Kenali Gejala Kanker Tiroid pada Wanita

Tana Amen, RN baru berusia 23 tahun dan Charlie Nox 29 tahun ketika mereka berdua terdiagnosis kanker tiroid—sekarang merupakan kanker yang pertumbuhannya paling cepat di kalangan wanita.

Bukan saja rata-rata penyakit tersebut telah meningkat sebanyak 240 persen selama 20 tahun terakhir ini, namun juga diperkirakan kanker ini akan menjadi kanker yang paling umum ketiga di AS pada tahun 2019, menurut Julie Ann Sosa, MD FACs, kepala, seksi bedah endokrin dan direktur riset pelayanan kesehatan, departemen bedah, pada Duke University School of Medicine.

Tahun ini, lebih dari 60.000 orang Amerika—termasuk lebih dari 45.000 di antaranya wanita—akan terdiagnosis menderita penyakit tersebut, yang biasanya menyerang orang berusia di bawah 55. Fakta yang menakutkan lainnya; sekitar 2 persen kasus ini terjadi pada anak-anak dan remaja, menurut laporan Masyarakat Kanker Amerika.

“Hampir semua peningkatan tersebut terjadi pada kanker tiroid papiler, yang biasanya mencapai 80 persen dari kasus kanker tiroid yang ada dan baru-baru ini telah meningkat mencapai 90 persen,” menurut Dr. Sosa. Penyakit terjadi di dalam tiroid: sebuah kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher tepat di bawah jakun. 

Tidak Ada yang “Baik” Tentang Kanker Tiroid

Karena penyakit tersebut mempunyai rata-rata survival yang tinggi (di atas 97 persen), kanker ini sering kali dipersepsikan sebagai kanker yang “baik,” “mudah” atau “aman”—deskripsi yang oleh pasien seperti Amen dan Nox dikatakan sebagai menyepelekan penderitaan.

“Selama 11 tahun, ketika teman-teman saya saling jatuh cinta atau putus cinta, belajar untuk ujian, dan kemudian memulai karir mereka, saya menjalani bedah dan pengobatan dengan cara radiasi yang mengerikan,” kenang Amen, seorang pelatih nutrisi (nutrition coach) dan penulis buku The Omni Diet

“Banyak orang mengatakan pada saya bahwa kanker tiroid adalah ‘kanker yang mudah’ dan menganggap seolah-olah ini bukan masalah besar, namun saya bisa katakan pada Anda bahwa menderita kanker benar-benar menakutkan dan mengubah hidup Anda selamanya,” kata Nox, yang bekerja sebagai seorang pelatih kencan (dating coach) yang sedang menulis buku tentang bertahan hidup dengan kanker. 

“Saya terkejut dengan diagnosis tersebut,” kata Nox menambahkan, “Saya pikir, ‘Saya melakukan yoga. Saya makan salad. Saya merasa sehat. Bagaimana mungkin saya mengalami kanker pada usia 29?” 

Ada Apa di Balik Meningkatnya Penyakit Ini?

Khususnya selama abad terakhir ini, rata-rata kanker tiroid terus-menerus dan secara dramatis meningkat di seluruh dunia, menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Cancer Epidemiology.

Meski banyak ahli yang berteori bahwa peningkatan penggunaan medical imaging (pengambilan  gambar-gambar bagian tubuh untuk kepentingan medis) telah meningkatkan deteksi terhadap kanker-kanker asimptomatik yang kecil, tapi ada pula bukti-bukti bahwa kanker-kanker yang besar justru  menjadi semakin banyak, menurut laporan para peneliti. 

Dan meski bisa terdiagnosis sejak awal dan diberi perawatan yang lebih baik, namun angka kematian akibat penyakit tersebut juga telah meningkat, menurut paper tersebut. Para peneliti berteori bahwa karsinogen lingkungan—dan meningkatnya eksposur terhadap radiasi (seperti sinar-X dan CT scan)—adalah faktor penyebab yang paling memungkinkan meningkatnya penyakit ini.

Faktor resiko lainnya, khususnya pada usia tengah baya dan usia lanjut (65 tahun ke atas) yang menderita penyakit tersebut, adalah eksposur medis terhadap sunlamps (therapi sinar atau fototherapi), yang dahulu merupakan treatment yang biasa diberikan untuk mengobati jerawat dan kondisi lainnya, kata Dr. Sosa. 

Ada kemungkinan pula bahwa sinar-X gigi (dental X-rays) bisa menjadi resiko, meski para dokter gigi biasanya melindungi tiroid si pasien ketika memberikan sinar-X untuk menghindari bahaya ini. Faktor-faktor resiko lainnya termasuk riwayat keluarga yang menderita kanker tiroid dan menderita gangguan tiroid yang disebut penyakit Hashimoto (Hashimoto’s disease).


Tanda-tanda yang Biasa Diabaikan Oleh Pasien dan Dokter

Kalau melihat ke masa lalu, kata Amen, “Selama lima atau enam tahun sebelum saya terdiagnosis, saya mempunyai sebuah benjolan kecil di leher saya yang secara perlahan menjadi semakin besar hingga terlihat seperti jakun pada pria. Tapi dokter kandungan saya tidak pernah memeriksa leher saya, sehingga saya pikir hal itu normal saja. Ketika itu saya masih remaja dan tidak pernah mendengar tentang kanker tiroid.

Pada waktu Amen akhirnya terdiagnosis, kanker tiroid yang dideritanya telah mencapai tingkat lanjut yang telah menjalar ke kelenjar getah bening-nya. Meski menjalani perawatan yang agresif dengan beberapa kali bedah, therapi yodium radioaktif, dan therapi lainnya, namun kanker tersebut telah hilang timbul sebanyak tiga kali. Adalah hal biasa bagi penyakit tersebut untuk hilang timbul, kata Dr. Sosa. 

Nox juga memperhatikan adanya sebuah benjolan kecil pada lehernya, namun dia menganggap hal itu merupakan masalah kecil sehingga baru enam bulan kemudian dia berkonsultasi ke dokter. Akan  tetapi, kanker tersebut masih bisa tertangkap sejak dini, sehingga memungkinkan dia untuk menghindari resiko dan efek samping dari therapi radiasi. Sebaliknya, dia menjalani bedah untuk membuang thiroid tersebut.

Meski kanker tiroid biasanya tidak disertai dengan gejala-gejala awal, namun ada tanda-tanda peringatan seperti timbulnya sebuah benjolan kecil yang bisa dirasakan pada kulit leher, suara menjadi serak atau timbul perubahan-perubahan lain pada suara, kesulitan menelan, rasa sakit pada leher atau kerongkongan, dan kelenjar getah bening pada leher membengkak, menurut Mayo Clinic.


Bagaimana Memeriksa Leher Anda

Jeffrey Mechanick, MD, seorang profesor pengobatan klinis, endokrinologi, diabetes, dan penyakit tulang pada Mount Sinai Medical Center di New York dan presiden American Association of Clinical Endocrinologists, merekomendasikan penggunaan langkah-langkah di bawah ini untuk melakukan pemeriksaan sendiri tiroid pada leher:
  • Pegang sebuah cermin, perhatikan area depan bagian bawah pada leher Anda, di atas tulang selangka, dan di bawah pita suara (larynx). Kelenjar tiroid Anda terletak di wilayah ini.
  • Miringkan kepala ke belakang, ambil air minum dan telan.
  • Ketika Anda menelan, periksa leher Anda kalau-kalau ada tonjolan atau benjolan di wilayah tersebut ketika Anda menelan. Ingat: Jangan keliru antara jakun dan kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid terletak jauh di bawah, di dekat tulang selangka.
  • Jika Anda melihat ada tonjolan di wilayah ini, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda. Anda boleh jadi mengalami pembesaran kelenjar tiroid atau thyroid nodule yang harus dievaluasi untuk mengetahui apakah ada kanker atau gangguan tiroid lainnya. Dr. Sosa juga menasehati agar Anda memeriksakan leher Anda jika Anda melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan atau kunjungan medis rutin lainnya, meski Anda tidak melihat adanya benjolan. (By Lisa Collier Cool, Jul 24, 2013)
http://health.yahoo.net/experts/dayinhealth/why-thyroid-cancer-fastest-rising-cancer-women

comment 1 comments:

Yayuk Sri Winarti, SE on March 17, 2016 at 11:14 AM said...

terima kasih infonya

Post a Comment

 
© Hasim's Space | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger