NASA telah merilis detail tentang wahana pendarat robotik, drone yang dapat melompat, dan kendaraan yang rencananya akan dikirim ke Bulan sebagai bagian dari rencana AS untuk membangun pangkalan di Bulan.
Perusahaan ruang angkasa milik pendiri Amazon Jeff Bezos Blue Origin Adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang dtunjuk untuk membuat mesin-mesin tersebut.
AS ingin mendaratkan kembali orang-orang Amerika ke bulan sebelum presiden Donal Trump turun tahun 2029.
Namun NASA kini bersaing dengan China untuk mengembalikan manusia ke permukaan Bulan, artinya badan suang angkasa AS kini di bawah tekanan untuk memenangkan persaingan ini.
China kini sedang menempa rencana mereka untuk mendaratkan manusia ke bulan pada tahun 2030.
Pada hari Senin, 27 Mei 2029, China telah meluncurkan pesawat ruang kangkasa Shenzou-23, sekaligus mengirim sekelompok astronot ke satasiun ruang angkasa milik mereka Tiangong.
Pada bulan maret 2026 lalu, NASA mengumumkan sebuah program senilai $20 miliar untuk membangun markas permanen yang bertenaga nuklir dan energi surya ke kutup Selatan Bulan pada tahun 2032.
Pegawai Nasa Jared Isaacman mengatakan pada hari Selasa bahwa pengumuman itu berarti bahwa AS “tidak pernah akan menyerahkan Bulan lagi.”
Adanya Sebuah pangkalan di bulan akan memungkinkan AS untuk melakukan percobaan-percobaan ilmiah, sumber-sumber tambang berharga, dan pergi ke planet Mars secara lebih mudah.
Namun kebanyakan para ahli setuju bahwa rencana masa depan NASA ini tidak realistik.
Meskipun AS telah sukses mengirim empat orang astronot ke sekitar Bulan di dalam misi Artemis II mereka pada bulan April 2026 lalu, namun sebagian ilmuwan percaya bahwa China tampaknya akan menjadi negara berikutnya yang akan mendaratkan manusia ke permukaan Bulan.
“Tidak mengejutkan saya sama sekali jika China berhasil sampai ke sana lebih dahulu,” kata Dr. Simeon Barber, ilmuwan ahli Bulan di Open University, pada BBC, sembari menyebut langkah mundur NASA dalam mengamankan sebuah pesawat ruang angkasa yang bisa mendaratkan manusia di Bulan.
Program Pembangunan Pangkalan di Bulan milik NASA ini memiliki tiga tahapan:
Sebelum manusia mendarat di Bulan, badan ruang angkasa tersebut akan mengirim robot untuk mendarat di sana dan drone yang bisa melompat untuk mengekplorasi dan memetakan permukaan Bulan yang penuh tantangan.
Kendaraan angkut juga akan dibawa untuk kendaraan para astronot di atas permukaan Bulan dan membawa alat-alat komunikasi dan alat-alat penelitian ilmiah.
Pada hari Selasa, 26 Mei 2026, NASA mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan termasuk Blue Origin, Intuitive Machines, dan Astrobotic telah dikontrak untuk membangun berbagai peralatan tersebut.
![]() |
| NASA telah menerbitkan gambar buatan artis of a tentang rumah di Bulan, sistem daya dan penjelajah [NASA] |
Sedangkan kendaraa Griffin-1 milik Astrobotic diharapkan bisa mendarat di Kawah Nobile di dekat Kutub Selatan Bulan.
Mesin-mesin tersebut juga akan membawa peralatan penelitian milik NASA, termasuk kamera beresolusi tinggi dan alat-alat yang menggunakan sinar laser untuk membantu pesawat ruang angkasa mendarat.
Eksplorasi robotik ini diproyesikan akan berlangsung hingga akhir 2029, dengan 25 kali peluncuran dan 4 metrik ton kargo mendarat di permukaan Bulan, kata Carlos García-Galán, pejabat program Markas Bulan NASA.
Berikutnya, NASA akan membangun falitas pembangkit listrik nuklir dan tenaga matahari di Bulan, termasuk reaktor-reaktor fisi.
![]() |
| Gambar sebuah drone dalam Program Pendaratan di Bulan NASA yang akan digunakan untuk mengamati Kutub Selatan Bulan [NASA] |
Kendaraan penjelajah juga memungkinkan para astronot berpergian jarak jauh melalui permukaan Bulan yang berbukit karang.
Kutub Selatan Bulan menarik khususnya karena air beku di sana bisa digunakan sebagai air minum untuk memproduksi oksigen.
Akan tetapi, rencana NASA ini tergantung pada kesiapan pesawat ruang angkasa yang akan digunakan sebagai alat transportasi manusia ke Bulan.
Perusahaan ruang angkasa SpaceX milik Elon Musk dikontrak untuk membuat pesawat yang dinamakan Sistem Pendaratan Manusia Starship (Starship Human Landing), namun proyek tersebut mendapat banyak kendala dan penundaan.
"Langkah yang paling membatasi adalah menurunkan para astronot ke permukaan," jelas ilmuwan bulan Simeon Barber."
“Nampaknya bagi saya [NASA] sedang berada di posisi di mana mereka harus memulai mengatakan bahwa mereka punya rencana. Jadi saya pikir ada banyak niat politik di balik ini semua,” katanya. (Georgina Rannard - Science reporter)
https://www.yahoo.com/news/science/articles/nasa-unveils-next-steps-build-202555793.html


Post a Comment