam tes fungsi eksekutif, kelancaran verbal, dan fungsi kognitif umum, sementara kelompok kontrol tidak.
Dalam sebuah studi terobosan sebelumnya dari Jerman, yang diterbitkan pada tahun 2018, para peneliti menempatkan 38 orang dewasa lanjut usia, berusia 63 hingga 80 tahun, pada program kebugaran konvensional selama enam bulan, seperti bersepeda, atau program tari, yang melibatkan pembelajaran koreografi. Meskipun kedua kelompok mengalami manfaat, hanya mereka yang mengikuti kelas tari yang menunjukkan peningkatan volume hipokampus yang lebih besar, area otak yang memainkan peran penting dalam memori dan keseimbangan.
Terakhir, sebuah meta-analisis tahun 2019 dari Brasil menemukan hubungan antara tari dan perubahan positif di otak, termasuk volume hipokampus, volume gray matter (yang membantu daya pemrosesan, memori yang lebih baik, dan pengaturan emosi), dan integritas materi putih (yang membantu pemrosesan yang lebih cepat, pemikiran abstrak, dan koordinasi motorik), serta peningkatan signifikan secara khusus dalam memori, perhatian, dan keseimbangan.
Bagaimana Menari Meningkatkan Kesehatan Otak Anda
Anda Harus Menguasai Pola Baru
Jika Anda mengikuti kelas di mana Anda mempelajari rutinitas, misalnya, kelas tari Zumba atau gaya Broadway, itu menantang otak Anda dengan cara yang mirip dengan mempelajari bahasa baru atau memainkan alat musik, kata Dr. Maker-Clark.
"Ini bisa sangat menantang. Anda harus mempelajari dan mengingat langkah-langkahnya dan mampu membuat kedua sisi tubuh Anda bekerja sama," jelasnya. Meskipun ini mungkin terasa sulit pada awalnya, itu menjadi lebih mudah seiring waktu. "Itu adalah aspek luar biasa dari otak kita, dan cara lain di mana tarian dapat membawa begitu banyak kekayaan pada aktivitas saraf kita tanpa terasa seperti pekerjaan," tambahnya.
Menyediakan Aktivitas Aerobik
Ada pepatah dalam kesehatan otak: Apa pun yang baik untuk jantung, baik juga untuk otak. Dan menjaga jantung tetap berdetak dan darah mengalir ke otak Anda adalah kuncinya.
Olahraga juga membantu mengelola tekanan darah dan mengurangi risiko kecemasan dan depresi, yang semuanya merupakan faktor risiko demensia.
Memperkuat Ikatan Sosial
Jika Anda bergabung dengan kelas dansa, atau bahkan hanya membuat janji rutin untuk pergi keluar bersama teman-teman ke restoran dengan musik live, di mana Anda dapat berdiri dan bergoyang mengikuti irama, Anda memperkuat hubungan antarmanusia, aspek kunci lain untuk mencegah demensia.
"Menari adalah cara untuk berkomunikasi," kata Dr. Maker-Clark. "Ini sangat ampuh, karena ketika kita menari dengan orang lain, kita tidak hanya menggerakkan otot kita sendiri. Kita menyinkronkan ritme dan musik dan napas dan kontak mata dan tubuh di sekitar kita. Dan itu dapat menciptakan rasa aman dan koneksi yang sangat dalam. Sistem saraf benar-benar merespons hal itu."
Saya Hampir Yakin, tetapi Bagaimana Saya Memulainya?
Jika Anda Merasa Kurang Koordinasi...
Anda tidak perlu anggun atau terkoordinasi atau pernah mengikuti satu kelas balet pun untuk mendapatkan manfaat otak dari menari, kata Dr. Maker-Clark. "Saya menulis resep kepada pasien saya untuk menari selama lima menit sehari," katanya. "Sangat mudah untuk menyesuaikannya dengan jadwal harian."
Yang perlu Anda lakukan hanyalah menyalakan musik yang Anda sukai, menarik napas, dan kemudian biarkan ritme menggerakkan Anda. Cobalah setelah makan malam atau saat Anda bersiap untuk memulai hari Anda. Seperti yang tertulis di kaos dan kartu ucapan: Menarilah seolah-olah tidak ada yang melihat Anda.
Jika Anda Punya Lebih dari 5 Menit...
Untuk benar-benar meningkatkan manfaatnya, termasuk aspek sosialnya, pertimbangkan untuk mendaftar kelas kelompok di pusat komunitas setempat, pusat kebugaran, YMCA, pusat lansia, atau komunitas keagamaan, saran Dr. Maker-Clark. Ingat, Anda tidak sedang mengikuti audisi untuk Rockettes, jadi jangan khawatir jika Anda tidak dapat melakukan semua gerakan atau jika Anda merasa seperti balita yang mencoba mengambil langkah pertamanya. Ini semua tentang membuat tubuh Anda bergerak mengikuti musik.
Jika Anda Punya Waktu Lebih dari 5 Menit...
Untuk benar-benar meningkatkan manfaatnya, termasuk aspek sosialnya, pertimbangkan untuk mendaftar kelas kelompok di pusat komunitas setempat, pusat kebugaran, YMCA, pusat lansia, atau komunitas keagamaan, saran Dr. Maker-Clark. Ingat, Anda tidak sedang mengikuti audisi untuk Rockettes, jadi jangan khawatir jika Anda tidak dapat melakukan semua gerakan atau jika Anda merasa seperti balita yang mencoba mengambil langkah pertamanya. Ini semua tentang membuat tubuh Anda bergerak mengikuti musik.
Jika Anda Memiliki Keterbatasan Fisik...
Dr. Maker-Clark memahami bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan fisik untuk mengikuti kelas tari tradisional dan mendorong mereka untuk mengeksplorasi pilihan lain. "Bagi orang yang memiliki masalah mobilitas, nyeri kronis, masalah keseimbangan, atau kelelahan, tari masih dapat dilakukan dan dapat dimodifikasi. Anda dapat duduk di kursi dan hanya menggerakkan tubuh bagian atas Anda di kelas tari kursi, atau berpegangan pada pegangan," sarannya. Anda juga dapat beristirahat secara berkala jika diperlukan.
Jika Tidak Ada Kelas Tari di Dekat Anda...
Di sinilah internet bisa menjadi penyelamat! Jazzercise, misalnya, menawarkan kelas yang disiarkan langsung, dan banyak yang ditujukan untuk pemula dan penari yang lebih tua. Atau cari secara online jenis tarian favorit Anda, dan hampir pasti ada seri YouTube atau video lain yang bisa Anda coba.
Sekarang, ayo goyang pinggulmu!
https://health.yahoo.com/wellness/fitness/exercise/articles/research-suggests-fun-free-workout-194641592.html

Post a Comment