'Profesionalitas' Atau 'Profesionalisme?'

BELAKANGAN, di berbagai media banyak ditemui kata 'profesionalitas' sebagai turunan dari kata 'profesi' dan 'profesional'. Dalam penggunaan kata-kata baru, media kita memang cukup kreatif. Mereka bukan hanya menyerapnya atau mengambilnya dari bahasa asing, tetapi juga menciptakan kata sendiri, seperti sebuah harian di Lampung yang berusaha  mempopulerkan kata 'sandek' untuk menggantikan 'sms'. Pembuatan kata-kata baru ini lebih semarak lagi dengan cara menambah-nambahkan akhiran (sufiks) atau awalan (prefiks) pada sebuah kata dasar, tidak peduli kata tersebut baku atau tidak.

Apakah kata 'profesionalitas' merupakan kata yang baku atau, hanya sebuah kata sembarang saja yang dibentuk secara sembarangan pula untuk tujuan memantas-mantaskan penggunaan, dengan anggapan bahwa kata itu akan mudah dipahami karena berhubungan dengan kata 'profesi' sebagai akarnya kiranya menarik untuk dibahas.

Kata 'profesionalitas' kalau dikaji morfologinya, tentu berasal dari kata 'profesi' seperti yang saya terangkan di atas, kemudian diberi akhiran -al menjadi 'profesional', dan diberi lagi akhiran -itas, sehingga menjadi 'profesionalitas'. "Profesi' adalah kata benda. Akhiran -al membentuk kata sifat, sehingga 'profesional' adalah sebuah kata sifat. Sedangkan akhiran -itas juga membentuk kata benda. Jadi, baik 'profesi' maupun 'profesionalitas' adalah kata benda.

Kata 'profesi' berasal dari bahasa Inggris profession.  Akhiran -al pun berasal dari bahasa Inggris, sehingga kata profession dapat dibentuk menjadi professional. Sedangkan akhiran -itas adalah akhiran dalam bahasa Indonesia. Akhiran -itas adalah padanan dari akhiran -ity dalam bahasa Inggris. Akhiran -ity dalam bahasa Inggris berarti 'ke-an', atau kualitas 'ke-an'. Jadi, kalau kata professional diberi akhiran -ity, maka akan didapat kata professionality, yang berarti keprofesionalan. Sayangnya, kata professionality tidak terdapat dalam bahasa Inggris. Kalau Anda ketik kata profesionality di komputer Anda dengan menggunakan ejaan bahasa Inggris, maka akan timbul garis merah yang menunjukkan bahwa kata tersebut ejaannya salah.

Dengan demikian, pemakaian kata 'profesionalitas' dalam bahasa Indonesia adalah salah dan tidak baku.

Sebagai ganti professionality, dalam bahasa Inggris terdapat kata professionalism. Kata professionalism kalau diurut morfologinya, berasal dari kata profession, diberi akhiran -al menjadi professional, dan diberi lagi akhiran -ism menjadi professionalism.

Akhiran -ism dalam bahasa inggris diberi padanan -isme dalam bahasa Indonesia. Akhiran -ism dalam bahasa Inggris berarti mempunyai 'kualitas ke-an', dan dalam konteks doktrin, prinsip, atau gerakan tertentu, berarti 'paham'. Jika kata hero yang berarti pahlawan kalau diberi akhiran -ism akan menjadi heroism, dengan demikian, heroism berarti 'kualitas kepahlawanan', atau kata capital yang berarti kapital, menjadi capitalism yang berarti paham kapital.

Dari uraian di atas, jelas bahwa akhiran -ism dalam bahasa Inggris juga mempunyai fungsi yang sama  dengan akhiran -ity, yaitu untuk membentuk arti 'ke-an', atau kualitas 'ke-an'. Jadi kata professionalism dalam bahasa Inggris berarti 'keprofesionalan' atau 'kualitas keprofesionalan'. Kata professionalism diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi profesionalisme.

Pembentukan kata 'profesionalitas' sepertinya didasarkan pada anggapan bahwa hanya akhiran -itas yang bisa membentuk arti 'ke-an', atau kualitas 'ke-an', padahal, berdasarkan aturan tata morfologi bahasa Inggris, akhiran -isme pun bisa. Karena kata 'profesi' berasal dari bahasa Inggris, juga akhiran -itas dan -isme, maka morfologinya juga harus menurut aturan bahasa Inggris.***

comment 1 comments:

nisastra.blogspot.com on January 30, 2013 at 3:04 PM said...

Terimakasih:)

Post a Comment

 
© Hasim's Space | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger