RELATED: Get Smarter By Eating Chocolate and Zoning Out
Aturan Lama: Minumlah air delapan gelas sehari.
Aturan Baru: Makanlah minuman Anda.
Rekomendasi untuk
menenggak delapan gelas air tersebut tampaknya berasarkan guidelines yang diterbitkan pada tahun 1945. Akan tetapi, kata
Howard Murad, MD, pengarang buku The Water Secret, kebanyakan kebutuhan air harian
kita itu terdapat di dalam makanan: Buah-buahan, sayur-sayuran,
kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh yang dimasak seperti oatmeal (bubur
gandum) dan quinoa (yang menyerap uap air di dalam panci) semuanya
mengandung air yang kita butuhkan. Dan, seperti yang ditegaskan Murad,
makanan-makanan tersebut mengandung bonus nutrien: “Semangka dan mentimun
mengandung 90 persen air, dan juga mengandung antioksidan. Dengan meminum
segelas air, maka yang Anda dapatkan hanya air.” Anda akan tahu tubuh Anda
mengalami kecukupan air (hydrated) jika urin Anda tidak berwarna
atau berwarna kuning pucat dan jika Anda jarang merasa haus.
RELATED: Top 10 Rules for Eating Right
Aturan Lama: Makanlah sembilan porsi buah-buahan dan sayur-sayuran
RELATED: Top 10 Rules for Eating Right
Aturan Lama: Makanlah sembilan porsi buah-buahan dan sayur-sayuran
Aturan Baru: Isi separuh piring makan Anda dengan
sayur-sayuran.
Satu porsi broccoli
terdiri dari sekitar lima helai (lima floret). Satu porsi
bayam mentah, adalah satu cangkir bayam. Satu porsi mangga, kira-kira sebesar
kepalan tangan. “Maka tidak heran jika orang-orang bingung tentang seberapa
banyak, sebenarnya, ukuran satu porsi itu.” kata seorang ahli diet Washington D.C. ,
Rebecca Scritchfield. Dia menasehati: berhentilah menghitung porsi dari apa
yang Anda makan dan makanlah separuh dari makanan Anda berupa sayur-sayuran.
“Anda tidak membutuhkan setumpuk sayuran di piring Anda. Enam tombak ( enam spears) asparagus untuk makan malam,
satu salad bayam untuk makan siang, dan seiris pisang dan sedikit buah berry
kiranya sudah cukup.” Dan yang penting adalah kualitas: Bahkan dua atau tiga
porsi harian dari buah-buahan dan sayur-sayuran yang berwarna tua (seperti blueberry, bok choy, atau paprika merah)
bisa membantu mengurangi resiko terkena penyakit kanker dan penyakit jantung,
kata Scritchfiled. “Sama seperti permainan darts
(panahan). Tujuannya adalah untuk
mengenai tepat tengah (bull’s eye).
Tapi jika tidak benar-benar kena, hampir kenapun sudah cukup baik.”
RELATED: 5 Contemplations for Mindful Eating
Aturan Lama: Hindari makan daging merah.
RELATED: 5 Contemplations for Mindful Eating
Aturan Lama: Hindari makan daging merah.
Aturan Baru: Makan daging sapi sedikit bisa jadi menyehatkan.
Daging merah telah
lama dianggap sebagai serangan jantung di atas piring karena kandungan lemak
jenuh-nya yang tinggi. Tapi sebuah penelitian pada tahun 2010 dari Harvard School of Public Health
menunjukkan bahwa resiko terkena penyakit-penyakit kardiovaskuler berasal dari
pelbagai makanan olahan, seperti sosis, hot dogs, dan daging iris—bukan dari
steak, hamburgers, dan makanan-makanan non-olahan lainnya. (Biang kerok yang
sebenarnya boleh jadi adalah garam dan pengawet). Daging merah merupakan sumber
zat besi yang baik dan zinc yang bisa
meningkatkan imunitas, dua nutiren yang sebagian wanita mengalami kekurangan. Daging
sapi (beef) (khususnya yang berasal
dari sapi yang makan rumput) juga mengandung asam linoleic yang terkonjugasi—sejenis lemak yang bisa mengurangi
resiko terkena penyakit kanker dan membantu mengurangi lemak tubuh—dalam konsenstrasi yang tinggi
“Namun tidak semua daging merah sama,” kata Leslie J. Bonci, direktur nutrisi olahraga di Pusat Obat-batan Olahraga Universitas Pittsburg. Dia menganjurkan memilih daging merah yang sangat sedikit mengandung lemak dan menghindari segala sesuatu yang diberi label “prima” (prime), karena mengandung lebih banyak bercak-bercak lemak. Dan cobalah untuk tidak memakan daging lebih dari 4-5 ons (sekitar seukuran sebuah iPhone) per minggu.
RELATED: Exotic Grains That Can Improve Your Health
Aturan Lama: Jaga BMI Anda antara 18,5 hingga 24,9.
“Namun tidak semua daging merah sama,” kata Leslie J. Bonci, direktur nutrisi olahraga di Pusat Obat-batan Olahraga Universitas Pittsburg. Dia menganjurkan memilih daging merah yang sangat sedikit mengandung lemak dan menghindari segala sesuatu yang diberi label “prima” (prime), karena mengandung lebih banyak bercak-bercak lemak. Dan cobalah untuk tidak memakan daging lebih dari 4-5 ons (sekitar seukuran sebuah iPhone) per minggu.
RELATED: Exotic Grains That Can Improve Your Health
Aturan Lama: Jaga BMI Anda antara 18,5 hingga 24,9.
Aturan Baru: Makanlah secara sehat, berolahraga, dan biarkan
tubuh Anda mapan secara alami.
Para dokter
menggunakan BMI (Body mass index),
indeks massa
tubuh, --rasio berat badan terhadap tinggi badan—sebagai alat untuk mendiagnosa
obesitas. Namun para kritikus mengatakan BMI tidak memperhatikan massa otot,
dan sebuah penelitian tentang obesitas pada tahun 2011 mencatat bahwa BMI juga tidak
mempertimbangkan lingkar (circumference) pinggang dalam pencatatannya. “Ukuran dan bentuk tubuh
orang berbeda-beda,” kata Joanne Ikeda, seorang ahli nutrisi emeritus pada
Universitas California , Berkeley . “Ide bahwa seseorang harus
mempunyai BMI di bawah 25 adalah konyol.” Seseorang bisa saja mempunyai BMI
yang tinggi namun tetap sehat, kata Ikeda. Penelitian juga mendukung teori
tersebut: Sebuah penelitian dalam Journal
of the American Medical Association menemukan
bahwa wanita yang bentuk tubuhnya fit—meski
menurut BMI berat tubuh mereka berlebih—lebih kecil kemungkinannya akan
menderita serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang bentuk tubuhnya tak
karuan (out of shape). Ikeda
menasehati para pasiennya agar tidak terobsesi dengan BMI, makanlah makanan
yang bergizi, dan lakukan olehraga selama 150 menit seminggu. “Gaya hidup sehat akan
menghasilkan berat tubuh yang sehat.” By Oprah.com | Vitality – Fri, Feb 17, 2012 6:21 PM EST (By Leslie Goldman)
photo: Mauricio Alejandro
RELATED: Dr. Oz's Excuse-Busting Workout
More from Oprah.com:
• Thrifting 101: How to save money on everything
• 13 dishes even picky eaters will love
• Do you really need eye cream and moisturizer?
• The February 2012 O List
• Subscribe to O, The Oprah Magazine and save up to 78%
Like O, The Oprah Magazine on Facebook
Post a Comment