6 Fakta tentang Jantung yang Perlu Anda Ketahui

Jantung, yang memompa darah ke seluruh tubuh, adalah sebuah organ yang impresif, dan merupakan salah satu yang esensial bagi kesehatan. Bacalah di bawah ini untuk menemukan kajian ilmiah terbaru sekitar jantung, dan pelajari bagaimana merawat jantung Anda dengan lebih baik.

1. Hati-hati dengan minuman diet

Minuman diet telah lama menjadi batu loncatan penelitian, namun studi terbaru yang melibatkan 59.614 partisipan, menjadi sebuah studi terbesar untuk menguji hubungan antara konsumsi minuman diet, “kejadian pada jantung,” dan kematian. Setelah memperhatikan asupan minuman diet dan faktor-faktor resiko kardiovaskuler yang ada pada para partisipan, para peneliti menemukan secara konklusif bahwa wanita yang minum dua atau tiga minuman diet sehari boleh jadi lebih besar kemungkinannya akan terkena serangan jantung, stroke, atau masalah-masalah kardiovaskuler lainnya.

Lebih lanjut, dibandingkan dengan wanita lain yang tidak pernah minum minuman diet—atau yang jarang—minum minuman diet, mereka yang mengkonsumsi minuman diet dua atau tiga sehari 30 persen lebih besar kemungkinannya akan mengalami masalah kardiovaskuler dan 50 persen lebih besar kemungkinan akan meninggal dunia akibat penyakit yang berhubungan dengan jantung. “Minuman diet” dalam penelitian ini didefinisikan sebagai minuman setara 12-ons beverage (ingat, 1 ons=28,4 gram), dan termasuk minuman diet bersoda dan minuman-minuman buah.

2. Waktu berubah, kawan?

Daylight savings (memutar jarum jam waktu siang hari sebanyak 1 jam di musim panas di AS) sekarang lebih dari sekedar menjengkelkan—penelitian-penelitian terbaru menunjukkan daylight saving ada kaitannya dengan serangan jantung. Meski serangan jantung secara historis terjadi pada hari Senin pagi, penelitian terbaru menemukan bahwa kehilangan satu jam tidur bisa meningkatkan resiko terkena serangan jantung pada hari Senin berikutnya sebesar 25 persen dibandingkan dengan hari-hari Senin lainnya dalam setahun tersebut.

Kepala penelitian, Dr. Amneet Sandhu, meneliti hampir 42.000 perawatan di rumah sakit di Michigan selama empat tahun berturut, dan menemukan bahwa rata-rata 32 pasien mengalami serangan jantung pada hari Senin. Pada hari Senin pertama setelah memutar jarum jam ke depan sebanyak 1 jam, terjadi  rata-rata delapan serangan jantung tambahan. Jumlah serangan jantung bukan hanya meningkat setelah memutar jarum jam ini, kata Sandhu, tapi juga turun 21 persen pada hari Selasa setelah jam dikembalikan ke waktu standar, dan orang-orang mendapat waktu tidur ekstra satu jam.

3. Penelitian kehamilan

Seiring kemajuan ilmu pengetahuan, pandangan tentang betapa kehamilan bisa mempengaruhi kesehatan wanita dalam jangka panjang berkembang. Sebuah penelitian terbaru menggarisbawahi resiko kardiovaskuler pada wanita dalam hubungannya dengan kehamilan, dan menemukan bahwa wanita yang melahirkan empat anak atau lebih lebih besar kemungkinannya akan mengalami plak pada jantung atau mengalami penebalan dinding arteri—tanda-tanda awal penyakit kardiovaskuler—dibandingkan dengan mereka yang lebih sedikit hamil.

Anehnya, studi tersebut juga menemukan bahwa wanita yang tidak pernah melahirkan atau hanya melahirkan hidup sekali juga ada kemungkinan menderita plak pada jantung atau penebalan arteri. Meski demikian, para ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut mewanti-wanti bahwa hasil temuan ini tidak berarti memberi rekomendasi “cukup dua atau tiga anak,” melainkan hanya sebagai isyarat bahwa mereka harus meneliti lebih lanjut bagaimana kehamilan memainkan peran dalam kesehatan kardiovaskuler pada wanita.

4. Sains ruang angkasa

Besar kemungkinan Anda bukanlah seorang astronot, tapi ilmu ruang angkasa terlalu sayang untuk diabaikan. Meski para astronot harus benar-benar fit untuk bertahan di dalam tekanan-tekanan fisik dan keadaan “di atas sana” setelah meninggalkan Bumi, namun sains menunjukkan bahwa kesehatan jantung mereka boleh jadi juga terpengaruhi setelah terlalu lama berada dalam mikrogravitasi di ruang angkasa. Setelah mengikuti 12 orang astronot, hasil-hasilnya menunjukkan bahwa jantung manusia di ruang angkasa menjadi lebih bulat (spherical) dengan faktor sebesar 9,4 persen. Hal ini, di samping menurunnya kepadatan tulang dan massa otot, menambah bukti-bukti bahwa berada di ruang angkasa untuk waktu yang lama—sebagaimana yang akan terjadi dalam sebuah missi ke Mars—berhubungan dengan meningkatnya bahaya pada jantung para astronot.

“Jantung tidak bekerja cukup keras di ruang angkasa sebagaimana di Bumi, yang bisa menyebabkan banyak kehilangan massa otot,” kata James Thomas, M.D., Moore Kepala Cardiovascular Imaging and Lead Scientist pada Ultrasound di NASA, dan penulis senior dari penelitian tersebut. “Hal itu bisa menimbulkan konsekuensi yang serius setelah mereka kembali ke Bumi, jadi kami kini sedang mencari apakah ada cara-cara yang bisa dilakukan untuk mencegah atau menetralkan kehilangan massa otot tersebut.”

5. Latihan olahraga pada wanita v.s. pria

Sains terbaru dari Mayo Clinic telah menantang sebuah formula yang telah lama ada untuk menghitung jumlah maksimum detak jantung seseorang, membuktikan bahwa formula tersebut boleh jadi tidak tepat karena tidak memperhitungkan perbedaan-perbedaan antara wanita dan pria. Selama beberapa dekade, formula sederhana “220 minus usia” telah secara luas digunakan untuk menghitung jumlah maksimum detak jantung per menit yang bisa dicapai seseorang. Rumus ini bisa digunakan oleh orang yang ingin mengetahui target rata-rata detak jantung mereka selama melakukan olahraga, atau oleh para dokter yang ingin menentukan sekeras apa seorang pasien harus berolahraga selama dilakukan test stress olahraga (exercise stress test).

Sekarang, setelah menganalisis hampir 25.000 test stress, para peneliti telah menemukan perbedaan-perbedaan signifikan antara wanita dan pria, dan kemudian mengembangkan sebuah formula baru untuk merefleksikan perbedaan-perbedaan tersebut. Studi tersebut mengatakan bahwa wanita yang berusia antara 40 hingga 89 semestinya mengharapkan rata-rata detak jantung mereka pada 200 minus 67 persen dari usia mereka; dan pada pria, formula tersebut adalah 216 minus 93 persen dari usia mereka. Di sisi lain, studi tersebut juga menunjukkan bahwa laki-laki yang lebih muda mempunyai rata-rata detak jantung dalam keadaan istirahat yang lebih rendah dan rata-rata detak jantung maksimum yang lebih tinggi dibandingkan wanita, dan bahwa rata-rata detak jantung pria meningkat secara dramatis selama melakukan olahraga dan “kembali ke normal” dengan lebih cepat ketika olahraga selesai.

6. Fokus pada vitamin D

Vitamin D, yang berfungsi sebagai sebuah regulator pada fungsi sistem imun dan proses peradangan yang berkontribusi terhadap faktor-faktor resiko bagi penyakit-penyakit jantung, adalah fokus dari sebuah penelitian di Italia yang dirancang untuk mengevaluasi hubungan antara level vitamin D dan penyakit jantung koroner—penelitian terbesar sejenisnya. Hasil-hasil temuannya? Vitamin D boleh jadi bermanfaat dalam mencegah penyakit jantung; dengan beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa level vitamin D yang rendah berhubungan dengan meningkatnya resiko penyakit jantung.  

Dari hasil penelitian tersebut ditemukan, terdapat kejadian penyakit jantung koroner yang lebih tinggi 32 persen pada pasien dengan level viamin D terendah dan frekuensi penyakit berbahaya yang hampir 20 persen lebih tinggi menyerang berbagai pembuluh. Diperkirakan lebih dari separuh orang dewasa AS menderita kekurangan vitamin D, dengan rata-rata paling tinggi ada pada orang Amerika Afrika dan orang Hispanik. (By Katherine LaGrave)

More From Wall St. Cheat Sheet:

http://wallstcheatsheet.com/life/heart-health-6-new-facts-about-the-ticker.html/1/

comment 0 comments:

Post a Comment

 
© Hasim's Space | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger