Iran Berlakukan Aturan Potong Rambut Bagi Pria

yahoo.com (AP Photo/Mehr News Agency, Mohsen Rezaei/HO) ** EDITORIAL USE ONLY, NO SALES **Sebuah organisasi fashion Iran telah menerbitkan daftar model potongan rambut yang secara kultural dipandang layak untuk pria Iran. Hal ini ada kemungkinan mengindikasikan akan adanya sebuah peraturan dalam hal tata busana pria, setelah selama bertahun-tahun memberlakukan peraturan yang ketat tentang busana wanita, demikian laporan media Iran.

Meskipun Menteri Kebudayaan Iran akan mengadopsi secara resmi styles yang dipersembahkan dalam Veil and modesty Festival tersebut, organisasi swasta itu mengatakan bahwa persetujuannya ditunda. Jika jadi nanti, hal itu akan menjadi aturan pertama tentang tata rambut pria sejak Revolusi Islam tahun 1979.

“Kami memperkenalkan model potongan rambut seperti itu pada Kementerian Kebudayaan,” kata Jaleh Khodayar, kepala grup tersebut, kepada surat khabar Iran, Selasa kemarin, dengan maksud bahwa hal itu telah disetujui secara informal dan pernyataan resminya akan segera menyusul.

Busana dan model rambut telah menjadi statement politik yang sangat kentara di Iran sejak hebohnya gerakan reformasi pada akhir 1990-an. Banyak wanita muda telah menantang pemerintah dengan menunjukkan lebih banyak lagi rambut mereka yang dikeluarkan dari jilbab dan menggunakan pakaian yang lebih pendek dan ketat. Sebagian pria, juga, melewati batas dengan memakai hiasan telinga, berambut panjang dan berponi.
yahoo.com
yahoo.com
Bahkan kebiasaan bercukur pun bisa jadi pangkal keributan di Iran. Jenggot atau bekas cukuran di wajah—seperti yang tampak pada presiden Mahmoud Ahmadinejad dan pejabat lainnya—dipandang sebagai penanda ketakwaan dan kepatuhan pada ulama penguasa. Akan tetapi banyak pria, termasuk aktifis oposisi, membersihkan wajahnya dari jenggot dan cambang.

Tidak ada satu pun model yang diperlihatkan berambut pendek tersebut yang berjenggot, mungkin, itu adalah salah satu cara untuk menunjukkan bahwa mereka adalah orang Iran yang kurang taat beragama.

Dalam poster yang menunjukkan model rambut baru tersebut, terlihat rambut para model dipotong dengan pola short bobs, dengan berbagai variasinya untuk jenis rambut yang berbeda-beda, dari yang ikal sampai lurus.

Model rambut yang ditampilkan tersebut bukannya tanpa keanehan, termasuk model pompadourtahun 50-an lengkap dengan godeknya, dan juga model floppy mob menyerupai Hugh Grant tahun 1990-an.

Grup tersebut mengatakan bahwa model rambut tersebut akan disesuaikan dengan masing-masing provinsi di Iran, sesuai dengan budaya setempat dan akan dipajang di salon-salon tempat potong rambut supaya mudah dikenali.

Para penganut garis keras telah secara terus menerus menegakkan aturan-aturan konservatif untuk wanita, tetapi sering kali tidak begitu memperhatikan aturan untuk pria, sampai sekarang.

Model potongan rambut baru tersebut ditujukan untuk mengkonfrontasi “invasi budaya Barat,” menurut Khodayar, dengan cara mempromosikan model rambut berdasarkan “hukum dan budaya” masyarakat Iran.

Dia mengatakan bahwa model rambut wanita akan diperkenalkan dalam waktu mendatang dan modelnya akan diperagakan pada pameran-pameran di luar negeri, dengan tujuan untuk memperkenalkannya pada Negara-negara muslim lain.

Banyak anak muda Iran yang trendy menyukai model-model Barat, termasuk poni, yang mengambil inspirasi dari film-film Hollywood.

Pengenalan model rambut yang layak untuk pria ini adalah tembakan salvo paling akhir dalam kampanye tahunan Iran yang lunak yang mengambil puncaknya setiap tahun pada musim panas dan ditujukan untuk melawan segala bentuk penyimpangan dari aturan pakaian dalam Islam yang ketat.

Sejak revolusi tahun1979 yang membawa kaum ulama berkuasa di Iran, penguasa telah secara teratur melarang anak muda, laki-laki maupun perempuan, berpakaian, memotong rambut, atau ber-make-up yang “tak layak.”

Hukum yang dipakai sejak revolusi menghendaki wanita menutup tubuhnya dari kepala ke kaki dengan pakaian terusan yang longgar untuk menyembunyikan bentuk tubuh dan menutup kepala dengan jilbab.

Peraturan ini ditegakkan oleh polisi dan paramiliter yang bertugas menghukum para wanita bila mengeluarkan rambut terlalu banyak, menggunakan make-up atau pakaian ketat.***
(Associated Press)

Photos: yahoo.com (AP Photo/Mehr News Agency, Mohsen Rezaei/HO) ** EDITORIAL USE ONLY, NO SALES **

comment 0 comments:

Post a Comment

 
© Hasim's Space | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger