Lima Mitos Seputar Kerusakan Rambut


Hampir dua dari tiga orang laki-laki akan mulai mengalami kebotakan ketika mereka berusia 60. Kebanyakan dari mereka tidak berpisah dengan rambut mereka itu secara suka rela—laki-laki Amerika secara kolektif menghabiskan $1 miliar setahun untuk mencoba mempertahan rambut mereka. Dan dengan alasan yang baik, penelitian terbaru mengisyaratkan bahwa wanita kurang tertarik dengan laki-laki botak daripada yang tidak botak atau yang rambutnya masih tebal, dan laki-laki botak juga boleh jadi akan ditolak menduduki posisi eksekutif dalam karir mereka. Tapi apakah sebenarnya yang menyebabkan rambut botak, dan adakah yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini? Terbosan alami untuk mengatasi kebotakan rambut ini boleh jadi bisa membantu Anda.

Penelitian mengisyaratkan bahwa jenis kebotakan yang paling umum, kebotakan khas pria, bisa dipicu oleh gagalnya sel-sel progenitor penumbuh rambut di kulit kepala. Para peneliti telah lama percaya bahwa laki-laki yang rambutnya kian menipis—mulai dari mundurnya garis rambut, dan kemudian merambah hingga bagian kepala atas—mengalami kekurangan sel-sel ini. Yang sebenarnya terjadi adalah, tampaknya sel-sel tersebut semata tidak mampu melengkapi pertumbuhan normal mereka dan berkembang hingga mencapai fungsi sepenuhnya. Temuan tersebut, yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Investigation bulan lalu, bisa menjadi kunci untuk mengembalikan rambut yang botak atau menipis.

Kontibutor-kontributor potensial lainnya bagi kerusakan rambut termasuk penyakit, genetika, usia, dan bahkan kebiasaan berdandan. Sementara itu, sejumlah mitos tentang rambut rontok bisa menimbulkan kecemasan para pria, jika tidak kebotakan itu sendiri. “Saya mempunyai atlit yang berpikir bahwa helm bisa menyebabkan rambut mereka rontok, dan para pria yang mengatakan bahwa hal itu karena ibu mereka suka menggosok rambut mereka dengan tar soap (sabun antiseptik) hitam,” kata ahli dermatologi Gary Hitzig. Ini sebenarnya bukan salah helm atau sabun, katanya. Dan lebih banyak lagi yang menyalahkan ibu mereka karena rambut mereka botak.

Kita langsung saja membahas 5 kepercayaan umum tentang rambut rontok. Di bawah ini adalah fakta-fakta seputar rambut rontok:

Mitos: Rambut rontok saya ini keturunan dari ibu saya.

Tidak sepenuhnya benar. Meski gen kebotakan utama berada pada komosom X, yang hanya didapat pria dari ibu mereka, namun faktor-faktor lain juga ikut bermain. Faktor keturunan agak lebih dominan dari sisi ibu, tapi riset membuktikan bahwa pria yang bapaknya botak lebih besar kemugkinan akan menderita kebotakan khas pria dibandingkan dengan mereka yang tidak mempunyai ayah botak.

Mitos: Jika Anda botak berarti Anda sduah tua.

Sebaliknya, rambut rontok bisa menyerang remaja dan biasa terjadi di usia antara 20 hingga 30 tahun. Semakin cepat kejadiannya, akan semakin parah kebotakannya.

Mitos: Memakai topi bisa merusak folikel-folikel rambut, hingga menyebabkan rambut rontok.

Kabar baik bagi para pria yang mengandalkan topi untuk menutupi kepala botak mereka yang kerkilau: Topi tidak menyebabkan rambut rontok. Topi yang kotor, akan tetapi, bisa menyebabkan infeksi kulit kepala, yang pada akhirnya bisa mempercepat kerontokan rambut, jadi pastikan topi Anda bersih atau sering-seringlah ganti topi Anda

Mitos: Trauma bisa menyebabkan rambut rontok.

Benar—dengan syarat. Stress fisik atau emosional “tidak akan menyebabkan Anda kehilangan rambut yang belum waktunya akan hilang,” kata Hitzigs. “Jika rambut Anda belum waktunya akan hilang, maka dia akan tumbuh kembali.” Namun demikian, trauma bisa mempercepat kebotakan. Perubahan berat badan dengan cepat—apakah Anda mengalami penambahan berat badan atau mengalami penurunan berat badan—bisa juga berkontribusi pada kehilangan rambut.

Mitos: Pengobatan seperti Propecia dan Rogaine bisa mencegah kerontokan rambut.

Benar, “Propecia dalah salah satu cara pengobatan kerontokan rambut yang paling mutakhir dalam beberapa dekade terakhir ini,” kata Neil Sadick, seorang profesor klinis pada departemen dermatologi di Weill Cornell Medical College. Pil yang diberikan, yang bisa mengurangi level hormon yang bisa menciutkan folikel-folikel rambut, bekerja terbaik pada orang yang lebih muda yang rambutnya baru saja mulai menipis. Akan tetapi efek sampingnya sangat besar. Seperti yang terdapat pada sebagian dari sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Juni dalam Journal of Sexual Medicine, Dr. Michael Irwig dari George Washington University mensurvei pengguna Propecia reguler dan menemukan 94 persen dari mereka mengalami libido rendah, 92 persen mengalami disfungsi ereksi, dan 92 persen mengalami penurunan gairah seksual. Dan yang lebih dari itu, survei tersebut menunjukkan bahwa beberapa efek samping dari obat tersebut bisa bertahan hingga 40 bulan setelah si pasien menghentikan pemakaian obat tersebut, bertentangan persepsi yang selama ini banyak dipercaya bahwa untuk menghilangkan simptom apa saja yang tidak diinginkan adalah hanya dengan cara berhenti meminum obat tersebut.

Tapi adakah sesuatu yang bisa dilakukan untuk mengatasi kehilangan rambut secara alami?
Penelitian terbaru menunjukkan sebenarnya ada cara yang sepenuhnya alami untuk menumbuhkan kembali rambut rontok hanya dalam semalam, dan hal ini bisa dilakukan pada yang tua maupun yang muda. Klik di bawah ini untuk melihat sbuah video pendek yang akan mengubah sama sekali pandangan Anda tentang kerontokan rambut.

http://superficious.com/top-5-myths-about-hair-loss-and-a-natural-solution/?voluumdata=vid..00000003-00a1-4b5f-8000-000000000000__vpid..fd1a4000-a855-11e4-89f5-d81f39fc631b__caid..78094e92-ea1b-48b9-9e67-6d8141b5491d__lid..229fb09f-e84b-4738-aecf-28498d049541__rt..D__oid1..ca2665b3-71b1-41d3-b1a1-907c7cab1a2b

comment 0 comments:

Post a Comment

 
© Hasim's Space | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger